Chapter 9

Ardis yang berusaha memburu raja binatang buas dan mencari uang langsung bergerak ke utara melalui padang rumput.

Dia telah berlari melintasi padang rumput selama sekitar setengah jam sebelum menemukan raja binatang buas yang berada agak jauh dari jalan raya.

Berburu bukanlah hal yang menyenangkan, tapi yang kau butuhkan adalah uang, bukan kepuasan.

Tidak ada cara lain untuk mendapatkan uang dengan mudah dari perjalanan sehari di luar Toria selain dengan berburu.

Setelah berburu raja binatang selama satu jam, Ardis mulai merasa lelah dari pekerjaan yang monoton itu, ketika dia tiba-tiba menemukan 3 tentara bayaran tengah berburu monster.

Sementara yang lain bertarung, itu adalah hal yang tabu bagi tentara bayaran lainnya untuk menyela.

Mereka kemungkinan akan terus berburu di daerah ini juga.

Kecuali jika mereka dalam masalah, itu merupakan sebuah hukum tidak tertulis untuk tidak ikut campur.

Tentu saja ada pengecualian, dan tentara bayaran yang ditemukan oleh Ardis tampaknya termasuk dalam kategori itu.

Meskipun ada 3 orang yang bertarung dengan monster itu, ada orang keempat yang telah jatuh di tanah dari serangan monster.

(Apakah itu monster, Despair? Sial sekali bertemu dengannya di tempat ini)

Despair memiliki nama lain, raja mahkota di padang rumput.

Pada saat Ardis menilai bahwa dia harus membantu mereka, salah satu tentara bayaran akan mati.

(Cih, akankah aku tiba tepat waktu !?)

Ardis menjatuhkan pedang pendek dari punggung bagian bawahnya dan melepaskannya ke udara.

「Maju」 (Ardis)

Pedang pendek itu terbang dengan kecepatan panah ke arah instruksi Ardis.

Saat pendekar pedang yang memegang perisai itu hendak dicabik-cabik oleh Despair, sebuah pedang pendek melintas di depannya

Mengabaikan kekerasan sisiknya, pedang itu memotong kaki depan Despair dan kemudian melanjutkan untuk memenggal kepalanya.

Ardis yang telah mengkonfirmasi bahwa bahaya telah berlalu langsung menarik kembali pedang pendeknya.

Sementara berjalan menuju ke arah para tentara bayaran itu, Ardis menyeka darah dari senjata yang sekarang berlumuran darah dan meletakkannya di sarung di punggung bawahnya.

Ketika dia mendekat, dia bisa melihat seorang gadis kecil dengan rambut merah gelap merawat orang-orang yang terluka. Ada total empat orang, dengan pendekar pedang berambut panjang dan seorang pria memegang kapak terkapar di tanah.

Dua orang yang diserang oleh Despair itu sudah tidak sadarkan diri dan mungkin ada bahaya bagi hidup mereka jika perawatan mereka tertunda.

「Hei … yang membantu kami beberapa saat yang lalu … apa itu kau?」 (Gresch)

Seorang pendekar pedang muda bertanya kepada Ardis ketika dia mendekat.

Dia tergagap setelah melihat bahwa orang yang menghabisi Despair dengan mudahnya masihlah sangat muda.

「Ya, aku yang membunuh Despair」 (Ardis)

Ardis mengakuinya dengan jelas.

Pria muda itu dengan cepat menyembunyikan kejutan kecilnya di balik mata birunya dan menundukkan rambutnya yang berwarna pirang.

「Terima kasih untuk bantuannya. Aku berpikir bahwa baik aku maupun teman-temanku tidak akan bisa diselamatkan. Aku sangat menghargainya 」(Gresch)

Dalam hati, Ardis merasa terkesan dengan sikapnya.

Meskipun masih muda, dia cukup sopan. Terlepas dari kenyataan bahwa Ardis jelas terlihat lebih muda darinya.

Sangat disesalkan jika dia mati di tempat ini.

「Aku menerima rasa terima kasihmu. Bagaimana keadaan temanmu? 」(Ardis)

Sementara mengangguk ringan pada pemuda bermata biru itu, Ardis memandang ke arah teman-temannya.

「Itu …. meskipun kau telah banyak membantu kami … Aku harap kau akan mengizinkanku untuk meminta bantuan lain … jika kau memiliki obat untuk perawatan, bisakah kau membagikannya dengan kami? Aku tidak memiliki satu pun 」(Gresch)

「Dalam hal ini …. gunakan ini」 (Ardis)

Ardis mengambil 2 obat dari kantong yang ada pinggangnya dan menyerahkannya kepada pemuda itu.

「Eh … .ini … obat kelas atas !?」 (Gresch)

Pemuda itu sadar bahwa obat yang ia terima itu tidak biasa.

Obat-obatan tingkat tinggi memiliki efek yang lebih baik daripada obat biasa. Mereka bahkan dapat bekerja pada mereka yang sekarat.

Namun harga jualnya sepuluh kali lipat dari harga obat biasa. Tidak mudah bagi tentara bayaran pemula untuk mendapatkannya.

「Hanya itu yang aku miliki untuk saat ini」 (Ardis)

「… Maaf」 (Gresch)

Mengabaikan harga jualnya, pendekar pedang muda itu menuju ke arah rekannya yang terluka dengan ekspresi yang rumit.

Mereka tampaknya pulih dengan baik setelah menerima obat tingkat tinggi itu.

Obat-obatan biasa dan bermutu tinggi merupakan produk dari teknologi sihir. Sepertinya tidak ada yang tahu bagaimana merawat tubuh tanpa menggunakan ini.

Ardis juga tidak dapat memahami bagaimana cairan itu bisa menyembuhkan luka dalam waktu singkat.

Dikatakan bahwa menurut sebuah teori, itu adalah berkah dari dewi. Goresan kecil dan luka sembuh dalam hitungan detik, sedangkan yang sekarat akan sembuh dalam beberapa menit.

Namun Ardis tidak terlalu percaya pada teori itu.

Bahkan jika itu dari dewi, itu pasti bukan karena murni niat baik.

「Uuu」 (???)

Beberapa menit kemudian setelah obat diberikan, kedua pria yang terluka membuka mata mereka.

「Jio! Ralph! 」(Konia)

「Ah …. .Konia …?」 (???)

Gadis kecil itu meneriakkan suara kebahagiaan, sementara dua pria yang sebelumnya terluka melihat sekeliling dengan ekspresi canggung.

「Terima kasih Tuhan, aku pikir kau akan mati!」 (Konia)

Seperti boneka dengan potongan senarnya, gadis berambut merah itu terduduk.

「Bagaimana dengan Despair itu, Gresch?」 (Ralph)

Seorang pria muda dengan rambut hitam pendek bertanya tentang hal itu kepada si pria bermata biru, Gresch.

「Kau dapat menemukannya di sana」 (Gresch)

Pria bermata biru itu menunjuk ke tubuh Despair.

「Oh! … Apa kau serius! Kau membunuh Despair!? 」(Ralph)

Pendekar pedang berambut pendek itu mulai bersemangat, tapi pria bermata biru itu menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak, aku tidak mengalahkannya, dia yang melakukannya” dan memandang ke arah Ardis.

「Eh? Wa? Apa yang kau bicarakan Gresch? Tidak mungkin bocah seperti itu bisa membunuh Despair 」(Ralph)

「Ralph!」 (Gresch)

Gresch menegur Ralph.

「Maaf … temanku sangat kasar …」 (Gresch)

「Aku tidak keberatan, aku sudah terbiasa」 (Ardis)

Bagi Ardis yang menunjukkan senyuman pahit, pemuda bermata biru itu membalas dengan tatapan halus.

Bagi seorang anak lelaki yang lebih muda dari diri mereka sendiri untuk bisa menjadi sekuat ini, itu wajar untuk meragukan kemampuan mereka sendiri dan menolak untuk mengakuinya. Namun Ardis telah belajar untuk hanya tertawa dan memaafkannya. Dia bertanya-tanya apakah ada yang salah dengan reaksinya.

「Aku ingin mengucapkan terima kasihku sekali lagi. Terima kasih telah mempertaruhkan hidupmu untuk menyelamatkan kami. Namaku Gresch, ini temanku Jio, Konia, dan Ralph 」(Gresch)

「Ardis」 (Ardis)

Ardis menjawab.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

「Itu … Ardis. Harga untuk obat tingkat tinggi itu … maukah kau menunggu sebentar? Seperti yang kuduga, bagi kami untuk membeli dua obat tingkat tinggi itu terasa sedikit .. 」(Gresch)

Setelah menyelesaikan perkenalannya, Gresch tampak merasa sedikit menyesal.

「Harga? Karena aku tidak bermaksud menjualnya secara khusus dan karena itu adalah tugas tentara bayaran veteran untuk membantu pemula, jadi jangan pedulikan itu 」(Ardis)

「Ha! Aku tidak ingin dipanggil pemula olehmu yang terlihat seperti anak kecil! 」(Ralph)

「Hentikan, Ralph!」 (Gresch)

Gresch menegur kata-kata Ralph.

Sepertinya tidak ada cara untuk meyakinkan Ralph.

Sepertinya dia kecewa dan tidak bisa percaya bahwa anak muda semacam itu bisa mengalahkan sesuatu yang tidak bisa dia kalahkan.

「Maaf Ardis. Bagaimanapun juga, aku berencana untuk kembali ke kota hari ini, jadi aku ingin mengucapkan terima kasih nanti. Penginapan mana yang kau tinggali? 」(Gresch)

「Aku tidak berpikir kalian harus kembali ke Toria sekarang」 (Ardis)

「A, ah. Begitukah? 」(Gresch)

Apakah ada masalah? Gresch merespons di dalam kepalanya

「Akan lebih baik untuk tidak meninggalkan sisiku terlebih dahulu」 (Ardis)

「Apa maksudmu …?」 (Gresch)

「Kau akan segera tahu」 (Ardis)

Atas kata-kata Ardis, Gresch mengalihkan pandangannya ke arah yang berlawanan dari kota.

Setelah itu, tiga lainnya juga menggerakkan kepala mereka ke arah itu, Konia berteriak ketakutan.

「Sesuatu akan datang …!」 (Konia)

「Apa !?」 (Ralph)

Jio mengambil teleskop dari tasnya dan melihat, wajahnya tiba-tiba membiru.

Despair …」 (Jio)

Gresch juga melakukan hal yang sama dan setelah mengenali ancaman yang akan datang, ia meneriakkan perintah kepada teman-temannya.

「Lari! Buang semua barang yang berat! 」(Gresch)

Tiga orang lainnya segera mengikuti instruksinya dan membuang bulu Snatcher yang telah mereka kumpulkan bersama dengan barang-barang berat mereka.

「Ardis, apa yang akan kau lakukan?」 (Gresch)

Gresch secara alami mengetahui bahwa Ardis kuat, tapi dia masih merasa bahwa Ardis tidak akan membantu mereka sekarang.

Meskipun mereka telah dibantu beberapa saat yang lalu, itu karena niat baik Ardis. Sekarang setelah niat baik itu berlalu, akan sombong untuk mengharapkan dia membantu mereka lagi.

Itu sebabnya mereka memutuskan untuk bertindak sendiri dan tidak mengharapkan bantuan dari Ardis.

Melihat mereka bertindak seperti ini, Ardis bahkan merasa lebih senang dengan kelompok ini.

「Aku akan tetap di sini. Itu sebabnya lebih baik untuk tidak meninggalkanku terlebih dahulu」(Ardis)

「Apa maksudmu?」 (Gresch)

「Para Despair itu bekerja bersama」

Ardis menunjuk ke sisi yang berlawanan dengan Despair yang mereka temukan.

「Ini aneh …. kenapa!」 (Jio)

Memeriksa arah yang ditunjuk Ardis, Jio tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya.

「Juga, selain itu」 (Ardis)

Ardis menunjuk ke arah lain.

Sebanyak tiga Despair termasuk yang ditemukan pertama kali. Mereka mendekati dan mengelilingi Ardis.

「Tiga Despair… tidak mungkin …」 (Konia)

Mengguncang rambutnya yang setengah panjang, wajah Konia diwarnai dengan keputusasaan.

Awalnya, Despair berburu sendirian.

Namun itu tidak mutlak, dalam kasus langka mereka dapat berburu bersama.

Ekologi mereka diselimuti misteri, tapi dikatakan bahwa mereka berburu bersama sebagai orang tua dan anak-anak.

Tentu saja tidak usah dipertanyakan lagi, satu Despair dapat dengan mudah menghabisi para tentara bayaran pemula.

Pada saat yang sama, tiga Despair sekaligus dapat meningkatkan tingkat bahaya secara dramatis.

Terlebih lagi, jika mereka benar-benar mengepungmu. Biasanya tidak akan ada party pemula seperti Gresch bisa bertahan.

–Ya begitulah, jika tidak ada Ardis di sini.

2 komentar untuk “Chapter 9”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *