Chapter 69.2 – Membuat Keputusan Terhadap Nyawa Seseorang di Desa Pertama

“UWAH! Kasim, ada sesuatu di belakangmu! “

Penjaga toko jack-of-all-trades itu menyebut Vandalieu sebagai “sesuatu” dan mengarahkan jarinya ke arahnya.

“… Halo.” Sambil mencoba untuk tidak berkecil hati, Vandalieu menyambutnya.

“Hyih ?! Itu berbicara ?! Seseorang tolong panggilkan pendeta-sama! ”

Bukankah kata-kata ini terlalu kejam, bahkan untuk desa terpencil di pedesaan?

“Tunggu, Oyaji-san . Anak ini bukanlah hantu! “

(Flapy : Oyaji = pak tua)

“Hawa keberadaannya memang kurang, tapi dia benar-benar hidup!”

“Kami bisa menjelaskannya! Tolong tenanglah dan dengarkan kami! “

Party Kasim buru-buru meraih penjaga toko dan membawanya kembali ke toko dengan cara yang sedikit kasar mengingat bahwa mereka berusaha untuk menenangkannya.

Kata-kata Kasim dan teman-temannya telah membuat Vandalieu menyadari bahwa hawa keberadaannya terasa setipis udara bagi mereka yang tidak terpengaruh oleh Mantra Atribut Kematiannya.

Tampaknya alasan mengapa para penduduk desa tidak mengatakan apa-apa kepada Vandalieu adalah karena mereka tidak memperhatikannya.

“Maaf soal ayahku. Dia suka mengatakan hal-hal bodoh, ” kata Lina yang merupakan petugas dari cabang Guild petualang desa ini dan merupakan putri dari toko serba bisa ini.

Dia merupakan petugas Guild yang cerdas, sederhana, seperti gadis desa pada umumnya … tidak juga. Dia adalah seorang gadis desa yang telah mengambil ujian untuk menjadi petugas Guild Petualang.

Entah ada petualang atau tidak di desa itu, itu akan sangat mempengaruhi usia desa kecil semacam itu, jadi membangunnya adalah hal yang penting untuk dilakukan, bahkan jika itu adalah penginapan kecil dan merupakan satu-satunya toko di desa.

“Tidak masalah. Aku sudah terbiasa, “kata Vandalieu.

Ini adalah sebuah kebohongan yang terlihat jelas. Tapi meskipun rasa terkejut karena telah diperlakukan seperti ini masih bergema di dalam diri Vandalieu, itu tidak akan muncul dalam ekspresinya.

“Sungguh? Maka kuanggap itu tak masalah, tapi aku benar-benar minta maaf tentang itu, ” kata Lina ketika dia menatap wajah Vandalieu yang mirip dengan boneka. Meskipun dia kembali meminta maaf, dia mengabaikannya tanpa memperhatikan perasaan Vandalieu.

“Lina, yang lebih penting lagi, tolong tukarkan ini dengan uang,” kata Fester.

“Ya ya. Umm … Ini dari Goblin Soldier dan Goblin Barbarian ?! Sungguh menakjubkan bahwa kalian telah  berhasil memusnahkan semua monster ini; bukankah kalian masih berada di kelas-E ?! “Lina bertanya kepada mereka dengan ekspresi tercengang.

“Tidak, orang yang mengalahkan mereka adalah—” Fester memulai bercerita.

“Tolong lebih cepat, kita bisa membicarakannya setelah itu. Lakukan saja pertukarannya terlebih dahulu.” kata Kasim.

“Ya kau benar. Umm … “

Lina membuat perhitungan yang terasa sedikit lambat, dan kemudian dia menghitung koin perunggu dan perak. Tampaknya petugas Guild di cabang desa terasa lebih seperti pekerja paruh waktu daripada petugas Guild Petualang yang semestinya, jadi mereka tidak diharapkan untuk menjadi petugas yang mahir.

Faktanya, dengan party Kasim yang menjadi satu-satunya petualang di desa, ia hanya bekerja di Guild Petualang cabang desa ini setiap beberapa hari sekali.

Tapi Vandalieu memperhatikan sesuatu yang lain.

Aku baru memperhatikan hal ini, tapi bagaimana cara Guild Petualang dalam membedakan jenis Goblin yang terbunuh hanya dengan menggunakan telinga mereka?

Telinga bertindak sebagai bukti bahwa mereka telah memusnahkan Goblin. Bahkan Vandalieu bisa tahu dari bentuk dan warna mereka bahwa mereka merupakan telinga Goblin. Tapi jika dia ditanya Goblin macam apa mereka sebenarnya, maka dia tidak akan punya harapan untuk dapat menjawabnya.

Dia akan dapat memahaminya untuk kasus-kasus seperti Raja Goblin, yang memiliki bentuk tubuh yang berbeda dari Goblin lainnya sehingga sulit untuk percaya bahwa mereka merupakan anggota dari ras yang sama. Tapi untuk Goblin Soldier dan Goblin Mage, yang ukuran atau bentuknya tidak jauh berbeda dari Goblin biasa dan hanya memiliki peralatan dan hiasan yang berbeda, mustahil untuk membedakannya hanya dengan melihat telinga mereka.

Jadi bagaimana mereka bisa dipisahkan jenisnya ? Apa mereka membacakan mantra Appraisal untuk masing-masing dari mereka, atau skill seperti Monster Appraisal atau Extermination Proof Appraisal telah diajarkan di Guild?

“Bukti pemusnahan adalah empat belas Goblin Soldier dan satu Goblin Barbarian yang bernilai 400 Baums. Batu sihirnya bernilai 380 Baum, jadi totalnya 780 Baum, ”kata Lina.

Tepat ketika Vandalieu hendak mengajukan pertanyaan tentang telinga Goblin, pertukaran barang pun telah selesai dilakukan.

780 Baum. Jika satu Baum bernilai seratus yen, maka itu akan menjadi senilai 78.000 yen . Bagi Vandalieu, sepertinya jumlah uang sebanyak ini tidaklah layak untuk diperjuangkan dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri. Tapi dia juga tahu bahwa ini adalah apa yang dia rasakan sebagai seseorang yang berasal dari Bumi, dari Jepang.

“Dibagi untuk kita bertiga, masing-masing 260 Baum… Mantap!” Fester mengangkat tinjunya ke udara dengan penuh kemenangan.

“Dengan ini, kita bisa merasa tenang untuk sementara waktu,” kata Zeno sambil menghela nafas lega.

Jika menilai dari reaksi mereka, Vandalieu dapat memahami bahwa 260 Baum adalah jumlah uang yang cukup bagi mereka.

“Berapa nilai yang dimiliki uang itu?” Tanyanya.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

“Ah, 260 Baum? Mari kita lihat … Jika kau bekerja di daerah kumuh dengan salah satu pekerjaan yang relatif lebih baik, maka kau mungkin dapat memperoleh uang sebanyak 260 Baum setelah kau bekerja sekitar dua puluh enam hari, “Zeno menjelaskan.

Tampaknya seseorang perlu memiliki cukup keberuntungan untuk mendapatkan pekerjaan harian di daerah kumuh dan bekerja tanpa istirahat selama dua puluh enam hari untuk mendapatkan 260 Baum.

Tapi mungkin tidak ada program kesejahteraan atau sistem pengamanan seperti asuransi untuk urusan cedera dan sakit. Dan menemukan pekerjaan di setiap harinya adalah hal yang belum tentu terjamin. Jika mempertimbangkan akan hal itu, mampu menghasilkan jumlah uang yang sebanyak ini hanya dalam waktu satu hari mungkin adalah hal yang layak untuk membuatmu mempertaruhkan nyawamu sendiri.

“Tapi bahkan fakta bahwa kami memiliki peluang untuk mendapatkan jumlah uang yang sebanyak ini, semuanya berkat kenyataan bahwa Oyaji-san ini telah membiarkan kami tinggal di sini secara gratis,” lanjut Zeno.

“Tepat sekali, kami akan berada dalam masalah jika kami tidak memiliki para petualang di desa ini, bahkan jika para petualang itu benar-benar melirik putriku,” kata Oyaji-san yang telah disebutkan sebelumnya sambil bergabung dalam percakapan. “Maaf tentang sebelumnya,” katanya kepada Vandalieu.

“Jika kau ingin tinggal di sini, maka aku akan membiarkanmu tinggal di sini gratis seperti orang-orang ini, jadi tolong maafkan aku, Ojou-chan.” Dia meminta maaf dengan ekspresi lembut di wajahnya yang membuatnya terlihat seperti orang yang sama sekali berbeda dari yang sebelumnya.

Itu tak masalah, tapi …

“Oyaji-san! Aku tidak selalu memandangi Lina – “Fester memulai.

“Apa, Fester ?! Apa kau mau bilang bahwa putriku ini tidak sesuai dengan seleramu?! “tanya si penjaga toko. “Dan siapa yang kau panggil Oyaji-sanmu!” tambahnya.

“Hentikan, Ayah!” Kata Lina.

“… Umm, aku ini laki-laki,” kata Vandalieu.

“Eh?”

Untuk beberapa alasan, semua orang yang hadir terlihat terkejut saat mendengar berita ini.

Vandalieu benar-benar merasakan Culture Shock saat itu menyangkut berurusan dengan masyarakat dan budaya selain budaya miliknya.

(flapy : Culture Shock = Kejutan budaya atau gegar budaya merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kegelisahan dan perasaan yang dirasakan apabila seseorang tinggal dalam kebudayaan yang sama sekali berbeda, seperti ketika berada di negara asing. sumber @wiki)

Tapi kejutan terhadap cara masyarakat manusia di Lambda memperlakukanku adalah sesuatu yang benar-benar berbeda.

Vandalieu tidak bisa membayangkan bahwa dia memiliki kehadiran yang lemah seperti layaknya hantu. Dan yang terpenting, ini adalah pertama kalinya dia menyadari bahwa penampilannya terlihat sedemikian rupa sehingga dia akan dikira sebagai seorang anak perempuan.

Ada saat-saat ketika jenis kelaminnya disalahartikan oleh anak-anak Ghoul, tapi ia berpikir bahwa itu hanya karena para pria Ghoul memiliki kepala yang terlihat seperti singa.

Sebelumnya teman-teman Vandalieu yang lainnya tidak pernah salah mengira jenis kelaminnya.

Sebenarnya, itu karena Para Ghoul dan Undead Titan mendengar Vandalieu menggunakan “俺 / ore *” sebagai kata ganti untuk dirinya sendiri, dan karena Sam dan putri-putrinya menyebutnya sebagai “Bocchan *.” Itu bukan karena mereka sudah menyadari bahwa Vandalieu adalah anak laki-laki sejak awal.

(Flapy *: 俺 / ore adalah kata ganti yang cukup sering digunakan oleh laki-laki. Bocchan adalah istilah yang berarti “tuan muda” yang juga hanya merujuk pada laki-laki.)

Dalam nada yang sama, yang lainnya juga telah menentukan jenis kelaminnya dengan fakta bahwa kata ganti untuk dirinya sendiri adalah “俺 / ore”, karena ia disebut sebagai Raja, perilakunya yang tidak feminin dan hal-hal lain daripada dari penampilan wajahnya.

Yah, aku baru tujuh tahun. Aku akan memasuki periode pertumbuhan keduaku. Begitu suaraku berubah, aku akan menumbuhkan rambut di bagian-bagian wajahku dan mendapatkan otot, jadi tak akan ada lagi orang yang bisa menyalahartikan hal itu, Vandalieu berkata pada dirinya sendiri untuk memulihkan dirinya dari keterkejutan.

Jika seseorang bertanya apa yang saat ini sedang dilakukan Vandalieu, jawabannya adalah bahwa saat ini dia sedang menawarkan sebuah topik pembicaraan.

“Huh, jadi anak ini adalah seorang Dhampir. Ini pertama kalinya aku melihatnya. “

“Ya ampun, bukankah dia terlihat seperti boneka? Apa kau makan dengan benar? “

“Aku menyentuh Dhampir!”

“Heheh, aku pria yang beruntung.”

“Hei! Kalian bersikap kasar! ”

Dia diperlakukan seperti binatang langka. Tampaknya di desa budidaya yang hanya menawarkan penghuninya beberapa cara untuk menghibur diri mereka, “Dhampir yang telah mereka lihat untuk pertama kalinya” adalah sesuatu yang menjadi  semacam tontonan untuk dilihat. Karena hal inilah, satu demi satu penduduk desa datang ke ruang makan toko serba guna itu.

Itu jauh lebih baik daripada diperlakukan sebagai hantu. Vandalieu sendiri tidak keberatan dengan perlakuan semacam ini dan merespon dengan sopan ketika penduduk desa berbicara dengannya, sehingga penduduk desa pun tidak menahan diri.

“Begitu, jadi kau juga mengalami masa-masa sulit, bukan?”

“Ini pasti sulit, tapi kau harus melakukan yang terbaik.”

Penduduk desa umumnya memperlakukan Vandalieu dengan baik. Vandalieu berpendapat bahwa mereka dapat bersimpati pada kisah hidupnya karena mereka adalah mantan pengungsi, mereka sendiri telah menderita, dan mereka memiliki kebebasan untuk merasa simpati terhadap masa lalu orang lain di desa budidaya ini. Tapi ada dua alasan lain.

Yang pertama adalah bahwa penduduk desa telah melihat mata Vandalieu yang terlihat mati dan tanpa ekspresi, dan menganggap bahwa ia telah melewati masa-masa yang sangat sulit.

Yang kedua adalah bahwa Vandalieu merupakan seseorang yang dapat mereka santuni tanpa merugikan diri mereka sendiri.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Jika Vandalieu hanyalah seorang anak yatim yang tidak berdaya, tidak peduli seberapa besar simpati penduduk desa terhadapnya, hal-hal yang dapat mereka lakukan untuknya akan terbatas. Sebagian besar penduduk desa masih muda dan masih mampu melakukan banyak pekerjaan di masa depan, tapi meskipun demikian, mereka tidaklah makmur.

Untuk saat ini, mereka masih dibebaskan dari membayar pajak, tapi dalam dua tahun lagi, keuntungan ini akan terhenti. Penduduk desa tidak akan bisa membawanya dan membesarkannya.

Tapi Vandalieu adalah seseorang yang berharap untuk menjadi seorang petualang, dan jika bahkan setengah dari cerita Kasim dan teman-temannya dapat dipercaya kebenarannya, dia sudah memiliki setidaknya kekuatan yang cukup untuk bisa memusnahkan Goblin. Karena itulah, bersimpati dengannya seperti ini dan mentraktirnya makanan sudah terbilang cukup baik.

Namun, ini adalah perlakuan yang jauh lebih baik daripada ketidaktertarikan total yang akan dia dapatkan di sebuah kota.

“Sudah kubilang, itu benar! Anak ini datang dari belakang dan memotong kepala Goblin Barbarian dalam satu serangan! “Seru Fester.

“Hmm, ini tidak seperti aku meragukanmu. Tapi itu sedikit terlalu sulit untuk dipercaya …” kata Lina.

“Tidak, kau meragukanku, kan! Percayalah, Lina! “

“Fester, kita melihatnya dengan mata kepala kita sendiri dan masih tidak bisa mempercayainya, jadi bukankah terlalu berlebihan untuk meminta Lina untuk memercayainya?” Zeno menunjuk.

Mereka berbicara di belakang Vandalieu, tapi mengingat bahwa dia bisa membunuh monster Peringkat 3 tanpa banyak usaha, itu bukanlah sesuatu yang layak untuk diyakinkan oleh siapa pun, jadi dia tetap diam.

Bahkan baru kemarin, dia telah membuat Goblin King peringkat 4 menjadi sepenuhnya tak berdaya tanpa banyakkesulitan. Membunuh satu Goblin Barbarian bukanlah pencapaian yang signifikan jika dibandingkan dengan itu.

Juga, Vandalieu tidak bisa mendaftar di cabang Guild Petualang yang dikelola oleh Lina sendiri.

Rupanya, satu-satunya hal yang bisa dilakukan di sini adalah melakukan pertukaran bagian-bagian bukti pemusnahan dan bahan lainnya. Untuk mendaftar, Vandalieu harus pergi ke cabang Guild Petualang yang layak di kota.

Meskipun Borkus dan yang lainnya telah memberitahunya bahwa dua ratus tahun yang lalu, pendaftaran adalah hal yang memungkinkan bahkan di cabang-cabang yang ada di desa-desa kecil.

Tampaknya bukan hanya wilayah duke Hartner saja yang telah mengalami kemerosotan dalam dua ratus tahun terakhir; Tampaknya Guild  Petualang di Kerajaan Orbaume juga telah mengalami kemerosotan.

“Bocah ini adalah bocah Dhampir yang telah menyelamatkan Kasim dan teman-temannya?”

Dua orang pria masuk sambil menanyakan pertanyaan ini.

Keduanya adalah anggota lanjut usia yang terlihat jarang di desa ini, yang kebanyakan terdiri dari kaum muda; sepertinya beberapa tahun telah berlalu sejak mereka berada di puncak kehidupan mereka. Pria yang ada di depan mengenakan pakaian yang mirip dengan penduduk desa lainnya, tapi orang yang mengikuti di belakangnya mengenakan pakaian yang terbuat dari katun, yang telah diwarnai menggunakan pewarna dengan benar, dan ada kalung yang memiliki hiasan yang dibenci Vandalieu, yang tergantung di lehernya.

“Ketua, Priest-sama, apa kalian sudah selesai berdiskusi?” Tanya penjaga toko serba guna itu.

“Ya, sudah selesai,” jawab kepala desa. “Yang lebih penting lagi, kita harus berterima kasih kepada anak ini,” katanya sambil memegang tangan Vandalieu dan membungkuk.

“Terima kasih banyak karena telah menyelamatkan Kasim dan teman-temannya. Bahkan jika kau adalah seseorang yang bercita-cita menjadi seorang petualang, aku yakin butuh keberanian besar untuk menarik perhatian para Goblin. ” tambahnya.

Tampaknya kisah yang beredar di antara penduduk desa adalah, “Vandalieu telah menarik perhatian Goblin yang kuat sementara party Kasim melakukan serangan balik untuk memusnahkan para Goblin.”

Vandalieu terlihat kecil jika dibandingkan dengan anak-anak seusianya, jadi bagi penduduk desa yang tidak tahu banyak tentang Dhampir, ini mungkin jauh lebih mudah untuk dipercaya daripada kebenaran seperti, “Vandalieu telah memotong kepala Goblin yang telah memerintahkan satu unit kecil goblin, dari belakang. . “

“Aku senang bisa membantu,” jawab Vandalieu, ia tidak terlalu tertarik untuk mengoreksi kebenarannyas.

“Tapi kau tidak harus melakukan hal-hal yang berbahaya semacam itu. Para petualang harus dapat bertahan hidup.” kata kepala suku kepadanya.

Sekarang setelah aku memikirkannya kembali, kupikir orang-orang di sini adalah orang-orang yang lebih baik daripada siapa pun yang ada di Bumi.

Vandalieu merasa sedikit terharu saat berpikir bahwa manusia tidaklah seburuk itu. Namun, ada “Pendeta-sama” yang tersenyum di belakang kepala desa yang baik ini, jadi dia tidak bisa mengendurkan kewaspadaannya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *