Chapter 77.1 – Meninggalkan Wilayah Duke, Tidak Bisa Memaafkan Musuh

“Maukah kau menunggu sebentar?” Kata petualang itu dengan santai sambil mendekati loket resepsionis di depan Vandalieu yang membeku kaku. “Ini pertama kalinya aku mendengar tentang perubahan aturan ini. Bisakah kau menjelaskan apa yang kau maksud? “

“Ka-kau menggangguku. Aku sedang berurusan dengan anak ini – “resepsionis itu mulai berbicara.

“Aku punya sesuatu yang ingin aku katakan tentang bagaimana kau berurusan dengannya. Bisakah kau memanggilkan Guild Master untukku? ”Kata petualang.

“Kau menggangguku,” ulang resepsionis itu. “Jika kau ingin mengajukan permohonan kepada Guild, maka, ketika giliranmu tiba, tolong beri tahu salah satu dari kami, anggota staf di meja resepsionis terlebih dahulu.”

“Aku adalah petualang kelas A Heinz. Sekali lagi, aku ingin meminta pertemuan tatap muka dengan Guild Master, di bawah otoritas petualang kelas A. “

Heinz. Itu Heinz.

Vandalieu memutar kepalanya layaknya sebuah engsel yang berderit saat melihat petualang yang berdiri di sampingnya.

Dia adalah seorang pemuda yang berperawakan kuat, berkeinginan kuat, dengan rambut pirang dan bermata biru. Dia berusia sekitar di awal hingga pertengahan umur dua puluhan tahun. Terlihat jelas walau hanya sekilas pandang dari penampilan dan peralatannya bahwa dia bukanlah orang biasa.

Meskipun sedikit berubah, dia memiliki suara yang sama dengan yang Vandalieu dengar di Evbejia, dan dia sesuai dengan deskripsi fisik yang diberikan oleh Riley.

Musuh ibu, the Blue-flamed Sword Heinz!

Dia adalah salah satu dari orang-orang yang mutlak harus dibunuh Vandalieu. Vandalieu telah mendengar bahwa Heinz telah menyeberang ke Kerajaan Orbaume, tapi dia tidak pernah membayangkan bahwa Heinz akan berada di wilayah Hartner, dia juga tidak membayangkan bahwa dia akan bertemu dengannya pada saat ini.

Kebangkitan Darcia adalah sesuatu yang benar-benar dibutuhkan untuk “Meraih kebahagiaan” Vandalieu. Dan mereka yang menghalangi hal itu perlu dihilangkan. Itu sebabnya dia akan membunuh Heinz.

Menjual ibunya kepada para pemuja fanatik dewa Alda hanyalah quest lainnya bagi Heinz. Tidak masalah jika tindakannya benar-benar normal dan sah di negara itu.

Tak masalah apa yang saat ini dipikirkan dan dilakukan Heinz.

Masalahnya adalah masa depan, apa yang ada di depan. Dia pernah menjual Darcia ke seorang fanatik agama Alda. Apa alasan Vandalieu harus mempercayai bahwa dia tidak akan melakukan hal yang sama lagi? Jika dia pernah satu kali mengubah sudut pandangnya, siapa yang akan menjamin bahwa dia tidak akan mengubahnya lagi?

Untuk mengurangi kemungkinan itu menjadi nol, Heinz perlu dibunuh dan dihancurkan.

Sekarang adalah kesempatan yang bagus untuk melakukan itu.

Tentu saja, Vandalieu tidak bisa melakukan sesuatu yang mencolok di tempat seperti ini di mana orang-orang melihat mereka. Dia tahu itu. Dia bisa meracuninya atau menginfeksi penyakit terhadapnya.

Haruskah dia mengubah napas, sedikit air liurnya atau zat yang dikeluarkan kulitnya menjadi racun? Haruskah dia ‘secara tidak sengaja’ menyentuh Heinz dan menginfeksinya dengan patogen?

Vandalieu mulai membuat rencana semacam ini, tapi setiap kali dia memikirkannya, dia mendengar peringatan Danger Sense: Death di kepalanya.

Jika dia mencoba meracuni Heinz, dia akan terbunuh. Jika dia mencoba menginfeksi Heinz dengan patogen, dia akan terbunuh.

Bagaimanapun juga, orang yang akan mati bukanlah Heinz, tetapi Vandalieu.

Mustahil, apakah orang ini tak terkalahkan atau abadi atau semacamnya ?!

Dia jauh berbeda dari ketika dia bekerja untuk High Priest Gordan. Vandalieu heran dengan perubahan ini, tapi dia tidak bisa menyangkal kenyataan yang ada di hadapannya atau mantra sihir atribut kematian yang telah menyelamatkannya sampai sekarang.

Aku mengerti; ini adalah petualang kelas-A yang layak menjadi petualang kelas-S seperti Mikhail, orang yang cukup kuat untuk membunuh Borkus dan yang lainnya dalam sekejap.

Seseorang yang bisa mengalahkan petualang kelas A, yang seharusnya merupakan seorang manusia super dengan mudah. Manusia super yang melampaui manusia super.

Heinz jauh berbeda dari Riley yang jiwanya telah dihancurkan oleh Vandalieu setelah kekalahannya di tangan Borkus. Dan bahkan dikatakan bahwa Heinz jauh lebih diberkati ketika itu menyangkut soal sekutu daripada Riley.

Vandalieu menggerakkan matanya dan melihat jauh melewati Heinz dan melihat ada lima orang lagi yang berdiri di sana. Dua dari mereka terlihat sesuai dengan deskripsi yang dia dengar dari Riley.

Wanita Dwarf pembawa perisai berambut biru, Delizah. Seorang pria pengintai berambut hitam dan bermata hitam, Edgar. Dua lainnya mungkin adalah anggota party baru, seorang wanita Elf dengan tongkat pemukul dan mengenakan pakaian pendeta, dan seorang gadis muda yang tampaknya merupakan seorang petarung tangan kosong.

Heinz tidak akan memilih mereka hanya karena penampilan mereka, jadi mungkin mereka juga merupakan para petualang kelas A dan kelas B, paling buruk mungkin di kelas C.

Ini pasti ‘Five Colored Blades’ yang baru dengan dua anggota baru menggantikan Riley dan Gadis Elf si penyihir spiritual yang rupanya telah tewas di dalam Dungeon.

(flapy : Pedang lima warna * nama partynya)

Anggota tambahan kelima, seorang gadis yang seusia Vandalieu atau bahkan lebih muda darinya, yang setengah bersembunyi di belakang Delizah, mungkin dia bukanlah anggota party mereka. Apakah dia merupakan adik salah satu dari mereka?

Ah, merepotkan sekali. Mereka adalah musuh terburuk bagiku.

Bahkan tanpa mengikutsertakan gadis itu, dia bisa tahu dengan melihat keempat yang lainnya. Karena orang-orang inilah, Vandalieu bahkan tidak memiliki sepersekian persen pun peluang untuk membunuh Heinz.

Mereka melihat Heinz dengan senyum masam dan ekspresi putus asa sambil menggumamkan kata-kata seperti, “Astaga,” dan “Lagi-lagi”. Tapi jika sesuatu terjadi pada Heinz, mereka akan mendukungnya dengan kecepatan dan ketepatan yang sangat gesit.

Jika Heinz bertarung dengan Vandalieu bersama dengan anggota-anggotanya ini, tidak diragukan lagi bahwa ia akan memanfaatkan kemampuannya untuk berkoordinasi dengan mereka dan memberikan serangan yang mampu menembus penghalang milik Vandalieu.

Meracuni mereka atau menginfeksi dengan patogen akan menjadi hal yang sia-sia. Tidak seperti tentara pasukan ekspedisi negara perisai Mirg, mereka mengenakan perlengkapan yang ditujukan untuk menghadapi monster peringkat tinggi yang menimbulkan efek status bersama dengan serangan mereka. Mereka benar-benar berbeda bahkan dari Riley yang angkuh.

Mereka sangatlah kuat. Jumlah mana mereka tidak relevan. Jika Vandalieu adalah seekor gajah yang sangat besar, maka mereka adalah semut yang mampu membunuh gajah semacam itu.

Aku tidak punya pilihan. Untuk saat ini aku harus menanggung penghinaan ini. Aku tidak boleh mati; ada hal-hal yang perlu aku lakukan. Aku sudah puas karena dapat melihat wajah orang-orang ini secara langsung. Aku akan bergabung kembali dengan Eleanora dan yang lainnya, dan … Huh? Apa yang orang-orang ini … Apa yang sedang dilakukan Heinz?

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Vandalieu, yang bahkan telah menggunakan skill High-speed Thought Processing untuk membenamkan dirinya dalam pikirannya dalam upaya untuk menahan perasaan ketidakberdayaan dan penghinaan yang menyiksa seluruh tubuhnya, tiba-tiba menjadi terkejut ketika dia mulai memproses informasi yang dia dapat dari telinganya.

“Mohon menunggu, Ketua Guild sedang keluar dari kantornya -“

“Lalu seharusnya Sub-Master pasti ada di sini. Aturan menyatakan bahwa ketika Ketua Guild tidak hadir, salah satu dari dua Sub-Master akan selalu tetap berada di dalam Guild. Atau apakah aturan itu juga telah berubah? “

Saat ini Heinz tidak sedang berdebat dengan sang resepsionis, tapi seorang anggota staf pria yang tampaknya adalah seniornya. Tapi situasinya terlihat lebih buruk bagi anggota staf tersebut.

