Chapter 87.3 – Sungguh, Kita Benar-benar Harus Membuat Mata Uang

Vandalieu mengunyah buah-buahan yang mirip dengan apel, bersama dengan Pauvina dan Rapiéçage.

“Van-sama, sepertinya akhir-akhir ini kau sering memakan buah?” kata Tarea.

“Ya; mereka keras, segar, buah yang sangat keras dengan banyak cairan manisnya, “kata Vandalieu, sambil menyebutkan fitur penting buah itu sebanyak dua kali.

“… Sepertinya rahangmu akan merasa kelelahan,” komentar Tarea.

“Tapi mereka enak, tahu?” Pauvina memberitahunya.

“Ma … nisss …” Rapiéçage mengerang.

Buah yang terlihat seperti apel ini sangatlah lezat, tapi … daging mereka sekeras tulang paha sapi. Dengan skill Superhuman Strength, Vandalieu dan yang lainnya bisa menggigit mereka secara normal, tapi orang normal akan benar-benar tidak akan dapat mengunyahnya.

Mereka begitu keras sehingga rata-rata para Ghoul dan Titan akan segera merasakan bahwa rahang mereka terasa lelah ketika mencoba memakannya. Pete, monster kelabang yang mendiami tubuh Vandalieu bahkan tidak mau memperhatikan buahnya.

“Mereka sangat keras, tapi karena suatu alasan, salah satu dari Ents yang aku bawa dari Eclipse King’s Orchard terus memberikannya kepadaku,” kata Vandalieu.

Setiap kali Vandalieu lewat, Ent ini akan selalu memberinya buah ini. Dia menerimanya, dan karenanya, setiap harinya dia mulai memakan banyak buah-buahan ini.

Namun, Pauvina dan Rapiéçage senang dengan ini.

“Aku yakin Ent ini adalah pedagang buah terkenal yang menjual banyak buah ketika dia masih hidup,” kata Tarea.

Vandalieu tidak terlalu ingat apakah ada roh seperti itu, tapi dia tidak benar-benar peduli apakah teori ini benar atau tidak. Saat ini dia tidak lebih dari Ent yang dia jinakan.

“Sekarang, aku harus kembali ke dunia nyata dan bekerja keras dalam membuat koin untuk mata uang baru,” kata Vandalieu.

Tampaknya istirahat dan pelarian Vandalieu dari kenyataan telah berakhir.

Dia menghela napas ketika dia melihat berbagai produk gagal di hadapannya … wadah batu yang diisi dengan cairan berwarna ungu kehitaman dan berlumpur.

Masalah dalam memperkenalkan mata uang baru ke Talosheim adalah logam yang digunakan sebagai bahan baku.

Vandalieu telah membawa kembali koin mata uang Baum dari Kerajaan Orbaume dengan pengecualian koin platinum yang paling berharga (yang biasanya tidak ditangani oleh orang lain selain bangsawan, keluarga kerajaan dan pedagang kaya). Undead Pandai besi Titan, Datara, telah secara akurat menentukan rasio relatif dari logam dalam koin.

Karena suatu hari Talosheim akan berdagang dengan bangsawan Kerajaan Orbaume dengan pengecualian wilayah duke Hartner, itu adalah hal yang penting untuk mencocokkan nilai koin mereka dengan Baum.

Namun, tidak ada sumber stabil emas dan perak di Talosheim.

Emas dan perak tidak bisa ditambang di Doran’s Aquatic Caverns. Bongkahan emas dan perak kadang-kadang muncul di ruang harta karun Dungeon, tapi jumlah yang cukup untuk membuat koin tidak dapat dipanen dengan metode ini secara stabil. Tidak diketahui asas apa yang digunakan Dungeon untuk memutuskan harta apa yang dihasilkannya di dalam ruangan harta karun, jadi mereka tidak bisa terlalu bergantung padanya.

Bahkan skill Labyrinth Creation tidak bisa memanipulasi isi ruang harta karun dengan bebas.

Dengan demikian, Vandalieu harus membuat koin dengan menggunakan besi dan tembaga yang dapat ditambang dengan handal, tapi jika Vandalieu menggunakan besi dan tembaga untuk membuat koin dengan nilai yang sama dengan koin emas yang bernilai seribu Baum dan sepuluh ribu Baum,  maka akhirnya koin-koin itu akan terasa terlalu besar dan berat; mereka tidak lebih dari gumpalan logam besar tanpa sedikit pun efisiensi.

Vandalieu telah mempertimbangkan untuk menghasilkan uang kertas daripada uang koin, tapi ia masih hanya mampu menghasilkan kertas Jepang yang kokoh dalam jumlah kecil, dan teknologi pencetakan yang tersedia masih terbilang mentah. Jadi, lebih baik menggunakan koin.

“Tapi nama mata uangnya telah diputuskan dengan cepat,” kata Vandalieu.

Mata uang itu dikenal sebagai Luna. Itu merupakan semacam permainan kata-kata; koin ibukota matahari yang diperintah oleh Raja Gerhana dinamai berdasarkan bulan.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Desain koin sebagian besar telah diputuskan; sudah ada prototipe koin untuk koin tembaga satu-Luna, koin tembaga lima-Luna dan koin besi setengah-Luna. Datara telah menghasilkan koin-koin ini dengan kualitas sedemikian rupa sehingga itu sama sekali tidak kalah dengan koin-koin tembaga Amid dan Baum.

Dan kemudian Vandalieu telah memikirkan dengan ide untuk membuat logam untuk pembuatan koin bernilai sepuluh Luna atau lebih.

“Ketika kau menyebutkan ide itu, aku pikir kau hanya bersikap gila seperti biasanya,” kata Datara.

“Yah, itu harus dianggap sebagai ide yang tidak terbatas pada batas akal sehat!” Seru Tarea.

Pauvina berkedip setelah mendengar kata-kata mereka. “… Kalian berdua mengatakan hal yang sama,” gumamnya.

Dia adalah gadis yang pintar.

Penciptaan logam yang ada dalam pikiran Vandalieu bukanlah membuat semacam paduan seperti perunggu, tapi menggunakan besi dan perunggu untuk membuat logam sihir baru. Dengan demikian, pendapat Datara dan Tarea terbilang benar.

Logam sihir adalah logam yang diisi dengan Mana, dengan Orichalcum yang berada di bagian teratas daftar diikuti oleh logam yang lain seperti Mythril, Adamantite, Damascus Steel, dan Obsidian. Selain Orichalcum, kurang lebih telah ditetapkan bahwa semua logam-logam ini dibuat dari logam yang lebih rendah kualitasnya.

Mythril dan Adamantite diproduksi ketika perak dan emas biasa direndam di dalam Mana selama puluhan ribu tahun, dan mereka menjadi dimurnikan secara alami.

Damascus Steel dan Obsidian dimurnikan dari logam biasa oleh para pandai besi yang terampil.

Datara tampaknya bisa menciptakan Obsidian jika dia memiliki bahan. Itu disempurnakan dengan menggunakan besi sebagai alas dan ditempa sepanjang hari sambil menambahkan sejumlah Mythril atau Adamantite dalam jumlah yang sangat kecil. Tapi dia mengatakan bahwa begadang semalaman untuk menghasilkan dua atau tiga pedang Obsidian adalah hal yang terbaik yang bisa dia lakukan; tidak mungkin baginya untuk membuat mata uang dengannya.

Tentu saja, Vandalieu tidak memiliki skill Blacksmithing, jadi tidak mungkin baginya untuk memproduksi logam ini secara massal dengan skill Golem Transmutation.

Dengan demikian, Vandalieu telah mencoba untuk membuat logam sihir baru dengan menuangkan Mana ke dalam logam yang sama dengan jumlah yang terkandung dalam Mythril dan Adamantite.

Biasanya itu mustahil, tapi Vandalieu berpikir bahwa dia bisa melakukannya dengan menuangkan ratusan juta Mana ke dalam logam dan menggunakan skill Inanimate Aging, mantra yang membuat waktu mengalir lebih cepat untuk targetnya.

Dan ternyata itu benar-benar mungkin dilakukan. Besi dan tembaga pada dasarnya telah direndam dalam Mana atribut kematian selama puluhan ribu tahun dan berubah menjadi logam sihir … logam cair.

“Hmm, aku berhasil membuat logam sihir baru, tapi aku tidak bisa mengubahnya menjadi koin, kan?” kata Vandalieu.

“Lagipula itu cairan,” kata Datara.

Logam itu memiliki berat dan ukuran yang sama dengan apa yang Vandalieu lakukan sejak awal, tapi dia cukup kerepotan dengan fakta bahwa mereka adalah logam cair berwarna hitam dan ungu yang terlihat seperti merkuri.

“Haruskah kita memanggil mereka sebagai Death Metal dan Dark Copper untuk saat ini?” Vandalieu menyarankan.

Meskipun mereka cair, tapi itu memanglah logam sihir; sudah pasti bahwa mereka akan memiliki sifat khusus. Tergantung pada sifat khusus mereka, mereka akan memiliki kegunaannya tersendiri.

Terlepas apakah mereka bisa diubah menjadi koin atau tidak.

Akan menarik jika aku bisa membuat armor dari logam cair; Aku penasaran apakah itu mungkin untuk dilakukan?

1 komentar untuk “Chapter 87.3 – Sungguh, Kita Benar-benar Harus Membuat Mata Uang”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *