Chapter 102.2 – Kesempatan Bertemu Dengan Dewa

“Pemimpin, huh… Aku ingin gelar ras seperti ‘Amazoness Queen’ atau semacamnya. Bagaimanapun juga, aku tepat di samping Ghoul King Van.” kata Basdia.

Kehadirannya yang bermartabat dengan cepat memudar ketika dia tertawa saat dia mengangkat Vandalieu ke udara.

“Ngomong-ngomong, Van, Jadal menginginkan seorang adik laki-laki atau perempuan,” katanya.

“Lalu ketika kita kembali, aku akan memintanya untuk menunggu delapan tahun lagi… tidak, sekitar sepuluh tahun lagi,” kata Vandalieu.

“Muh, kau dingin sekali, Van.”

“Bagaimana mungkin aku tidak dingin?”

Itu masih mustahil untuk tubuhku, jadi kuharap kau tidak menuntut hal-hal ceroboh semacam itu, pikir Vandalieu.

“Jika ada seorang ratu di samping raja -”

“Pasti ada pelayan yang melayani mereka kan, Bocchan?”

Saria dan Rita telah menjadi Living Maid Armor Peringkat 7. Vandalieu telah membuat hiasan, pita dan rumbai dari Dark Copper dan benang yang dia hasilkan dari mulutnya, dan Saria dan Rita telah mendapatkan gelar ras ini setelah bertarung dengan semua ini yang melekat pada armor mereka.

“Skill Housework milikkua juga meningkat! Sekarang tidak ada yang akan memanggilku pelayan palsu! ” Seru Rita.

“Pelayan palsu … tapi aku merasa bahwa kau lebih sering disebut sebagai pelayan pembunuh?” kata Saria.

Tambahan renda dan potongan armor berbentuk rumbai itu telah menyatu dengan tubuh mereka, dan sekilas, lebih sedikit dari tubuh mereka yang terekspos dan mereka terlihat lebih menggemaskan.

Tapi ini hanyalah ilusi; belahan dada mereka yang besar dan bentuk pinggul mereka masih terlihat jelas.

Mereka bahkan mungkin tampak seolah-olah mengenakan seragam pelayan yang direnovasi yang dibuat oleh seorang bangsawan dengan selera yang aneh.

“Hmm, maka yang terbaik adalah, seorang penyihir berpengetahuan juga berada di sisi mereka,” kata Zadiris, dia mendekati Vandalieu dengan santai.

“Ah, umm, di mana aku seharusnya berada?” tanya Putri Levia yang terlihat bingung saat dia bergeser dalam kebingungan. “Karena aku adalah sang putri, itu akan menjadikanku putri mereka.”

Tidak ada jalan bagiku selain menjadi seorang raja yang penuh nafsu di masa depan, pikir Vandalieu saat dia melihat ke kejauhan, mengingat bahwa Eleanora, Tarea, Kachia dan Bilde akan bergabung begitu dia kembali ke Talosheim. Kebetulan, kemungkinan Bellmond akan menonton dari balik pilar tanpa mengatakan apa-apa atau mendekat.

(Flapy : Harem troos XD)

“Nah akhir-akhir ini, ini mulai membuatku sedikit bahagia,” kata Vandalieu.

Dia berusia delapan tahun, usia di mana tidak aneh baginya untuk mengalami cinta pertamanya. Itu bukan berarti dia benar-benar tidak tertarik pada hal-hal ini.

“Semuanya, kita masih di dalam Dungeon, jadi tolong berhenti di situ. Vigaro-san, jangan hanya berdiri menonton di sana sambil memakan buah Eisen-san. Dan Vandalieu, terus lanjutkan. ” kata Darcia.

“Baik.”

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Kasim dan teman-temannya akan bertanya padanya, “Eh, apa kau tidak akan menghentikannya?” tapi Darcia adalah orang yang penuh gairah yang memiliki hubungan cinta terlarang dengan seorang vampir Bawahan Valen.

Dia tidak akan mengatakan apa pun yang akan menyulitkan selama kedua belah pihak merasakan hal yang sama. Dan semua orang mengatakan bahwa mereka akan menunggu sampai Vandalieu menjadi dewasa, jadi tidak ada yang bisa dihentikan.

Monster insektoid seperti Pete dan Pain, serta monster tipe tumbuhan, juga telah meningkat peringkat mereka. Para Cemetery Bee sekarang semuanya menjadi Cemetery Bee Soldiers, tapi tampaknya mereka tidak berniat untuk kembali ke sarang mereka di Talosheim.

Mereka akan mengikuti Vandalieu yang menyimpan telur ratu lebah yang telah dilahirkan kembali di dalam tubuhnya, dan membantu merawat larva setelah menetas.

“Sekarang, ayo selesaikan pembongkaran material mayat dan istirahat sebelum melihat ke ruang harta karun dan kembali,” kata Vandalieu.

『Level dari skill Rapid Healing, Death-Attribute Magic, Magic Resistance, Chant Revocation, Venom Secretion (Claws, Fangs, Tongue), Enhanced Agility, Body Extension (Tongue), Enhanced Physical Ability (Hair, Claws, Fangs, Tongue), Thread Refining, Surpass Limits, Golem Transmutation, Alchemy, Unarmed Fighting Technique, High-speed Thought Processing, Plant Binding Technique, Thread-reeling, Throwing, Scream, Dead Spirit Magic, Insect Binding Technique, Artillery Technique, Labyrinth Creation and Mana Enlargement telah meningkat! 』

Ruang harta karun tempat Vandalieu dan partynya tuju dipenuhi dengan harta karun dan Item Sihir yang layak untuk di dapatkan oleh mereka yang  pertama kali menakhlukan Dungeon itu.

Tapi mungkin karena ras utama yang mendiami daerah sekitarnya untuk waktu yang lama adalah Lizardmen, ada cukup banyak hal yang sesuai dengan fisik dan selera Lizardmen.

Peralatan pertahanan yang seharusnya dipasang pada ekor yang fleksibel dan kokoh itu tidak berguna bagi manusia atau bahkan beast-people.

“ Rapiéçage dan Yamata akan senang, bukan?” kata Vandalieu.

Dia memang memiliki pilihan untuk itu. Tarea dan Datara kemungkinan akan kesulitan untuk membuat armor khusus untuk dikenakan pada ekor, jadi untungnya dia telah menemukannya.

Tidak ada koin emas atau perak, tapi ada banyak bongkahan emas dan perak yang tergeletak di sekitar, juga banyak batu permata yang begitu besar sehingga jika dipasang pada sebuah cincin, jari mereka akan lelah saat memakainya.

Harta-harta non Item sihir ini saja sudah cukup berharga untuk bisa membeli gelar kebangsawanan.

Faktanya, menyelesaikan Dungeon kelas B yang belum pernah ditakhlukan sebelumnya adalah pencapaian yang cukup besar untuk  bisa menjadi seorang bangsawan Honorer. Jika pencapaian itu diakui, itu saja.

Untungnya, Vandalieu tidak menyadari hal ini.

“Kristal besar itu, bukan, apa itu sebuah bola? Apa yang akan kau lakukan dengan itu? ” tanya Vigaro, dia menarik perhatian Vandalieu ke sebuah bola besar dengan menunjuknya.

“Untuk saat ini, kita akan membawanya… tidak, hentikan. Itu barang yang berbahaya, “kata Vandalieu.

Ada reaksi dari Danger Sense: Death. Dengan kata lain, orb ini adalah item berbahaya yang bisa menyebabkan kematian Vandalieu dan rekan-rekannya.

Retakan mulai muncul dengan keras di bola itu.

“Apa?!”

“Menjauh dari benda itu, Vigaro!”

“Semuanya, mendekatlah ke Bocchan! “

Semua orang berkumpul di dekat Vandalieu dan mempersiapkan diri saat dia memasang penghalang.

Dan kemudian bola itu hancur berkeping-keping.

Dengan raungan yang memekakkan telinga, Naga yang sangat besar dan tampak aneh muncul dari bola itu.

Tampak seolah-olah itu adalah tangan orang raksasa yang tertutup sisik-sisik yang sangat besar, jari-jarinya digantikan oleh kepala ular bermata satu. Saat makhluk itu meraung, Vigaro, Zadiris dan yang lainnya, yang peringkatnya telah meningkat pun merasakan pikiran mereka bergetar saat tubuh mereka membeku meskipun berada di dalam penghalang Vandalieu.

Mata mereka membelalak saat mereka melihat wujud aneh Naga itu.

Darcia yang merupakan roh yang lemah pun gemetar lemah.

Vandalieu pun memutuskan untuk membunuhnya.

“GAAAOOH – Tunggu tunggu tunggu tunggu tunggu tungguuuuuu!”

“Tenanglah!”

“Kita hanya perlu bicara, kau akan mengerti jika kita berbicara!”

“Aku tidak bermaksud jahat! Itu benar, percayalah padaku! “

Saat melihat Vandalieu menghasilkan banyak laras senapan yang terbuat dari darah Raja Iblis yang terkumpul dari kedua lengannya, Naga aneh itu pun berhenti mengaum dan mulai memohon untuk diampuni nyawanya.

Fidirg, the Dragon God of Five Sins, sama seperti Luvesfol, the Raging Evil Dragon God, dia telah mengubah sisi mana dia berada. Perbedaan di antara mereka adalah bahwa sejak awal mereka telah berada di sisi yang berbeda.

Luvesfol, the Raging Evil Dragon God, pada awalnya adalah bawahan Marduke, the Dragon Emperor God, salah satu dari sebelas dewa asli. Tapi ketika Marduke dihancurkan oleh Raja Iblis Guduranis, Luvesfol telah bersumpah setia kepada Raja Iblis karena keinginannya untuk hidup.

Fidirg, the Dragon God of Five Sins, awalnya adalah salah satu dewa jahat yang melayani Raja Iblis. Tapi dia tidak bersumpah setia kepada siapa pun. Dia hanya melayani Raja Iblis karena tidak ada cara lain baginya untuk bertahan hidup.

Maka, untuk tujuan bertahan hidup, dia telah mematuhi perintah Raja Iblis dan menyerbu dunia Lambda, menjadikannya tempat yang akan menggantikan dunianya sendiri yang telah dihancurkan.

Tapi sang Champion Zakkart telah menawari mereka pilihan baru.

“Dewa dari dunia asing, jika kau ingin memisahkan diri dari Raja Iblis dan menjadi sekutu kami, kami akan menyambutmu ke dunia ini sebagai dewa baru.”

Usulan yang tidak mengandung tanda-tanda kebohongan ini terasa sangat mencengangkan dan membuat hati Fidirg berdebar kegirangan.

Raja Iblis adalah seorang tirani yang tidak memiliki belas kasihan bagi mereka yang menentangnya atau gagal memenuhi harapannya. Dia telah menghancurkan jiwa para bawahan yang tidak berguna untuk dijadikan sebagai contoh di banyak kesempatan. Satu-satunya alasan tidak ada pemberontakan meskipun semua ini terjadi adalah kekuatan Raja Iblis yang luar biasa.

Tapi lain ceritanya jika para dewa dunia ini mau menerima mereka.

Tawaran ini bukanlah lelucon yang dibuat oleh seorang manusia biasa. Ini adalah kata-kata dari seorang Champion yang bisa bertarung melawan dewa secara seimbang. Tidak ada yang menganggap enteng fakta ini.

Maka, Fidirg pun menerima tawaran ini.

Tapi meskipun kemenangan telah diraih melawan Raja Iblis setelahnya, Zakkart dan tiga champion lainnya telah dihancurkan oleh Raja Iblis. Sekarang setelah mereka binasa, maka wajar bagi Fidirg untuk bekerja sama dengan Vida.

Namun, dalam pertempuran berikutnya melawan Alda, empat dari lima kepala Fidirg hancur dan dia kehilangan sejumlah besar kekuatannya.

Dia nyaris gagal melarikan diri saat hendak disegel dan melarikan diri untuk hidupnya ke benua Bahn Gaia bersama Vida. Dia kemudian dipaksa tidur selama puluhan ribu tahun.

Ketika dia akhirnya cukup pulih untuk dapat bergerak, dia memeras Mana dari dirinya sendiri sebanyak yang dia bisa untuk membuat Dungeon yang telah melahirkan para Lizardmen, Sarang Lizardmen. Dia membutuhkan banyak pengikut untuk dapat pulih sepenuhnya; dia telah memutuskan bahwa dia akan menggunakan  para Lizardmen untuk tujuan itu daripada orang-orang.

Untungnya, tidak ada pengikut Vida atau dewa lain di dekatnya. Meskipun Lizardmen bertambah jumlahnya, mereka akan mampu menghindari saling membunuh satu sama lain secara tidak sengaja.

Tinggalkan Pesan