“Itu …”

“Aku tahu bahwa tidak ada gunanya mengatakan ini kepadamu. Hal yang sama berlaku untuk Ketua Guild dari cabang Niarki. Tapi ada sesuatu yang aku ingin minta dituliskan oleh Master Guild. Aku ingin dia menuliskan surat pengantar untuk bisa bertemu dengan Master dari markas besar guild Petualang wilayah Hartner. ” kata Heinz.

“Ji-jika Pemimpin Guild kami menuliskan sesuatu semacam itu, bukankah itu berarti beliau akan mendukungmu ?!” kata anggota staf itu.

Heinz menekan anggota staf itu lebih jauh lagi. “Jadi, dia tidak bisa melakukannya? Meskipun dia bisa menyetujui perubahan aturan yang tidak berarti semacam itu? ”

“I-Ini bukanlah sesuatu yang bisa diputuskan oleh anggota staf biasa!” Protes anggota staf itu.

“Setiap petugas Guild pasti tahu bahwa perubahan aturan yang tidak berarti ini merupakan keputusan tanpa komitmen yang dibuat oleh Tuan Belton untuk mendapatkan dukungan dari gereja-gereja, termasuk Gereja Alda karena ia tidak dapat memperoleh dukungan dari pasukan wilayah mereka karena adanya perselisihan keluarga. Lagipula itu adalah sesuatu yang bahkan bisa aku pahami.” kata Heinz.

Rupanya, banyak tokoh penting di Gereja Alda wilayah Hartner yang lebih fundamentalis daripada anggota golongan damai.

“Anak-anak yang memiliki darah monster itu berbahaya, sehingga mereka tidak bisa dinilai hanya dengan satu kali pemeriksaan. Mereka bisa kehilangan kendali diri kapan saja, jadi membiarkan mereka masuk ke sekolah para petualang juga akan menjadi hal yang berbahaya. Apakah kalian benar-benar percaya akan hal-hal ini? ”Tanya Heinz.

Semakin banyak Heinz berbicara, semakin pucat wajah anggota staf itu dan semakin dia berjuang keras untuk mempertahankan kontak matanya. Kemungkinan dia diam-diam setuju dengan kata-kata Heinz. Tampaknya hal yang sama berlaku untuk anggota staf dan resepsionis lainnya.

Petualang lain yang hadir menyuarakan persetujuan mereka.

“Apa masalahnya? Kalian hanya perlu menyampaikan pesan! “

“Itu benar, benar! Pintu Guild Petualang selalu terbuka lebar, bukan ?! ”

“Kalian tidak berencana untuk mengusir kami para Beast-people, bukan?”

Dan kemudian anggota staf itu tampaknya telah mengambil keputusan. “Aku mengerti,” katanya. “Tapi satu-satunya hal yang bisa kulakukan adalah menyampaikan pesan itu ke Guild Master.”

“Aku tahu. Itu sudah cukup.” kata Heinz.

“Aku akan memperingatkanmu … Sebagai seorang petualang kelas A, kau sudah memiliki pengaruh yang lebih tinggi dari bangsawan kelas rendah. Maksud tujuanmu akan diketahui oleh para penguasa. Tapi tolong jangan lupa bahwa itu tergantung pada para penguasalah tentang bagaimana cara menafsirkan tujuanmu itu. ” kata anggota staf kepadanya.

“Aku juga tahu itu. Bukan sebagai anggota kelompok kedamaian Alda, tapi sebagai seorang petualang, aku percaya bahwa Guild tidak harus mematuhi kehendak politisi. Hanya itu saja yang ingin aku katakan. ‘Pintu menuju petualangan terbuka untuk semua anggota ras’ … Kita tidak boleh mengabaikan kata-kata sang pendiri, bukan? ” kata Heinz.

“Aku juga menyukai kata-kata itu,” kata anggota staf itu. “Sekarang, aku akan mengirim utusan kepada Guild Master, jadi permisi. Kau beruntung, bukan? “Katanya sambil tersenyum pada Vandalieu.

Dengan kata-kata anggota staf itu, otak Vandalieu akhirnya mulai berfungsi kembali.

Beruntung? Kenapa? Karena dia sudah bisa melihat bagaimana penampilan musuhnya dan bagian dari kekuatannya? Tidak, bukan itu …

Mungkinkah … Heinz membantuku? Mustahil!

2 komentar untuk “Chapter 77.1 – Meninggalkan Wilayah Duke, Tidak Bisa Memaafkan Musuh”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *