Chapter Extra – Permainan Pelarian Diri Rimuru yang Elegan 16.1

Kursus pendidikan untuk siswa yang menggunakan sihir telah diputuskan.

Dan tepat pada waktunya, para siswa itu telah kembali, semuanya terlihat kelelahan.

Sekitar satu jam telah berlalu secara real time, jadi itu akan menjadi latihan jangka panjang yang sangat sulit bagi para siswa yang berfokus pada penggunaan sihir karena sejak awal mereka tidak memiliki banyak stamina.

Para pengguna sihir juga membutuhkan stamina tapi ini sudah terbilang cukup.

Sambil menyerahkan sisanya kepada para instruktur, seperti yang telah kami rencanakan dalam rapat sebelumnya, aku menoleh untuk melihat ke arah para aktor penting, para siswa tipe tempur.

Lalu-

“Lari lari! Bahkan dalam mimpi kalian, kalian bahkan tidak bisa menang melawan Magnus dan partynya hanya dengan seperti itu! “

Instruktur tipe tempur Brown berteriak dengan penuh semangat, itu terlihat seolah-olah dia adalah orang yang berbeda. Bahkan tiga instruktur pendamping lainnya juga tampak mengalami kesulitan. Kalimat terakhir yang diucapkan instruktur Brown benar-benar mengerikan.

Salah satu instruktur, Peter, bahkan berkata,

“B-brown-sensei, ti-tidak perlu sampai sekeras itu sejak awal—”

Dan bertindak sebagai pendukung bagi para siswa.

Namun, komentar semacam itu yang datang dari instruktur Peter juga diabaikannya dengan mudah.

“Diam! Jika kita akan melakukan ini, kita akan melakukan ini untuk menang! Bukankah kita harus berusaha keras dengan semangat itu? Apakah aku salah? Jika kau mau menjadi seperti itu, maka kau tidak akan pernah mendapatkan hadiah dari Rimu — Satoru-sensei! “

Tapi tetap saja, pria ini …

Bukankah tujuannya telah berubah?

Lagipula, bukankah dia hendak menyebut namaku dengan santainya? Itu sedikit mengkhawatirkan.

“Benar, sepertinya aku yang salah. Rimu — maksudku, Satoru-sensei sedang menonton. Kita tidak diijinkan untuk bersikap lunak — Kalian, bersemangatlah !! ”

“Itu benar, Peter-sensei! Kita tidak dalam posisi untuk bisa berkompromi! Sekarang, kalian — larilah seolah-olah hidup kalian bergantung padanya! ”

“” “YEAAHH !!” “”

U-umm …

Sepertinya instruktur Peter juga setuju.

Kenapa para instruktur menjadi bersikap serius?

Kalian telah meninggalkan para siswa.

Tapi itu tidak masalah.

Tidak apa-apa tapi … para siswa, apakah selama seminggu terakhir ini otak mereka telah dicuci atau semacamnya?

Mata mereka terlihat menyala-nyala dan mereka mulai berlari dengan putus asa.

Mereka berlari dengan kecepatan penuh, menggunakan semua kekuatan mereka yang tersisa dan bahkan mungkin lebih dari batasnya.

Mengeluarkan energi dan sihir mereka secara optimal untuk mengurangi rasa lelah mereka secara bersamaan.

Apa yang menggerakkan siswa-siswa ini sampai bertindak sejauh ini?

Jangan bilang … mereka tidak mengincar hadiah yang aku bicarakan … bukan?

Aku hanya bisa berdoa semoga itu hanyalah imajinasiku saja yang membuatnya terlihat seperti mereka lebih menginginkan hadiah daripada membiarkan Magnus dan yang lainnya bertindak sesuka hati mereka.

Sampai malam hari tiba, mereka telah melakukan perjalanan panjang.

Seperti yang kuduga, semua orang benar-benar terlihat kelelahan.

Mereka telah kehabisan mana dan bahkan tidak bisa berdiri dengan benar.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Tapi setelah meminum minuman yang aku buat, dengan sedikit campuran obat pemulihan, mereka telah cukup pulih untuk setidaknya dapat berjalan.

Sebuah suntikan untuk mendapatkan stamina!

Aku tidak menambahkan taurin di dalamnya tapi sepertinya efeknya luar biasa.

(flapy : Taurine adalah obat asam amino dengan fungsi untuk mendukung perkembangan saraf dan membantu mengatur tingkat air dan mineral dalam darah. Taurine juga diperkirakan memiliki keunggulan antioksidan.)

Tidak hanya menyembuhkan luka, tapi juga memulihkan stamina mereka.

“Satoru-san, ini …?”

“Ah, ini minuman yang kubuat dengan resep rahasia. Aku mempunyai bahan-bahan untuk membuatnya jadi aku cukup siap untuk memberikannya pada semua orang. ”

Aku menjawab sambil tersenyum.

Itu benar-benar sebuah kebohongan, tapi aku tidak bisa mengatakan bahwa “Aku membuatnya dengan mencampurkan obat pemulihan yang aku miliki selama ini” sehingga aku tidak punya pilihan.

Ah, itu mengingatkanku, ini agak terlambat tapi aku senang bahwa “monster tidak bisa berbohong” tidak berpengaruh padaku.

Ini bukan berarti aku suka menipu orang lain atau apa pun itu, tapi mempertimbangkan kepribadian dan posisiku, aku berada dalam situasi di mana aku tidak bisa terlalu sering mengatakan kebenaran.

…. Tidak, itu juga bukanlah sebuah kebohongan, bukan?

Jika kau mengartikannya secara luas, “resep rahasia”, “Aku mempunyai bahan-bahan”, atau “Aku cukup siap untuk memberikannya pada semua orang ” – semua ini tidak termasuk kebohongan.

Hanya bagian tentang “Aku mempunyai bahan-bahan” akan lebih akurat jika aku mengatakan “Aku memilikinya di dalam Imaginary Space sehingga mungkin itu hanya sedikit dipaksakan.

Yah, hal-hal itu tidak terlalu penting.

Saat semua orang pulih dari kelelahan setelah mereka meminum minuman yang aku persiapkan, mereka menyadari bahwa mereka juga merasa kelaparan.

Dan segera menjadi waktu bagi pasukan yang tersisa untuk menyiapkan makan malam.

Tampaknya kelompok yang bertanggung jawab atas memasak juga telah mengerahkan segalanya sehingga hidangan kali ini benar-benar memuaskan.

Aku membuat para siswa pengguna sihir melalui pelatihan praktis untuk membuat wadah menggunakan sihir tanah dan mencampurnya menggunakan sihir pembakaran.

Alhasil, peralatan makan untuk semua orang juga telah disiapkan.

Meskipun ada beberapa yang berbentuk aneh, mereka memiliki daya tarik tersendiri.

Dan seperti inilah, kami juga dapat menikmati makanan enak pada malam hari ke-5.

Nah, rasa lapar sudah dipuaskan tapi …

Sudah saatnya kemampuan mereka untuk berpikir menjadi pulih dan mereka mulai merasa tidak puas.

“Satoru — sensei …. ada sesuatu yang ingin aku tanyakan. “

Kata Julius dan kemudian dia berdiri.

Sepertinya dia memiliki sedikit rasa keberatan dalam memanggilku sensei, tapi dia tampaknya telah menekan harga dirinya dan mengakui aku sebagai guru mereka.

Pria yang lebih jujur ​​daripada yang kupikirkan.

“Apa itu?”

“Kari ini kami tidak benar-benar melakukan hal lain selain berlari, tapi apakah kami benar-benar dapat mengalahkan mereka jika seperti ini?”

“Kau bodoh? Tentu saja kalian tidak akan menjadi kuat hanya dengan berlari. Jika kalian bisa menang hanya dengan itu, maka tidak ada yang harus bekerja keras. “

“Apa– !?”

Sepertinya kata-kataku telah menyinggungnya, dia terlihat seperti sudah berada pada batasnya.

Kami membuat mereka berlari sepanjang hari tanpa membiarkan mereka berpikir. Dan di atas semua itu, aku hanya mengatakan sesuatu yang juga bisa diartikan bahwa tidak ada gunanya bagi mereka untuk berlari.

Dalam cara berbicara itu, itu sama seperti mengatakan bahwa kau hanya membuang-buang waktu di sepanjang hari ini.

Tinggalkan Balasan