Chapter Extra – Permainan Pelarian Diri Rimuru yang Elegan 21.4

“Aku akan bertanya kalian untuk yang terakhir kalinya.  Apakah kalian  benar-benar tidak ingin  bergabung dengan kami? ”

“Irina sensei !  Kau salah.  Menginjak-injak pendapat orang lain dan memaksakan kehendakmu pada mereka, bukankah itu adalah sebuah penindasan!  Bukankah itu metode yang paling kau benci !? ”

Marsha menjawab pertanyaan Irina.

Itu adalah kata-kata persuasif yang merupakan penolakan dan permohonan.

Ekspresi Irina dipenuhi rasa sakit untuk sesaat–

Tapi dia mendapatkan kembali ketenangannya dengan cepat.

“Ya … aku gagal sebagai seorang guru dan seorang peneliti.  Aku memiliki kecenderungan untuk memprioritaskan emosiku sendiri daripada apa yang dianggap benar.  Sejak awal aku tidak pernah memiliki hak untuk mengajar kalian.  Tapi tetap saja … Aku tidak bisa memaksa diriku untuk memaafkan Great Demon Lord Rimuru!  Aku tahu kami tidak akan pernah bisa mengalahkannya dalam pertarungan yang jujur, tapi tetap saja, aku ingin memukulnya sekali saja.  Kami tidak bisa membiarkan rencana kami bocor. ”

Tampaknya Irina memiliki kebencian yang mendalam padaku.

Kami tidak saling mengenal, jadi dari mana asalnya …

Itu sulit.

Dia mungkin mencoba untuk menyampaikan keluhannya kepadaku secara langsung, tapi itu sama sekali sangat tidak realistis.

Dia pasti telah memutuskan bahwa tidak ada pilihan lain selain membuat persiapan secara diam-diam dan mengambil kendali atas dunia dari bayang-bayang.

Mereka tidak bisa menang dalam pertarungan yang jujur dan adil, jadi mereka harus bergerak dari dalam bayang-bayang.

Aku akan melakukan hal yang sama, dan sepertinya itu adalah keputusan yang tepat – begitulah, seandainya itu tidak melibatkan sekolah.

Ada hal-hal di dunia ini yang tidak bisa kau lakukan.

“Sensei…”

 “Jika kalian setidaknya berjanji tidak akan ikut campur — tidak, tidak ada belas kasih.  Aku harus menyelesaikannya. “

Dan kemudian dengan mata yang jernih diarahkan pada para siswa, dia memasukkan benda yang dipegangnya pada dirinya sendiri.

Itu adalah jarum suntik yang berisi cairan.

Irina, yang berpengalaman dalam ramuan herbal, telah menyuntikkan cairan itu pada dirinya sendiri.  Tampaknya ada semacam zat penguat yang terbuat dari berbagai obat-obatan terkonsentrasi.

“Jika sihir tidak berhasil, maka aku hanya akan menggunakan tubuh ini untuk melewatinya.  Sekarang, apa kalian yang sudah siap? mari kita bertarung! ”

 Sekarang sudah tidak ada keraguan di matanya.

Itu bukan wajah dari seorang guru, itu adalah wajah dari seorang pejuang.

Dan Rozari …

“Magnus, aku juga akan berguna untukmu!”

Dan begitulah, dia menyuntikkan obat seperti yang dilakukan Irina.

Otot Irina dan Rozari mengembang saat kekuatan yang melampaui batas manusia masuk ke dalam tubuh mereka.

Menurut ‘Appraisal’, terdapat kekuatan yang sama kuatnya dengan Berna dan Clad, yang memiliki Greater Demon yang bersemayam di dalam dirinya.

Itu adalah peningkatan kekuatan yang gila.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Di sisi lain, aku juga baru memperhatikan bahwa Magnus sama sekali tidak memanggil iblisnya.

Dia bertarung dengan tiga orang yang bertugas sebagai pelindung dengan kemampuannya sendiri.

Julius dan yang lainnya telah merencanakan untuk menaham semua serangan tanpa mempedulikan hal lain, sampai poison tiger itu setidaknya mengalahkan salah satu ksatria.

Dan untungnya bagi mereka bahwa Magnus belum mengeluarkan kekuatan nya …

Tapi sekarang setelah Irina dan Rozari bergabung, tingkat keseimbangan dalam pertarungan itu telah runtuh.

◇◇◇

 “Jika Irina sensei bergabung, maka kita akan melawannya!”

 Brown dan dua guru tempur lainnya berteriak ketika mereka bergabung dalam pertarungan.

Aku lebih suka jika para siswa menangani semuanya, tapi kukira itu tidak dapat dipungkiri.

Jika kau membandingkan Irina dan Rozari, maka kau akan melihat bahwa Irina jauh lebih kuat.

Jadi, bahkan dengan empat guru peringkat A yang melawannya, Irina dapat mengurus mereka dengan cukup baik.

Gaya bertarung Irina adalah Magic fighter.

Yang secara langsung mengubah energi sihir menjadi kekuatan serangan dan menyerang dengan kemampuan itu.

Itu sebabnya dia bisa melawan para guru yang memegang senjata dengan menggunakan tinjunya.

“Bagus sekali.  Jika kalian ingin melindungi para siswa, maka datanglah dan hentikan aku! “

 Dan begitulah awal pertempuran antara tim Brown dan Irina.

 Sementara Irina diserang oleh keempat guru, Rozari masih terlihat bebas.

 Siswa yang tersisa tidak sepadan untuknya yang sekarang, dan situasinya segera menjadi berbahaya.

 Mondo yang bertindak lebih dulu.

 “Woahhh !!”

Dengan teriakan, Mondo menabrak Rozari, tepat saat dia hendak melucuti tim sihir.

Ini berarti bahwa Julius dan Karma harus berurusan dengan Magnus tanpanya, tapi itu adalah keputusan yang bagus.

Mondo tidak bisa mengalahkan Rozari.

Namun, dia bisa mengulur beberapa waktu.

Aku tidak sabar untuk melihat apa yang akan dia lakukan di sisa pertarungan.

Adapun pertarungan antara poison tiger dan Berna dan Clad, itu ada pada keadaan yang seimbang

“Sial.  Binatang jahanam! ”

“Jangan terlalu emosi, Berna.  Kita akan dikalahkan jika kau tidak tenang. ”

“Kau tidak perlu mengatakan itu padaku!”

Keadaan yang seimbang  di sini berarti bahwa para siswa baik-baik saja.

Ada dukungan dari tim sihir dan diarahkan ke para beast people.

Mereka berfungsi dengan baik sebagai sebuah kelompok.

Hasil dari pertempuran ini akan tergantung pada situasinya.

Jika salah satu fighter utama di sisi musuh jatuh, maka kami akan mendapatkan keuntungan besar.

Tapi jika Poison tiger itu dikalahkan, maka para siswa pasti akan kalah.

Itu semua tergantung pada pengambilan keputusan yang tepat dan penyembuhan tim sihir.

Itu adalah peran yang berat bagi para siswa ini yang hanya memiliki sedikit pengalaman, tapi aku hanya bisa berdoa agar mereka akan melakukan yang terbaik sampai akhir.

Dan kelompok terakhir.

Julius dan Karma vs Magnus …

Magnus benar-benar masih ragu terhadap sesuatu, karena pedangnya tampak lebih lambat dalam pertarungan langsung.

Mungkin Magnus tidak ingin melukai teman-temannya.

Dia tampak ragu ketika Julius dan Karma mencoba untuk membujuknya.

Terlepas dari perasaannya yang sebenarnya, hampir waktunya untuk akhir dari pertarungan itu.

Hati adalah sesuatu yang rumit, dan sulit bagi orang-orang untuk benar-benar memahami perasaan satu sama lain.

Tapi jika kau masih ingin melakukannya, maka tidak ada cara lain untuk berbenturan dengan perasaanmu yang sebenarnya.

Mungkin itu akan membuatmu hancur, tapi itu tidak bisa dihindari.

AKu memikirkan hal-hal seperti itu sambil  terus menonton pertarungan itu.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *