Side Chapter 2.1 – Satu-satunya dewa yang tersisa dari kesebelas dewa

Alda, sang dewa hukum dan nasib. Satu-satunya dewa penciptaan yang masih tersisa di Lambda tidak termasuk dengan dewa-dewa bawahan. Dewa yang memiliki kekuatan terbesar bahkan bagi para dewa jahat.

Sumber kekuatan itu terletak pada para pengikut dan hamba yang menghormatinya dan, yang terpenting adalah jumlah orang-orang yang mempercayainya, yang menawarkan doa-doa mereka kepadanya.

Dia menderita luka yang dalam selama pertempuran melawan Raja Iblis dan juga melawan Vida yang seharusnya merupakan sekutunya, tapi meskipun begitu, kekuatan Alda tetap sangatlah besar.

Dia digambarkan sebagai seorang pria tua berwajah keras dan berambut putih yang memegang sebuah buku tebal, seorang pemuda bermata buram yang memegang sabit penghakiman berukuran besar di tangan kirinya dan sebuah obor di tangan kanannya, atau sebagai bulan yang bersinar. Semua ini adalah bentuk simbolnya tentang Alda.

Alda telah mengkhawatirkan banyak hal dalam beberapa puluh ribu tahun terakhir. Yang dia khawatirkan, tentu saja adalah masa depan dunia Lambda yang dia cintai.

Lebih tepatnya, dia selalu mengkhawatirkannya. Dia telah merenungkan, mendengarkan suara-suara orang, berpikir tentang bagaimana dia dapat menjaga dunia ini untuk tetap berada dalam cahaya, bagaimana menjaga ketertiban, bagaimana membawa dan memelihara perdamaian, bagaimana menyebarkan cita-cita ini kepada orang-orang dan membuat mereka mengerti akan hal itu. Dia selalu memikirkan semua ini.

Namun, dalam beberapa puluh ribu tahun terakhir beberapa hal tidak berjalan dengan baik.

“Kukira ini berarti sudah saatnya untuk merevisi kebijakan yang telah berlaku sampai saat ini. Sungguh menjengkelkan bahwa aku tidak punya pilihan selain setuju dengan kata-kata dewa reinkarnasi itu. Namun … ”

Alda berbisik pada dirinya sendiri, mencoba untuk mengumpulkan pikirannya.

“Tolong tunggu,”

Terdengar suara lain.

Curatos, Dewa Arsip yang merupakan dewa bawahan Alda dan asisten dekatnya, telah muncul di sisinya.

Curatos adalah salah satu pelayan (Setara dengan malaikat di Bumi) yang diciptakan oleh Alda tak lama setelah kelahiran dunia ini, yang telah bangkit untuk menjadi dewa. Dia tidak memiliki keilahiannya sendiri; dia hanyalah pelayan dekat Alda dan ini dilambangkan oleh buku yang dia pegang di tangannya.

“Tuanku, tidak perlu memperhatikan kata-kata orang seperti Rodcorte,” saran Curatos.

“‘Perkembangan’ yang dia bicarakan hanyalah sebuah tipuan.”

“Tenangkan dirimu, Curatos,” kata Alda untuk meyakinkan pelayannya.

“Itu bukan berarti aku telah mengakui bahwa ada keperluan untuk ‘pengembangan’ yang diucapkan Rodcorte.” Kata Alda.

Rodcorte telah berkali-kali memberi tahu Alda dan dewa-dewa lainnya bahwa dunia ini lebih tertinggal daripada dunia lain dan bahwa ‘pengembangan’ tersebut diperlukan.

Namun, kata-kata ini tidak terasa benar di hati Alda dan teman-temannya; itu hanyalah keluhan yang samar dan tak berarti.

Perkembangan serta pewarisan budaya dan seni, lalu kelanjutan peradaban yang stabil. Semua ini adalah hal yang sangat luar biasa.

Tapi bagi Alda dan para dewa lainnya, ini bukanlah hal-hal yang perlu menjadi sesuatu yang paling diprioritaskan.

Bagi Alda sang dewa hukum dan nasib serta  para dewa bawahannya, untuk dewa yang mendukungnya seperti Yupeon, ini adalah masa-masa perang. Raja Iblis dan Vida telah dikalahkan, tapi para dewa jahat masih membuat semacam gerakan tersembunyi sementara monster dan ras yang diciptakan oleh Vida sedang membangun sarang mereka.

Hal pertama yang perlu diprioritaskan adalah pertempuran melawan para dewa jahat, monster dan ras-ras yang diciptakan oleh Vida. Apa gunanya memprioritaskan ‘pengembangan’ dunia daripada hal tersebut?

Dan kemudian Alda menyadari niat sebenarnya di balik ‘pengembangan’ yang diinginkan Rodcorte. Rodcorte hanya ingin agar populasi dunia ini meningkat. Karena ketika jumlah jiwa yang berputar dalam siklus reinkarnasi meningkat, maka kekuatan dewa itu juga akan meningkat bersamanya.

Tapi sebaliknya, Alda tidak secara khusus ingin agar populasi orang-orang yang hidup di dunia ini meningkat.

Jika jumlah orang yang hidup di dunia ini terlalu banyak bertambah, maka jumlah sumber daya yang dibutuhkan untuk mempertahankannya akan meningkat, banyak golongan akan terbentuk dan negara-negara baru juga akan terbentuk. Dan kemudian akan ada konflik di antara mereka, membuat keteraturan menjadi lebih sulit untuk dipertahankan.

Sudah sulit untuk mempertahankan populasi saat ini yang kurang dari seratus juta; jika total populasi Lambda meningkat hingga miliaran orang seperti yang diminta Rodcorte, tidak ada yang tahu gangguan dan kekacauan macam apa yang akan terjadi. Hanya membayangkannya saja sudah terasa menakutkan.

“Sejak awal, ‘pembangunan’ ini tidak diperlukan untuk pelestarian dunia. Itu tidak masuk akal untuk menggunakan dunia lain sebagai contoh. ” kata Alda

Dia mengagumi ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak membutuhkan penggunaan sihir, tapi apakah itu merupakan sesuatu yang diperlukan di Lambda?

Listrik, mobil, mesiu dan dinamit, pesawat terbang, komputer, serta perdagangan saham. Manfaat yang ditimbulkan oleh hal-hal ini tentu saja luar biasa, dan itu pasti akan membuat kehidupan orang-orang menjadi lebih baik dan nyaman. Tapi apakah ini lebih besar daripada kerugian yang ditimbulkan oleh adanya hal-hal semacam itu?

Faktanya, keberadaan hal-hal semacam itu dapat menyebabkan kerusakan alam demi dapat menghasilkan energi tersebut. Bukankah mereka juga merupakan penyebab dari beberapa perang dan konflik?

Mobil menyebabkan puluhan ribu orang mati dalam kecelakaan di setiap tahunnya; bubuk mesiu, dinamit, dan pesawat digunakan dalam perang. Komputer memunculkan kejahatan baru sementara perdagangan saham dapat membuat seseorang mengkhawatirkan hal-hal tanpa bentuk fisik dan membuat diri mereka hancur.

Yang paling bodoh dari semuanya adalah bahwa di dunia di mana hal-hal semacam ini ada, masih belum ada sistem yang lengkap untuk mengendalikan orang-orang yang menggunakannya, dan sistem yang ada pun tidak ditaati.

Sihir sudah ada di Lambda. Ada kekurangan pada keberadaannya; yaitu orang-orang akan menggunakannya untuk saling membunuh.

Jadi mengapa benih-benih bencana dari dunia lain harus ditanam di dunia ini?

Itulah sebabnya kata-kata Rodcorte hanya meninggalkan kesan kecil pada Alda. Alda hanya akan menjawab bahwa setiap dunia memiliki keadaannya tersendiri.

Itu juga merupakan hasil keputusan umum yang telah diberikan oleh para dewa lain yang mendukungnya.

“Lalu, kebijakan apa yang akan anda revisi?. Sistem renkarnasi Raja Iblis dan sistem renkarnasi Vida … Tanpa kehancuran mereka, tidak mungkin dunia ini akan mencapai kedamaian, Tuanku.” Tanya Curatos.

Tujuan Alda adalah untuk menghancurkan sistem renkarnasi dunia ini selain sistem milik Rodcorte, membawa kehancuran bagi para dewa jahat, monster, dan ras-ras yang diciptakan oleh Vida.

Sistem renkarnasi yang diciptakan Rodcorte dan saat ini sedang berkuasa, tidak seperti Rodcorte sendiri, itu benar-benar sempurna. Namun, dua sistem lainnya merupakan produk bermasalah.

Sistem renkarnasi yang diciptakan oleh Raja Iblis masih terus menghasilkan monster di dunia ini. Itu bahkan digunakan oleh para dewa jahat demi untuk bereinkarnasi dan dilahirkan kembali secara sukarela.

Itu membuat beberapa kontribusi kepada orang-orang dalam bentuk Dungeon, tapi itu hanyalah satu manfaat dibandingkan dengan seratus … tidak, seribu kerugian . Dan jiwa-jiwa tidak dibutuhkan untuk sekadar memasok Dungeon-dungeon itu dengan monster. Bukan mustahil bagi Dungeon-dungeon itu untuk menghasilkan dan mengatur boneka tanpa jiwa … meskipun ini akan mengharuskan Alda untuk menunggu kebangkitan Ricklent sang jin waktu dan sihir.

Dan sistem yang dibuat oleh Vida merupakan produk yang sangat tidak stabil. Karena itu hanyalah sebuah tiruan dari tiruan sistem yang asli, jadi hal itu dapat diduga. Tampaknya Vida telah berpikir untuk memindahkan renkarnasi setiap makhluk di dunia ini ke dalam sistem itu suatu hari nanti, tapi itu akan menjadi upaya yang terlalu berbahaya.

Vida telah kawin dengan para monster untuk menghasilkan ras baru demi menstabilkan sistemnya dan melahirkan para Vampir, itu sebagian bertujuan agar mereka dapat membantunya. Mempercayakan jiwa dari orang-orang yang hidup di dunia ini kepada sistem yang tak stabil semacam itu benar-benar tak terbayangkan.

“Banyak jiwa pemberani telah berjuang demi cita-cita anda, Demi mereka …” kata Curatos.

Dia telah ‘mencatat’ semua sejarah yang terjadi sampai saat ini. Oleh karena itu, dia adalah seseorang yang menggunakan masa lalu sebagai referensi ketika membuat keputusan tentang berbagai hal.

Alda menatap Curatos sambil tersenyum pahit.

“Tentu saja aku tidak sedang mempertimbangkan untuk menyerah dalam mengakhiri kebodohan Vida. Aku sedang memikirkan apakah aku harus merevisi caraku dalam melakukan sesuatu.” katanya.

Curatos menghela nafas lega. Dan kemudian dia mulai mencoba untuk mencatat pikiran Alda.

“Bagaimana anda akan merevisi metode anda?” Tanya Curatos.

Sampai sekarang, Cara Alda dalam melakukan banyak hal adalah untuk membuat ajarannya menjadi jelas dan kemudian meninggalkan metode khusus untuk menempatkannya kepada orang-orang.

Dewa merupakan mereka yang membimbing orang-orang, bukan menguasainya. Fakta ini merupakan satu hal yang dapat disetujui Alda dan para dewa dunia lain.

Ajaran Alda menyatakan bahwa para dewa jahat dan anggota ras yang diciptakan oleh Vida harus dimusnahkan bersama dengan mereka yang tidak mengikuti ajarannya, dan bahwa mengandalkan pengetahuan yang berasal dari dunia lain seperti hal-hal yang ditinggalkan oleh Zakkart pun dilarang.

Dia telah menyampaikan ajaran-ajaran ini melalui pesan ilahi kepada individu-individu yang lebih cakap di antara orang-orang yang percaya padanya.

Namun, isi dari pesan ilahi-Nya telah berubah saat mereka menyebar, dan ada banyak kasus di mana mereka tidak menerapkan ajarannya dengan benar.

Sebuah contoh terbaru dari hal ini, hal itu telah terjadi di Gereja utama Alda di Kekaisaran Amid. Pemusnahan ras Vida dan pengetahuan yang dibawa dari dunia lain telah terlalu diprioritaskan daripada pemusnahan para dewa jahat dan para pelayan mereka. Dan Kekaisaran terlalu banyak memanfaatkan hal ini dalam politik mereka.

Karena hal ini, Hihiryushukaka sang dewa jahat kehidupan sukacita, telah diizinkan untuk memperluas pengaruhnya dari dalam bayang-bayang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *