Chapter 102.1 – Kesempatan Bertemu dengan Dewa

Karena Scaled King’s Nest adalah Dungeon yang masih belum ditakhlukan, pertemuan dengan monster di dalamnya terasa lebih sering daripada di Barigen’s Fall Life-Mountain yang telah dibersihkan setiap bulan.

Monster kuat yang satu demi satu muncul tidak hanya kuat; banyak dari mereka memiliki kemampuan khusus seperti menyebarkan spora beracun dan menembakkan laser dari mata merah mereka atau menggunakan mantra berbahaya seperti menembakkan proyektil api atau es dan menciptakan ilusi untuk membuat musuh mereka lengah.

Semua perangkap yang dipasang di Dungeon itu sangat mematikan dan lingkungan lantainya juga keras. Lantai atas hanyalah gua besar dan lembah, namun dari lantai tengah dan seterusnya, ada gurun yang sangat panas, hutan jamur raksasa yang menyebarkan spora beracun, daerah berbatu dengan lava yang meletus di berbagai tempat diikuti oleh hamparan es yang sangat dingin dan disana bahkan ada lantai yang merupakan rawa racun mematikan.

Dungeon ini hanya bisa diselesaikan oleh seseorang dengan tingkat Vitalitas lebih tinggi dari Naga atau –

“ Lantai tiga puluh delapan telah selesai “

Sebuah party dengan penyihir atribut kematian yang memiliki jumlah Mana yang melampaui pengetahuan umum.

Racun dan penyakit yang berasal dari kemampuan khusus monster telah dinetralkan sebelumnya, mantra ofensif mereka menjadi tidak berguna oleh Magic Absorption Barrier dan Skill Grotesque Mind mencegah ilusi bahkan dapat terlihat. Skill Labyrinth Construction mengungkapkan lokasi perangkap yang lebih besar saat lantai dijamah, dan bahkan perangkap yang lebih kecil dapat terdeteksi oleh Danger Sense: Kematian yang telah terpicu.

Hutan jamur raksasa dinetralkan dengan Disinfect dan Detoxification. Sinar matahari dari gurun yang sangat panas telah diblokir oleh Golem Pasir sementara suhu dingin dipertahankan oleh mantra Demon Fire yang menyerap panas dari sekitarnya saat terbakar. Area yang dipenuhi lava tidak lebih dari area berbatu yang sedikit panas setelah Demon Fire digunakan tanpa ampun untuk menyerap sebagian besar panas.

Di gurun es yang sangat dingin, Putri Levia dan Hantu lainnya melakukan yang terbaik untuk membakar sekitar untuk mempertahankan suhu hangat saat mereka melanjutkan perjalanan mereka.

Tanah rawa yang menghasilkan racun mematikan dalam jumlah tak terbatas tidak dapat didetoksifikasi, tapi itu tidak menjadi masalah ketika Immortal Ents  dipanggil dengan Plant Binding Technique untuk mengatasinya.

Monster yang sangat kuat dan monster yang mengeluarkan sinar panas atau serangan nafas dapat ditangani oleh Vigaro, Rita dan yang lainnya.

“Ternyata ini mudah sekali,” kata Vandalieu.

“Kita telah melawan musuh setingkat ini secara teratur di Barigen’s Fall Life-Mountain. Pertarungan itu tidak mudah, tapi tidak cukup sulit bagi kami untuk meminta bantuanmu, Vandalieu. ” kata Vigaro.

“Yah, Membiarkan segalanya diatasi untuk kami selain soal pertempuran, itu membuatnya sulit untuk bisa dibanggakan,” kata Zadiris.

“Yah, kita semua berada di party yang sama, bukan?” kata Rita.

Creeeaaaak.

“Eisen-san setuju, jadi menurutku kalian tidak perlu mengkhawatirkannya,” kata Rita, dia menafsirkan kata-kata (berderit?) Dari Eisen… sang Immortal Ent yang menghasilkan buah sekeras besi, seperti apel, sesuai keinginannya.

Secara kebetulan, mereka telah menemukan selama penjelajahan Dungeon ini bahwa buah besi apel itu menjadi lebih lembut saat direbus. Sekarang bahkan Putri Levia, yang telah kehilangan skill Augmented Muscular Strength karena menjadi hantu pun bisa memakannya.

“Pokoknya, aku penasaran soal berapa lantai yang tersisa. Karena ini adalah Dungeon kelas-B, seharusnya jumlahnya kurang dari empat puluh lantai.” kata Vigaro.

“Lain kali kita melihat monster yang lebih kuat dari yang lain, maka mungkin itu adalah bos Dungeon,” kata Vandalieu.

Ketika mereka turun ke lantai tiga puluh sembilan, mereka menemukan bos dari Scaled King’s Nest, Genocide Rock Dragon Peringkat 10 yang jauh lebih besar dari Naga Batu normal, dengan paku seperti bor yang tak terhitung jumlahnya menonjol dari cangkangnya.

Naga besar itu mengeluarkan raungan memekakkan telinga yang akan menyebabkan kebanyakan orang normal akan kehilangan kesadaran.

“Meskipun ini adalah Scaled King’s nest, bos Dungeon tidak memiliki sisik,” gumam Vandalieu.

(Flapy : Scaled King’s nest = Sarang Raja Bersisik)

Permukaan tubuh Genocide Rock Dragon ditutupi dengan cangkang tebal seperti batu.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Mengesampingkan itu, bahkan bos ini tidak memberi mereka pertarungan yang bisa dibilang sulit.

Bagaimanapun juga, meskipun Genocide Rock Dragon adalah monster Peringkat 10, itu hanyalah bos Dungeon. Tidak seperti Leo yang telah menerima perlindungan ilahi dari seorang dewa.

Mereka bahkan mampu melemahkannya tanpa membunuhnya untuk mengubahnya menjadi boneka target dan kemudian menyuruh semua orang untuk melakukan pukulan terakhir secara bersamaan.

Saat Ramuan itu ditenggak, mereka menyembuhkan luka-luka orang yang meminumnya.

“Kah, tidak ada yang sehebat meminum minuman setelah bekerja.”

“Mengejutkan bahwa Ramuan khusus yang dibuat Bocchan ini bahkan berfungsi pada kami, Para Undead Hidup. ”

Ramuan merah dalam wadah porselen… Ramuan dengan volume terbatas itu sangat efektif, memiliki rasa buah yang manis dan bahkan bekerja pada Undead; mereka adalah Ramuan yang sempurna.

“Lima puluh persen bahan bakunya diambil dariku,” kata Vandalieu.

Bahan material untuk Ramuan khusus ini adalah darah Vandalieu yang telah dikumpulkan bersamaan dengan darah Raja Iblis yang aktif, semua jenis ramuan obat dan jus buah, serta bubuk tanduk Raja Iblis. Itu dinamai ‘Ramuan Darah.’

Efeknya tidak terbatas pada cedera; itu adalah item penyembuh segalanya yang efektif melawan kelelahan, kekurangan Mana dan bahkan racun dan penyakit selama itu bukanlah jenis khusus.

Dan seperti yang dia ketahui dari memberikan Ramuan ini kepada Zadiris dan yang lainnya, tidak ada efek samping dari produk yang menggunakan pecahan Raja Iblis. Vandalieu telah bereksperimen selama sekitar sebulan menggunakan monster tak berjiwa dari Eclipse King’s Orchard, para Goblin yang ditangkap hidup-hidup di dekat Talosheim dan para bandit ditangkap dari luar, tapi tidak ada efek negatif yang muncul pada tubuh atau pikiran mereka.

Sama seperti produk yang dibuat dari tanduk Raja Iblis, tampaknya pecahan Raja Iblis yang dipisahkan dari Vandalieu tidak mendapatkan kehendak mereka masing-masing.

Sepertinya bagian yang diproduksi Vandalieu tidak lebih dari jenis turunan; sepertinya bagian-bagian seperti inti itu tidak meninggalkan tubuh Vandalieu.

Jika bukan itu masalahnya, maka saat ini sejumlah besar tanduk Raja Iblis yang dihasilkan Vandalieu sampai sekarang pasti telah memenuhi tubuh banyak makhluk hidup.

Basdia menjilat bibirnya begitu dia yakin tidak akan ada setetes pun yang keluar dari botolnya.

“Tidak heran Eleanora dan Bellmond terobsesi dengan darah Vandalieu. Setelah sekali menggunakan Ramuan ini, kau tidak dapat kembali menggunakan Ramuan normal.” Katanya.

“Memang. Ini menyembuhkan luka sekitar sepertiganya… tidak, Ramuan kelas dua, tapi itu bahkan memulihkan Mana. Dan yang terpenting, rasanya sangat menyenangkan. ” Zadiris setuju.

Ramuan normal berwarna biru terasa lebih buruk jika semakin efektif efeknya. Bahkan Ramuan kelas lima akan menyebabkan “uegh” rasa jijik saat menyentuh bibir, sementara Ramuan kelas tiga akan mematikan indra perasa untuk sementara waktu. Rasa Ramuan kelas dua sering kali menyebabkan trauma lebih besar dari pada rasa ketakutan yang dirasakan saat menahan luka serius yang membutuhkan penggunaannya.

Dalam hal ini, Ramuan Darah itu jauh lebih mudah untuk diminum, jadi kemungkinan besar ramuan itu akan sangat dicari. Bahkan jika mereka diencerkan dan hanya seefektif Ramuan kelas empat agar bisa menghasilkan lebih banyak produk, pasti masih ada banyak orang yang ingin membelinya.

“Itu bukan berarti aku punya rencana untuk menjualnya ke dunia luar. Ini adalah produk khusus Talosheim.” kata Vandalieu.

Jika dia menjual Ramuan Darah dengan sembarangan, maka akan ada banyak alkemis yang menginginkan darah Vandalieu. Akan terlalu ironis bagi seorang setengah Vampir untuk diambil darahnya darinya.

Kemungkinan mereka akan kurang populer jika diketahui bahwa pecahan Raja Iblis digunakan sebagai bahan material untuk itu. Tidak, mungkin itu akan membuatnya menjadi lebih populer di dunia bawah.

Meskipun Darcia tidak berpikir sejauh itu, sepertinya dia setuju untuk menjadikannya sebagai produk terbatas. “Memang benar kau tidak bisa menjual Ramuan ini secara sembarangan.”

Dia sedang melihat Kühl yang terlihat gemetar, yang sekarang begitu besar sehingga tampak seolah-olah bisa menelan seekor beruang utuh. Tubuhnya berwarna ungu ketika mereka memasuki Scaled King’s Nest, tapi sekarang warnanya merah tua darah.

Tampaknya Kühl telah menjadi Blood Slime Peringkat 5 setelah menjilati beberapa tetes Ramuan Darah yang tersisa di botol.

Blood Slime adalah Slime mengerikan yang sangat menyukai darah, lebih sensitif daripada hiu terhadap bau darah dan memeras darah mangsanya dengan lebih serakah daripada para Vampir.

『……』

Tapi tampaknya yang sangat diinginkan Kühl bukanlah darah, namun Ramuan Darah. Dia memperpanjang tentakelnya untuk memegang botol kosong ke arah Vandalieu. Itu seperti cegukan pemabuk saat dia meminta minuman lagi.

Itu saja untuk hari ini, kata Vandalieu. ” Untuk saat ini, tolong puaslah dengan darah Naga.”

Seolah menyerah, Kühl pergi untuk menghirup genosida darah Naga Batu Genosida yang ada di tanah.

“Apa Ramuan yang kubuat dari darahku terasa lebih enak daripada darah Naga Peringkat 10?” Vandalieu bertanya-tanya.

“Aku yakin dia memiliki lidah manis,” kata Putri Levia. Mungkin dia perempuan.

Pete mendesis setuju.

Keduanya juga meningkatkan peringkat mereka.

Putri Levia adalah Blood Flame Ghost Peringkat 6. Seperti Kühl, Peringkatnya meningkat segera setelah meminum Ramuan darah.

Pete menjadi Great Black Lightning CentipedePeringkat 6. Penampilannya menjadi semakin mengerikan.

“Ramuan yang meningkatkan Peringkat saat dikonsumsi terlalu berbahaya untuk dijual,” kata Darcia.

“Tapi mereka tidak menyebabkan peningkatan peringkat saat diuji pada Goblin dan semacamnya,” kata Zadiris.

Mungkin semacam kecocokan ikut terlibat di dalamnya, atau mungkin itu adalah efek dari Guidance: Demon Path.

Bahkan jika itu yang terakhir, itu bukanlah skill yang Vandalieu bisa pilih targetnya secara sadar, jadi mungkin akan lebih baik untuk tidak menjual Ramuannya.

Peringkat semua orang juga meningkat.

Vigaro telah menjadi Ghoul Great Tyrant Peringkat 8 dan Zadiris telah menjadi Ghoul Wizard Peringkat 8. Tak satu pun dari mereka yang berubah banyak dalam hal penampilan, tapi Nilai Atribut mereka meningkat secara signifikan.

Keduanya telah menghantam batas level mereka sebagai monster meskipun level Job mereka meningkat, jadi mereka senang bahwa peringkat mereka akhirnya meningkat.

Basdia telah menjadi Ghoul Amazoness Leader Peringkat 7. Penampilannya tidak berubah selain pola di kulitnya yang warnanya menjadi lebih gelap, tapi sepertinya Mana dan Intelijennya telah meningkat secara drastis. Sekarang terdapat sikap bermartabat tentang dirinya yang cocok dengan seseorang dengan  gelar ‘pemimpin’ dalam gelar ras mereka.

Tinggalkan Pesan