Side Chapter 7.1 – Memikirkannya Dari Tempat yang Jauh

The Metamorph, Shihouin Mari, tertawa kecil ketika dia melihat tempat dia dibawa, sel khusus yang telah dibuat untuk menahannya. “Kau sangat murah hati untuk memberiku ruangan yang dibuat khusus untukku,” katanya.

Suaranya tidak memiliki tanda-tanda kepahitan atau sarkasme,  namun microchip khusus dan bahan peledak telah tertanam di dalam tubuhnya.

Ini adalah langkah untuk mencegah peluang terkecil Mari untuk melarikan diri, karena dia mampu menirukan penampilan apa pun.

“… Aku minta maaf karena ketidaksanggupanku,” kata Amemiya Hiroto, dia meminta maaf padanya tanpa menanggapi kata-katanya.

Dia menunjukkan ekspresi sedih seolah-olah dialah yang menjadi seorang penjahat, bukan Mari. Individu-individu reinkarnasi lain yang telah bekerja dengannya dan Mari menunjukkan ekspresi yang sama.

Tapi Mari memberi Hiroto senyuman kecil dan pahit. “Jangan minta maaf. Aku tahu kau bekerja keras untuk menyelesaikan banyak hal tanpa harus membunuhku.” katanya.

Mari telah membunuh orang lain yang telah bereinkarnasi dari Bumi, Kaidou Kanata. Meskipun dia tidak bekerja dengan para teroris, dia telah mengeksploitasi mereka, memimpin pemerintah dan teman-temannya mengejar angsa liar dengan informasi palsu dan mengatur berbagai hal sehingga targetnya, Kanata, akan dikirim pada misi tersebut sendirian.

Kematian Kaidou Kanata memiliki dampak besar pada para individu reinkarnasi lainnya. Mereka telah bekerja dalam penanggulangan bencana dan anti-terorisme, sehingga mereka melakukan kontak dengan kematian orang-orang … bahkan selain warga sipil dan teroris yang terbunuh dalam bencana, mereka mengalami kematian personil militer dan sekutu yang seharusnya mereka selamatkan.

Tapi kematian Kanata, salah satu dari mereka sendiri, memiliki tingkat dampak yang berbeda.

Mereka telah diberi kehidupan baru oleh sang dewa dan bereinkarnasi di dunia asing ini yang disebut Origin dari Bumi dengan bakat sihir dan “kemampuan mirip cheat” khusus. Tapi mereka telah menghadapi oleh kenyataan bahwa bahkan mereka dapat mati dan dibunuh.

Peristiwa ini telah menyebabkan keretakan terbentuk antara individu-individu yang bereinkarnasi yang telah berkumpul untuk membentuk organisasi yang dikenal sebagai Bravers.

Tidak, lebih tepatnya, retakan sudah ada di sana, tapi mereka tidak terlihat. Pembunuhan Mari atas Kanata yang telah membuat celah-celah ini menjadi tidak mungkin lagi untuk diabaikan.

Tapi ada beberapa di antara mereka yang berpikir bahwa semuanya adalah kesalahan Mari. Bahkan pemerintah dan tentara dari setiap negara menganggap Mari, yang memiliki kekuatan Metamorph yang memungkinkannya untuk meniru sidik jari, retina, dan bahkan pola pembuluh darah targetnya dengan sempurna, menjadi individu yang berbahaya.

Dan ada juga yang merasa tidak percaya pada Hiroto, yang menganjurkan agar dia dikurung daripada dimusnahkan.

“Kau membunuh Kaidou Kanata, hanya satu orang. Kau telah memastikan bahwa putri presiden tetap aman. Aku bisa mengerti motifmu. Ini adalah kejahatan pertamamu, dan biasanya kau akan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atau bahkan mungkin hukuman tertentu tergantung pada negara, bukan hukuman mati. Dan negara tempat dimana kau membunuh Kanata telah menghapuskan hukuman mati. Terlalu egois untuk membunuhmu demi untuk kenyamanan dan emosi. ” kata Hiroto.

“Cara berpikir yang kaku seperti biasanya,” kata Mari.

“Lebih baik daripada bersikap lunak. Setidaknya, itu membuat orang lain lebih mengerti mengatakan apa yang aku pikirkan.” kata Hiroto.

Jika termasuk mereka yang melakukan pekerjaan kantor, tidak semua Braver adalah mereka yang bereinkarnasi dari Bumi, tapi mereka memiliki banyak kerabat dan perlu setia pada hukum internasional agar dapat dipercaya. Itulah yang dipikirkan Hiroto.

Individu-individu yang bereinkarnasi memiliki kekuatan yang melampaui bahkan prinsip-prinsip Origin, sebuah dunia dengan sains setingkat Bumi dan sihir yang tidak ada di Bumi. Jika terjadi kesalahan, mereka akan diperlakukan sebagai mutan. Bahkan, kelompok-kelompok yang menganjurkan agar mereka diperlakukan seperti itu pun sudah ada.

Itu sebabnya mereka perlu menunjukkan bahwa mereka mematuhi aturan masyarakat.

“Tapi dengan semua yang dikatakan dan dilakukan, aku tidak menyadari kejahatan Kanata. Itulah yang membuatku ingin minta maaf padamu.” kata Hiroto.

“Tidak ada alasan untuk meminta maaf kepadaku, mengingat aku membunuhnya dengan tanganku sendiri sebelum berkonsultasi denganmu,” kata Mari ketika dia memasuki ruangan.

Saat melihatnya menghilang di balik pintu, Hiroto dan yang lainnya berbalik dan pergi.

“… Informasi apa yang kita miliki tentang mereka?” tanya Hiroto.

 Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

“Keberadaan Murakami dan yang lainnya menjadi tidak diketahui setelah mereka bergabung dengan ‘Eighth Guidance,’'” jawab Minami Asagi, salah satu dari tiga orang yang telah mengawal Mari. Nada bicaranya sopan, tapi matanya dipenuhi amarah.

Murakami … individu yang bereinkarnasi, yang pernah menjadi guru sekolah menengah atas di bumi dengan nama Murakami Junpei, dia telah meninggalkan Braver bersama sepuluh orang lainnya dan menghilang setelah bergabung dengan kelompok teroris.

Rodcorte telah mengatakan bahwa konflik telah mereda, tapi bagi Hiroto dan Braver lainnya, ini hanyalah tenang sebelum badai.

“Sebenarnya apa yang mereka pikirkan … Terutama Murakami. Apa kau tahu bahwa dia adalah wali kelas kita? Apakah seorang guru normal akan menghasut murid-muridnya dan menyuruh mereka bergabung dengan sekelompok teroris? ” lanjut Asagi.

“Sudah hampir tiga puluh tahun sejak dia menjadi wali kelasmu,” salah satu pengawal Mari lainnya menunjukkan. Dia adalah seorang ‘Oracle’, Endou Kouya.

Namun, sepertinya Asagi tidak puas dengan kata-kata ini.

“Tapi kita semua adalah sahabat, bukan? Meskipun begitu, mereka mengkhianati kita … Aku tidak bisa memaafkan mereka. “

Asagi adalah anggota klub olahraga yang penuh semangat di Bumi yang peduli pada teman-temannya, yang memiliki cara berpikir agak totaliter. Dia juga memiliki kecenderungan kuat untuk dipengaruhi oleh kehidupan masa lalu yang dia jalani di Bumi.

Sampai sekarang, itu adalah hal yang baik. Kehidupan masa lalu bahwa individu-individu yang bereinkarnasi itu telah hidup di Bumi dan hal-hal yang telah mereka alami di sana adalah fondasi yang diperlukan bagi mereka untuk tidak menyalahgunakan kehidupan baru mereka dan kemampuan kuat yang tiba-tiba diberikan kepada mereka.

Namun, masalah saat ini telah terjadi karena mereka terlalu mengandalkan fondasi ini dan tidak melihat apa yang perlu mereka lihat.

“Asagi, sudah lebih dari dua puluh tahun sejak kita meninggal di Bumi … hampir tiga puluh tahun. Orang-orang berubah dari jumlah waktu itu. Kita seharusnya mempertimbangkan itu. ” kata Hyoto.

“Hiroto-san, aku tahu bahwa bahkan dalam berita di Bumi, kau akan mendengar tentang teman sekelas yang ditangkap sebagai penjahat mengatakan bahwa dulunya mereka adalah orang baik, tapi kita adalah sahabat -“

“Kanata menjual organ ‘rekannya’ di pasar gelap.”

“Itu benar, tapi … bukankah itu karena dia menyerah pada godaan dan menyimpang dari jalannya! Kita harus bertarung, untuk Tanaka dan dua lainnya yang telah kalah! Jika kita tidak melakukannya, mereka tidak akan bisa beristirahat dengan tenang! “

“Asagi, aku tahu bagaimana perasaanmu, tapi … kita tidak lebih dari manusia yang memiliki kenangan dari kehidupan kita sebelumnya dan kekuatan aneh,” kata Kouya.

“Kouya-san, apa … yang kau coba katakan?” Asagi memelototi Kouya, seolah kata-kata Kouya telah menuangkan air dingin pada emosinya yang berapi-api.

“Selain Murakami, kita sudah menghabiskan lebih banyak waktu di Origin daripada di Bumi. Kita seharusnya tidak percaya satu sama lain secara membabi buta hanya karena kita adalah sahabat. Kita dapat tergoda, atau … indera kita akan nilai-nilai bahkan dapat berubah. Itulah yang coba Kouya katakan. Dan aku juga berpikir sama. ” kata Hiroto.

“Itu … aku mengerti apa yang kau katakan, Hiroto-san, tapi aku tidak bisa menerimanya!” Asagi berteriak sambil memunggungi mereka ketika dia pergi, meninggalkan Hiroto dan yang lainnya di belakang.

Hiroto tersenyum pahit ketika dia melihat punggung Asagi yang tampak kuat, dan kemudian dia berbicara dengan individu-individu reinkarnasi lainnya yang tetap diam sampai sekarang. “Maaf, tapi tolong pergilah dengarkan omelannya,” katanya untuk memberi isyarat agar mereka melanjutkan, meninggalkan dia dan Kouya sendirian.

“Kupikir dia jauh lebih keras kepala daripadaku, tapi itu sangat membantu bahwa dia tidak berubah,” kata Hiroto.

“Bukannya aku membencinya. Hanya saja ketika tidak ada orang lain di sekitarnya, katanya, ‘tapi di Bumi,’ di setiap kesempatan, itu terasa merepotkan.” kata Kouya.

“Benar.”

Hiroto dan Kouya tertawa dan merilekskan bahu mereka saat mereka melanjutkan pembicaraan mereka.

“Tidak bisakah kau mencari tahu di mana Murakami dan yang lainnya pergi dengan Oracle?” Hiroto bertanya.

Kemampuan Cheat Kouya, ‘Oracle,’ mungkin oleh beberapa orang dianggap sebagai seperti kemampuan dewa untuk membuat sebuah ramalan. Namun, pada kenyataannya, itu bukanlah kekuatan yang bisa disebut mahakuasa.

Oracle milik Kouya hanyalah ‘sesuatu’ yang memberitahunya cara untuk mencapai hasil yang diinginkannya.

Pada awalnya, Kouya berpikir bahwa ‘sesuatu’ ini adalah dewa. Tapi dia segera menyadari bahwa itu bukanlah sesuatu yang maha tahu atau maha kuasa seperti dewa.

Itu telah menjawab beberapa pertanyaannya dengan, “Tujuan itu tidak mungkin untuk dicapai.”

Dengan demikian, Kouya menduga bahwa jawaban yang diterimanya dari Oracle berasal dengan mengakses ketidaksadaran kolektif manusia atau Akashic records atau sesuatu semacamnya.

Menurut Oracle, jawaban untuk pertanyaan Hiroto adalah –

“Dalam waktu dekat … aku tidak tahu waktu tepatnya karena itu berubah setiap kali aku menanyakannya, tapi begitu tiga bulan atau sejauh tiga tahun, katanya kita akan mengetahuinya melalui berita.”

“Itu artinya orang-orang itu akan melakukan sesuatu. Apa ada cara untuk mencegah hal itu terjadi? “Tanya Hiroto.

“… Maaf, tapi aku tidak tahu. Jawabannya juga berubah setiap waktu. Jika aku tidak tahu apa yang perlu dilakukan secara spesifik, maka aku tidak dapat memberikan pertanyaan yang akurat. ” jawab Kouya.

“Bagaimana mencegah Murakami dan yang lainnya untuk melakukan tindakan terorisme”, “Bagaimana mencegah Murakami dan yang lainnya menculik seseorang”, “Bagaimana mencegah Murakami dan yang lainnya dari perdagangan narkoba” … Semua ini adalah pertanyaan yang berbeda.

 Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Dengan sesuatu yang samar-samar seperti, “Bagaimana mencegah Murakami dan yang lainnya untuk melakukan kejahatan,” ia akan mendapatkan jawaban aneh seperti, “Tangkap Murakami dalam satu jam sebelum ia mengeluarkan permen karetnya di jalan.”

Pada kesempatan itu, mereka memeriksa satelit dan rekaman pengawasan di negara-negara dan wilayah di mana meludah permen karet ke jalan adalah kejahatan, tapi … tentu saja, tidak mungkin Murakami dapat ditemukan.

“Murakami dan yang lainnya juga tahu tentang Oracle-ku. Itulah sebabnya mereka mencampuri hal itu dengan membuat beberapa rencana kejahatan dan melakukan kejahatan kecil seperti meludah permen karet di jalan.” kata Kouya.

“Aku mengerti. Kupikir kita harus menggunakan metode selain kemampuanmu untuk menemukannya. Jika mungkin, aku ingin menghindari melakukan sesuatu seperti membunuh mereka, tapi …” kata Hiroto.

“Demi istrimu juga, huh?” kata Kouya.

“Ya. Dia mengatakan untuk memperlakukan mereka sebagai orang yang berbeda dari ketika mereka berada di Bumi, tapi itu juga fakta bahwa kita tidak dapat menghapus masa lalu, “kata Hiroto.

Kehidupan mereka yang berakhir tiba-tiba dan tidak rasional di Bumi, ikatan dengan keluarga mereka yang mereka tinggalkan. Dan ketidakbahagiaan yang saat ini mereka alami di Origin.

Semakin mengecewakan kehidupan mereka dan  semakin sulit mereka di Origin, maka ingatan mereka dari Bumi akan tampak semakin bersinar.

Sahabat yang saling membunuh adalah hal yang sulit bagi Amemiya Narumi, yang telah menjadi istri Hiroto.

Mengetahui hal ini, ada sesuatu yang tidak diungkapkan Kouya kepada Hiroto. “… Ada sesuatu yang belum aku katakan padamu,” katanya.

“Secara samar, aku merasa bahwa kau menyembunyikan sesuatu. Sejak beberapa saat setelah laboratorium penelitian rahasia itu dihancurkan oleh salah satu kelinci percobaan yang menjadi Undead.” kata Hiroto.

Selama insiden itu, dunia telah menyadari atribut baru yaitu atribut kematian, sekaligus kehilangannya. Meskipun mereka terpaksa melakukannya karena suatu kebutuhan, insiden ini adalah awal dari Braver yang mulai memerangi teroris dan organisasi kriminal selain menyelamatkan orang-orang setelah bencana dan kecelakaan.

Namun, bagi Kouya, itu adalah kejadian yang tak terlupakan dengan cara yang berbeda.

“Setelah kejadian itu … Itu ketika kita semua memulai pelatihan militer kita. Aku bertanya, “Bagaimana cara kami untuk bisa menghindari kehilangan salah satu dari kami, para individu yang telah bereinkarnasi.” Jawabannya adalah, “Tidak mungkin. Satu sudah terbunuh. ”

Insiden itu kini menjadi lebih tak terlupakan bagi Hiroto.

“Benarkah? Jauh sebelum Mari membunuh Kanata …” dia bergumam.

“Setelah itu, aku berhasil bertanya pada Oracle sebelum Mana-ku habis. Aku bertanya siapa individu reinkarnasi yang terbunuh itu, siapa yang membunuhnya, apakah ada cara untuk mengetahuinya. Karena, ‘siapa yang terbunuh,’ ia memberitahuku untuk ‘melihat file kejadian di laboratorium penelitian,’ dan untuk, ‘siapa individu yang bereinkarnasi dari bumi Bumi,’ jawabnya, ‘Kau akan tahu jika kau bertanya pada Naruse Narumi tentang apa yang terjadi sebelum dia mati di Bumi. ‘” Kouya melanjutkan.

Pengakuan Kouya mengungkapkan kebenaran yang mengerikan bagi Hiroto dan individu-individu reinkarnasi lainnya.

“Begitu, pada waktu itu, kita … membunuh salah satu teman kita,” kata Hiroto.

“Aku hanya ingin bertanya pada Oracle, ‘cara terbaik untuk memusnahkan Undead,’ tapi … baginya, itu mungkin pengkhianatan yang mengerikan,” kata Kouya.

Kouya dan Hiroto, yang telah menyelesaikan reinkarnasi mereka di Origin sebelum Amamiya Hiroto bereinkarnasi, tidak dapat memahami alasan mengapa hanya Amamiya yang tidak dapat bergabung dengan yang lain dan berakhir sebagai subjek percobaan di laboratorium penelitian itu.

Namun, satu-satunya alasan bahwa semua individu reinkarnasi lainnya dapat bersatu adalah sesuatu yang tidak jelas seperti ‘takdir ajaib.’

“Amamiya Hiroto … jadi dia juga bereinkarnasi,” kata Hiroto.

Pria muda yang telah mencoba menyelamatkan Narumi dan mati di hadapannya. Istri Hiroto pertama kali berbicara dengannya setelah mengira bahwa dia adalah Amamiya Hiroto. Ini adalah awal dari hubungan mereka, jadi Hiiroto juga ingat bahwa ada seorang anak lelaki yang memiliki nama yang mirip dengannya.

“Tapi Kouya, saat itu, dia sudah -“

“Aku tahu. Dia adalah seorang Undead. Dia sudah mati dan telah berubah menjadi makhluk berbahaya. Tidak ada cara untuk mengubahnya kembali menjadi manusia. Itulah sebabnya satu-satunya hal yang bisa kita lakukan saat itu adalah memberinya kedamaian. “

Setidaknya dalam Origin, Undead adalah makhluk semacam itu. Mereka adalah monster-monster yang memutar dan merusak Mana di sekitar mereka. Ada beberapa kasus di mana mereka mempertahankan kepribadian mereka untuk sementara waktu segera setelah menjadi Undead, tapi bahkan kemudian, tidak ada yang tahu kapan mereka akan menjadi monster jahat.

Metode untuk menghidupkan kembali seseorang itu tidak ada, jadi tidak mungkin ada cara untuk mengubah Undead menjadi seseorang.

Itulah sebabnya Kouya tidak menyesali tindakannya sendiri dalam membunuh Amamiya Hiroto, juga tidak menganggapnya sebagai sebuah kejahatan.

1 komentar untuk “Side Chapter 7.1 – Memikirkannya Dari Tempat yang Jauh”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *