Chapter Extra – Permainan Pelarian Diri Rimuru yang Elegan 22.1

Pertarungan antara poison tiger dan Berna terus berlanjut.

Itu sama halnya dengan Irina dan keempat guru tempur.

Mondo dihajar habis-habisan oleh Rozari, tapi berkat para healer yang cakap, ia dapat melanjutkan pertarungan.

“A-aku merasa cukup baik sekarang …”

Dia mulai mengatakan hal itu, yang membuatku merasa khawatir.

Mondo, jangan terlalu memaksakan diri.

Jangan pergi ke sana. Sangat menyebalkan bahwa aku tidak bisa memperingatkannya.

Bagaimanapun juga , dari ketiga kelompok ini, Magnus-lah yang menjadi masalah.

Aku berharap Julius akan bisa membujuknya, tapi sepertinya aku hanya berpikir naif.

Keempat kelompok itu sekarang mengalami kebuntuan, sampai Magnus mulai bergerak.

“Kenapa kau melakukan ini?!”

“Aku tidak hanya menganggapmu sebagai teman sekelas, aku menganggapmu sebagai teman dimana aku bisa berbagi segalanya denganmu!”

Tanya Julius. Teriak Karma.

Tanggapan Magnus dipenuhi dengan ekspresi ejekan terhadap dirinya sendiri.

“Julius. Aku juga berpikir begitu. Tapi tetap saja, pastinya kau bisa mengerti apa yang aku rasakan bukan? “

“Apa?”

“Sama sepertiku, kau memiliki beban sebuah negara di pundakmu. Aku tahu kau benar-benar berharap bisa lebih dekat dengan semua orang. Sup itu, bukankah rasanya enak? Semuanya terasa lebih enak saat dimakan bersama teman-teman. Tapi dibandingkan dengan… makanan dingin itu, itu hampir tidak dapat dimakan. Tidak peduli seberapa mewah atau seberapa hebat bahannya. Atau seberapa berbakatnya si juru masak. Makanan yang kau makan sendirian tidak akan memiliki rasa … ”

Itu pasti kata-kata yang berasal dari hati. Karena suara Magnus diwarnai dengan kesedihan.

“Magnus … apa yang kau …”

Tanya Julius.

Jawaban Magnus sangat mengejutkan.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

“Aku adalah kerabat almarhum kaisar Rudra. Kekaisaran sekarang tengah berebut untuk memilih kaisar baru. Almarhum kaisar masih belum menikah. Jadi tentu saja, dia tidak memiliki ahli waris, yang berarti bahwa seseorang harus dipilih dari kerabatnya. Dan akulah yang dipilih. Selama sepuluh tahun terakhir ini, penguasa atas telah bertanggung jawab atas pemerintahan. Penguasa atas terdiri dari mereka yang dipilih oleh Demon Lord. Ini berarti bahwa mereka berada di bawah manajemennya, dan dalam situasi ini, kami tidak dapat dianggap benar-benar mandiri. Keamanan kekaisaran terjamin dan masyarakat cukup senang. Namun, ada beberapa yang tidak puas dengan itu. Karena aku adalah seorang bangsawan yang telah meninggalkan ibukota untuk tinggal di kota pedesaan, aku dianggap tidak berada di bawah pengaruh Raja Iblis. “

Julius tetap diam.

Mereka saling menatap dengan pedang yang terangkat. Tapi tidak ada kekuatan di dalam genggaman mereka.

“Magnus … kau …”

Bahkan Karma tidak tahu harus berkata apa.

Itu tidak mengherankan. Ini merupakan kisah yang jauh lebih berat daripada yang kau harapkan dari kepribadiannya yang biasanya ceria dan ramah.

Bahkan tanpa sadar aku pun tenggelam dalam pikiran itu.

Ya, penguasa atas benar-benar mengatur kekaisaran.

Tapi mereka hanya berada di bawah manajemenku untuk tahun pertama setelah perang. Aku sepenuhnya menyerahkan semuanya kepada mereka setelah satu tahun itu.

Namun, mereka mendapat kesan bahwa selama ini aku telah memerintah mereka…

Aku bisa menaklukkan dunia jika aku mau, tapi itu tidak menarik bagiku.

Jadi, agak mengejutkan saat mengetahui bahwa orang-orang di kekaisaran melihatku seperti itu.

Fakta bahwa tidak ada orang yang bisa menggantikan kaisar, dan bahwa kursi itu tetap kosong begitu lama juga merupakan masalah … Tapi itu adalah masalah mereka.

Mungkin itu karena aku yang tidak bertanggung jawab, tapi aku tidak pernah memiliki niatan untuk membantu mereka sampai sejauh itu.

Selain itu, perdamaian yang dianugerahkan kepada yang lainnya bisa hilang dengan cepat.

Apakah mereka terus seperti sekarang atau melakukan yang terbaik untuk mencapai demokrasi total, itu bukan masalah yang akan aku ganggu gugat.

Jika seseorang yang bisa melakukan hal yang benar menjadi pemimpin mereka, maka pemerintahan kekaisaran tidak akan menjadi seburuk itu.

<< Itu adalah mimpi kosong. >>

Mungkin memang begitu, tapi demokrasi tidak terlalu baik jika semua orang itu adalah orang-orang bodoh. Mungkin akan ada orang-orang yang bisa membuat orang-orang bodoh menjauh dari politik. Jadi mereka bisa melakukan apa yang mereka sukai … Demokrasi tidak selalu hal yang benar.

Tidak ada jawaban yang benar untuk masalah politik.

Jadi aku selalu berpikir bahwa akan lebih menarik untuk memiliki keragaman dalam hal cara pikir seseorang dan memiliki berbagai jenis gaya politik.

Di Tempest, apa yang aku anggap benar telah menjadi sebuah hukum.

Namun, aku selalu bisa salah. Jadi aku tidak memberi tahu negara lain bagaimana cara mereka harus menjalankan pemerintahannya.

Itulah yang aku pikirkan …

Tapi jika aku akan disalahpahami seperti ini, mungkin itu adalah ide yang bagus untuk melakukan diskusi resmi dengan semua orang.

<< Aku tidak berpikir itu akan ada gunanya. Ada terlalu banyak orang yang memiliki terlalu banyak pemikiran. Dan bukan berarti juga mereka semua bisa menghadiri pembicaraan semacam itu. >>

Itu benar.

Pada akhirnya, semua orang sangatlah egois.

Apa yang mereka ingin yakini akan menjadi keadilan, dan yang lainnya dianggap jahat.

Tidak ada pilihan selain membuat orang berbicara, berkompromi ke tingkat yang berbeda dan belajar untuk bekerja sama.

<< Master, jika kau hanya akan menggunakan ‘Thought Manipulation’, kau dapat membuat mereka semua bersatu dengan satu tujuan. >>

Aku tidak suka itu.

Dunia yang penuh dengan ‘ya tuan’ akan terasa membosankan dan tidak memiliki masa depan.

Meskipun aku bisa mentolerir  soal perang, aku tidak akan mentolerir pengikatan terhadap kehendak manusia.

Tapi, mengesampingkan hal itu untuk saat ini, jika orang-orang yang tidak merasa senang seperti Magnus benar-benar diciptakan karena kelalaianku, maka aku berharap ada sesuatu yang bisa aku lakukan tentang itu …

1 komentar untuk “Chapter Extra – Permainan Pelarian Diri Rimuru yang Elegan 22.1”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *