Chapter 340 – Sage Terkuat, Identitasnya Diketahui

“Mustahil kau adalah satu-satunya orang yang pernah berhasil membunuhku … Gaias si penyihir …?”

“Aku bukanlah Gaias… Dalam arti yang sama saat ini kau bukanlah Zadokilgias.”

Gaias adalah namaku di kehidupanku yang sebelumnya.

Aku sekarang adalah Mathias Hildesheimr, bukan Gaias.

Dalam arti yang sama, iblis di hadapanku mungkin mewarisi jiwa dan kenangan Zadokilgias, namun dia adalah iblis yang berbeda dalam arti yang paling ketat.

Iblis ini mungkin memiliki namanya sendiri … Tapi itu tidak masalah.

Zadokilgias akan mati di sini.

Benar-benar dan sepenuhnya pasti mati saat ini.

“Kekalahanku datang dari tanganmu lagi … saat itu aku menganggap diriku menang dalam hal teknik… Tapi kali ini aku tidak punya alasan.”

Sebagian besar tubuh Zadokilgias telah hancur menjadi pasir.

Zadokilgias berbalik ke hadapanku dengan ekspresi kesal di wajahnya.

Mana milikku saat ini hanya kurang dari 30% mana milik Zadokilgias.

Dari segi kekuatan fisik, kekuatan fisikku berada jauh di bawah para iblis.

Namun aku menang, itu berkat kesenjangan dalam keterampilan dan dukungan dari rekan-rekanku.

Dalam pertarungan kami sebelumnya, secara ajaibnya ternyata aku lebih kuat dari Zadokilgias tapi masih kurang dalam hal kemampuan.

Situasinya kali ini terbalik. Aku lebih lemah dari Zadokilgias dalam hal kecakapan sihir, tapi kemampuannya melebihi iblis.

Bagi iblis yang merasa percaya diri dengan kemampuan mereka, itu pasti memalukan.

“… lain kali aku akan keluar sebagai pemenang.”

Zadokilgias menghilang menjadi pasir setelah meninggalkan kata-kata itu.

Hanya sepasang tanduk yang tumbuh dari kepalanya saja yang tersisa.

Namun, aku tahu bahwa [lain kali] itu tidak akan pernah terjadi.

Mustahil untuk bereinkarnasi begitu jiwa mereka benar-benar hancur berantakan.

… Begitulah halnya dengan jiwa.

“Nah … Bagaimana cara melanjutkan dari sini.”

Beberapa saat kemudian.

Kami semua telah berkumpul sambil mengamati daerah tempat kami bertarung dengan Zadokilgias.

“Aku telah menghancurkan banyak hal … Apakah itu akan baik-baik saja?”

Iris kembali ke bentuk manusia sambil bertanya padaku.

“Tidak apa-apa. Kota ini mungkin telah rusak parah … Tapi ini adalah metode yang paling tidak membahayakan. Jika kau tidak bertarung, Iris, seluruh kota akan binasa.”

Apa yang aku katakan itu benar.

Kota ini pasti akan hilang jika kita tidak membunuh Zadokilgias.

Dengan adanya Zadokilgias, bangunan itu sendiri mungkin akan utuh … tapi tidak untuk orang-orang.

Lagi pula, kota-kota yang menjadi target Zadokilgias di masa lalu telah berakhir dengan tragis.

Iblis itu bertarung lebih efisien daripada iblis rata-rata… Misalnya, setelah membunuh party yang datang untuk memusnahkannya, dia kemungkinan akan menyebar gas beracun di mana para pengungsi berlindung dan membunuh mereka.

Orang-orang di masa lalu tidak akan menganggap Zadokiligias sebagai sesuatu yang berbahaya jika dia adalah jenis iblis yang hanya akan menyerang balik party yang datang untuk menakhlukannya.

Iblis adalah makhluk yang senang membunuh manusia tidak peduli apa pun caranya.

Ada kerusakan struktural setelah pertarungan ini … dan tidak ada korban.

Tidak diragukan lagi itu semua berkat Iris.

“Walaupun begitu … Memperbaiki ini kembali akan menjadi sesuatu yang mengerikan.”

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Karena Iris harus meluncurkan serangannya di dalam kota secara fisik, kerusakan yang terjadi pun sangat luas.

Bagaimanapun juga, kami mungkin harus mengandalkan dukungan kerajaan untuk membantu pemulihan kota ini.

Kupikir aku harus melaporkan terlebih dahulu apa yang terjadi kepada sang raja dan kemudian memintanya untuk mengirim berbagai barang dan tenaga kerja ke sini.

Aku merasakan reaksi mana dari seorang pria yang sendirian datang ke sini dari jauh ketika aku memikirkan itu.

“Seseorang datang.”

… Itu mungkin bukanlah orang biasa.

Tidak ada orang biasa yang akan kembali ke kota ini tepat setelah naga menghilang pasca pertempuran dengan iblis.

Aku mengamati reaksi mana sambil sedikit meningkatkan kewaspadaanku.

Lalu … Pria itu muncul dari sudut jalan.

“Sepertinya … Seseorang dari orde Ksatria.”

“Ah, kurasa aku pernah melihat orang itu di suatu tempat!”

Ruli dan Alma mengatakan itu ketika mereka melihat pria itu.

Sepertinya itu adalah seorang ksatria.

Namun … Aku belum pernah melihat seragamnya dan lencana unitnya sebelumnya.

Ksatria itu mengenakan seragam dan lencana yang sedikit berbeda dengan yang biasa  kami lihat.

Seperti misalnya, kau bisa tahu dari unit mana seorang ksatria itu berasal dengan melihat apakah mereka mengenakan armor besi penuh atau tidak, dan lencana mereka.

Tapi Alma benar, wajah pria itu terlihat familiar.

Aku tidak dapat mengingat namanya, tapi dia mungkin seseorang yang tergabung dengan ksatria ibukota kerajaan.

3 tanggapan pada “Chapter 340 – Sage Terkuat, Identitasnya Diketahui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas