Chapter 103.1 – Setengah Vampir yang Kecewa dan Vampir Keturunan Murni yang Gila

Meskipun tidak memiliki sisik, Vandalieu telah memperoleh gelar Raja Berisik.

Gelar Scaled King biasanya adalah sesuatu yang Fidirg, the Dragon God of Five Sins, anugerahkan kepada mereka yang telah menuntaskan Dungeon kelas D seorang diri yang dikenal sebagai Sarang Lizardmen sebagai bukti bahwa mereka adalah penguasa baru tanah rawa, jadi tampaknya bersisik atau tidak, itu tak ada bedanya.

(flapy : Scaled King = raja bersisik)

Selanjutnya, meskipun tidak jelas seberapa efektif hal ini, Vandalieu mencoba untuk mendapatkan perlindungan ilahi Fidirg (atau lebih tepatnya, membuatnya memberikan perlindungan ilahi padanya), namun Fidirg menjawab bahwa itu tidak mungkin dan menundukkan kepalanya.

“Hah… Apa maksudmu?” tanya Vandalieu.

“Artinya, keadaanku saat ini tidak mencukupi…”

“Perlindungan ilahi biasanya merupakan hal-hal yang diberikan oleh makhluk superior kepada makhluk yang lebih lemah, jadi …”

“Misalnya, akan efektif bagi rubah untuk meminjam kekuatan harimau. Tapi tidak akan ada gunanya harimau meminjam kekuatan rubah. Semacam itulah… “

Itu adalah penjelasan yang mudah dipahami mengenai perlindungan ilahi yang kemungkinan besar akan menyebabkan orang-orang kehilangan kepercayaan mereka pada dewa.

Dan tampaknya Fidirg, the Dragon God of Five Sins, merupakan rubah dan Vandalieu adalah harimaunya.

“Begitu. Jadi, maksudmu itu tidak mungkin karena kau belum sepenuhnya pulih? ” kata Vandalieu.

Faktanya adalah bahwa Vandalieu, yang mampu memanipulasi pecahan Raja Iblis dengan sempurna dan memiliki jumlah kapasitas Mana yang lebih besar daripada Fidirg, dalam hal status dari Fidirg, dia tidak akan jauh berbeda bahkan jika Fidirg telah pulih sepenuhnya. Faktanya, tidak aneh untuk membayangkan Vandalieu sebagai makhluk superior, karena dia memiliki lebih banyak kebebasan dengan tubuh fisiknya dan memiliki senjata yang mampu membunuh dewa.

Tapi beginilah cara Vandalieu menafsirkan sesuatu.

Meskipun makhluk di hadapan Vandalieu bersujud dan memohon ampunan, tidak peduli seberapa kecil martabat yang dimilikinya, dia tetaplah seorang dewa. Dewa merupakan makhluk yang mampu menciptakan keajaiban yang luar biasa dan mengutuk orang-orang dengan kemurkaan yang mengerikan.

Vandalieu hanya berasumsi tanpa berpikir bahwa dewa ini akan jauh lebih kuat darinya setelah dewa ini pulih sepenuhnya.

“Ti-tidak, meskipun aku akan sembuh total, aku bukanlah makhluk yang begitu hebat,” jawab Fidirg jujur.

Untuk saat ini dia membuat dirinya tampak remeh. Dia bukanlah seseorang yang bisa aku remehkan, pikir Vandalieu.

Fidirg hanya bisa melihat tatapan mata hampa yang menatapnya, jadi dia juga sama sekali tidak menyadari kesalahpahaman ini.

“Tetap saja, ketika aku mencoba memberimu perlindungan ilahiku, aku menyentuh jiwamu, dan, bagaimana aku mengatakannya? Bentuknya itu… ”

“Mungkin aku bisa menggambarkannya sebagai sesuatu yang tidak duniawi…”

“Apa kau mungkin telah memakan salah satu dari kami para dewa jahat atau salah satu pengikut kami?”

Fidirg tidak punya waktu untuk menyadari kesalahpahaman itu. Dia terlalu sibuk saat mengetahui bahwa jiwa Vandalieu bukanlah jiwa yang dimiliki seseorang.

Bentuk dan warna jiwa unik seperti sidik jari; tidak ada dua yang sama. Tapi bentuk jiwa Vandalieu terlalu aneh. Bahkan jika pecahan Raja Iblis ikut diperhitungkan.

“Tidak, aku tidak ingat,” kata Vandalieu.

“Apa pernah ada insiden di mana kau menyentuh item terkutuk atau sesuatu yang serupa, dan Nilai Atribut serta skill-skill milikmu berubah setelahnya?” Fidirg bertanya.

“Aku pernah membaca buku terkutuk. Manaku meningkat lima puluh juta, dan aku menjadi bisa menjulurkan lidahku.” kata Vandalieu.

“ITU DIA!” semua kepala Fidirg berteriak secara bersamaan.

Buku terlarang yang dibaca Vandalieu setelah masuk tanpa izin ke dalam Guild Penyihir kota Niarki di wilayah duke Hartner. Fidirg curiga bahwa buku ini berisi dewa jahat atau seorang pengikut dengan status yang sama, dan Vandalieu telah menyerapnya.

“Nak, keluarkan, kau harus segera meludahkannya!” teriak Zadiris.

“Bocchan, kau tidak boleh memakan hal-hal aneh! Kau akan sakit perut!” seru Rita.

“Tidak, kupikir akan luar biasa jika yang dia dapatkan hanyalah sakit perut … dan dia tidak memakannya, kan?” kata Vigaro.

“Dan itu sudah lebih dari setahun yang lalu; bukankah ini sudah terlambat untuk dimuntahkan sekarang? ” kata Putri Levia.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Ah, aku merasa déjà vu, pikir Vandalieu dengan santai saat Zadiris dan Rita menahan tubuhnya terbalik dan mengguncangnya.

“Apa dia temanmu? Jika demikian, maka aku minta maaf, Aku yakin Vandalieu tidak bermaksud jahat. “kata Darcia sambil meminta maaf.

“Tidak, aku tidak yakin ada orang yang berpaling dari Raja Iblis yang akan bersembunyi di dalam buku.”

“Dan menilai dari apa yang kami dengar tentang buku itu, tampaknya ada semacam jebakan yang dapat mengambil alih pikiran setiap orang yang membacanya.”

“Sejujurnya, dia layak mendapatkannya, diserap seperti itu.” sekarang Fidirg tampak puas karena dia telah memecahkan misteri itu.

Faktanya adalah bahwa Buburdura, the evil god of the magic tome, adalah dewa jahat yang merupakan bagian dari sisa-sisa pasukan Raja Iblis, jadi dia bukanlah pendamping atau rekan Fidirg; dia adalah musuh. Dan, tentu saja, Fidirg tidak merasakan keeratan rasial dengan dewa-dewa jahat lainnya, jadi bahkan jika dewa jahat dari dunia asing yang sama dengannya akan dimusnahkan, selama mereka bukan sekutu, dia hanya akan merasa senang bahwa musuhnya telah berkurang satu.

“Namun, aku yakin bahwa ini adalah salah satu alasan dimana aku tidak dapat memberikan perlindungan ilahiku kepadamu,” katanya.

Faktanya, Fidirg bersyukur bahwa sekarang ada alasan yang layak yang membuktikan bahwa dia tidak begitu saja menolak memberikan perlindungan ilahi karena dia tidak ingin menyesal di kemudian hari.

“A-aku mengerti. Yah, itu tidak mungkin, jadi mau bagaimana lagi, ”kata Vigaro.

“I-itu benar, mau bagaimana lagi,” kata Rita.

“Memang. Bagaimana kalau kau mengangkat kepalamu sekarang? ” Zadiris menyarankan.

Semua orang selain Vandalieu sedikit terintimidasi oleh Fidirg. Mereka tidak bisa membedakan keduanya dari segi ukuran jumlah Mana mereka, jadi mereka lebih takut pada Fidirg, yang merupakan the Dragon God of Five Sins.

Orang-orang mungkin bertanya-tanya mengapa mereka takut pada seseorang yang tengah bersujud, namun mengingat makhluk menyedihkan ini adalah monster yang lebih besar dari sebuah kastil, maka itu bisa dimengerti.

Tidak peduli betapa menyedihkan dan mengecewakan itu kelihatannya, bagi Vigaro dan yang lainnya, seorang dewa tetaplah seorang dewa.

“Kalau begitu sebagai gantinya tolong berikan perlindungan ilahimu kepada Lizardmen dan para individu yang layak di Talosheim. Sebagai gantinya, aku akan menempatkan patungmu di Gereja.” kata Vandalieu.

Patung-patung Alda dan dewa-dewi semuanya telah dipindahkan, jadi ada banyak ruang di Gereja Vida.

“Ini adalah sesuatu yang bahkan tidak dapat aku bayangkan!” Tiga kepala Fidirg berseru.

Peningkatan jumlah orang yang berdoa kepadanya berarti pemulihan kekuatannya akan semakin cepat. Tidak ada bedanya baginya walau dia bukanlah satu-satunya dewa yang disembah oleh orang-orang itu.

“Juga, aku punya beberapa pertanyaan, jadi tolong jawab,” kata Vandalieu.

“Aku mengerti.”

Maka, Vandalieu dan rekan-rekannya menjadi tahu akan kebenaran tentang apa yang terjadi seratus ribu tahun yang lalu yang hampir tidak disadari oleh orang-orang di zaman sekarang.

Tinggalkan Pesan