Chapter 205 – Sage Terkuat, Sembuh

“Mathi-kun, apa kau baik-baik saja !?”

“Bukankah sebelumnya kau ditusuknya!? Mathi-kun, jangan mati …”

Alma dan Ruli berlari ke arahku ketika aku kembali ke permukaan tanah setelah mengalahkan Zaridias.

Keduanya tampak sangat khawatir, tapi ketika mereka melihatku yang sama sekali tak luka, ekspresi mereka berubah menjadi ekspresi kebingungan.

“Eh, bukankah pedang yang sangat besar itu telah menusukmu …?”

“Apa ini semacam sihir pemulihan? Tapi pakaianmu juga terlihat baik-baik saja … Apa Mathi-kun yang ditusuk musuh itu semacam ilusi?”

Keduanya dengan anehnya memeriksa tubuhku ketika mereka mengatakan itu.

Saat ini, Tubuhku benar-benar terlihat sempurna.

“Tidak, aku benar-benar hampir terbunuh oleh Zaridias. Tapi sekarang aku baik-baik saja berkat pedang ini.”

Sebenarnya, aku memang telah terbunuh sekali, tapi aku tetap diam karena mereka akan mengkhawatirkanku jika aku mengatakannya.

Ruli mengamati tubuhku dengan ekspresi serius sambil mendengarkan apa yang kukatakan.

Dan setelah dia benar-benar yakin bahwa aku baik-baik saja – dia memelukku.

“Mathi-kun, kau benar-benar baik-baik saja!”

“Ah ya, kupikir aku sudah bilang begitu …”

… Ini buruk untuk jantungku ketika dia berada sedekat ini, tapi aku tidak bisa menjauh karena pedang di tanganku menghalangi usahaku.

Jika aku melepaskan pedang ini, mana yang ada di dalamnya akan kehilangan tempat penyalurannya dan meledak.

Setelah keuntungan – maksudku, kejadian yang tak terhindarkan itu berakhir, Ruli yang telah menjauh dariku mulai bertanya.

“… Jadi pedang apa itu?”

“Ini adalah pedang sihir yang dapat membangkitkan penggunanya ketika mereka mati, dan memberi mereka mana dalam jumlah yang besar. Kurasa mana didalamnya akan bertahan selama lima menit.”

Aku mengarahkan pedang itu ke samping, dan menembakkan sihir tipe serangan dengan menggunakan mana itu pada batu terdekat.

Gadis-gadis itu terlihat terkejut dan sepertinya saat ini mereka telah mengerti apa yang terjadi setelah jumlah melihat mana yang sangat besar itu.

“J-jadi begitu caramu kau melakukannya …”

“Tapi mustahil Mathi-kun bisa mengendalikan jumlah Mana sangat besar itu, bukan? Apa ada semacam alat pengontrol mana yang dipasang didalamnya juga?”

“Tidak, kau tidak bisa memasukkan alat pengontrol mana yang bisa mengatasi jumlah mana yang ada di dalam pedang ini, aku sendirilah yang mengendalikannya … kau tahu? memang  ada beberapa keterampilan dalam mengendalikan sejumlah besar mana, tapi itu cukup mudah untuk dilakukan begitu kau sudah terbiasa. ”

Pedang ini mungkin tidak bisa digunakan oleh para gadis ini, tapi masih mereka perlu untuk mengontrol sejumlah mana yang besar untuk dapat menggunakan item sihir lainnya dan semacamnya.

Jika ada kesempatan , aku harus mengajari mereka tentang bagaimana cara melakukannya.

… Beberapa ksatria berlari ke arah kami dari dalam kota saat kami sedang berbicara.

Dari lambang yang terukir di armor mereka, mereka adalah unit yang berada langsung di bawah perintah sang raja.

“Mathias-sama! Anda selamat!”

Sepertinya tahu bahwa aku telah mengalahkan iblis itu.

Bagaimanapun juga, pertarungan antara kami melawan si iblis pasti dapat dilihat dari ibukota.

“Ya, aku baik-baik saja. Dan tidak perlu merasa khawatir tentang naga itu.”

“… Kami benar-benar berterima kasih padamu karena telah mengalahkan iblis itu.”

Ruli bertanya kepada para ksatria yang menundukkan kepala pada kami.

“Apa yang terjadi pada iblis yang ada di dalam kota?”

Sekarang setelah dia mengatakannya, memang ada iblis di dalam kota.

Saat ini aku tidak bisa menggunakan pendeteksian mana karena mana yang dilepaskan oleh pedang sihir itu … Aku ingi tahu, bagaimana keadaannya?.

” Saat ini para siswa Akademi Kedua sedang mengurus penaklukan iblis tersebut. Menurut kepala sekolah Edward, tidak ada masalah dengan penakhlukan itu, para siswa pasti dapat mengalahkan iblis itu!”

Jadi saat ini Akademi Kedua cukup kuat untuk dapat mengalahkan iblis huh.

Sepertinya aku tidak perlu khawatir mengenai iblis yang menyelinap melewati penghalang akan dapat membuat kekacauan di dalamnya.

Dan sekarang kami bisa bersantai … atau mungkin tidak. Kami tidak bisa melakukannya.

『Chaotic Demons』yang diucapkan Zaridias di saat-saat terakhirnya.

Zaridias sudah sepenuhnya meninggalkan pemikiran untuk bertahan hidup ketika dia mengucapkan kata-kata itu.

Itu tidak terdengar seperti dia sedang memohon untuk hidupnya.

Jika 『Chaotic Demons』 ini benar-benar ada dan sekuat Zaridias, mungkin dunia ini benar-benar berada di ambang kehancuran.

Sepertinya pelatihan kami di dunia yang damai tidak akan dapat terjadi dalam waktu dekat.

…. Tapi prospek semacam itu juga menarik dalam artiannya sendiri.

Tinggalkan Pesan