Chapter 60.3 – Para Kondektur dan Para Pemain Mengawasi Para Intrumen Menuju ke Atas Panggung

Di Talosheim, yang sekarang telah menjadi hangat dan nyaman, Vandalieu membuka matanya. Dia diam-diam menatap ke udara kosong tanpa sedikitpun berkedip.

“Mereka disini. Orang-orang itu ada di sini. “

Para Golem dan Undead pengintai yang di siagakan di sekitar terowongan telah melihat aktivitas ramai yang ada di sekitar benteng yang telah dibangun oleh negara perisai Mirg.

Ketika Vandalieu menghubungkan pandangannya dengan familiar yang telah dia kirim, Lemure-nya, dia melihat ada lebih banyak orang di dalam benteng tersebut daripada apa yang pernah dia lihat sejak datang ke Lambda.

Beberapa ribu orang. Jumlah mereka tidak mungkin lebih dari sepuluh ribu, tapi setidaknya ada sekitar lima ribu.

“Apa ada Vampir?” Tanya Eleanora.

“Aku tidak bisa mengetahuinya hanya dengan melihat. Ada juga banyak ksatria yang memakai armor besi.” jawab Vandalieu.

Selain bola mata, taring, dan kulit pucat mereka yang seolah-olah telah kehilangan semua darahnya, Para vampir tidak terlihat jauh berbeda dari ras tempat mereka berada. Tapi mereka harus mengenakan jubah tebal dan topi yang terbuat dari kain dan bulu serta tudung rendah di atas wajah mereka untuk mencegah kulit mereka terbakar oleh sinar matahari, sehingga biasanya mereka terlihat mencolok jika mereka pergi ke luar.

Namun, dalam situasi di mana mengenakan armor dan helm seorang prajurit adalah hal yang normal, mereka tidak akan terlihat menonjol.

“Aku tidak berpikir bahwa mereka akan ada diantara para ksatria. Mereka pasti berbaur di antara tentara bayaran dan petualang.” kata Eleanora padanya.

“Di saat-saat seperti ini, negara perisai Mirg memiliki kebiasaan yang menyusahkan yaitu mereka akan melakukan yang terbaik untuk tidak menyewa petualang secara gratis. Jadi, jika mereka ingin menyelinap masuk, maka itu pasti akan berada di pasukan tentara bayaran.” tambah Kachia.

Eleanora memberikan pengetahuannya tentang Vampir dan Kachia, yang merupakan mantan petualang di negara perisai Mirg, menambahkan informasi itu ke dalamnya.

“Kalau begitu, apa mungkin kelompok itu?” Vandalieu bertanya-tanya.

Vandalieu memperhatikan sebuah kelompok yang mengenakan armor yang berbeda dan memegang perisai yang berbeda dari pasukan lain. Mereka semua dilengkapi dengan armor dan helm yang tebal, tapi mereka berbaris sejalan dengan yang lainnya.

Jumlah mereka ada sekitar tiga puluh. Dan tentu saja, karena mereka tidak bisa mengekspos kulit mereka terhadap sinar matahari, jadi Vandalieu tidak bisa melihat wajah mereka.

“Yah, jika kita sudah memastikan bahwa akan ada Vampir di antara mereka, maka aku harus pergi sebelum hari ini berakhi. Timur atau barat, ke mana aku harus pergi?” kata Zadiris.

” Kalau begitu ke timur. Jika mereka datang, itu pasti di sore hari.” kata Vandalieu.

“Baiklah, serahkan padaku.”

Setelah mengirim Zadiris, Vandalieu dan yang lainnya mulai bergerak. Mereka memanggil para sekutu mereka kembali dari dungeon dan membuat persiapan mereka.

Vandalieu memprediksi bahwa semuanya akan berakhir seperti ini dan memulai persiapannya sejak dua tahun yang lalu, jadi tak ada alasan baginya untuk tergesa-gesa. Dia telah menyiapkan banyak senjata tersembunyi dan kartu truf. Saat menilai dari suara-suara yang didengar Vandalieu, ada sekitar enam ribu pasukan ekspedisi yang mendekati kota, tapi tak satu pun dari mereka yang merasa putus asa.

Bahkan jika pasukan ekspedisi tersebut berjumlah dua kali lipat dari mereka yang sekarang, kemungkinan sikap mereka tetap tidak akan berubah.

“Hanya untuk memastikan saja, bahkan jika kalian membunuh pasukan tentara ekspedisi itu, tolong jangan memakan mereka di tempat,” kata Vandalieu kepada penduduk Talosheim.

“Aku tahu, Raja. Pastikan bahwa kau akan memberi kami banyak mayones sebagai gantinya! ”

“Ya, dinosaurus goreng dengan campuran miso terasa lebih baik daripada daging manusia!”

“Aku ingin papan untuk permainan shogi itu!”

“Ya, ya, aku akan membuatkan banyak mayones, miso, dan set shogi untuk merayakan kemenangan kita, jadi semuanya harus melakukan yang terbaik dan memastikan untuk tidak mati. Aku tidak akan pergi ke dunia yang selanjutnya hanya untuk memberikan hadiah kalian.” kata Vandalieu.

“Kau bilang pada Undead untuk tidak mati? Kami mengerti, Raja Gerhana! “

Suasana di kota itu bahkan lebih cerah dari biasanya. Tempat perlindungan untuk orang-orang yang tidak berperang seperti Pauvina telah dipersiapkan, jadi tidak akan ada adegan seperti yang ada di film-film bencana di Bumi, di mana warga sipil akan lari untuk menyelamatkan hidup mereka … Lagi pula tak ada tempat untuk lari bahkan setelah mereka melarikan diri dari Talosheim.

Tak perlu dipertanyakan lagi bahwa Talosheim adalah satu-satunya bagian yang aman di wilayah selatan benua yang dikelilingi oleh Boundary Mountain Range.

“Kita akan terus bertarung dengan punggung menghadap ke dinding, jadi adalah hal yang wajar untuk menjaga diri kita sendiri dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum kita bertarung, bukan?” Kata Vandalieu.

Bahkan jika mereka harus menyeberangi Boundary Mountain Range lagi, Para Ghoul dan Undead Titan akan diburu sebagai monster di Kerajaan Orbaume.

Itu sebabnya, mereka harus mengusir pasukan ekspedisi ini. Dan bisa dibilang mereka tidak bisa mengambil tahanan.

Bahkan jika mereka adalah kumpulan para prajurit ter-elit, mereka akan berpikir untuk mundur begitu mereka kehilangan sekitar sepertiga dari pasukan mereka. Khususnya untuk pasukan ekspedisi ini, ada banyak kondisi yang tidak menguntungkan untuk perang ini.

Fakta bahwa tidak ada daerah aman di sekitar juga berlaku untuk pasukan ekspedisi, dan untuk saat ini, mereka harus tetap waspada terhadap monster-monster tak berakal seperti Goblin dan Needle Wolves atau kawanan kecil monster lain yang menyerang wilayah pertahanan yang lemah. Tapi jika jumlah mereka berkurang dan mereka tersebar saat mereka berlari, maka para monster akan membantai sebagian besar dari mereka.

Bahkan jika mereka mempertahankan formasi mereka saat mereka mundur, itu akan memakan waktu selama beberapa hari untuk mencapai terowongan melalui Boundary Mountain Range.

Jika Vandalieu meminta mereka untuk menyerah, mungkin akan ada ratusan atau bahkan mungkin ribuan orang yang akan memutuskan bahwa mustahil untuk melarikan diri dari Para Ghoul dan Undead, dan bersedia menjadi tawanan perang.

“Tapi membawa mereka sebagai tahanan setelahnya itu…” Vandalieu memulai.

“Tidak mungkin,” kata Sam untuk menyelesaikan kalimatnya.

“Selama masa perang, para tahanan perang akan dibebaskan setelah musuh membayar tebusan atau dijual sebagai budak, tapi Kekaisaran Amid dan negara perisai Mirg tidak berniat untuk bernegosiasi dengan kita, dan akan sulit untuk menggunakan mereka bahkan sebagai budak. ” Tambahnya.

Dalam perang normal, perlakuan terhadap tawanan perang sama persis seperti yang dijelaskan oleh Sam, tapi Kekaisaran Amid dan negara perisai Mirg tidak melihat Talosheim sebagai negara atau Vandalieu sebagai seorang raja. Mereka hanyalah kumpulan monster.

Negosiasi tidak akan pernah terjadi, bahkan jika Vandalieu melakukan banyak upaya untuk mewujudkannya. Kekaisaran Amin dan negara perisai Mirg tidak akan pernah mengakui bangsa yang terdiri dari Ghoul dan Undead dengan Dhampir sebagai raja mereka.

Nuaza mengangguk. “Kita mungkin bisa mengelola beberapa lusin budak, tapi seratus atau dua ratus akan mustahil untuk dikendalikan.”

Seperti katanya, mengubah tahanan perang menjadi budak akan terasa sulit. Item Sihir berbentuk kerah yang memaksa kepatuhan dari si budak memang ada di dunia ini, tapi karena itu tidak ada di Talosheim, maka mereka harus memantau dan memaksa mereka untuk bekerja seperti di penjara-penjara yang ada di Bumi.

Mereka bukanlah penjahat dan orang bengis, tapi tentara elit yang telah mengalami pelatihan dan pertempuran yang keras.

Bahkan jika pikiran mereka hancur saat mereka menyerah, mereka mungkin akan mendapatkan kembali tekad mereka untuk membalas dendam dan keyakinan mereka pada Alda seiring berjalannya waktu.

“Sejak awal kita kekurangan orang. Kita hanya memiliki dua ribu orang; mustahil kita bisa mengawasi ratusan budak. ” kata Vandalieu.

Selain Cemetery Bees dan Immortal Ents, saat ini populasi Talosheim terdiri dari sekitar seribu Undead Titan, tujuh ratus Ghoul termasuk anak-anak, dan dua ratus anggota ras baru yang Vandalieu ciptakan seperti Braga. Totalnya ada sekitar seribu sembilan ratus orang.

Jika pemantauan para tahanan diserahkan kepada para Golem, Vandalieu hanya bisa memprediksi masa depan di mana para tahanan akan mengejutkan mereka, dan hal yang sama akan terjadi jika dia membuat beberapa Zombie untuk melakukan pekerjaan itu secara terburu-buru. Mereka adalah para prajurit elit yang mampu mengalahkan monster Peringkat 3 sendirian. Bahkan jika mereka tidak bersenjata, kemungkinan mereka akan bisa bertarung secara seimbang melawan monster Peringkat 2, dan jika mereka bekerja sama, mereka bahkan mungkin bisa menjatuhkan monster Peringkat 3. Dengan keterampilan bela diri dari Teknik Bertempur Tanpa Senjata di dunia ini, bahkan sebuah batu dapat dengan mudah dihancurkan oleh mereka.

Mereka adalah orang-orang yang bisa mengalahkan beruang dengan tangan kosong.

Dan bahkan jika mereka berhasil mengubah para tahanan menjadi budak, ada masalah mengenai apa yang akan mereka lakukan terhadap mereka sesudahnya.

Bahkan jika mereka dipaksa untuk bekerja sampai mereka mati, Talosheim memiliki para Undead dan Golem yang tak kenal lelah, jadi budak akan terbilang lebih inferior sebagai tenaga kerja.

Akan lebih mudah untuk membuat terjadinya sebuah keajaiban daripada mencoba untuk membujuk mereka untuk menjadi sekutu Vandalieu. Jika Talosheim adalah negara manusia, maka mungkin para prajurit tersebut akan dapat dibujuk dengan ketekunan bahkan jika mereka lahir dari negara musuh.

Tapi bagi para prajurit pasukan ekspedisi, Vandalieu dan penduduk Talosheim bukanlah manusia. Mereka adalah monster. Mereka akan menjadi musuh yang telah menangkap mereka, membunuh rekan-rekan mereka, musuh yang harus dikalahkan menurut ajaran Alda yang merupakan dewa dari agama nasional mereka.

Dan yang terpenting, tidak seorang pun di Talosheim yang memiliki pengetahuan tentang bagaimana cara mengubah pandangan mereka.

“Tapi apa itu akan tetap mustahil bahkan jika anda menggunakan skill Mantra Atribut Kematian anda, Putra Suci?” Tanya Nuaza.

“Memenuhi persyaratan skill agar skill itu dapat berlaku akan sama halnya dengan menyiksa mereka sampai mati,” Vandalieu menyatakan hal itu.

Kachia dan mantan manusia petualang lainnya telah menunjukkan bahwa manusia yang hidup sekalipun dapat dipengaruhi oleh Mantra Atribut Kematian.

Namun, agar itu terjadi, mereka harus berada dalam kondisi mental putus asa total dalam hidup mereka, di mana mereka menginginkan keselamatan dalam kematian mereka.

Jadi untuk mengubah para tahanan tersebut ke sisi Vandalieu ketika mereka masih hidup dengan menggunakan Mantra Atribut Kematian, mereka harus disiksa dengan cara yang mengerikan dan sampai hati mereka hancur berkeping-keping, sampai mereka berada dalam keadaan di mana mereka tidak dapat melakukan hal lain selain berbisik, “Bunuh aku,” dan, “aku ingin mati.”

“Jika aku harus melakukan itu, bukankah akan lebih manusiawi untuk membunuh mereka dan mengubahnya menjadi Undead demi mengubah mereka menjadi di pihak kita?” Vandalieu menunjukkan.

“Memang benar. Bahkan ketika datang untuk mendapatkan informasi, akan lebih cepat bagimu untuk membunuh mereka untuk membuat mereka berbicara, Bocchan.” Sam setuju.

“Tapi Anak Suci, mengapa baru sekarang anda merasa khawatir tentang bagaimana cara menangani tentara musuh?. Bukankah itu sudah diputuskan sejak lama bahwa kita akan membantai mereka semua?” Tanya Nuaza.

“Itu benar, tapi sekarang setelah kau mengatakan hal itu … Aku berpikir bahwa mereka pasti akan mengatakan sesuatu tentang hal itu,” kata Vandalieu.

“Mereka?”

“Ya, mereka yang akan bereinkarnasi di dunia ini.”

Vandalieu akan membantai seluruh pasukan ekspedisi dan mengurangi kekuatan negara perisai Mirg.

Kemungkinan mereka yang bereinkarnasi di sini dari Origin akan melihat ini sebagai tindakan jahat. Vandalieu langsung jatuh ke suasana muram ketika dia menyadari akan hal ini.

“Yah, mereka akan mengerti jika aku menjelaskan situasinya kepada mereka dengan benar … mungkin? Aku harus menjadi lebih kuat untuk menghadapi kemungkinan dimana mereka tidak mengerti akan maksudku. ”Ini adalah kesimpulan yang akhirnya Vandalieu sampaikan.

Di dunia ini, ada terlalu banyak alasan baginya untuk tumbuh lebih kuat.

Name: Isla

Rank: 10

Age: Approximately 30,000 years old

Title: Ternecia’s Hound

Race: Noble-born Vampire Countess

Level: 79

Job: Slaughtering Executioner

Job level: 88

Job history: Apprentice Warrior, Apprentice Mage, Magic Warrior, Warrior Executioner, Shapeshifter

Passive skills:

  • Dark Vision
  • Status Effect Resistance: Level 9
  • Superhuman Strength: Level 9
  • Rapid Regeneration: Level 3
  • Mental Corruption: Level 3
  • Slaughter Healing: Level 7
  • Intuition: Level 5
  • Enhanced Attribute Values: Loyalty: Ternecia: Level 5

Active skills:

  • Bloodsucking: Level 3
  • Water-Magic: Level 5
  • Fire-Attribute Magic: Level 5
  • No-Attribute Magic: Level 1
  • Mana Control: Level 5
  • Swordsmanship: Level 10
  • Armor Technique: Level 9
  • Surpass Limits: Level 7
  • High-speed Flight: Level 5
  • Pursuit: Level 8
  • Torture: Level 5
  • Unique skills:
  • Shapeshift: Level 7