Chapter 79.1 – Menghembuskan api di kuburan bawah tanah

“GAAAAH …” erang monster terakhir, Poison Zombie Giant peringkat 7 yang merupakan kombinasi dari beberapa Poison Zombie.

Heinz, pria yang memegang pedang sihir yang diselimuti api berwarna biru yang telah memotong monster itu mulai menghela nafas ketika dia mengkonfirmasi bahwa sudah tidak ada lagi musuh di hadapannya.

Monster yang intinya terdiri dari Zombie wanita setengah baya, telah jauh lebih kuat daripada para monster lainnya.

“Tampaknya amukan monster telah berakhir. Apa semuanya baik-baik saja? “Tanya Heinz.

“Ya, tidak ada masalah di sini. Tapi aku merasa lelah. “

“Aku juga tidak terluka, tapi aku juga merasa lelah.”

Party Heinz merasa sangat kelelahan. Sebagian besar monster yang muncul adalah monster-monster peringkat 4 atau 5, dan satu-satunya monster Peringkat 7 adalah Poison Zombie Giant yang telah dihabisi beberapa saat yang lalu. Jumlah mereka hanya lebih dari seribu monster, jumlah yang lebih sedikit dari rata-rata luapan monster.

Mereka bukanlah musuh yang bisa membuat Five-colored Blades, party petualang kelas A, akan mengalami kesulitan karenanya. Faktanya, mereka hanyalah para ikan teri yang hanya akan dimusnahkan secara satu sisi. Bahkan jika jumlah mereka lebih dari seribu.

Itu adalah kekuatan party petualang kelas A.

Namun, monster yang telah mendekati kota Niarki bukanlah monster biasa.

Tujuh puluh persen dari segerombolan monster itu adalah Undead, sementara tiga puluh persen lainnya terdiri dari monster jenis tanaman dan serangga. Dan monster-monster yang memiliki bagian tubuh yang diperlukan untuk bisa berbicara telah berulang kali mengerang, “Bunuh Heinz,” seolah-olah kata-kata ini merupakan semacam mantra.

Sekelompok monster yang dipimpin oleh monster komandan perkasa yang memiliki gelar Raja akan bergerak seperti layaknya satu kesatuan, tapi ini merupakan situasi yang sepenuhnya tidak normal.

Dengan itu, ini sebenarnya bisa dianggap sebagai sebuah keberuntungan. Para monster belum terpaku untuk memasuki kota Niarki. Para penjaga, ksatria dan petualang dengan tergesa-gesa mulai membentuk pasukan pertahanan dan bangkit untuk menghadang monster-monster dalam sebuah pertempuran, tapi para monster telah mengabaikan kota dan menyerang Heinz yang telah berdiri di garis depan pertahanan kota.

Meskipun para ksatria yang terluka menjadi tidak bisa bergerak, dan para petualang yang benar-benar kelelahan telah berada dalam jangkauan mereka, mereka malah terus membidik Heinz.

Tapi secara individual, semua monster itu lebih kuat daripada yang ditunjukkan oleh peringkat mereka, dan tidak peduli berapa kali mereka dikalahkan, mereka terus menyerang tanpa henti.

Monster tipe serangga yang dikalahkan telah mengubah Undead dan jamur-jamur yang tumbuh di sisa-sisa Undead yang dikalahkan menjadi sejenis monster tanaman seperti Poison Mushroom dan Venom Mould, dan sisa-sisa monster tipe tanaman telah menghasilkan serangga yang akhirnya berubah menjadi monster.

Berkat rantai monster yang tak ada habisnya ini, sebenarnya Heinz dan teman-temannya telah dipaksa untuk bertarung melawan lebih dari sepuluh ribu monster.

“Tetap saja … sepertinya mereka sangat membencimu. Apa yang sudah kau lakukan? ”Tanya Jennifer, seorang manusia dengan job petarung tangan kosong.

“Kita para petualang telah mengalahkan monster yang tak terhitung jumlahnya, jadi mungkin ada sejumlah alasan mengapa kita bisa dibenci mereka. Tapi itu sama sekali tidak normal, bukan?” kata Diana, seorang pendeta wanita Mill, sang Dewi Tidur.

Keduanya bergabung dengan kelompok Heinz setelah mereka pindah kerja di Kerajaan Orbaume.

Sebelum menanggapi salah satu dari mereka, Heinz menoleh untuk melihat ke arah kota Niarki.

Karena monster-monster itu hanya mengincar Five-colored Blades, bagi Heinz, tembok luar kota tidak tergores dan meskipun ada beberapa di antara pasukan pertahanan yang terluka parah, hanya ada beberapa individu yang sial, dan benar-benar yang tewas.

“Jika aku harus menebaknya, kurasa itu si bocah Dhampir,” kata Heinz.

“Bocah yang tiba-tiba lari dari guild petualang? Apa kau ingat pernah melakukan sesuatu yang akan membuatnya membencimu? “Tanya Jennifer.

“Tidak, seharusnya tidak ada hubungan antara bocah itu dan amukan monster ini, kan?” Kata Diana.

Heinz berhenti sejenak untuk mencari tahu bagaimana cara mengucapkan isi pikirannya dengan benar sebelum akhirnya kembali membuka mulutnya. “Aku juga tidak berpikir kalau itu ada hubungannya. Tapi … Namanya adalah Vandalieu. “

Jennifer dan Diana berkedip, mereka tidak tahu apa yang dimaksud oleh Heinz. Heinz juga tidak yakin dengan teorinya sendiri.

Tapi nama ‘si penyihir’ Dark Elf yang ia tangkap di negara perisai Mirg adalah Darcia. Itu adalah peristiwa yang terjadi sekitar tujuh tahun yang lalu.

(Flapy: Diingatkan lagi kalau nama Vandalieu berisi bagian dari nama Darcia dalam ejaan Jepang.)

Dan apa yang telah tertulis pada formulir pendaftaran yang tertinggal di meja di Guild Petualang, yang sekarang telah dibuang setelah itu ditolak, adalah nama’ Vandalieu ‘dan dia berumur tujuh tahun.

“Mungkin saja dia -“

“Kau terlalu memikirkannya, Heinz.”

“Edgar?”

“Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, Dhampir itu bukanlah seorang bocah yang berasal dari orang tua Dark Elf. Dengan seberapa putih kulitnya itu, itu mustahil, kan? Kau terlalu terpaku akan dosamu, yang membuatmu percaya akan hal itu. ” kata Edgar.

“Itu … mungkin benar.”

Karakteristik khusus yang terlihat dari seorang Dhampir adalah mata dengan warna yang berbeda, salah satunya berwarna merah darah, serta taring dan cakar yang bisa ditarik ke dalam. Selain itu, karakteristik mereka adalah sesuatu yang mereka warisi dari orang tua mereka. Jika salah satu orang tua seorang Dhampir adalah Dark Elf, seharusnya mustahil bagi Dhampir itu untuk memiliki kulit yang berwarna putih seperti lilin.

Dan mustahil seorang bayi yang belum berusia satu tahun pada saat itu dapat bertahan hidup sendirian di dalam hutan belantara. Dan bagaimana bocah itu bisa melintasi Boundary Mountain Range untuk melarikan diri ke Kerajaan Orbaume?

“Kurasa aku terlalu memikirkannya. Dan untuk berpikir bahwa aku akan mencurigai bahwa Dhampir itu terhubung dengan amukan monster ini. Sepertinya aku kelelahan lebih dari yang aku kira. Lagi pula itu bukan berarti dia merupakan kedatangan raja iblis kedua atau semacamnya, “Heinz tersenyum masam ketika dia menyebutkan rumor yang baru-baru ini sedang dibisikkan di Gereja-gereja Alda.

“Itu benar,” kata Edgar. Namun terlepas dari kata-katanya, dia membuat catatan untuk menyelidiki Vandalieu lebih lanjut begitu dia kembali ke kota.

Jika aku ingat, broker informasi di kota Niarki dijalankan oleh sebuah organisasi bernama ‘Fangs of Dark Nights’. Kukira aku akan mencoba bertanya kepada mereka.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Tindakan Edgar kemudian akan membongkar insiden yang menakjubkan, mengungkapkan fakta bahwa organisasi itu terus beroperasi setelah pemimpinnya dan anggota peringkat tinggi mereka telah menjadi berubah Undead.

“Lebih penting lagi, setelah kita kembali ke kota dan beristirahat, kita harus segera menemukan Dungeon tempat dimana monster-monster ini berasal. Mereka muncul dari arah yang sama sekali berbeda dari Dungeon yang telah dikenal, jadi pasti telah muncul sebuah Dungeon baru. Mungkin itu merupakan ujian Zakkart. ” kata Jennifer.

Ujian Zakkart. Sebuah dungeon yang pertama kali muncul seratus tahun yang lalu. Itu muncul di suatu tempat di benua tanpa adanya peringatan, hanya untuk akhirnya menghilang kembali sekitar sebulan kemudian. Ini merupakan satu-satunya labirin bergerak yang telah dikonfirmasi di dunia ini. Mustahil untuk mengkategorikan kelasnya dan tidak ada yang pernah masuk dan kembali hidup-hidup untuk menceritakan kisah tersebut selain party Heinz, Five-colored Blades, yang berhasil melarikan diri dengan mengorbankan salah satu anggota mereka. Dikatakan bahwa harta yang ditinggalkan oleh Zakkart terletak di dalam ruangan terdalamnya. Menurut cerita lain, wujud Undead dari Zakkart sendirilah yang menunggu mereka yang layak untuk menantangnya, dan pahlawan yang mengalahkannya akan menjadi penerus dari sang champion Bellwood.

“Jika itu benar … maka kali ini kita akan menakhlukannya. Itu demi Martie juga. Tapi kau benar. Pertama-tama, kita harus kembali ke penginapan tempat Selen menunggu, ”kata Heinz sambil memikirkan gadis Dhampir yang sedang menunggu mereka kembali.

(flapy : Martie ini mungkin salah satu anggota party Heinz, si gadis elf  yang yang tewas di dungeon)

“Tidak, dahulukan laporan kepada Guild … Ya, ya, aku akan melakukannya. Jangan mengeluh jika aku mendapatkan semua perhatian resepsionis nee-san itu untuk diriku sendiri, “kata Edgar sambil tersenyum masam.

“Haah … Begitu … Itu mengerikan … Tidak bisa dimaafkan. Layak untuk mati, ”kata Vandalieu.

“Vandalieu-sama, ada apa tiba-tiba bilang begitu?” Tanya Eleanora.

“Itu anggota dari party petualang, ‘Western Calm’, resepsionis Aria-san, Hannah-san dan ayah Hannah-san.”

Saat ini Vandalieu tengah menggali terowongan dari mansion pemimpin Guild penyihir  menuju ke bawah kastil Duke Hartner dengan mengubah tanah menjadi Golem dan menggunakan Golem Transmutation untuk membentuk sebuah lorong.

Dia telah meninggalkan para Black Goblin dan kekasih mereka di mansion, sementara Guild Master dan para bawahannya yang sekarang berada di dalam keadaan mati otak tengah menyiapkan ‘hadiah perpisahan.’

Secara kebetulan, mansion Guild Master itu telah berisi barang-barang berharga seperti tongkat sihir kelas satu, tapi Vandalieu masih tidak memegang senjata. Jika dia yang memiliki Mana dalam jumlah yang sangat besar, harus menggunakan tongkat sihir yang dirancang untuk manusia, maka dia harus sangat berhati-hati dalam menggunakan mantra, atau tongkat sihir itu bisa meledak, membusuk atau berubah menjadi debu.

Untuk menggunakan tongkat sihir yang bisa membantu sihirnya, Vandalieu perlu berkonsentrasi seolah-olah dia sedang menulis kanji dalam huruf-huruf yang sangat kecil, jadi dia pun tidak menggunakannya. Apakah tidak ada tongkat sihir di suatu tempat yang dirancang untuk digunakan oleh makhluk yang lebih kuat daripada manusia?

Mengesampingkan hal itu, Vandalieu mulai berbicara pada dirinya sendiri di tengah-tengah penciptaan terowongan ini.

Tapi mata Zran, yang merupakan seorang Undead, dapat memahami bahwa Vandalieu telah dikelilingi oleh roh-roh yang berada dalam keadaan yang tragis.

“Mereka adalah bagian dari roh-roh yang tak terhitung jumlahnya, yang berkumpul di sekelilingnya ketika kita datang ke sini,” gumam Zran pada dirinya sendiri. “Tapi yang saat ini berada di dekatnya terlihat seperti mereka semua baru saja mati,”

Sama seperti ketika dia tiba di kota Niarki, semua roh di ibu kota telah mendatangi Vandalieu ketika dia tiba di sini. Ada begitu banyak dari mereka sehingga Zran tidak bisa mendengar apa yang mereka katakan.

Namun, roh yang saat ini berbicara dengan Vandalieu tampak sedikit berbeda.

“Eleanora, Zran, jika seorang pria berambut hitam, bermata hitam dan berumur tiga puluhan tahun dengan nama Kaidou Kanata muncul, tolong serahkan semuanya padaku sampai aku memberi kalian perintah lebih lanjut,” kata Vandalieu.

“Kaidou Kanata?… Mungkinkah?!” Eleanora mengulangi ucapan Vandalieu.

“Salah satu bajingan yang membunuhmu di kehidupanmu sebelumnya, Putra Suci ?! Bajingan itu. Ini peluang bagus. Ayo bunuh dia, ubah dia menjadi Zombie dan dengarkan semua yang dia katakan! “Kata Zran.

Vandalieu sudah mendengar informasi mengenai Kaidou Kanata dari roh-roh yang menjadi korbannya.

Satu tanggapan pada “Chapter 79.1 – Menghembuskan api di kuburan bawah tanah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas