Chapter Extra – Permainan Pelarian Diri Rimuru yang Elegan 23.3

Namun, itu tidak menghentikannya untuk berhalusinasi, dan dia terus memberikan perintah dengan cara yang terdengar angkuh.

“Tuan Jujilas … Ini … sudah selesai …”

“Apa? Apaan? Apa yang berakhir? “

“Jujilas. Kita telah dikalahkan. Pertempuran lebih lanjut tidak akan ada artinya. Magnus telah dikalahkan. Kita tidak punya pilihan selain menyerah. “

Irina dan Rozari memahami situasi mereka.

Tidak ada cara lain untuk membalik keadaan ini.

Namun, Jujilas hanya mendengus pada mereka dan menjawab dengan suara bernada angkuh.

“Apa! Aku tidak tahu bahwa kalian berdua itu pengecut. Kepala Sekolah Godama akan berduka ketika dia mendengar hal ini. Tapi jangan khawatir. Aku telah berpikir bahwa ini mungkin akan terjadi, jadi aku telah mengatur agar satu peleton dikirim dari divisi darat. Tiga puluh tentara dengan mengenakan prototipe armor peningkatan kekuatan. Mereka mengatakan bahwa setiap prajurit sama berbahayanya dengan seorang berperingkat A. Aku ragu kita memiliki sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Monster-monster itu tidak ada artinya bagi kita! Sedangkan untuk kalian, para penculik yang menyebut diri kalian sebagai ‘sirkus’ atau apa pun itu, kalian harus menghentikan perlawanan  yang tidak berarti ini sekarang !! ”

Dan seperti itulah, Jujilas mencoba meyakinkan kami bahwa mereka sebenarnya memiliki keuntungan di sini.

Namun, Irina dan Rozari telah melihat kekuatanku. Dan kata-kata Jujilas bukanlah apa-apa melainkan sesuatu yang terdengar menggelikan.

“Menyerahlah. Bukankah aku sudah memberitahumu? Kita sudah kalah. “

Irina telah menerimanya dan sekarang melakukan upaya mengagumkan untuk membujuk Jujilas.

Tapi Jujilas tidak mau mendengarkannya.

“Benar-benar hal yang bodoh! Bagaimana kita bisa menyerah sekarang? Demon Lord telah merampok status dan kehormatan kita sebagai bangsawan! Kepala Sekolah Godama telah berjanji untuk menerimaku. Bagaimana aku bisa tiba-tiba bertindak seolah-olah tidak ada yang terjadi! Kalian akan diperlakukan dengan baik jika kalian ikut denganku. Sekarang, kalian harus berpikir keras tentang itu! ”

Mereka jelas tidak melihat dari mata ke mata.

Jijilas masih belum bisa memahami situasinya.

Orang-orang yang tidak penting ini selalu bertingkah bodoh. Di satu sisi,  kebodohannya terasa tak terkalahkan.

Saat itu, sesuatu telah terjadi yang hanya menambah keyakinan Jujilas.

Sebuah pesawat telah muncul.

Jujilas melihatnya dan wajahnya terlihat bersinar.

Tapi itu tidak berlangsung lama.

Dia berada di puncak kemuliaan itu hanya selama sedetik, tapi kemudian wajahnya pun membeku kaku.

“A-aku sudah menunggu … kalian?”

Pesawat mendarat dan pintu pesawat dibuka.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Orang yang berada di dalam itu menuruni tangga dengan santainya, dia bukanlah seorang prajurit, seperti yang diharapkan Jujilas–

“Si-siapa kau!”

Itu Diablo.

Jujilas mendapat jawabannya dari arah yang paling tidak terduga.

“A-ahhhhhh !! Itu Diablo-sama !!! “

Terdengar auman yang sangat keras dari kerumunan massa.

Bahkan dokter, Pyuri sensei berteriak bersama dengan para siswa.

Sebenarnya, pada dasarnya dialah yang memandu mereka.

Andai saja dia memiliki harga diri yang lebih tinggi.

Saat ini rupanya Diablo sedang menyembunyikan identitasnya, yang berarti mengenakan pakaian kasual yang tampak cukup jelas.

Tapi tetap saja, ada aura lain yang berasal darinya. Sensasi  dari seseorang yang sangat penting yang ia miliki adalah bukti tentang siapa dirinya.

Pada dasarnya, penyamarannya tidak ada gunanya.

“Di-Diablo !? Ta-tapi, apa yang akan terjadi padaku …? ”

Jujilas terhuyung-huyung dan kemudian jatuh ke tanah.

Apa yang …

Tapi satu hal yang pasti, itu bahwa ia tidak akan lagi bekerja sebagai seorang guru.

“Tidak mungkin?!”

“Apa itu benar-benar dia?”

“Kenapa dia ada di sini !?”

“Tapi dia berpakaian cukup …”

“Dan dia masih terlihat tampan!”

Terdengar suara-suara semacam itu.

Bahkan mereka yang tidak segera mengenalinya segera diberitahu tentang fakta ini oleh para wanita yang bersemangat di dalam kerumunan itu.

Sekarang tidak ada yang bisa dia sembunyikan.

Beberapa siswa merasa sulit untuk memahami situasinya. Begitu banyak hal telah terjadi secara berurutan sehingga sulit untuk diproses. Jadi aku telah merencanakan untuk menggunakan mantra mimpi untuk menipu mereka …

Tapi kedatangan Diablo yang tiba-tiba terasa begitu aneh sehingga entah bagaimana itu memiliki efek sebaliknya, dan mereka menjadi lebih tenang.

Beberapa dari mereka bolak-balik menatap kami. Kemudian tampaknya kesadaran mereka akhirnya kembali.

Souei selanjutnya menunjukkan dirinya, dan kembali terdengar pusaran sorakan lainnya.

“Astaga. Siapa pria yang berdiri di sebelah Diablo-sama? ”

“Dia juga terlihat sangat tampan.”

Seperti itulah, bahkan Souei yang kurang dikenal pun menjadi pusat perhatian.

Meskipun demikian, dia tetap diam dan tenang.

“Hehehe. Akhirnya aku menemukan anda. Uhhh … “

Diablo berusaha menyembunyikan identitasku, mungkin sebagai tindakan pencegahan.

Namun, ketika dia benar-benar terekspos, sekarang sudah tidak ada gunanya mencoba melindungiku.

“Tidak apa-apa. Orang-orang sudah tahu tentang pelariananku. Dan aku berencana untuk kembali setelah pergi ke Forum. Jadi tidak ada gunanya lagi merahasiakan ini. “

Aku mengatakan hal itu pada Diablo sambil menghela nafas.

“Lalu bagaimana sekarang?”

“Tapi mari tetap merahasiakannya bahwa aku akan berpartisipasi dalam Forum. Juga…”

Aku melirik ke arah para siswa …

“Kau bisa bertanggung jawab untuk memastikan bahwa mereka tutup mulut. Aku tidak harus mengatakan ini kepadamu, tapi tidak ada kekerasan dan cuci otak, oke? “

Aku mengatakan itu dan menyerahkan segalanya padanya.

Diablo mengangguk dengan ekspresi senang sebelum membukuk hormat.

Lalu-

“Pasti. Rimuru-sama. “

Dia mengatakan itu dengan suara yang sangat jelas.

Saat itu juga.

Sebuah sorakan yang jauh lebih besar dari yang sebelumnya kembali meletus.

Itu bukan hanya bersorak, tapi juga jeritan.

“Sa-sang Great Demon Lord !!”

“Dia sungguhan !?”

“Sangat indah…”

“Hei, tunggu … Jadi aku mengoceh tentang rencana kami di hadapan Great Demon Lord !?”

“–Tidak, Irina … Jika ada, akulah yang berbicara tentang membencinya langsung di hadapannya …”

Saat itu juga. Setiap orang yang hadir tahu siapa diriku sebenarnya.

Ya, di antara mereka terdapat orang-orang yang suaranya terdengar sangat sedih sehingga aku ingin menangis.

Jangan khawatir.

Aku akan berpura-pura tidak mendengarnya — yah, aku bisa menyelesaikannya nanti.

Bagaimanapun juga, mungkin sedikit balas dendam dapat diterima.

“Yah, memang begitu. Dan bukankah sihir itu hebat? “

Kataku sambil mengedipkan mata.

Beberapa siswa mengeluarkan darah dari hidung mereka saat mereka jatuh pingsan.

Beberapa dari mereka terpana hingga pingsan.

Kedua guru itu tertawa dan menangis.

Dan beberapa siswa berteriak histeris. Ahhhhh !!

Bagaimanapun juga, setelah itu para siswa diliputi oleh kekacauan besar untuk beberapa waktu.

Satu tanggapan pada “Chapter Extra – Permainan Pelarian Diri Rimuru yang Elegan 23.3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas