Chapter 79.2 – Menghembuskan api di kuburan bawah tanah

Menurut mereka, Kanata sudah datang ke Nineland, dan meskipun tidak jelas bagaimana dia bisa tahu tentang lokasi dimana Vandalieu berada, tapi pastinya dia semakin dekat.

Menurut informasi lain yang diberikan oleh roh-roh itu, untuk beberapa alasan, pedang, tombak dan mantra sihir tidak akan bekerja pada Kanata, sementara serangannya dapat menembus armor mereka dan langsung menyerang tubuh mereka. Dia merupakan seorang petarung yang memiliki teknik bertarung tangan kosong dan Teknik Pedang Pendek, serta sihir atribut api dan sihir atribut angin tingkat tinggi.

Kemampuan menembus sesuatu itu pastilah merupakan kemampuan cheat yang ia dapatkan dari Rodcorte. Dia pasti telah meningkatkan kecocokannya pada atribut api dan atribut angin saat berada di Origin. Teknik bertarung tangan kosong dan Teknik Pedang Pendek … kurasa itu dari pengalamannya di Origin? Astaga, jadi begitulah kehidupan untuk orang-orang yang tidak mendapatkan kutukan.

Saat mempertimbangkan kembali bahwa Vandalieu telah kembali mempelajari semuanya dari awal dengan penuh kerja keras, dia berpikir bahwa itu tidaklah adil bahwa Kanata memiliki semua kemampuan ini. Tapi untuk sekarang, ia memprioritaskan untuk menenangkan Eleanora dan Zran, yang ekspresinya dipenuhi oleh rasa haus darah. Kemampuan mereka dalam pertempuran tidak bisa ditandingi oleh para petualang atau ksatria rata-rata, tapi kemampuan cheat itu cukuplah berbahaya untuk bisa mengatasi perbedaan kekuatan semacam itu.

Karena itulah mereka disebut skill cheat.

“Seperti yang aku katakan, serahkan semuanya padaku. Jika kita ingin membunuhnya … tidak, dia telah terlibat dalam tindakan kejam yang tidak termaafkan, jadi aku pasti akan membunuhnya, tapi aku ingin melakukannya sendiri.” kata Vandalieu.

“Aku bisa tahu kalau dia benar-benar merupakan seorang bajingan hanya dengan melihat keadaan roh-roh itu, tapi … apakah itu benar-benar seburuk itu?” Tanya Zran.

“Cukup buruk. Sampai-sampai aku mempertanyakan kewarasannya.” jawab Vandalieu.

Tapi Vandalieu lebih merasakan rasa bingung daripada kebencian setelah ia mengetahui tentang Kanata. Untuk meringkas apa yang dipikirkan Vandalieu, dia pada dasarnya bertanya-tanya, “Apa yang dia lakukan?”

Tindakan Kanata sangatlah kejam sehingga mereka tidak bisa dianggap sebagai tindakan manusia, tapi yang lebih penting lagi, itu terlalu ceroboh. Dia hanya akan membunuh, memperkosa, dan mencuri jika segala sesuatunya menjadi terasa sulit atau dia berpikir bahwa melakukan sesuatu dengan cara semacam itu akan terasa lebih cepat.

Jika dia terus melakukan hal-hal semacam itu, bahkan dengan kemampuan cheatnya, mustahil dia akan terus hidup untuk waktu yang lama.

Vandalieu jauh lebih ingin tahu tentang hal ini daripada fakta bahwa Kanata memiliki penampilan yang jauh lebih dewasa daripada dirinya meskipun dia merupakan orang pertama yang mati di Origin, atau bagaimana Kanata bisa tahu lokasi di mana dia berada.

Lagipula Rodcorte mungkin ada hubungannya dengan semua itu.

“Untuk saat ini, sepertinya dia datang untuk membunuhku, tapi mulai sekarang… Mari kita biasakan menggunakan Detect Life secara berkala,” kata Vandalieu.

Rupanya “Pekerjaan” yang telah Kanata sebutkan mungkin merupakan tugas untuk membunuh Vandalieu.

Vandalieu tidak benar-benar peduli akan hal itu, tapi mengapa baru sekarang dia datang untuk ikut campur? Itu adalah hal yang bagus bahwa dia langsung menargetkan Vandalieu daripada Braga dan yang lainnya, yang tengah siaga di mansion Guild Master.

“Jika aku tidak salah, orang-orang itu bertindak seperti sekutu keadilan, bukan?” Kata Eleanora.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

“Begitulah, sekutu keadilan. Mereka dianggap sebagai para pahlawan dari sudut pandang pengikut Bellwood atau Alda, tapi dari sudut pandang kita, mereka bukanlah sekutu keadilan.” kata Vandalieu.

“Tepat sekali, kau benar,” Eleanora setuju.

Ketika mereka berbicara, Vandalieu dan teman-temannya tiba di bagian terdalam Nineland.

Terdapat koridor batu gelap di hadapan mereka, dan penggunaan Detect Life  tidak menunjukkan tanda-tanda adanya kehidupan manusia. Tapi Danger Sense: Death milik Vandalieu telah memberi respon.

“Apakah ini semacam jebakan?” Tanya Zran.

“Tidak, dengan bentuk seperti ini, itu mungkin semacam penghalang. Dikatakan bahwa sang champion juga meninggalkan sebuah penghalang.” kata Vandalieu.

Melanjutkan dari terowongan ke koridor, Vandalieu menembakkan beberapa Death Bullets lemah ke depannya.

Sebuah dinding cahaya muncul di tempat yang sebelumnya tidak memiliki apapun di sana, itu memancarkan kilatan cahaya dan suara saat penghalang itu  memukul mundur Death Bullets.

“Ini merupakan penghalang yang ditinggalkan oleh champion Nineroad …!” Gumam Eleanora.

“Itu dapat memantulkan Death Bullets Putra Suci!” Seru Zran.

“Kalau begitu, sekarang aku akan menghapusnya,” kata Vandalieu.

“Eh?” Eleanora dan Zran terkaget secara serempak.

Secepat itu?

Tepat di depan mata Eleanora dan Zran yang terkejut, Vandalieu menggunakan Mana atribut kematian miliknya untuk terus menghilangkan penghalang milik sang champion.

Dia tidak melakukan sesuatu yang sulit. Dia hanya memberikan beban besar yang tidak bisa ditahan secara sekaligus oleh penghalang itu dan menerobosnya dengan paksa.

Penghalang buatan Nineroad bertahan selama beberapa lusin detik, tapi pada akhirnya, itu runtuh dengan suara yang mirip dengan suara pecahan kaca.

“Fiuh, itu lebih sulit daripada mencairkan es Ice Age,” kata Vandalieu. “Aku juga menggunakan 300.000.000 Mana. Ah, tolong beri aku salah satu dari bekal itu, ”dia meminta bekal.

“Te-tentu,” kata Zran yang tengah diliputi ekspresi heran saat dia mengeluarkan termos dari dalam barang-barang bawaan mereka. Itu berisi darah segar dari para pengawal Pemimpin Guild Penyihir.

Rupanya dia telah mendapat banyak manfaat dari kenyataan bahwa dia bekerja untuk para Vampir keturunan murni, jadi darahnya sangatlah lezat.

“Fiuh, minum setelah melakukan kerja keras benar-benar sesuatu,” kata Vandalieu.

“Vandalieu-sama, itu—” Eleanora memulai.

“Terdengar seperti sesuatu yang akan dikatakan oleh seorang pria paruh baya?” Tanya Vandalieu.

“Tidak, itu seperti seorang anak kecil yang berusaha melakukan yang terbaik untuk mendorong dirinya melewati batasnya, jadi itu terlihat sedikit menggemaskan.”

“Begitu…”

Dengan bahunya yang sedikit tertunduk terhadap kata-kata Eleanora, Vandalieu kembali mulai berjalan maju tanpa menunggu Mana nya pulih. Dia tahu bahwa Kanata sedang menuju ke arah ini, tapi berkat skill Automatic Mana Recovery, dia bisa memulihkan lebih dari 10.000 Mana di setiap detiknya, jadi itu bukanlah masalah.

Setelah melewati penghalang, koridor itu berakhir di sebuah kuburan bawah tanah yang berukuran sangat besar. Ada lubang dengan berbagai ukuran yang berisi tulang dan kerang. Itu merupakan sebuah pemandangan yang membuatnya sulit untuk menyebutnya sebagai tempat suci.

Udara yang tersisa di sini dipenuhi dengan kelembaban yang terasa tidak menyenangkan dan entah bagaimana itu terasa menyeramkan. Meskipun seharusnya tidak ada tanda-tanda kehidupan di sini, ada suara-suara kecil yang terdengar seperti erangan yang datang dari suatu tempat.

“Hmm, sang putri tidak ada di sini,” kata Vandalieu.

“Oooi! Levia-sama! Ini aku, Zran! Kau bisa keluar sekarang! ” Teriak Zran.

Tapi Vandalieu tidak bisa melihat adanya hantu atau roh jahat pendendam. Dia juga tidak bisa melihat Putri Pertama Levia.

“Mungkin masih ada penghalang lainnya. Tidak jarang ada dua atau tiga penghalang ketika ada sesuatu yang perlu untuk disegel di dalamnya, ”kata Eleanora.

Ketika mereka mendengar kata-katanya dan melihat sekeliling, mereka menemukan sesuatu yang memang menyerupai sebuah penghalang.

Peti mati perak yang diikat dengan cambuk. Ini mungkin merupakan inti penghalang itu.

“… Aku penasaran sebenarnya siapa yang memiliki ide untuk melakukan itu,” kata Vandalieu.

“Ah, rupanya Nineroad merupakan seorang pengguna Teknik Cambuk. Bukankah itu bisa menjelaskannya?” kata Zran.

“Ngomong-ngomong, menurutmu apa yang ada di dalam peti mati itu? Jika itu adalah Vampir keturunan murni, maka mereka mungkin akan menjadi sekutu yang kuat … atau mungkin tidak. Lagi pula itu mungkin merupakan vampir yang berubah menjadi dewa-dewa jahat. ” Tanya Eleanora.

“Memang akan merepotkan jika aku membuka segel itu dan seseorang yang tidak bisa kita tangani malah terbebas,” Vandalieu menyetujuinya ketika dia dengan ragu-ragu mencoba untuk memulai melepaskan segel itu , tapi sebenarnya tidak ada reaksi dari Danger Sense: Death. “Apakah isinya kosong? Sepertinya tidak apa-apa, jadi aku akan melepas segelnya, “katanya.

Dan kemudian dia mulai menghilangkan penghalang dengan cara yang sama seperti ketika dia menghilangkan penghalang yang sebelumnya.

Bahkan sebelum dia selesai menghilangkannya, cambuk itu meledak dan peti mati itu terbuka dengan paksa dari dalam.

“Vandalieu-sama!” Eleanora berteriak.

Dia dan Zran mencoba meraih Vandalieu dan mundur ke belakang, tapi sebuah berbentuk amuba berwarna merah yang terbang keluar dari peti mati itu mengangkat kepalanya dan menatap Vandalieu, mendekatinya dengan kecepatan luar biasa layaknya ular berbisa!

Gargle, gargle, gargle… gulp.

Itu ditelan oleh Vandalieu.

“… Eh?” Zran dan Eleanora mengatakan hal itu secara serempak karena tercengang olehnya.

Vandalieu selesai meminum isi dari peti mati itu, ia meletakkan tangannya, menundukkan kepalanya dan berkata, “Gochisousama.”

“Va-Vandalieu-sama? Apa itu tadi?  Yang lebih penting lagi, mengapa kau menelannya ?!” Tanya Eleanora.

“Kau bertanya, kenapa … makhluk itu yang masuk ke mulutku,” jawab Vandalieu.

“Tidak, biasanya kau akan memuntahkannya, bukan ?!” Seru Zran.

“Tapi kupikir tidak baik untuk meninggalkan makanan yang belum selesai dimakan.Yah, kurasa biasanya kau tidak menyebut darah yang disegel oleh seorang champion sejak seratus ribu tahun yang lalu sebagai ‘makanan’.” kata Vandalieu.

“Jadi, setidaknya kau mengetahuinya- tunggu, jadi yang baru saja kau telan itu adalah darah ?!” Zran berteriak.

“Kalau begitu, mungkinkah itu merupakan bagian dari sang Raja Iblis ?!” tanya Eleanora.

Itu adalah cerita yang terkenal bahwa para champion telah mengalahkan Raja Iblis Guduranis, mengambil tubuhnya secara terpisah dan menyegel setiap bagiannya secara terpisah. Itu hanyalah darah, tapi mengingat bahwa itu telah disegel, mereka pun tidak bisa memikirkan orang lain yang mungkin memilikinya selain sang Raja Iblis.

Bahkan, penyiar di kepala Vandalieu mengatakan, “Kau telah menyerap darah Raja Iblis!” Dia bertanya-tanya apakah dia harus memberi tahu hal itu kepada Zran dan Eleanora meskipun dia tahu bahwa itu akan mengejutkan mereka.

『Bloodsucking telah mencapai level 10! Skill itu telah berubah menjadi skill yang lebih kuat, Bloodwork! 』

『Level dari Bloodwork, Death-Attribute Magic, Superhuman Strength, Rapid Healing, Automatic Mana Recovery, Magic Resistance, Venom Secretion (Claws, Fangs, Tongue), Body Expansion (Tongue)  telah meningkat!』

『Kau telah memperoleh Gelar,‘ Kedatangan Kedua Sang Raja Iblis! ’ 』

(flapy : uwaww demon lord sama XD)

Vandalieu benar-benar ingin memprotes bagian terakhir itu, gelar yang telah dia peroleh. Siapa yang disebut sebagai Kedatangan Kedua Sang Raja Iblis? Tapi –

“Muntahkan itu, kau harus memuntahkannya, Putra Suci!”

“Vandalieu-sama, muntahkan, muntahkan itu!”

Zran telah meraih kaki Vandalieu dan sekarang mengguncangnya sambil memegangnya dengan posisi terbalik, jadi dia tidak punya waktu untuk memikirkan hal ini.

“Tidak, maksudku, tapi, aku, sudah, menyerapnya, ah, halo.” Saat Vandalieu diguncang keatas dan kebawah, mungkin karena dia telah melepas segel para champion, dia sekarang bisa melihat hantu-hantu yang tak terhitung jumlahnya. Dalam posisi terbalik.

Hantu. Berbeda dengan roh tak berdaya yang hanya bisa dilihat oleh Vandalieu, para Undead dan Spiritualist, ini merupakan makhluk yang telah berubah menjadi monster yang tak memiliki tubuh fisik.

Mereka merupakan monster Peringkat 2, dan meskipun sebagian besar serangan fisik tidak efektif terhadap mereka, mereka tidak memiliki kekuatan fisik sendiri. Tapi sebagian besar dari mereka masih memiliki versi kepribadian dan ingatan yang tidak lengkap, yang mereka miliki semasa mereka masih hidup.

“Siapa itu? Bidak keluarga Hartner? … Tidak, kehadiran yang menakutkan serta menghibur ini, sebenarnya apa ini …? ”

“Lihat Titan itu. Dia adalah seorang Undead. “

“Kenapa Undead ada di sini? Penghalang telah rusak … Apakah kita akan terbebaskan? “

Hantu semitransparan dengan garis-garis buram, yang kakinya telah hilang sampai ke lututnya, mereka saling berbisik. Vandalieu tidak bisa merasakan rasa kebencian apa pun dari mereka, tapi dia bisa merasakan bahwa mereka merasa ketakutan.

Zran tanpa sadar melepaskan kaki Vandalieu dan mulai berteriak ke arah para hantu. “Levia-sama, apa Levia-sama ada di sini ?! Aku Zran dari Talosheim! “

Vandalieu, yang segera ditangkap oleh Eleanora, melihat seorang hantu perempuan dengan rambut panjang yang membentang hingga melewati pinggangnya, melayang ke depan.

“Levia-sama!” Seru Zran.

“Zran … aku ingat kau. Seorang prajurit pengintai, yang paling mahir dalam penggunaan pedang pendek di antara ras kita. “

Zran tidak akrab dengan Putri Levia, juga tidak pernah melayaninya dalam posisi yang dekat dengannya. Tapi di kota Talosheim, dengan populasi hanya sebanyak lima ribu nyawa dan masyarakat dengan hierarki yang terkesan longgar, prajurit istimewa akan memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengan sang putri.

Zran adalah seorang pengintai, jenis pejuang yang paling sedikit jumlahnya bagi para Titan, jadi sepertinya dia lebih mudah untuk diingat daripada yang lain.

“Kau tetap berada di Talosheim bersama Zandia dan yang lainnya untuk bertarung sampai akhir, jadi mengapa kau ada di sini?. Ah, tapi sekarang setelah kau disegel di sini, kau akan menjadi tahanan sama seperti kami. Kami terpaksa bergentayangan di tempat ini, tidak bisa kembali ke sisi dewi ataupun menyingkirkan penyesalan kami – ” Tanya Levia.

“Ah, aku sudah menghilangkan penghalang itu,” kata Vandalieu.

“Memang benar, selama dua penghalang yang telah dibangun itu tidak dihilangkan …” Levia berhenti berbicara sejenak. “Mereka sudah dihilangkan?”

“Ya. Maaf atas perkenalan diriku yang terlambat. Aku Vandalieu, raja Talosheim saat ini. “

Lalu, Vandalieu memperkenalkan dirinya, masih tertahan dalam posisi terbalik yang saat ini tengah diraih Eleanora.

1 tanggapan pada “Chapter 79.2 – Menghembuskan api di kuburan bawah tanah”

Tinggalkan Balasan