Chapter 78.3 – Burung yang Beralamat Buruk, yang Menutupi Jejaknya dan Diam-diam Mengancam Ibukota

Eleanora dan semua rekan-rekannya, yang telah menempuh jarak yang akan membutuhkan waktu selama satu bulan dengan berjalan kaki, telah tiba dalam waktu satu malam dengan sayap roh milik Vandalieu, tidak tahu apa-apa mengenai serangan monster yang muncul di kota Niarki beberapa hari yang lalu.

“Nah, selanjutnya adalah … Buah itu, aku belum pernah melihatnya sebelumnya.”

“Apa kau seorang penjelajah, Ojou-san? Buah ini merupakan produk khusus wilayah ini; itu tidak bisa diolah di tempat lain. Ini adalah kebanggaan tempat kelahiranku! “

“Aku mengerti. Maka kukira aku akan membeli beberapa. “

“Pada akhirnya, aku harus menolak masyarakat wilayah ini.”

“Begitu… kah…”

“Betul sekali.”

“Begitu… kah…”

Meskipun dia berhadapan dengan Guild Master dari Guild Penyihir yang berkedut dengan mata yang terlihat berwarna putih, Vandalieu sedang melakukan percakapan yang sangat mirip dengan monolog.

Adapun alasan mengapa Guild Master itu memasuki kondisi semacam itu, alasannya adalah bahwa dia merupakan individu yang memiliki koneksi dengan para Vampir keturunan Murni.

Vandalieu yang mempelajari informasi ini dari para vampir di kota Niarki yang telah dia ubah menjadi Undead, telah menyerang pemimpin dari Guild Penyihir ini pada pagi hari kedatangannya di Nineland.

Dia telah menanyakan keberadaan Guild  Master itu dari roh-roh yang tak terhitung jumlahnya yang mendekatinya begitu dia tiba di Nineland, dan menyerang rumahnya.

Dia telah menyelimuti seluruh bangunan itu dengan Magic Absorption Barrier yang membentang di sepanjang dindingnya sebelum mengalahkan si Guild Master. Guild Master itu mungkin akan menjadi musuh yang kuat jika dia diizinkan untuk menggunakan sihir, tapi di dalam Magic Absorption Barrier, dia tidaklah lebih dari seorang pria tua. Nah, setelah terbang sejauh itu dengan menggunakan sayap rohnya, Vandalieu harus menghabiskan sisa Mananya yang tersisa untuk menciptakan penghalang tersebut.

Braga, Zran dan Eleanora telah menggunakan serangan fisik untuk mengalahkan para penyihir yang tidak bisa menggunakan sihir dan para penjaga Guild Master.

Setelah itu, Vandalieu berpikir keras tentang bagaimana menginterogasi Guild Master yang keras kepala yang memiliki skill Poison Resistance, dan memutuskan untuk mencoba menggunakan Skill Mental Encroachment.

Dengan begitu, semua yang telah dia lakukan adalah membuat kepala tambahan dan menatap langsung ke mata Guild Master sambil berbisik ke kedua telinganya selama sejam.

Alhasil, Guild Master itu memasuki kondisi setengah tidur. Vandalieu bertanya-tanya apakah tidak masalah untuk membunuhnya begitu saja setelah mengambil informasi darinya.

“Yah, dia memang melakukan banyak hal buruk untuk mempelajari pengetahuan terlarang dari Ternecia, jadi aku sama sekali tidak merasa kasihan padanya,” kata Vandalieu.

“Aku minta maaf.”

“Hmm, Skill Mental Encroachment sangatlah kuat tapi sulit untuk ditahan. Aku harus berlatih dengan benar, ”kata Vandalieu.

Sebenarnya, efek yang dihasilkan oleh skill itu lebih karena fakta bahwa Vandalieu sendiri memiliki kepribadian yang tidak akan memaafkan musuh-musuhnya daripada karena karakteristik khusus dari skill itu sendiri.

“Tapi kurasa tidak masalah karena aku mempunyai arsip terlarang,” dia memutuskan.

Vandalieu telah menggunakan Spirit Form Transformation di seluruh tubuhnya, menggunakan ‘Possession’ pada Guild Master yang telah gila dan memanipulasi tubuhnya untuk berhasil mendapatkan akses ke wilayah terlarang di Guild Penyihir.

Possession adalah mantra atribut kematian yang baru-baru ini ia temukan; alih-alih ‘mengambil alih’ seseorang, itu lebih seperti berbagi tubuh dengan mereka. Biasanya, itu tidak akan memungkinkan Vandalieu untuk mencuri kendali dari si pemilik tubuh. Namun, dia telah mampu memanipulasi tubuh Master Guild yang tekadnya telah runtuh.

Berkat ini, ia memperoleh pengetahuan terlarang dengan harga jual yang murah.

“Yah, sepertinya dia tidak memiliki pengetahuan yang akan segera berguna,” kata Vandalieu pada dirinya sendiri.

“Ah, aku telah menemukan cara untuk membuat Homunculi. Tapi sepertinya melakukan kontrak dengan dewa jahat merupakan salah satu persyaratannya.” lapor salah satu klon Vandalieu.

“Mantra yang mengendalikan pikiran orang lain … Prosedurnya merepotkan, jadi itu tidak perlu mengingat aku memiliki skill Mental Encroachment,” kata yang lain.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

“Racun ini … ini lebih lemah dari racun yang sudah bisa kubuat, bukan? Biaya Mananya juga sangat tinggi. ”

Hanya karena pengetahuan itu dilarang, bukan berarti semua itu bermanfaat. Banyak informasi di sini yang merupakan hal-hal yang sudah mampu Vandalieu  lakukan atau versi lebih rendah dari hal-hal yang sudah bisa dia lakukan.

Yah, itu mungkin tak dapat dipungkiri mengingat bahwa sihir atribut-kematian memiliki banyak mantra yang akan dianggap sebagai teknik terlarang.

“Tapi untuk berpikir bahwa mantra yang dapat menciptakan variasi monster mutan akan dianggap terlarang … Bukankah aku akan ditangkap jika orang lain mengetahui tentang hal-hal yang telah kulakukan di Talosheim?” Vandalieu bertanya-tanya.

“Tidak, kurasa itu tak masalah asalkan aku bukan salah satu anggota Guild Penyihir. Ya, itu artinya aku tidak bisa bergabung dengan mereka, ”salah satu klonnya menambahkan komentar.

“Harus mempertimbangkan seberapa sempitnya setiap pintu Guild … Menyedihkan.”

Tentu saja, Guild petualang di sini sama dengan yang ada di kota Niarki.

Masuk ke Guild Penyihir membutuhkan persetujuan dari instruktur atau surat rekomendasi dari anggota peringkat praktisi atau lebih tinggi, serta dari seorang bangsawan. Atau, diperlukan seseorang yang memiliki kualifikasi yang dapat mensertifikasi kelulusan dari sekolah penyihir.

Guild Pekerja mensyaratkan pelamar untuk melakukan kerja manual di bawah instruktur atau supervisor.

Serikat Dagang mewajibkan pelamar dipersiapkan untuk melakukan bisnis dan membayar biaya masuk.

Guild Penjinak mengharuskan pelamar untuk belajar di bawah asuhan anggota lain, memiliki rekomendasi atau membuktikan bahwa mereka memang bisa menjinakkan monster ke anggota staf Guild.

Meskipun nama mereka sedikit berbeda, semua Guild membutuhkan hal yang sama untuk bisa mendaftar disana.

Di antara ini, salah satu yang mungkin bisa dimasuki Vandalieu adalah Guild Penjinak, tapi jika dia memamerkan fakta bahwa dia telah menjinakkan monster seperti Eleanora, seorang Vampir noble-born, dia akan diperhatikan oleh para bawahan Vampir keturunan murni yang masih di Nineland. Jika dia memperlihatkan Zombie Ninja (Titan), Zran, atau Braga dan Black Goblin lainnya, dia akan menyebabkan kegemparan.

Ada juga pilihan untuk hanya menciptakan Golem untuk menunjukkan kemampuannya, tapi kemudian, dia mungkin hanya akan disebut seorang Alkemis.

“Mendaftar di Guild Petualang di tempat lain setelah semuanya beres merupakan pilihan yang paling realistis. Aku akan memikirkan soal mendaftar Guild Penjinak dan Guild Dagang setelahnya.” simpul Vandalieu.

“Kalau begitu, mari kita mundur sekarang,” kata klon Vandalieu lainnya.

Vandalieu, yang telah mengkloning dirinya sendiri untuk mencari-cari arsip terlarang, mengumpulkan semua buku terlarang dan barang-barang terkutuk yang tampaknya bernilai dan mulai bersiap untuk pergi dengan membawa mereka.

Dia sudah menggunakan sekutu dari para Vampir berdarah murni, anggota berperingkat tinggi dari Guild Penyihir, sebagai boneka praktik untuk Mental Encroachment dan mengubahnya menjadi sayur-sayuran.

Tetap saja, menggunakan Possession pada Guild Master, dia satu per satu memanggil para penyihir, mengatakan kepada mereka bahwa ada sesuatu yang perlu didiskusikan, membawa mulut Guild Master dekat ke telinga mereka seolah-olah membisikkan sesuatu yang rahasia, melepaskan Kepemilikan atas Guild Master dan menjulurkan lidahnya yang mungil ke telinga para penyihir untuk memberikan racun dan menangkap mereka.

Setelah itu, ia menggunakan Mental Encroachment hingga mereka memasuki kondisi vegetatif.

(flapy : kondisi dimana otak tidak bekerja)

“Namun, aku selalu membayangkan bahwa para penyihir itu kuat secara mental,” kata Vandalieu.

Memerintahkan mereka untuk membawa buku-buku tebal dan item-item terkutuk selain arsip terlarang tidaklah sulit. Mereka semua adalah individu-individu penting.

“Aku akhirnya mengetahui keberadaan kuburan bawah tanah, jadi kurasa malam ini aku akan mulai menggali terowongan,” Vandalieu telah memutuskan tujuannya.

1 tanggapan pada “Chapter 78.3 – Burung yang Beralamat Buruk, yang Menutupi Jejaknya dan Diam-diam Mengancam Ibukota”

Tinggalkan Balasan