Chapter 89.1 – Mendapatkan Susu

Para vampir keturunan murni yang menyembah Hihiryushukaka sang dewa Jahat Kehidupan sukacita, telah berkumpul di sebuah ruangan yang diterangi oleh cahaya bulan yang indah, yang mengalir masuk melalui jendela.

Namun, salah satu dari tiga kursi itu kosong.

“Astaga, akhir-akhir ini situasinya terlalu gaduh. Bukankah begitu, Gubamon? “

“Namun, hal yang paling tidak menyenangkan bagiku adalah dipanggil kemari olehmu, Birkyne.”

Di meja yang seharusnya menampung tiga orang, Birkyne, yang menyerupai bangsawan muda, menghadapi Gubamon yang menyerupai seorang penyihir tua yang jahat.

“Tolong jangan menunjukkan suasana hati yang jelek seperti itu. Koleksi yang sangat kau cintai itu tidak akan keberatan kau pergi sebentar. Lebih penting lagi, akan lebih baik untuk menangani masalah yang telah kita diskusikan. Jika kita tidak berhati-hati, maka kita akan kehilangan keseimbangan. ” kata Birkyne.

Hal yang dirujuk oleh Birkyne adalah kebocoran informasi oleh Gulid master dari Guild Penyihir Nineland, Kinarp, dan juga bawahannya.

Berkat informasi mereka, kerugian tentu saja telah diberikan pada kelompok Ternecia yang telah membuat kesepakatan dengan Kinarp, tapi kerusakan yang diderita oleh bawahan Birkyne dan Gubamon dan mereka yang bekerja sama dengan mereka juga tidak dapat diabaikan.

Para vampir telah menempatkan akarnya jauh di dalam Kekaisaran Amid, tapi taring berbisa mereka telah ditanam sama dalamnya di Kerajaan Orbaume.

Para vampir keturunan murni sudah ada sejak seratus ribu tahun yang lalu. Mereka tahu dari pengalaman mereka bahwa jika semua pengaruh mereka dikumpulkan di satu negara, maka mereka akan terbakar jika negara itu akan hancur. Di era di mana terdapat dua negara besar, mereka akan memperluas jangkauan mereka ke kedua Negara tersebut.

Itulah sebabnya sangat menyakitkan bahwa mereka yang telah menyusup ke Kerajaan Orbaume telah diburu.

“Kehilangan keseimbangan kita?” Gubamon mengulangi ucapan itu, dan kemudian wajahnya yang berkerut mulai berubah. “Kapan kau tumbuh menjadi pengecut seperti itu, Birkyne? Tidak peduli berapa sebanyak bawahan kita dan mereka yang bekerja dengan mereka diburu, tidak mungkin bagi kita untuk berada dalam bahaya. Jika kita membiarkan mereka diburu, maka para manusia itu akhirnya akan merasa puas. Tidak akan ada yang bisa menjangkau kita, dan bahkan jika ada, kita hanya perlu membunuh mereka. ” katanya.

Ada beberapa kebenaran dalam kata-katanya. Tidak peduli seberapa banyak bawahan mereka yang dimusnahkan, kegelapan yang menyelimuti para vampir sangatlah dalam. Jika diberkati dengan kekayaan yang luar biasa, manusia mungkin bisa bermain-main di kasta terbawah para vampir. Itu benar-benar mustahil bagi mereka untuk mencapai para vampir keturunan murni yang berada di puncak hirarki.

Dan bahkan jika ada beberapa pahlawan di antara para pahlawan yang berhasil mencapai mereka, para vampir keturunan murni hanya perlu melawan mereka dan membunuh mereka.

Jika para vampire seorang murni sendirian, mungkin saja mereka bisa dikalahkan oleh party petualang kelas A, petualang kelas S atau petualang kelas S yang didukung oleh beberapa petualang kelas A.

Tapi mereka tidak sendirian.

Para Vampir keturunan murni biasanya berkompetisi melawan satu sama lain tanpa tujuan, tapi mereka telah membuat janji bahwa mereka akan bekerja sama untuk melawan musuh bersama yang menyerang dari luar.

Berkat itu, mereka bahkan berhasil melarikan diri ketika mereka diserang sembilan puluh ribu tahun yang lalu oleh para pahlawan yang mendapatkan berkat ilahi Bellwood dan Nineroad, yang telah menjadi dewa-dewa kepahlawanan. Lima ribu tahun setelah itu, mereka muncul sebagai pemenang dalam pertempuran melawan para vampir keturunan murni yang menyembah dewa jahat yang berbeda. Mereka juga mampu mengatasi banyak bahaya lain setelah itu.

Fakta bahwa kelompok yang menyembah Dewa Jahat Kehidupan sukacita ini belum hancur, dan fakta bahwa kelompok itu sekarang dikelola dalam sistem parlementer oleh tiga orang vampir yang murni, semuanya adalah karena pengalaman itu.

… Namun, tidak ada musuh bersama yang muncul selama lima puluh ribu tahun terakhir.

Itulah sebabnya kata-kata Gubamon terbilang benar. Jika ketiga vampir keturunan murni itu bekerja sama, kemungkinan mereka bahkan akan mampu mengalahkan seluruh pasukan Kerajaan Orbaume. Jika termasuk Five-colored Blades, hal-hal akan menjadi sedikit lebih sulit, tapi hasilnya tidak akan berubah.

Bawahan mereka kemungkinan besar akan binasa, tapi mereka hanya perlu membuat lebih banyak lagi pengikut setelahnya. Bahkan para vampir noble-born tidak lebih dari pion yang dapat diganti dengan mudah.

Mereka hanya perlu bertahan dan membangun kembali pengaruh mereka dalam kegelapan baru. Selama ketiga vampir keturunan murni itu bertahan, mereka bisa membangun kembali komunitas mereka.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

“Itu memang benar,” kata Birkyne yang menyetujuinya. “Tidak peduli seberapa buruk hal itu terjadi, tidak akan pernah ada bahaya bagi kita. Tapi itu akan merepotkan bagi kita untuk kehilangan terlalu banyak bawahan dan mereka yang bekerja dengan mereka, bukan? Kita berumur panjang, jadi hiburan harian sangatlah penting bagi kita. Benar kan, Gubamon? “

“Hmm …”

Sekarang setelah Birkyne mengatakan ini kepadanya, bahkan Gubamon harus berpikir untuk bergerak. Memang benar bahwa dia adalah makhluk yang kuat, tapi untuk menyempurnakan koleksi Undead yang dibuat dari mayat para pahlawan, usahanya saja tidak akan cukup.

Dia membutuhkan banyak mata dan telinga untuk mendapatkan informasi dan banyak tangan dan kaki untuk bekerja atas namanya.

“Tapi apa yang ada dalam benakmu?” Gubamon bertanya. “Informasi itu sudah bocor, dan sudah terlambat untuk melenyapkan mereka yang mengetahuinya. Bahkan jika kau ingin para bawahan kita lenyap … Itu benar, Chipiras yang berada di bawah perintah Ternecia itu juga telah dikalahkan. Apa kau berencana untuk membuatnya tampak seolah-olah semua ini adalah ulahnya? Dan Birkyne, kapan Ternecia akan sampai di sini? ”

“Ah, Ternecia tidak akan datang,” kata Birkyne padanya.

“Apa?! Gadis kecil itu, dia tidak datang ke sini setelah aku berusaha untuk datang ke sini ?! ”

“Tidak, Gubamon. Aku tidak pernah mengundang Ternecia ke sini. Satu-satunya yang aku panggil di sini adalah kau. “

“Apa? Apa yang kau rencanakan, Birkyne? Jangan bilang … “

Birkyne menunjukkan ekspresi lembut pada Gubamon saat dia mengucapkan kata-kata selanjutnya. “Kejadian ini disebabkan oleh kegagalan Ternecia.”

Apa Birkyne ingin menganjurkan kepada Gubamon agar mereka menumbalkan Ternecia kepada manusia? Rekan sesumpah mereka selama seratus ribu tahun?

Mata Gubamon terbuka begitu lebar karena rasa terkejut sehingga seolah-olah mereka akan jatuh dari rongganya … tapi dia dengan cepat melihat tujuan nyata Birkyne dan memutar mulutnya sambil tersenyum ketika dia tertawa. “Aku mengerti. Kau berniat melemahkan Ternecia dengan melemparkannya ke para manusia, dan kemudian ‘Menilai’ dia? “

Dalam hal kekuatan murni dalam hal pertempuran, Ternecia adalah yang terbesar. Namun, Birkyne memiliki kartu truf yang ia pegang sebagai jaminan. Itu adalah kartu truf yang memaksa orang lain untuk mematuhinya.

Itu kuat tapi berisiko; Meskipun telah hidup selama bertahun-tahun, dia hanya menggunakannya beberapa kali di masa lalu. Bahkan jika tidak menggunakannya akan membahayakan hidupnya, ia harus berhati-hati dalam menggunakannya.

Kartu as semacam itulah yang dimilikinya.

Tapi jika ada seseorang yang sama kuatnya dengan dia tapi orang itu telah melemah ke titik tidak mampu untuk melawan … Itu akan menjadi waktu untuk mengambil risiko besar dengan menggunakan kartu truf ini untuk mendapatkan imbalan yang luar biasa.

“Ternecia bertanggung jawab atas insiden ini. Bukankah wajar baginya untuk bertanggung jawab?” kata Birkyne.

“Kurasa itu adalah salah satu cara yang benar untuk memikirkannya. Lagi pula, itu karena manusia yang digunakan Ternecia sebagai bawahannya lah yang membocorkan informasi.” kata Gubamon.

“Ya, dan dia melakukan sesuatu pada terowongan yang menghubungkan Talosheim ke wilayah Hartner,” tambah Birkyne.

“Apa? Itu pertama kalinya aku mendengar ini; apa yang kau bicarakan?” tanya Gubamon.

Para vampir keturunan murni yang menyembah dewa jahat telah mengirim banyak bawahan mereka ke wilayah Hartner, yang berbatasan dengan perbatasan nasional baru di Kekaisaran Amid. Ternecia telah menempatkan sejumlah besar pasukannya dalam hal ini, tapi Birkyne dan Gubamon telah mengirim beberapa bawahan mereka juga di sana.

“Sebenarnya, para petualang bernama  Five-colored Blades, yang terutama bertanggung jawab untuk memburu bawahan Ternecia, sedang melakukan sesuatu yang menarik. Sepertinya mereka sedang mencari Eleanora.” kata Birkyne.

Melalui bawahannya itu, Birkyne telah mendengar tentang pergerakan Heinz dan partynya.

“Eleanora, katamu? Itu tidak mungkin; bagaimana mereka, orang-orang yang berada di Kerajaan Orbaume, mencari pengkhianat yang seharusnya berada di sisi lain dari pegunungan? Mungkinkah … dia ada di sana? Ketika istana itu tenggelam dan segel Raja Iblis dilepas! Lalu bagian dari Raja Iblis itu berada di tangan gadis kecil itu ?! ” Gubamon tampak gelisah.

“Tidak, bukan itu masalahnya,” kata Birkyne, dengan tegas menyangkal kemungkinan itu.

“Lagipula aku adalah majikannya yang dulu. Aku tahu akan batas kekuatannya. Tidak peduli seberapa kuat dia tumbuh selama setahun terakhir, dia akan segera ditelan oleh pecahan Raja Iblis. Jika dia adalah orang yang melepaskan segel Raja Iblis, maka dia akan mulai mengamuk sama seperti binatang buas di Nineland. Orang yang melepas segel adalah … majikan Eleanora saat ini. “

“Majikannya saat ini … Dhampir itu. Untuk berpikir bahwa dia sudah muncul … jadi apakah dia juga berada di balik insiden yang menyangkut Kinarp ini? ” tanya Gubamon.

“Kemungkinan besar. Mata Iblis pemikat milik Eleanora hanya berfungsi jika kontak matanya tetap terjaga, jadi kemungkinan dia menggunakan beberapa metode lain,” jawab Birkyne.

Ada juga insiden Dungeon baru yang muncul di kota Niarki dan insiden di mana tambang yang dikelola oleh para budak telah berubah menjadi sarang Skeleton dan tambang itu sendiri telah menjadi sebidang tanah kosong. Birkyne dan Gubamon merasa curiga bahwa Vandalieu juga terlibat dalam insiden ini.

Mereka tidak bisa membayangkan apa niatnya dalam melakukan ini.

Seseorang mengukur orang lain dengan standar mereka sendiri. Dalam hal itu, Birkyne dan Gubamon sangat mirip dengan orang lain.

Mereka tidak akan pernah bisa membayangkan bahwa Vandalieu ingin mendaftar sebagai seorang petualang, bahwa dia telah menyelidiki kerabat para Undead yang mereka perlakukan sebagai bagian dari koleksi mereka, atau bahwa ia telah menyebabkan serangkaian peristiwa ini sebagai hasil dari penyelidikan itu.

Para vampir keturunan murni telah menyimpulkan bahwa Vandalieu telah mengejar pecahan Raja Iblis, dan bahwa rangkaian kejadian ini adalah untuk tujuan itu.

Tidak diragukan lagi dia telah melepaskan pecahan Raja Iblis di wilayah selatan benua atau mencari dewa-dewa jahat selain Hihiryushukaka untuk mendapatkan informasi. Bahkan mungkin ada pecahan Raja Iblis yang tersegel di dekat tambang yang dikelola budak yang tidak diketahui oleh Birkyne dan Gubamon.

Dan bukankah Ternecia benar-benar tahu tentang semua ini? Birkyne curiga bahwa dia sudah berkomunikasi dengan Vandalieu. Bawahannya menderita kerugian terbesar, tapi sepertinya ini semua adalah bagian dari kedoknya.

Birkyne merasakan ketidakpercayaan ini karena dia punya rencana sendiri untuk membuat kesepakatan dengan Vandalieu dan mengubahnya menjadi sekutunya. Meskipun jika para vampir keturunan murni telah menghabiskan seratus ribu tahun membangun ikatan seperti keluarga yang berhubungan darah, maka segalanya akan berbeda, tapi saat ini mereka hanya terikat oleh kepentingan bersama mereka; kepercayaan di antara mereka sangat rapuh. Jika satu celah terbentuk dalam kepercayaan itu, maka tidak akan ada yang bisa mencegahnya untuk menjadi hancur berkeping-keping.

“Begitu … Orang yang menghancurkan terowongan itu adalah Ternecia, bukan? Jika mereka merencanakan sesuatu, maka ituy masuk akal untuk menyalahkan Ternecia, ”kata Gubamon.

“Begitulah … sekarang, mari kita membahas topik utama diskusi ini, Gubamon,” kata Birkyne.

1 komentar untuk “Chapter 89.1 – Mendapatkan Susu”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *