Chapter Extra – Permainan Pelarian Diri Rimuru yang Elegan 17.2

(Rimuru-sama. Maafkan keterlambatanku. Masalahnya akhirnya diselesaikan! Penguasa pulau ini, sang Rock Elephant, memiliki lebih dari sekadar naluri saja. Dia juga memiliki kecerdasan. Namun, sebanyak akal sehat yang normal. Butuh begitu banyak waktu untuk memahami ide-ideku. Namun, akhirnya, ia memahami gagasanku tentang pembangunan markas rahasia. Jadi semuanya akan baik-baik saja!)

Aku menerima thought transmission dari Laplace.

(Flapy : transmisi pemikiran)

Tapi tunggu, Laplace? Seberapa jauh kau bertindak dalam negosiasi ini?

Bagaimana dengan sedikit batasan?

Sepertinya Laplace telah menafsirkan perintahku dengan cara yang paling cocok baginya.

(Apa! Kau bahkan bernegosiasi tentang membangun markas rahasia ?!)

(Tentu saja! Dan itu sudah diterima. Ahh, itu pekerjaan yang sulit, kau tahu? Aku harus membuatnya mengerti akan kekuatanku dan kemudian mengambil waktu selama empat hari untuk mengajarkannya. Thought transmission sangatlah berguna. Berkat itu, Rock Elephant ini memperoleh cukup banyak pengetahuan!)

Laplace dengan bangga menyatakan laporannya.

Ini tampak sangat berbeda dengan apa yang aku maksudkan ketika aku bilang ‘menyapa’ … tapi itu sudah terlambat.

Bagaimanapun juga, ini baik-baik saja dengan caranya sendiri.

(Baiklah, bisakah kau memerintahkan semua monster di pulau ini untuk berhenti menyerang manusia?)

(Itu sangat mudah! Sekarang mereka sudah seperti bawahanku. Mereka akan mendengarkan apa pun yang aku katakan.)

Seriusan?

Aku tidak merasakan pergerakan Mana yang besar, jadi Laplace pasti telah menunjukkan kekuatannya dengan sangat hati-hati.

Kurasa itu cukup pintar?

Atau mungkin dia hanya bersemangat soal markas rahasia ini?

Yah, apapun itu tidak masalah.

Jika sebuah markas bisa dibangun, maka rencanaku untuk membangun tanah rekreasi raksasa seharusnya akan baik-baik saja.

Oh, aku hampir melupakan tujuan utama kami.

Magnus adalah masalah yang harus kami tangani terlebih dahulu.

(Baiklah, Laplace. Kau teruslah menunggu di sana. Aku masih punya beberapa hal untuk ditangani. Aku akan membereskannya terlebih dahulu.)

(Dimengerti!)

Aku telah memutuskan untuk memprioritaskan masalah mengenai Magnus, dan memerintahkan Laplace untuk menunggu.

◇◇◇

Aku melihat reaksi para siswa.

Seperti yang kupikirkan, tidak mudah untuk memikirkan strategi alternatif.

Ekspresi semua orang terlihat gelap, seolah-olah mereka sekali lagi terkunci dalam bayang-bayang.

Penolakan mutlakku terhadap rencana mereka telah membuat harapan mereka berubah menjadi sangat tragis.

“Kalau begitu, Master Satoru, menurutmu apa yang harus kami lakukan!”

“Bahkan jika kita tidak bisa menang, apakah salah jika kami ingin bertarung balik melawannya ?!”

“Apakah kami harus mematuhi Magnus dan yang lainnya …?”

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

“Tidak…”

Suara-suara berkabung terdengar di seluruh kelompok itu.

Mereka tidak salah. Aku juga akan menangis jika gagasanku ditolak secara mentah-mentah.

Aku berpikir bahwa penguluran waktu adalah strategi terbaik …

Ciel juga menyarankan untuk menjinakkan Poison Tiger

Poison Tiger, huh …”

Itu mudah untuk dikatakan, tapi meminta para siswa ini untuk menangkap monster peringkat semi Demon Lord adalah ide yang gila.

Itu tidak mungkin, gegabah dan tidak masuk akal. Ya, begitulah.

Tapi, saat itu juga.

“–Apa kau bilang, Poison Tiger… ?!”

Marsha telah mendengar gumamanku.

Dan dia berteriak seolah menyadari sesuatu.

“Mungkinkah…! Master… Master Satoru, apa kau ingin menyarankan agar kami menangkap monster itu? ”

“Apa kau bodoh, Marsha? Mustahil kita bisa melakukan itu. ”

Kata Aina seolah menenangkan Marsha.

Memang benar, kau akan berpikir bahwa itu mustahil.

“Tapi, bukankah Poison Tiger ini lebih lemah dari Magnus? Kalau begitu, mungkin itu bisa menjadi rekan latihan yang sempurna bagi kita untuk menilai kerja sama tim kita? “

Itulah yang kupikirkan, tapi Marsha melanjutkan ucapannya dengan mata yang terlihat cerah.

Para siswa bereaksi dengan cara unik mereka sendiri, tapi mereka semua menentangnya.

“Sudah kubilang, itu mustahil, Marsha! Kau mengatakan bahwa monster itu lebih lemah dari Magnus, tapi apa kau tidak tahu? monster itu sangatlah kuat sehingga kau harus memanggil Orde Kesatria untuk bisa melakukan sesuatu terhadapnya !? ”

“Itu benar, Marsha. Dan karena kita tidak bisa melakukan komunikasi, bebannya akan menjadi lebih berat bagi para petarung garis depan. Itu tidak akan membeli kita kapan saja. “

“Pertama-tama, Magnus memiliki batas waktu, tapi Poison Tiger tidak memilikinya. Apa aku benar-benar harus menjelaskan mengenai yang mana dari mereka yang lebih berbahaya? ”

Begitulah.

Sangat menyenangkan bahwa mereka telah mengatakan semua yang ingin aku katakan.

Tapi Marsha tidak mundur.

“Kita mempunyai banyak daging untuk memberi makan monster itu. Mungkin kita bisa membuat monster itu menjadi terbiasa untuk diberi makan seperti itu? Dan selain itu, jika aku menggabungkan kartu-kartu sihir ini, aku mungkin bisa mengendalikan monster itu. ”

Dia mulai mengatakan hal itu.

Memang benar, jika dia bisa menggunakan sihir anagram, maka kontrol paksa terhadap monster akan menjadi hal yang mungkin untuk dilakukan.

Namun, itu membutuhkan banyak pemahaman dan sihir yang sangat besar–

Meski begitu, Marsha memang memiliki banyak energi sihir. Dan kupikir dia masih memegang kartu-kartu sihir yang asli?

Tampaknya mustahil, tapi bagaimana jika dia memahaminya? Jika demikian, dia bukan hanya terlalu jenius, dia seperti anak ajaib yang suatu hari akan mewakili era kita.

Seorang pahlawan…

<< Akhirnya, ada seorang siswa yang memahami apa yang kau pikirkan, Master. >>

Ciel berkata dengan nada puas.

Pengakuan dari Ciel ini, itu berarti bahwa Marsha–

Dia bergerak seperti apa yang telah diprediksi Ciel. Jadi aku memutuskan untuk percaya pada Marsha dan tutup mulut.

Kata-kata Marsha menyalakan kembali perdebatan sengit di antara mereka.

Mereka berdebat tentang apakah itu mungkin untuk dilakukan dan berapa tingkat keberhasilannya.

Dan kemudian mereka menetapkan peran jika mereka akan melaksanakan rencana ini.

Dan sebagainya.

Hasilnya adalah, mata mereka kembali menyala dengan penuh antusias dan wajah mereka dipenuhi dengan tekad dan harapan ketika mereka melihatku.

“Master-“

Julius memulai untuk mewakili yang lainnya.

Aku mengangguk untuk menyuruhnya melanjutkan ucapannya.

“–Itu adalah rencana baru kita. Bolehkah kami mendengar pendapatmu mengenai hal itu? ”

Semuanya terjadi dengan sangat baik.

<< Itu cukup bagus, tapi kalau aku bisa memberikan saran – >>

Aku mengulangi kata-kata Ciel kepada mereka.

Sungguh menyakitkan saat melihat ekspresi mereka dipenuhi dengan rasa kagum dan hormat.

Aku menyembunyikan sebagian besar ekspresiku dibalik kacamata berputar milikku, tapi pipiku menjadi sedikit memerah karena rasa malu.

Itu benar-benar tidak baik untuk meneruskan ide orang lain sebagai idemu.

Selanjutnya, aku akan lebih berhati-hati tentang hal itu.

◇◇◇

Tujuan mereka telah diputuskan pada malam hari, dan itu adalah hari keenam saat mereka beraksi.

Mereka pergi keluar dari penghalang yang ditempatkan Magnus di sekitar perkemahan dan memasak beberapa daging dengan bumbu yang akan menarik para monster.

Setelah waktu yang singkat, monster yang mereka cari pun muncul.

Poison Tiger.

Itu tampak sama seperti pada malam serangan itu, tapi saat ini keganasan dimatanya telah hilang.

Dari apa yang kulihat, monster itu benar-benar tampak seperti tengah mengibas-ngibaskan ekornya.

Tampaknya Laplace telah meyakinkan Rock Elephant untuk mengirimkan pesan. Itu cukup melegakan.

-Dan.

Para siswa melaksanakan rencana mereka untuk menangkap monster itu, dan mereka berhasil.

Pada titik ini, semua siswa yang bertahan telah melampaui 100 poin.

Lagi pula, mereka tidak hanya bertarung dengan monster peringkat A, tapi juga menangkapnya.

Jadi mereka semua telah melewati batas yang diperlukan.

Dan persiapan mereka telah selesai sebelum hari pertempuran.

Sekarang, sudah waktunya untuk mengakhiri hal-hal mengenai Magnus–

1 tanggapan pada “Chapter Extra – Permainan Pelarian Diri Rimuru yang Elegan 17.2”

Tinggalkan Balasan