Chapter 99.2 – Perubahan Bakat dan Penduduk

“Augh?” Rapiéçage mengerang.

“Tidak, kau benar-benar tidak membutuhkannya,” kata Vandalieu, dia menatapnya dan berpikir tentang kesalahpahaman yang bisa terjadi jika dia menjilatnya.

Rapiéçage memiliki sayap pterosaurus, ekor yang memanjang dari pinggulnya dengan penyengat Cemetery Bee di bagian ujungnya, lengan dan kaki Ogre melewati siku dan lutut, tubuh seorang gadis sensual dan gadis seorang wanita muda yang cantik.

Wajar saja jika Vandalieu merasa ragu untuk menjilatnya.

Di Talosheim, fakta bahwa dia adalah Undead atau ada jahitan di seluruh tubuhnya tidak akan diterima sebagai alasan.

“Aku minta maaf karena mengganggu pembicaraan kalian, tapi bisakah aku bicara, Danna-sama?”

Bellmond yang telah diperintahkan untuk datang ke ruang kerja pribadi Vandalieu di bawah kastil, tampak terganggu ketika dia memanggil tuannya yang karena alasan tertentu, dia dikelilingi oleh para anak-anak sambil merawat telur serangga.

Tampaknya keadaan ini berada dalam batas yang dapat diterima untuk Bellmond. Tidak, ada hal lain di dekatnya yang lebih membuatnya penasaran.

“Ah, Bellmond, terima kasih atas kerja kerasmu. Aku sedang berpikir untuk membiarkanmu melihat-lihat rencana untuk operasimu.” kata Vandalieu.

“Itu Bellmond!” Seru Pauvina.

“Hai!” kata Jadal.

“Halo, Ojou-sama,” kata Bellmond, menyapa anak-anak. “Jadi, Danna-sama, rencana operasi itu … Mungkinkah kau merujuk akan benda itu?

‘Benda itu’ yang dilirik Bellmond dengan tajam adalah benda yang diletakkan di sebelah mantan majikannya, Ternecia, yang sekarang menjadi Live-Dead di dalam kapsul, tenggelam dalam cairan misterius.

Itu menyerupai boneka manekin perempuan yang terbuat dari batuan putih. Itu telah dibuat dengan rumit; itu tidak memiliki wajah, namun tampaknya lengan dan kakinya bisa bergerak kapan saja.

Tingginya sama dengan tinggi Bellmond dengan lengan dan kakinya yang sama panjangnya dengan miliknya, sementara tonjolan di dada dan sekitar pinggulnya hampir sama dengan Live-Dead Ternecia.

“Ya,” kata Vandalieu.

Saat melihat bahwa dia sama sekali tidak menunjukkan rasa bersalah, Bellmond mencengkeram dadanya.

“… Danna-sama, apa yang kau rencanakan padaku setelah memberiku tubuh dengan fitur yang sangat menarik semacam itu?” dia bertanya.

“Yah, akan sulit untuk membuat perubahan kecil dalam bentuk dadamu, jadi aku berpikir untuk mencangkokkan dadanya langsung ke dadamu,” jelas Vandalieu.

“Aku adalah pelayanmu, Danna-sama. Jika kau ingin merusak tubuhku dan melakukan semuanya sesukamu dengan kesenanganmu sendiri maka aku siap untuk menerima takdirku, tapi -” kata Bellmond.

“Itu merupakan hal yang mengerikan untuk dikatakan tentangku. Aku cukup percaya diri dalam bagaimana aku memperlakukan orang lain.” kata Vandalieu.

“Aku mengerti. Lakukan apa yang kau mau, Danna-sama. “

Pada akhirnya, Bellmond setuju, namun Vandalieu berpikir bahwa dia akan membuat segala macam keluhan begitu harus menambahkan ekornya.

Tentu saja, dia sepertinya tidak menunjukkan tanda-tanda perlawanan nyata. Faktanya, dia tampak senang.

“Van, apa hanya ada orang-orang seperti Eleanora di antara para Vampir?” Basdia bertanya dengan mata yang tampak serius.

“… No comment,” kata Vandalieu, menolak untuk menjawab. Dia tidak berpikir bahwa itu ada, tapi mungkin saja …

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Saat memikirkan ini, Vandalieu tidak bisa sepenuhnya menyangkal kemungkinan itu.

“Vandalieu, kau menyakiti tubuh seorang gadis sebelum dia menjadi seorang pengantin wanita, jadi kau harus bertanggung jawab,” kata Darcia.

“Umm, Darcia-sama, dengan logika itu, bukankah itu membuat Yang Mulia tidak bisa melakukan operasi pada wanita mana pun?” Putri Levia menunjuk.

“Tidak, untuk bertindak terlalu jauh dengan mengambil tanggung jawab …” Bellmond pun mengingatkan mereka karena mereka telah memikirkan hal-hal yang terlalu jauh. Bahkan, dia sangat menantikan untuk menerima operasi dari Vandalieu.

Dia memang memiliki keraguan, tapi kebahagiaannya karena menerima semuanya dari Vandalieu telah mengalahkan semua keraguan itu.

Seperti dalam mimpi itu.

“Tapi aku akan senang jika kau bisa menahan diri untuk tidak membuatku terlihat terlalu tidak senonoh,” tambahnya.

Mantan majikan Bellmond, Ternecia, dia adalah seorang wanita yang cantik bahkan di matanya. Namun, kecantikan itu tidaklah elegan.

Meskipun kata-katanya dan cara berpakaiannya yang normal kemungkinan menjadi penyebab utamanya, dia terlihat seperti seorang pelacur … meskipun kesan ini tidak pernah bertahan lama, karena dia tidak pernah melirik orang lain, apalagi menggoda mereka.

“Aku akan melakukan yang terbaik, tapi kupikir itu akan baik-baik saja,” kata Vandalieu.

Vandalieu hanya bertatap muka dengan Ternecia selama beberapa menit; dia belum merasakan kesan bahwa dirinya yang seperti seorang pelacur, tapi dia berpikir bahwa bahkan jika dia mengganti setiap bagian tubuh Bellmond dari bawah lehernya dengan milik Ternecia, dia tidak akan terlihat tidak senonoh.

“Bellmond, apa kau akan menjadi muchi-muchi *?” tanya Pauvina.

(Flapy*: Ini adalah kata onomatopoeik kekanak-kanakan yang berarti “montok / gemuk” atau “bahenol” )

“Bagaimana dengan otot-otot yang disukai raja?” tanya Varbie.

“Aku memang berpikir bahwa dia akan menjadi muchi-muchi, tapi aku tidak berencana untuk melakukan transplantasi otot. Lagipula, dia sudah punya banyak otot.” kata Vandalieu.

“Tubuhku menjadi terasa berat… selama semua jari tangan, jari kaki, dan lidahku bisa bergerak bebas, maka tidak akan ada masalah,” kata Bellmond.

“Te…man?” Rapiéçage mengerang.

“Yah, aku yakin bahwa aku akan menjadi teman tambal sulammu, tapi …” Bellmond tersenyum pahit kepada anak-anak yang dengan polosnya membandingkannya dengan boneka manekin pasca operasi dan Rapiéçage yang bertanya-tanya apakah dia akan mendapatkan temannya.

Tiba-tiba, Bellmond menyadari seseorang yang selama ini diam, melihat sesuatu yang menggeliat dengan mata merah.

“Ngomong-ngomong, apa yang dia lakukan?” dia bertanya.

“Luciliano? Dia sedang meneliti Lump-of-meat-chan, ”kata Vandalieu.

(Flapy : gumpalan daging)

Gumpalan daging yang aneh tanpa tulang atau organ telah diproduksi sebagai hasil dari mencoba menghidupkan kembali Darcia dengan menggunakan alat kebangkitan yang tidak sempurna namun masih berfungsi.

Ketika gumpalan-gumpalan daging yang dihasilkan oleh alat itu disatukan, mereka telah bergabung untuk membentuk gumpalan daging yang lebih besar, namun tidak peduli berapa lama waktu berlalu atau apa yang dilakukan Vandalieu, itu masih tetap berupa gumpalan daging.

Vandalieu telah mencoba menambahkan darah Raja Iblis, namun tidak ada yang berubah secara khusus.

Namun pagi ini, gerakannya menjadi terlihat lebih mencolok; sepertinya perubahannya telah dimulai.

“Dia mengatakan bahwa ini mungkin merupakan kelahiran kehidupan baru,” kata Vandalieu.

“Kehidupan baru. Aku mengerti.” ulang Bellmond.

Mereka berdua memandangi gumpalan daging yang kejang-kejang itu di sebuah peralatan yang menyerupai panci besar yang ada di depan Luciliano.

Itu telah membentuk sup daging tebal berwarna yang menggelegak dan berbusa seolah-olah mendidih, dan ada proyeksi seperti daging menyerupai tangan manusia dan kepala ular yang muncul dan kemudian sedikit memanjang dari permukaannya sebelum akhirnya jatuh kembali ke gumpalan daging itu secara berulang-ulang.

“Bagiku itu terlihat seperti jiwa-jiwa yang tersiksa tengah direbus di dalam kuali neraka,” kata Bellmond.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

“Kebetulan sekali. Aku pikir juga begitu.” kata Vandalieu.

“Sesuatu yang tampak seperti kepala manusia muncul dari waktu ke waktu, tapi … Aku merasa bahwa itu sedikit mirip denganku. Apa yang akan aku lakukan jika aku menumbuhkan banyak kepala?” kata Darcia.

Tampaknya tidak ada perbedaan pendapat bahwa ini bukanlah ‘kelahiran kehidupan baru,’ namun itu terlihat seperti jiwa-jiwa mati yang berusaha merangkak keluar dari dalam neraka.

Vandalieu belum dapat melihat Statusnya, dan mantra Appraisal hanya memberinya informasi seperti, “Seonggok daging misterius yang mengejang,” jadi masih belum jelas apakah itu adalah suatu makhluk hidup atau bukan.

“Bagaimana itu bisa tetap hidup, Yang Mulia? Ia bahkan tidak memiliki satupun organ, apalagi tulang.” Putri Levia bertanya.

“Kami memberinya makanan dari waktu ke waktu,” kata Pauvina.

“Itu terlihat benar-benar senang saat memakannya ketika kami memberinya daging!” Jadal menambahkan.

Tampaknya mereka berdua telah memberinya makan.

“Itu benar-benar memakannya,” kata Pauvina.

Meskipun tidak memiliki mulut atau perut, hanya terdiri dari daging sampai Vandalieu memberinya darah, tampaknya Lump-of-meat-chan memakan makanan. Kemungkinan itu melalui mekanisme yang sama dimana organisme uniseluler menyerap makanan.

Gumpalan itu tanpa pandang bulu menyerap segala sesuatu yang bersentuhan dengannya, jadi itu sangatlah berbahaya. Mungkin pilihat yang terbaik adalah Vandalieu membuat kandang di sekitarnya sehingga anak-anak tidak akan terseret ke dalamnya.

“Tapi itu tidak makan sayur,” kata Jadal.

“Bahkan jika kami memberinya katak hidup, itu hanya akan memuntahkannya. Bahkan jika kami memarahinya dan mengatakan bahwa dia tidak akan pernah menjadi besar jika terlalu pilih-pilih makanan, dia tetap tidak mau mendengarkan.” kata Pauvina.

“Begitu, jadi sepertinya itu tidak memakan makhluk hidup,” kata Vandalieu.

Gumpalan daging itu tidak memiliki telinga atau kepala untuk mendengarkan omelan, namun mungkin itu relatif aman. Mungkin saja itu tidak menyukai katak, jadi Vandalieu memutuskan bahwa dia akan mencoba melihat apakah itu akan memakan tikus hidup, ikan, atau Undead.

“Itu terasa seperti aku diberi makan oleh anak-anak. Dan aku diberi katak …” kata Darcia.

Tampaknya dia sedikit terkejut dengan fakta bahwa Lump-of-meat-chan, yang merupakan upaya gagal untuk menciptakannya kembali, sedang diberi makan oleh anak-anak.

“Yah, Bu, katak itu rasanya enak,” kata Vandalieu padanya.

Tapi terlepas dari ekspektasi Luciliano yang sedang asyik dalam penelitiannya, Lump-of-meat-chan masih tidak akan menjadi suatu makhluk hidup.

“Entah itu monster atau orang, tampaknya ada sesuatu yang hilang untuknya menjadi makhluk hidup,” Luciliano menyimpulkan hal itu ketika dia mengembalikan penelitiannya pada Lump-of-meat-chan menjadi pengamatan sederhana.

Tinggalkan Pesan