Chapter 331 – Sage Terkuat, Diabaikan

Boseil bukanlah sebuah kota besar.

Penduduknya akan segera menyadari orang asing di antara mereka.

Zadokilgias mungkin bisa memilih untuk membunuh dan mengambil tempat seseorang, tapi bergaul di antara para petualang adalah cara yang lebih baik untuk tetap tidak diperhatikan.

Lagipula, itu normal bagi para petualang untuk melakukan perjalanan antar kota, jadi pada dasarnya mereka adalah orang luar.

Juga bukan merupakan hal yang aneh bagi para petualang untuk menunggu dengan malas sampai mereka menemukan quest yang baik, sehingga bahkan mereka yang tidak melakukan quest apa pun tidak akan menimbulkan kecurigaan.

Yang berarti siapa pun bisa masuk.

Selain itu … Guild adalah tempat yang baik untuk mengumpulkan informasi dengan lalu lintas mereka yang padat.

Mereka akan menjadi yang pertama mengetahui tentang unit penaklukan iblis skala besar.

Lagipula, anggota unit penakhlukan itu bahkan mungkin akan datang ke guild untuk melapor.

Tidak ada tempat yang lebih baik untuk bersembunyi.

Petualang tidak ada selama era Zadokilgias berkembang, sehingga mungkin dia tidak tahu tentang guild petualang …. tapi menyadari semua itu akan menjadi masalah sederhana baginya bahkan tak lama setelah kebangkitannya.

Dengan pemikiran semacam itu, aku memutuskan untuk menyelidiki guild terakhir.

Karena kami sedang menghadapi Zadokilgias di sini, itu tidak akan mengejutkanku jika iblis itu telah mengantisipasi bahwa kami akan berpikir 『Iblis itu bersembunyi di guild』.

Jadi kami akan memeriksanya setelah menyelidiki semua kemungkinan lainnya.

“Aku akan melihat-lihat di dalam guild. Kalian tunggu di sini.”

“Kau akan pergi sendiri?”

“Ya. Mungkin ada penyergapan yang menunggu kita … aku akan segera kembali kecuali lawan kita bergerak.”

Lalu aku pergi masuk ke guild.

Masalah terbesar kami adalah Ruli dan Alma yang mungkin akan terkena serangan dadakan jika kami berempat masuk bersama-sama.

Saat melawan Zadokilgias, melindungi Ruli dan Alma akan terasa sulit.

Karena itulah, kami perlu memilih dengan tepat mengenai kapan dan di mana kami akan bertarung.

Aku yakin aku bisa mengatasinya jika aku satu-satunya yang disergap.

Karena itu jauh lebih mudah untuk melindungi diri sendiri daripada melindungi orang lain.

Disqualified Crest memiliki kecocokan yang sangat baik terhadap penyergapan karena waktu pelepasan mantranya yang cepat dengan sihir penghindaran dan pertahanan.

(Papan quest … Di sana.)

Aku langsung menuju papan quest begitu di sampai dalam.

Aku sebenarnya tidak mengambil quest, hanya saja petualang biasanya datang ke guild untuk mengambil quest.

Aku mencoba untuk menghindari menimbulkan kecurigaan dengan bertindak seperti petualang normal.

Dan sementara berpura-pura memperhatikan papan quest – aku menyelidiki reaksi mana para petualang terdekat.

Lalu … aku segera menemukan Zadokilgias.

(Itu dia.)

Aku memusatkan perhatian pada seorang pria jangkung yang membaca buku strategi di sudut guild.

Reaksi mana yang tidak diragukan lagi adalah reaksi manusia.

Sama sekali tidak ada reaksi iblis tentangnya.

Sebagai iblis, penyamarannya sangatlah sempurna.

Akan ada peluang nol dari para unit penakhlukan untuk bisa mengungkap keberadaannya melalui pendeteksian mana.

Namun … Ini sudah final. Itu adalah Zadokilgias.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Mana pria jangkung itu terlihat bersih, tanpa petunjuk apa pun mengenai iblis.

Namun … itu terlihat bersih, terlalu bersih.

Mana dari manusia yang tidak cukup terlatih seharusnya memiliki lebih banyak riak di atasnya.

Riak mana semakin rendah saat itu semakin sering dilatih.

Karena itu berbanding lurus dengan kemampuan seseorang untuk mengontrol mana.

Dengan demikian, kau bisa menebak kemampuan seorang penyihir dengan melihat mana miliknya.

Ini lebih berkaitan dengan fakta bahwa Zadokilgias tidak menyadari level rata-rata penyihir di zaman ini … Daripada kegagalannya dalam penyamaran itu sendiri.

Riak mana Zadokilgias disesuaikan dengan tingkat rata-rata dari para petarung sihir di era sebelumnya.

Yang mana itu merupakan level mengerikan di era ini.

… Aku tahu betul perasaan Zadokilgias tentang ini.

Kau biasanya tidak akan percaya bahwa level sihir dunia bisa jatuh serendah ini setelah bereinkarnasi dari kematianmu.

Aku telah sepenuhnya menguasai akal sehat dunia ini berkat Akademi Kedua … Namun Zadokilgias baru saja dihidupkan kembali baru-baru ini.

Tidak mengherankan itu menjadi kesalahan dalam penyamaran level mana miliknya.

Saat aku melihat papan quest sambil memikirkan hal itu … Zadokilgias mengalihkan pandangannya ke arahku.

Sepertinya dia sedang mengamati mana milikku.

Namun, sepertinya dia kehilangan minat padaku setelah beberapa detik.

Dia kembali membaca buku.

(Yah, sudah kuduga …)

Manaku saat ini terlihat lemah jika dibandingkan dengan penyihir rata-rata di era sebelumnya.

Itu normal mengingat usiaku. Ada batasan seberapa banyak kau bisa menempa mana dan kekuatan fisikmu dalam waktu singkat tidak peduli seberapa efisien pelatihannya.

Dari sudut pandang Zadokilgias yang didasarkan pada standar era sebelumnya, aku ini sama seperti anak kecil yang ingin menjadi seorang petarung sihir.

Paling tidak, seharusnya aku tidak terlihat seperti anggota unit penakhlukan yang dikirim untuk menaklukkan iblis yang kuat.

Dengan mengingat akan hal itu, aku mengembalikan tag quest yang aku ambil kembali di papan quest dan meninggalkan guild.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *