Chapter 94.2 – Kunjungan Rumah Setengah Vampir Untuk Menakhlukan Monyet

Di sebelah kirinya, yang berada agak jauh darinya, para Zombie Gillmen telah berkumpul di satu tempat. Berpikir apakah para Zombie Gillmen inilah yang berbicara, Vandalieus muncul dari tubuh bersisik mereka, satu demi satu.

“Eh? Apa? Ta-tamu yang terhormat, apa ini saudara-saudaramu? ” Bellmond bertanya kepada Vandalieu yang telah bertarung dengannya, dia merasa bingung pada Vandalieus lain yang dengan lancar muncul dari dalam balik para Zombie Gillman.

“Tidak, mereka semua adalah bagian dari diriku. Yang bertarung denganmu adalah tubuh fisikku yang menggerakkan yang lain melalui skill Long-distance Control.”

“Yang ini adalah klon bentuk rohku yang dibuat setelah menggunakan skill Out-of-body experience, yang telah menyatu dengan Zombie Gillmen.” kata Vandalieu lain.

“Nah, aku akan memulai serangan balikku,” kata Vandalieu bentuk roh lainnya.

Vandalieus yang berada dalam bentuk roh mengacungkan benda panjang berbentuk pipa yang dipanggul oleh Gillmen di punggung mereka ke arah Bellmond.

“Tubuh fisik dan roh membentuk tubuh ?! T-tidak, tidak, tolong tunggu sebentar, tamu yang terhormat, itu aneh. Apakah kau bermaksud mengatakan bahwa kau menggunakan tubuh fisikmu … tubuh utamamu, sebagai umpan untuk membodohiku ?!” Bellmond tergagap.

“Yah, kau bilang itu tubuh utamaku, tapi kan?” kata Vandalieu.

“Bukankah kau berpikir bahwa kau tidak akan dapat melawan semua  benang-benangku, dan bahwa kau akan terkoyak? Bahkan, dalam satu menit lagi, aku dapat memisahkan seluruh tubuhmu menjadi beberapa bagian, ”kata Bellmond.

“Bahkan jika tubuhku dibagi menjadi potongan-potongan, aku butuh waktu kurang dari tiga menit untuk menyatukan kembali semua potongan itu, jadi aku tidak akan mati,” kata Vandalieu kepadanya.

“… Tapi bahkan para Vampir noble-born akan mati karenanya.”

“Juga, aku punya metode ini.”

Kepala cacing tumbuh dari belakang leher Vandalieu. Mulutnya, satu-satunya fitur di kepalanya, terbuka dan cairan kental meluap darinya.

Cairan itu adalah … Dark Copper yang menjadi armor yang mengelilingi tubuh Vandalieu. Datara telah membuat Dark Copper Golemini menjadi armor.

Dan kemudian dia bahkan menaikkan Magic Absorption Barrier-nya dan Impact-Negating Barrier-nya, menelan benang miliknya dan Bellmond.

Bellmond tercengang melihat cara Vandalieu yang satu demi satu menciptakan pertahanannya dengan mudah. Dan sekarang setelah benang Bellmond berada di dalam penghalang, mereka hampir sepenuhnya tidak bergerak.

Setiap kali dia menggerakkan jari-jarinya untuk mencoba dan memanipulasi benang-benangnya, benang-benang itu malah memakan jari-jarinya dan darah menyembur dari mereka.

“Aku sadar  bahwa aku tidak sopan, tapi … Tamu yang terhormat, apa kau adalah semacam penyimpangan atau keganjilan?” Bellmond bertanya. Sekarang setelah hal ini terjadi, dia tidak punya pilihan selain untuk memotong semua anggota tubuhnya dan melarikan diri, tapi dia mengajukan pertanyaan ini alih-alih mengucapkan mantra untuk melakukan hal itu.

Detak jantungnya berdegub hebat ketika dia menyadari bahwa kekalahannya tidak bisa dihindari; pipinya menjadi memerah dan matanya bergetar dan mengaburkan bidang penglihatannya.

“Aku menganggap diriku sebagai seseorang, jadi sangat disesalkan bahwa kau mengatakan ini kepadaku,” jawab Vandalieu ketika Vandalieu bentuk roh memasukkan proyektil perak ke dalam pipa … atau setidaknya memulai melakukan itu, sebelum mengubahnya ke proyektil yang berbeda .

Peluru besi dimuat ke dalam pipa … pistol yang memiliki alur berbentuk spiral dibangun dalam laras untuk membuat proyektilnya berputar. Vandalieu melakukan sedikit penyesuaian pada tujuannya dan kemudian menggunakan Telekinesis untuk mengirim peluru.

“Tembak.”

Berbeda dengan suara datarnya, peluru itu ditembakkan dengan suara gemuruh.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

“Kuh … fushaaah!” Bellmond menjulurkan lidah bercabangnya untuk memanipulasi benang untuk mencoba menghindari peluru pertama di Lambda yang telah ditembakkan oleh Vandalieu.

Tapi peluru besi itu menyingkirkan benang tersebut dan mengenai tubuh Bellmond.

『Kau telah memperoleh skill Artillery Technique!』

Tampaknya di Lambda, skill menggunakan senjata bukanlah Gun Technique, tapi Artillery Technique.

Peluru besi itu menabrak dinding yang jauh di seberang danau bawah tanah, menyebabkan sebagian dinding itu hancur. Sangat masuk akal bahwa itu diperlakukan sebagai meriam daripada pistol.

Juga, laras senapan telekinesis Vandalieu yang telah ia bangun untuk akurasi dan kekuatan secara harfiah tidak lebih dari satu barel; tidak ada pelatuk atau tempat peluru, jadi mungkin sulit untuk memanggilnya sebagai sebuah pistol.

Tapi bahkan ketika Vandalieu mengakui kekuatan pistol Telekinesis dan larasnya, dia memutuskan untuk tidak menggunakannya di bawah tanah kecuali itu benar-benar diperlukan.

“Ngomong-ngomong, bisakah kau bicara? Aku menggunakan peluru besi bukan peluru Orichalcum atau perak, dan aku juga sedikit mengubah tujuanku, jadi kau tidak akan mati, “kata Vandalieu, menatap ke bawah pada Bellmond, yang berguling-guling di tanah dalam keadaan menyedihkan, tapi dia tetap mempertahankan nada bicaranya yang sopan.

“Kah … Hyuh … aku dengan rendah hati meminta maaf … karena menunjukkan kepadamu hal memalukan seperti ini …”

Sebuah lubang telah tercipta dari sayap kanan Bellmond melalui dadanya; serpihan isi perut, tulang, dan darah berserakan. Juga, karena ia telah dihempaskan setelah ditembak dan berguling-guling di tanah sebanyak beberapa kali, tubuhnya pun terluka oleh benang tajam yang telah ia manipulasi.

Tidak ada satu pun jari yang tersisa di tangan atau kakinya, dan lidahnya tercabik-cabik.

Namun, ” memalukan ” yang disebutkan Bellmond tidak mengacu pada itu. Dia merujuk pada penampilan sejatinya sendiri, yang sekarang terlihat karena kacamata berlensanya, Item Sihir penyamarannya telah rusak.

Bekas luka yang mengerikan dan bekas luka yang membentang terlihat dari pakaiannya yang robek. Setengah dari wajahnya yang tampan tertutupi oleh luka bakar, dan salah satu bola matanya terlihat keruh.

Dan bentuk telinganya telah berubah.

“Itu mengejutkan bahwa kau adalah seorang wanita. Dan sepertinya kau awalnya adalah beastman. Bisakah anggota ras Vida juga bisa menjadi Vampir? ” kata Vandalieu.

“Aku berasal dari ras yang dikenal sebagai Forest Monkey Beast-people. Dengan kata lain, aku bukanlah beastman; ada darah Lamia yang tercampur dalam leluhurku. Lidah ini dan, meskipun sulit untuk dikatakan sekarang, mataku yang buta, berbentuk sama seperti Lamia. Bukan tidak mungkin bagi anggota ras Vida untuk menjadi Vampir. Namun, ada kemungkinan kegagalan sembilan puluh persen dan kemungkinan kematian sebagai efek samping dari transformasi. Tapi bagaimana kau bisa tahu bahwa aku adalah seorang wanita? Seperti yang kau lihat, semua bagian kewanitaanku telah dibakar ataupun dipotong. ” kata Bellmond.

“Aku bisa melihat organ dalammu melalui luka,” kata Vandalieu.

“Aku mengerti … Itu tak terpintas dalam pikiranku.” Bellmond, yang ternyata adalah seorang wanita pun tertawa pahit. “Jadi, maukah kau menghabisiku? Aku tidak sekuat dirimu, tapi aku adalah Vampir noble-born dengan status Count. Aku akan dapat pulih dari luka seperti ini. Aku tidak tahu apakah aku akan dapat bergerak dengan cara yang sama seperti yang sebelumnya, tapi setelah setengah hari, aku akan dapat mulai berjalan. Juga, bahkan ketika kita menikmati percakapan ini, bukan tidak mungkin bagiku untuk mengucapkan sebuah mantra jika aku mencobanya. ” dia bertanya.

“Tapi kau tidak mencoba melafalkannya, kan? Sebenarnya, kau juga tidak punya niatan untuk melakukan serangan balik. Juga, skill Death-Attribute Charm berpengaruh, bukan? ” kata Vandalieu. Dia tidak bisa lagi merasakan reaksi apa pun dari Danger Sense: Death.

Bellmond memberikan ekspresi terkejut sebelum menghembuskan napasnya, seolah-olah mencapai suatu pemahaman. “Aku mengerti. Jadi, ini adalah skill tipe pesona. Namun, alih-alih aku terpesona olehmu, tamu yang terhormat, hatiku merasa telah tercampur aduk karena aku bertanya-tanya apa yang akan berubah jika aku membunuhmu, dan oleh fakta bahwa bahkan jika aku tidak dapat membunuhmu, Kau akan membantuku dengan membunuhku.”

“Ah, jadi itu memiliki efek semacam itu.”

Meskipun itu merupakan skill tipe pesona, itu tidak berarti bahwa itu akan membuat semua orang yang berada di bawah pengaruhnya menjadi ramah terhadap Vandalieu. Mereka yang sakit atau gila seperti Bellmond akan menunjukkan reaksi seperti ini.

Dengan kata lain, seorang yandere.

(Flapy : Yandere = Yandere mempunyai obsesi terhadap orang yang mereka sayangi sehingga rela melakukan segalanya, bahkan hal yang gak masuk logika sekalipun seperti membunuh orang lain.)

Sekarang Vandalieu memikirkannya, Sercrent dan Isla yang telah dia kalahkan sebelumnya, adalah seorang vampir, tapi tidak seperti Eleanora, mereka tidak ramah terhadapnya. Mungkin saja mereka tidak hanya menolak Death-Attribute Charm, tapi itu hanya menunjukkan efeknya dengan cara yang berbeda.

Dia sudah menghancurkan jiwa Sercrent, jadi dia harus bertanya pada Isla begitu dia kembali ke Talosheim.

Vandalieu berpikir untuk lebih berhati-hati mulai sekarang.

“Jadi, tentu saja kau tidak menyuruhku untuk berpindah pihak, kan?” tanya Bellmond.

“Ubah pihak,” kata Vandalieu.

“… Jadi, memang begitu.”

“Benar. “kata Vandalieu. “Yang kau lakukan hanyalah mencoba membunuhku; Aku tidak punya dendam khusus terhadapmu, dan aku ingin kau mengajariku tentang menggunakan benang-benag, ” lanjut Vandalieu ketika Bellmond menatapnya dengan jengkel. “Juga, saat ini aku sedang merekrut pelayan,”

“… Meskipun aku adalah orang yang sangat jahat?” tanya Bellmond.

“Hmm, tapi tidak ada yang menghantuimu. Mungkinkah kau menghabiskan waktu bertahun-tahun mengawasi tempat ini dan tidak keluar? ” Vandalieu bertanya.

“… Itu benar, tamu yang terhormat,” jawab Bellmond.

Dia telah memberi tahu Vandalieu bahwa dia telah hidup selama puluhan ribu tahun, tapi sebenarnya, dia hanya hidup selama sekitar sepuluh ribu tahun setelah menjadi seorang vampir.

Sepuluh ribu tahun yang lalu, klan tempat ia dilahirkan untuk mengasingkannya karena darah leluhurnya telah terwujud dalam fitur fisik yang aneh. Setelah berkeliaran tanpa tujuan, dia akhirnya mencapai tempat di mana orang-orang tinggal dan hanya untuk diperlakukan sebagai monster dan diperkosa.

Di ambang kematian, dia dijemput oleh para vampir yang menyembah Hihiryushukaka.

“Tuanku kebetulan sedang mencari bawahan yang taat untuk menjaga rumah besar ini,” kata Bellmond. “ Terlepas dari penampilannya, ini adalah tempat yang berfungsi baik sebagai tempat berlindung untuk situasi yang mengerikan dan sebagai lemari besi untuk berbagai barang-barang; itu tidak akan pernah tersisa di tangan seseorang yang akan mengkhianatinya. Dan tuanku menemukan orang-orang yang hampir setengah mati seperti aku, menyelamatkan mereka dan membesarkan mereka sebagai seorang vampir. ”

“Mengingat itu, tampaknya kau tidak memiliki banyak kesetiaan,” komentar Vandalieu.

Bellmond tertawa kecil. “Semua hal bisa terjadi jika kau hidup selama sepuluh ribu tahun. Apalagi dengan tubuh seperti ini. Bekas luka yang aku peroleh sebelum menjadi vampir tidak bisa disembuhkan, kau tahu? ”

Selama beberapa tahun pertama, dia telah bekerja keras untuk membalas budi yang dilakukan tuannya untuknya. Dia belajar keras dan meningkatkan kemampuan dirinya di antara rekan-rekan yang berada dalam keadaan yang sama.

Kemampuannya diakui dan dia menjadi seorang vampir. Sementara dia meneteskan air mata untuk teman-temannya yang terus berkurang jumlahnya dalam beberapa dekade berikutnya, dia terus memoles kemampuannya dengan panik sehingga dia juga bisa membalaskan budi mereka kepada tuannya.

Dia bertanggung jawab atas rumah ini dan beberapa abad telah berlalu. Dia secara bertahap mulai bertanya-tanya apakah dia hanya dimanfaatkan saja.

Pada tahun keseribu setelah menjadi seorang vampir, tuannya memaksakan item sihir kacamata satu padanya, bersama dengan kata-kata, “Jangan memaparkan penampilan mengerikanmu di mansion ini.”

Pada tahun kesepuluh ribu. Semuanya mulai terasa seperti sia-sia. Hampir tidak ada kesempatan bagi Bellmond untuk menghibur dirinya sendiri dengan menggunakan teknik-teknik yang telah ia pelajari, dan bahkan ketika ada, semuanya berakhir dengan cepat. Bahkan ketika dia berpikir mungkin lebih baik melarikan diri, ketika dia bertanya pada dirinya sendiri apa yang ingin dia lakukan setelah melarikan diri, dia pun tidak bisa memberikan jawaban.

Dia pikir mungkin lebih baik mati saja, tapi dia juga tidak bisa melakukannya.

Sebelum dia menyadarinya, beberapa tahun telah berlalu. Setelah menghabiskan begitu lama waktu dalam kondisi pikiran yang lelah, Vandalieu pun muncul.

“Kalau begitu, tidak apa-apa untuk mengubah sisi dan bergabung denganku bukan?” Vandalieu bertanya, dia merasa puas bahwa Bellmond tidak terlibat dalam tragedi Talosheim.

Tentu saja, dia tidak hanya berpikir bahwa dia adalah korban lainnya. Dia telah membunuh beberapa orang dalam sepuluh ribu tahun terakhir, dan kemungkinan telah melakukan banyak kejahatan.

Tapi ini adalah hal-hal yang Vandalieu tidak pedulikan sedikitpun.

“Sejujurnya, aku tidak terlalu peduli bahwa itu sangat dipertanyakan apakah kau itu baik atau jahat. Persepsi itu mudah berubah antara bangsa, budaya, dan usia. Dan tampaknya aku juga dianggap sebagai orang jahat bagi banyak orang. Aku tidak tahu tentang gagasan mengenai baik dan jahat dalam masyarakat yang tidak ada hubungannya denganku. ” lanjut Vandalieu.

Vandalieu tidak bisa membayangkan bahwa makhluk yang benar-benar baik bisa ada. Kebaikan ada karena konsep kejahatan juga ada. Karena ini adalah cara berpikirnya, gagasan tentang kebaikan dan kejahatan itu sendiri merupakan konsep yang ambigu.

Bahkan, baik di Bumi maupun di Origin, kebaikan telah gagal menyelamatkannya.

Tentu saja, dia tahu bahwa itu adalah pikiran sempit akan sampai pada kesimpulan tersebut hanya berdasarkan pengalamannya sendiri, tapi segalanya berjalan baik di Lambda dengan cara berpikir seperti ini, jadi dia pikir ini akan baik-baik saja.

“… Bagaimana dengan fakta bahwa aku mencoba membunuhmu, tamu terhormat?” tanya Bellmond.

“Aku menang, jadi itu tidak masuk hitungan,” kata Vandalieu.

Dia hanya berpikir bahwa dalam pertarungan sampai mati, pemenang memegang hak atas nyawa dari orang yang dikalahkan.

Jika itu monster, dia akan mengambil bahan material mereka dan batu-batu sihirnya, dan jika itu bandit, dia akan membunuh mereka dan meminum darah mereka.

Bahkan dalam perang, membunuh tentara musuh adalah sebuah prestasi, dan menangkap mereka hidup-hidup dapat menghasilkan uang ekstra.

Karena itulah, Vandalieu telah mengalahkan Bellmond, jadi dia bebas mengajaknya untuk bergabung dengannya atau tidak.

“Berbicara secara ekstrim, itu hanya masalah mengubah sisi saat kau masih hidup, atau mengubah sisi setelah kau mati. Tapi ketika kau mati, ingatan dan kepribadianmu mungkin hancur atau mengalami perubahan yang signifikan, jadi akan sangat membantu jika kau mengubah sisi saat masih hidup.” kata Vandalieu padanya.

Ada beberapa orang seperti Chezare, yang bersinar lebih terang setelah menjadi Undead, tapi itu adalah kasus yang jarang.

“Jadi apa yang akan kau lakukan?” Vandalieu bertanya.

Karena Vandalieu tidak perlu menggunakan Dead Spirit Magic, Putri Levia dan Roh Api lainnya pun sedang bebas, jadi mereka muncul di hadapan Bellmond.

“Lebih baik bagimu untuk bergabung dengan Yang Mulia,” kata Putri Levia.

“Kami menghantui Yang Mulia seperti ini, dan meskipun kami adalah Hantu, kami bisa makan makanan lezat. Bukankah itu benar, Levia-sama? ” kata Roh Api lainnya.

“Benar. Akan meyakinkan jika kau meminjamkan kekuatanmu kepada Yang Mulia. Bisakah aku mengajukan permintaan ini padamu?” Putri Levia memberi tahu Bellmond.

Menyadari bahwa tidak ada yang dapat lolos dari tamu istimewa ini, Bellmond pun menyerah. “Baiklah, tamu terhormat. Namun, aku memiliki dua syarat. Yang pertama adalah bahwa kau mengalahkan tuanku … Ternecia-sama. Yang lainnya adalah kau mengembalikan tubuhku ke bentuk aslinya. ” katanya.

Jika Vandalieu dibunuh oleh Ternecia, maka tidak akan ada artinya untuk berubah ke sisinya, dan dalam kondisi saat ini, Bellmond tidak akan bisa mengajarinya tentang menggunakan benang atau bertindak sebagai pelayannya.

“Aku mengerti,” kata Vandalieu, dia mengangguk pada kondisi ini yang bahkan petualang kelas S akan ragu sebelum menerimanya. “Aku akan mulai dengan mengumpulkan dan menghubungkan kembali organ dan tulang-tulangmu. Puteri Levia, semuanya, tolong jaga agar nyala api kalian tetap rendah. Jeroan Bellmond hampir terbakar. “

“Ah, maafkan aku! Aku akan menjaga jarak sekarang, ”kata Putri Levia.

“Tamu terhormat … Aku harus mempertanyakanmu untuk menyebut organ seseorang sebagai ‘jeroan,'” kata Bellmond.

Mungkin dia terlalu terburu-buru dalam keputusannya. Meski begitu, Bellmond tidak bisa menahan harapan besarnya  pada Vandalieu.

1 komentar untuk “Chapter 94.2 – Kunjungan Rumah Setengah Vampir Untuk Menakhlukan Monyet”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *