Chapter 6

「Ini sudah sangat telat, kita mungkin bisa sampai di sana sebelum gerbang ditutup」 (Ted)

Ted memandang ke langit ketika dia mengatakan itu.

Setelah membereskan kamp dan membuka kunci gelang si kembar, hari sudah sudah pagi.

Party itu berangkat menuju Toria di sepanjang jalan raya, tapi seperti yang diharapkan, si kembar telah memperlambat laju party itu.

Meskipun keempat anggota tubuh mereka telah bebas, anak-anak itu tetap tidak bisa mengikuti tentara bayaran yang terlatih.

Ardis membawa mereka pada interval yang berbeda, tapi dia tidak bisa menahannya di sepanjang hari. Akibatnya, ada penundaan yang cukup besar untuk jadwal yang telah mereka tetapkan sebelumnya.

「Aku bisa melihatnya」 (Ophelia)

Kata Ophelia ketika setetes keringat bergulir di wajahnya yang disembunyikan di balik penutup kepalanya.

「Apa kita akhirnya tiba?」 (Ted)

Kata Ted sambil menarik napas.

Berhenti dan melanjutkan perjalanan secara konstan itu terasa melelahkan.

Syukurlah, mereka berhasil mencapai Toria sebelum hari malam.

Masih ada 30 menit lagi.

Pada saat Ardis tiba, penjaga gerbang sedang bersiap-siap untuk menutup gerbang.

「Sini, cepatlah」 (Penjaga gerbang)

Penjaga gerbang ingin menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin. Terburu-buru, Ardis mengeluarkan dokumen masuk serta catatan.

Tapi itu hanya untuk Ardis.

Begitu penjaga gerbang melihat si kembar, ekspresinya segera berubah.

「Hei, apa mereka kembar?」 (Gatekeeper)

Si kembar mengenakan pakaian anak-anak yang diambil dari kereta.

Gelang-gelang mereka sudah dihapus oleh Ardis dan dokumen yang mengidentifikasi si kembar telah dibakar olehnya.

Meskipun kekotoran mereka terlihat sedikit mencolok, saat ini si kembar tampak seperti orang biasa.

Namun penjaga gerbang sepertinya tidak peduli tentang hal itu.

Dia menatap gadis-gadis itu seolah melihat sesuatu yang hina.

「Apa yang kau katakan !?」 (Norris)

「Sudah, sudah, penjaga gerbang. Tidak bisakah kau melihat bahwa mereka ini adalah subjek pengawalan kami, bukankah kau telah bekerja terlalu keras? 」(Ted)

Ted mencoba yang terbaik untuk menenangkan si penjaga gerbang

「Tapi ini …」 (penjaga gerbang)

「Hari ini kau  juga bekerja sangat keras, jadi kurasa kau pasti merasa lelah. Silakan menikmati minuman yang nikmat dalam perjalanan pulangmu 」(Norris)

Dari sisi lain, Norris memberikan beberapa koin perak kepada penjaga gerbang

「U … umu. Yah mau bagaimana lagi. Jangan sampai menimbulkan masalah! 」(penjaga gerbang)

Begitu dia berkata begitu, dia memberi isyarat kepada Ardis.

Melewati gerbang, rombongan itu pun memasuki jalan utama. Norris tiba-tiba mengetuk Ardis dengan telapak tangannya menghadap ke atas.

「Ardis」 (Norris)

Saat melihat penampilan Norris, Ardis mengeluarkan beberapa koin perak dari dompetnya dan meletakkannya di tangannya

「Berjalan-jalan dengan si kembar dapat menyebabkan masalah. Nah, itu juga bisa terasa menarik dalam artiannya sendiri bukan? 」(Norris)

「Kau telah menyelamatkanku, maaf Ted」 (Ardis)

「Ya tidak apa-apa, aku akan melaporkan quest ke pedagang kayu. Kami akan menghubungimu ketika pekerjaan kami berikutnya datang 」(Ted)

「Ardis …. sebenarnya … ada hal-hal yang ingin aku katakan, tapi jangan ragu untuk menghubungiku jika kau memerlukan bantuan. Aku akan melakukan sebanyak yang aku bisa 」(Ophelia)

「Ah, sampai jumpa」 (Ardis)

Setelah rombongan itu pergi, Ardis ditinggal sendirian bersama dengan si kembar.

Langit berangsur-angsur menjadi lebih gelap dan orang-orang di jalan mulai jarang terlihat, tapi semua orang yang melihat si kembar memiliki kerutan di wajah mereka.

Ardis merasa frustrasi dengan tatapan semacam itu dan mendesak si kembar untuk mengikutinya saat dia berjalan menyusuri jalan menuju penginapan.

Penginapannya cukup dekat dengan jalan utama, itu menjadikannya lokasi yang baik untuk menginap.

Di antara penginapan yang ada di Toria, mereka biasanya berukuran sedang dengan biaya kamar murah dan banyak makanan untuk membuat para pelanggan merasa senang.

Meskipun rasa masakannya tidak luar biasa, itu bukanlah masalah besar bagi Ardis yang tidak terlalu pilih-pilih tentang rasa.

Karena si kembar, secara alami biaya kamar dan makan naik.

Untungnya Ardis tidak kekurangan uang.

Untuk saat ini dia hanya ingin tidur. Mereka telah menangani quest itu selama beberapa hari terakhir dan dia belum tidur dengan baik.

Setelah memberi si kembar makanan yang memadai dan menyuruh mereka tidur, ia akan langsung tertidur.

Begitulah, sampai mereka diusir oleh pemilik penginapan.

「Silakan tinggalkan tempat ini segera」 (Pemilik penginapan)

Empat hari yang lalu ketika dia meninggalkan penginapan, pemilik penginapan itu terlihat sangat ramah kepada Ardis dan berharap bahwa dia akan segera kembali. Namun ketika dia kembali bersama dengan si kembar, dia tidak menyembunyikan ekspresi kesalnya.

「Aku tidak pernah terlambat membayar, bahkan aku selalu membayar di muka. Tiba-tiba meninggalkan tempat ini bukanlah hal yang tepat 」(Ardis)

Ardis menanggapi pelayan yang sikapnya telah berubah 180 derajat.

「Abaikan itu, bukankah mereka kembar?」 (Pemilik penginapan)

Pemilik penginapan itu menatap anak-anak yang berdiri di belakang Ardis.

「Jadi kenapa jika mereka kembar? Aku akan membayar untuk mereka berdua 」(Ardis)

「Itu tidak penting! Jika diketahui bahwa ada anak kembar tinggal di sini maka bisnisku akan menderita kerugian! 」(Pemilik penginapan)

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Sudah mencapai titik di mana percakapan lebih lanjut menjadi hal yang tidak mungkin.

Ardis yang terdesak untuk memilih antara meninggalkan penginapan atau meninggalkan si kembar memutuskan untuk segera meninggalkan penginapan itu.

Sudah larut malam.

Apa pun yang terjadi, dia tidak ingin tidur di jalanan bersama si kembar.

Ardis berjalan di sekitar jalan dan memeriksa penginapan yang berbeda, namun kebencian terbuka terhadap si kembar membuatnya mustahil untuk menemukan sebuah kamar.

(Tidak mungkin…)

Ardis tiba-tiba dipenuhi dengan perasaan jijik terhadap orang-orang di kota ini.

Namun setelah mendengar cerita dari Ophelia, dia tidak bisa meninggalkan si kembar.

Sementara mencari penginapan yang memungkinkan untuk mereka tinggal, Ardis tiba di tempat asing di sebuah jalan.

Itu cukup jauh dari jalan utama, tapi tidak terlalu jauh dari jalan-jalan di mana penginapan glamour berada. Cahaya kecil yang diberikan oleh lampu jalan membuat tempat ini terasa tenang dan agak suram.

「Hei ada onii-san, ya kau!」 (???)

Tiba-tiba suara seorang wanita terdengar di antara kesibukan distrik hiburan.

Setelah mencari-cari di daerah itu, Ardis tiba-tiba menyadari bahwa wanita itu memanggilnya.

Itu adalah seorang wanita berusia di pertengahan dua puluhan tahun.

Warna rambutnya adalah warna biru yang mencolok mata.

Dari segi penampilan, dia memberi kesan menyenangkan dari sosok langsingnya.

Pakaian yang dia kenakan tidak spektakuler, tapi itu dipenuhi dengan rasa kebersihan.

「Apa kau mungkin mencari sebuah penginapan untuk malam ini?」 (Wanita)

「… kenapa kau berpikir begitu?」 (Ardis)

「Yah kau terus berkeliaran dan kelihatan seperti kau sedang berusaha menemukan sesuatu. Biasanya sekitar waktu malam ini, orang-orang akan kembali ke penginapan mereka 」(Wanita)

Tidak seperti distrik hiburan, di daerah ini hanya ada rumah-rumah pribadi yang miskin, tidak ada toko yang buka di malam hari.

Selain itu, jika kau membawa seperangkat barang bawaan seperti yang dibawa Ardis, kau dapat dengan mudah menebak apa yang mereka cari. Wanita itu berkata begitu.

「Kami punya kamar gratis di penginapan kami, bagaimana?」 (Wanita)

Untuk Ardis yang sedang mencari penginapan, ini bisa disebut sebagai hal yang menyelamatkan.

Tapi…

「Aku menghargai itu, tapi apakah anak-anak ini juga diperbolehkan?」 (Ardis)

Ardis mengalihkan pandangannya ke si kembar di belakangnya.

「Anak-anak ini …」 (Wanita)

Wanita itu segera kehilangan kata-katanya.

Mengikuti Ardis, dia menangkap si kembar dan melanjutkan untuk membuka dan menutup mulutnya seolah-olah itu telah dibungkam oleh sihir.

「… apakah mereka kembar?」 (Wanita)

「Benar. Apakah anak-anak ini boleh tinggal bersamaku? 」(Ardis)

「Eh, oh ….」 (Wanita)

Kata-kata wanita itu menjadi tidak bisa dimengerti saat dia memegangi kepalanya.

Tapi tidak seperti penginapan sebelumnya, tidak ada penolakan langsung darinya.

Aku penasaran apakah mereka memiliki sedikit pelanggan. Ada perasaan seolah-olah dia tidak benar-benar ingin menempatkan si kembar itu di penginapannya, meskipun sebenarnya dia ingin mengisi kamarnya.

「Baiklah … apakah onii-san seorang tentara bayaran?」 (Wanita)

「Benar」 (Ardis)

「Apakah anak-anak itu juga tentara bayaran?」 (Wanita)

「Tidak, mereka bukan tentara bayaran 」 (Ardis)

Wanita itu memegangi kepalanya beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk seolah meyakinkan dirinya sendiri. Dia memulai negosiasi dengan Ardis.

「Aku memiliki persyaratan, tapi aku akan membiarkanmu  menempati sebuah kamar jika kau mau mengikutinya」 (Wanita)

Dunia di mana perlakuan terhadap si kembar begitu mengerikan, tiba-tiba itu terasa menjadi sedikit lebih baik.

「Persyaratan?」 (Ardis)

「Ya. Pertama, kau tidak boleh memberi tahu siapa pun bahwa mereka kembar. Jika diketahui bahwa si kembar tinggal di penginapanku, maka semua pelanggan akan pergi. Selanjutnya, anak-anak itu tidak diperbolehkan berada di luar ruangan secara bersamaan. Jika mereka tidak melihat keduanya secara sekaligus, mereka tidak akan tahu bahwa mereka itu kembar 」(Wanita)

Ardis mempertimbangkan dua persyaratan itu di dalam benaknya.

Persyaratan pertama bukanlah masalah yang harus diselesaikan. Dia tidak benar-benar ingin memberi tahu orang tentang hal itu.

Ada masalah dengan persyaratan kedua, tapi itu masih bisa diterima.

Dia tidak berpikir bahwa si kembar akan pergi tanpanya.

Mereka tidak pernah membuka mulut sama sekali sampai mereka datang ke sini, mereka hanya dengan patuh mengikuti apa yang dikatakan Ardis. Bahkan tidak ada indikasi bahwa mereka akan melarikan diri sekarang setelah gelang-gelang itu hilang.

Untuk mengkonfirmasinya, Ardis mengajukan pertanyaan kepada wanita itu.

「Bisakah kau membawakan air untuk mengelap tubuh kami dan makanan ke kamar kami?」 (Ardis)

「Aku tidak keberatan, tapi aku akan mengenakan biaya tambahan」 (Wanita)

「Aku mungkin tidak kembali ke penginapan selama berhari-hari, pada saat itu bisakah aku memintamu untuk menjaga anak-anak?」 (Ardis)

「Baiklah, tapi itu akan dikenakan biaya lain. Apa itu tak masalah? 」(Wanita)

「Itu tidak masalah, berapa biaya kamar dan makan?」 (Ardis)

「Biasanya biaya kamar triple seharga koin perak, sementara makanan seharga lima koin tembaga … namun untukmu itu akan dikenakan biaya 2 koin perak untuk biaya kamar karena risiko yang kuhadapi」 (Wanita)

Ardis memiliki kesan baik terhadap wanita itu. Meskipun harganya tinggi, dia mengungkapkan harga aslinya dengan jujur.

Hanya ada beberapa penginapan yang akan menerima tentara bayaran.

Meskipun lebih mahal, Ardis tidak punya pilihan lain.

「Aku tidak butuh tempat tidur pribadi untuk kami semua, 2 tempat tidur saja sudah cukup. Untuk makanan, aku pesan yang untuk tiga orang di pagi dan sore hari. Anak-anak ini akan makan 3 kali sehari 」(Ardis)

「Untuk biaya kamar, kau dapat menggunakan satu koin perak dan empat koin tembaga, harga makanan adalah 1 koin perak dan 1 tembaga. Air panas berharga 1 koin tembaga setiap kali dipakai. Biaya untuk mengantar makanan ke kamarmu adalah 5 koin tembaga. Sedangkan untuk menjaga anak-anak, mungkin 1 koin tembaga setiap hari? 」(Wanita)

「Tidak masalah, maka aku ingin memesan kamar selama sepuluh hari」 (Ardis)

Dan seperti itulah, dua koin perak dan banyak koin tembaga telah menghilang.

(Pada tingkat ini aku akan diperas kering…)

Sementara menyimpan sedikit rasa ketidakpuasan dengan harga yang diajukan wanita itu, dia merasa lega bahwa dia berhasil mengamankan tempat untuk di tinggali untuk sementara waktu. Ardis ingin cepat-cepat naik ke ranjang yang hangat dan tidur.

「Kalau begitu ikuti aku. Kalian akan terlihat oleh pelanggan lain jika kalian masuk dari depan, jadi masuklah melalui pintu belakang 」(Wanita)

Ardis tidak menyadari seberapa dekatnya mereka dengan penginapan yang dimaksud.

Itu tampak seperti rumah pribadi yang berukuran sedikit lebih besar, tanda kecil tergantung di pintu masuk 『Stop Tree Tea Rooms』

 (Flapy: Ini adalah terjemahan literal ke bahasa inggrisnya jadi mungkin bukan apa yang dimaksudkan oleh penulis)

Mengikuti wanita itu, mereka pergi menuju ke pintu belakang penginapan untuk menghindari mata pelanggan lainnya.

Saat memasuki bangunan itu, mereka tiba di dapur dan melewati dua kamar lainnya.

「Kau masih harus datang ke meja penerimaan tamu」 (Wanita)

Setelah membayar biaya makan dan kamar selama sepuluh hari di meja penerimaan tamu, Ardis segera membawa makanan ke kamarnya.

「Oh itu benar. Namaku Kashiha dan penginapan ini dikelola oleh aku dan ayahku. Aku akan memberi tahu ayahku tentang situasi Ardis jadi tolong tunjukkan wajahmu besok 」

Setelah mengatakan itu, Kashiha meninggalkan kamar mereka.

Yang tersisa di ruangan itu hanyalah Ardis, si kembar, dan makanan untuk tiga orang. Nyala lilin yang hanya merupakan satu-satunya sumber cahaya kamar itu berkilau samar.

「Gelap sekali」 (Ardis)

Di gumaman Ardis, bagian dalam ruangan segera dipenuhi dengan cahaya terang yang tak tertandingi dengan nyala lilin itu.

Sumber cahaya itu terlihat muncul entah dari mana, itu menempel ke langit-langit dalam bentuk bola.

Itu berukuran sedikit lebih besar dari telapak tangan dan memancarkan cahaya terang yang menenggelamkan cahaya lilin yang tidak bisa diandalkan itu.

Si kembar yang jarang menunjukkan emosi di wajah mereka selain rasa takut tampak terkejut,

Mereka menatap langit-langit dan mengedipkan mata mereka pada cahaya sihir yang mengambang di udara.

「Ayo makan selagi hangat」 (Ardis)

Mereka masih waspada terhadap Ardis.

Setelah menyuruh si kembar untuk memakan makanan mereka, dia duduk di kursi di meja yang berada di sudut ruangan dan mulai makan.

Saat melepaskan penutuk kepala mereka, rambut si kembar tampak lebih pendek dari yang dia duga. Panjangnya mencapai di bawah telinga mereka dan berakhir di tengkuk mereka. Kilauan mereka yang sesungguhnya telah hilang karena kotoran.

Description: https://xenontranslationsvideo.files.wordpress.com/2018/12/Concept-1.png?w=540

Ardis mengambil sup dengan sendok dan membawanya ke mulutnya tanpa bersuara, tanpa mengatakan apakah itu rasanya enak atau tidak berasa.

Dia menghabiskan makanannya dalam waktu kurang dari lima menit, tapi masalahnya adalah si kembar sama sekali tidak makan dan saling malah memegangi tangan mereka sambil duduk di tempat tidur.

Mereka tidak mendekati meja sementara Ardis sedang makan, mereka hanya menatapnya.

「Apa kalian tidak makan?」 (Ardis)

Bahkan setelah memanggil mereka, tidak ada jawaban. Garis pandang mereka menghadap ke sini, sehingga seolah-olah mereka mendengar suaranya, mereka hanya tidak menjawab.

「Aku akan tidur sekarang」 (Ardis)

Selain pekerjaannya, Ardis juga merasa lelah karena mencari penginapan dan tertidur dengan cepat.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *