Chapter 50

Sudah empat bulan sejak Ardis dan yang lainnya meninggalkan Thoria menuju ibu kota dan mulai tinggal di hutan di dekatnya.

Ardis telah berhenti berusaha untuk tidak terlihat menonjol seperti sebelumnya ketika dia satu per satu memburu monster iblis di sekitar ibukota.

Karena Ardis sudah menilai bahwa dia tidak perlu menyembunyikan keberadaan sihir pedangnya, nama kedua seperti 『Sword Magic User』 mulai menyebar bersama dengan nama 『Subjugator of the Three Great Demons』.

(Flapy : Pengguna sihir pedang, Penakhluk Tiga Iblis Besar)

「Dengan sebanyak ini, pasti tidak akan ada orang lain yang tersisa yang berani mengincarmu. Setidaknya tentara bayaran di ibukota tidak akan berani. 」

Kata Chezare yang merupakan broker informasi.

Meskipun sekarang Ardis dikenal sebagai tentara bayaran yang luar biasa, dia tidak pernah bekerja sama atau membentuk party untuk menerima permintaan apa pun. Ardis yang hanya menerima permintaan tersebut seorang diri telah membuatnya terlihat menonjol di antara para tentara bayaran yang biasanya membentuk sebuah party beranggotakan empat atau lima orang.

Selain itu, monster-monster kuat yang biasanya ditaklukkan oleh sekelompok tentara bayaran,  mereka dapat dengan mudah diurus oleh Ardis, tentu saja Ardis akan lebih menarik perhatian.

Sedangkan bagi Ardis, dia tidak mengalami kesulitan bahkan saat bergerak seorang diri. Daripada itu, jika lawannya adalah makhluk iblis, kebanyakan tentara bayaran terus terang tidak berguna saat melawan mereka. Mereka tidak dapat dibandingkan dengan Ted dan anggota White Night of Bright Stars lainnya.

Namun, mereka akan membantu soal efisiensi. Ardis menginginkan bantuan seperti mengambil bahan material dan membawa barang bawaan, seperti Gresche dan yang lainnya di Thoria.

Tapi, ketika dia benar-benar mencoba merekrut seseorang, hanya ada orang-orang yang ingin menjilat Ardis karena dia adalah orang yang menakhlukkan Tiga Iblis Besar. Karena itulah, Ardis lebih memilih untuk berburu sendiri.

Seperti biasa, Ardis sendirian hari ini, dia menuju ke distrik pengrajin dan menyusuri jalan utama ibu kota Gran. Ardis telah mendengar bahwa tiga pedang yang dia pesan telah selesai.

「Master, kau di sini? 」

Setelah mengetuk pintu pelan-pelan, Ardis masuk tanpa menunggu jawaban. Karena dia telah memasukkan mana ke dalam pedang saat mereka menempanya, itu adalah tempat yang sering dikunjungi Ardis dalam empat bulan terakhir. Dia tidak perlu merasa segan sekarang.

「Selamat datang, Ardis. 」

Orang yang menjawabnya adalah pemuda yang menjadi murid pengrajin itu, Horst.

Dibandingkan dengan saat mereka berdua terlibat cekcok pada pertemuan pertama, sikapnya tampak jauh lebih lembut dari sebelumnya. Dari penjelasan sang Master pemilik toko, tampaknya Horst mengira Ardis sebagai seorang tentara bayaran yang tidak berpengalaman.

Yah, meskipun itu yang terjadi, Ardis telah membayar 600 koin emas. Dia tidak bisa bersikap tidak tahu malu untuk bersikap kasar pada Ardis. Meskipun dia bukanlah seorang pengrajin, dia pasti bisa memahami bahwa mempertahankan pelanggan yang membayar adalah hal yang penting untuk mata pencahariannya sendiri.

Selain itu, dengan Ardis sebagai seorang tentara bayaran yang luar biasa, dia adalah pelanggan yang semua pengrajin akan coba pertahankan dengan segala cara yang diperlukan.

「Aku datang ketika aku mendengar bahwa itu telah selesai …… Master? 」

「Aku akan memanggilnya sekarang. Mohon tunggu sebentar. 」

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Horst masuk ke dalam ruangan dan memanggil sang master pemilik toko. Beberapa menit kemudian, sang master keluar dengan Horst bersama dengan tiga pedang di tangan mereka.

「Maaf telah membuatmu menunggu lama, Ardis. 」

「Apa itu pedang yang sudah selesai? 」

Tatapan Ardis tertuju pada ketiga pedang tersebut.

「Ya, mereka adalah mahakarya Schmelz sekali seumur hidup. 」

Ketiga pedang tersebut kemudian ditempatkan di atas meja.

「Nama mereka? 」

「Yang ini namanya『Springtime Mist』. Itu adalah pedang dengan atribut angin. 」

Sang master mengambil salah satu pedang pendek dari sarungnya. Bilahnya mengeluarkan sedikit cahaya kuning kehijauan.

Itulah efek khusus dari logam tersebut jika dicampur dengan Bubuk Lesha. Bergantung pada atribut mana yang dimasukkan ke dalamnya, atau cara mana yang diinfuskan, atribut logam juga akan berubah seperti pelangi. Itu sebabnya Bubuk Lesha juga dikenal sebagai Bubuk Pelangi.

「Lalu ini『Moon’s Blizzard』. Itu adalah pedang yang memiliki mana es di dalamnya. 」

Itu merupakan pedang pendek lain yang ditarik master dari sarungnya. Pedang itu memiliki aura dingin putih yang melingkupinya.

「Dan terakhir,『 Skies of Myriad Colors 』. Ketajaman dan ketahanannya diperkuat oleh mana tanpa atribut. 」

Itu adalah pedang yang lebih panjang dari kedua pedang lainnya. Ardis mengambil pedang itu ke tangannya dan menariknya, bilahnya mengingatkan pada langit musim gugur, terlihat sedikit cahaya kebiruan pada bilahnya.

「Bagaimana? Bukankah mereka sudah selesai dengan baik? 」

「Ya, terima kasih atas kerja bagusmu. Ini, pembayaran terakhirnya. 」

Setelah membayar dua ratus emas sebagai deposit sebelumnya, Ardis menyerahkan empat ratus koin emas yang tersisa. Saat dia menyerahkan kantong kulit yang berisi koin emas tersebut, sang murid pun menerimanya dengan tangan gemetar.

「Aku akan segera menuju ke hutan. 」

Jika ada penyesuaian dengan pegangan dan sarungnya, maka datanglah lagi, kata sang master sambil melambai pelan. Ardis pun pamit dan menuju ke Hutan Corsas yang berada di timur ibukota untuk berburu.

Tidak banyak yang masuk ke Hutan Corsas secara sukarela karena disana terdapat banyak makhluk iblis yang mengintai.

Satu-satunya pengunjung adalah para tentara bayaran yang datang ke sini untuk berburu makhluk iblis, atau pedagang dan karavan yang mencari rute terpendek, dengan pengawal tentara bayaran mereka, atau kadang-kadang para pemburu eksentrik dan pemburu harta karun yang mencari bahan langka dan relik di hutan gelap itu.

Diyakini bahwa di masa lalu, sebuah kota mungkin pernah ada di mana hutan itu sekarang berdiri. Ada banyak reruntuhan di bawah semak-semak yang ada di sana, ada beberapa kejadian di mana ditemukan adanya struktur bangunan yang terlihat seperti buatan manusia.

Tentu saja, tidak seperti mereka yang berburu atau para pedagang, para pemburu harta karun tidak dijamin untuk mendapatkan hasil di hutan. Ada banyak kesempatan di mana tidak ada reruntuhan atau relik yang ditemukan bahkan setelah ekspedisi yang panjang dan berat.

Meskipun ada beberapa kesempatan di mana pemburu harta karun adalah tentara bayaran yang cukup terampil, namun sebagian besar dari mereka adalah tentara bayaran baru tanpa pengalaman apa pun.

Itulah alasan mengapa setiap kali pemburu harta karun mencoba untuk menyelidiki hutan, mereka biasanya menyewa beberapa pengawal tentara bayaran. Karena tidak banyak penampakan makhluk iblis berbahaya di dekat pintu masuk hutan, biasanya itu tidak masalah dengan hanya memiliki sedikit pengawal.

Jika pemburu harta karun itu sendiri memiliki kemampuan, maka dia mungkin akan pergi sendirian. Namun, Ardis saat ini berada jauh di dalam perut hutan. Berada jauh di dalam wilayah Whips, seharusnya tidak ada manusia lain di sekitar sini.

Itulah alasan mengapa Ardis bisa mengerahkan seluruh kemampuannya saat melewati hutan, itu aman dari pengintaian.

Saat mendengar suara putus asa dari seseorang, Ardis melihat jejak adanya Mana manusia yang dikelilingi oleh tiga jejak Mana besar lainnya dengan menggunakan mana detection miliknya.

Ardis segera mencondongkan tubuhnya ke depan dan menghentak tanah. Mencapai kecepatan tertingginya hanya dalam sekejap, dia melewati pepohonan dan langsung menuju ke tujuannya tanpa satu kali pun mengurangi kecepatannya.

「To-Tolong ……! 」

Belum sepuluh detik berlalu, dan sosok pemilik suara itu mulai terpantul di mata Ardis. Tertutup dengan jubah berwarna biru, itu adalah sosok bertubuh kecil dengan perlengkapan ringan yang membawa tas di punggungnya. Bersama dengan tiga Ractor yang mengelilingi sosok itu.

「Maju! 」

Ardis mengeluarkan 『Springtime Mist』 dan 『Moon’s Blizzard』 dari sarungnya masing-masing dan melemparkannya ke udara. Dia pun menarik 『Skies of Myriad Colours』, dia melaju langsung ke target terdekat tanpa menurunkan kecepatannya.

Sebelum Ractor itu menyadari ada sesuatu yang salah dan mengalihkan pandangannya dari mangsa di depannya ke arah Ardis, lehernya langsung bersentuhan dengan 『Skies of Myriad Colors』.

Seolah-olah terserap ke dalam leher ular raksasa, bilah kebiruan itu menghancurkan otot dan dagingnya, dengan rapi memotong lehernya tanpa adanya perlawanan.

Demikian pula, 『Springtime Mist』 dan 『Moon’s Blizzard』 menjatuhkan dua kepala Ractor lainnya. Dengan momentum yang tak masuk akal, Ardis yang berhenti melewati para Ractor itu terlihat merasa puas dengan ketajaman pedangnya saat dia melihat kedua pedang pendek itu.

「Mereka pedang yang bagus. 」

Seperti yang diharapkan dari pedang yang ditempa dengan Bubuk Pelangi. Dengan semua ini, pasti itu akan bertahan bahkan melawan musuh selevel 『Crimson Eater』.  Setelah mengelap noda darah dari ketiga bilah pedangnya, Ardis pun menyimpannya kembali di sarungnya, dan melihat ke orang yang meminta tolong tersebut.

「Seorang bocah……? 」

Karena suaranya bernada tinggi, dan memiliki sosok kecil, Ardis benar-benar mengira itu adalah seorang perempuan, tapi tampaknya penilaiannya benar-benar melenceng.

Meski memiliki wajah baby face, tidak diragukan lagi wajah itu adalah wajah seorang laki-laki. Sedangkan untuk suaranya, itu mungkin karena dia belum mencapai masa pebertasnya.

「Kau baik-baik saja? 」

Agar tidak membuatnya takut, Ardis mencoba membuat ekspresi paling lembut dan memanggilnya dengan suara lembut.

「Y-Ya ……. Entah bagaimana……」

Saat Ardis menarik bocah laki-laki itu dari tanah, seolah ada tanda tanya di dalam benak Ardis.

Dengan anak laki-laki yang berada di depan matanya, keberadaanya pastinya tidak sesuai. Lokasinya berada jauh di dalam Hutan Corsas yang dihuni makhluk iblis yang tak terhitung jumlahnya. Itu adalah tempat di mana tidak ada seorangpun yang berani masuk kecuali mereka berpengalaman dan tentara bayaran yang kuat.

Meskipun Ardis merasa bocah lelaki itu memiliki mana yang lebih banyak dari rata-rata orang, itu mungkin masih sesuai untuk usianya. Bahkan tangan yang dia tarik tidak memiliki tanda-tanda kerutan atau pengalaman memegang pedang atau bekas luka pertempuran.

Untuk datang ke sini sendirian dengan tingkat kemampuan semacam itu, itu bahkan tidak bisa disebut sebagai kurangnya pengalaman. Dengan rambut putih mutiaranya, dia terlalu rupawan untuk menjadi seorang tentara bayaran.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

「Dimana teman-temanmu? 」

Bocah itu pasti sudah terpisah dengan rekan-rekannya di hutan. Mereka mungkin sudah menjadi mangsa di hutan. Wajar bagi Ardis untuk berpikir demikian.

Itu sebabnya Ardis bertanya tentang teman-temannya kepada bocah lelaki itu. Jika mereka berpisah, maka Ardis bersedia merawatnya hingga bertemu kembali dengan teman-temannya. Namun, tampaknya bocah itu tidak bisa membuka mulutnya.

「Apa mereka telah dibunuh? 」

Ardis menganggap diam bocah itu sebagai penegasan. Namun bertentangan dengan dugaan Ardis, bocah itu menggelengkan kepalanya beberapa saat kemudian, dan membuka mulutnya setelah sedikit terlihat ragu-ragu.

「Para pengawal ……, mereka pulang duluan ……」

「Ha……? 」

「Dengan bayaran sebanyak itu ……, maka di sinilah kami akan mengucapkan selamat tinggal. Kau harus membayar lebih jika ingin melangkah lebih jauh ……. Kata mereka……」

Tampaknya para pengawal yang dipekerjakan oleh bocah itu telah meninggalkannya di tengah hutan ini dan kembali. Karena dia baru saja mendengar cerita yang tidak masuk akal, meski tidak terlihat di wajahnya, Ardis merasa sangat bingung.

Tepatnya karena ada orang-orang seperti itulah para tentara bayaran masih disebut sebagai orang barbar dan para bajingan.

「Begitukah……. Aku mengerti situasimu sekarang. Kalau begitu ayo cepat pergi dari sini. Ada sesuatu yang besar di sini. 」

「Besar……? 」

Mata bocah lelaki yang tampak polos dan naif itu menatap Ardis.

「Kemungkinan besar itu adalah makhluk iblis. 」

「Hiee-! Ma-makhluk Iblis ……! 」

Ketika Ardis memeriksa lokasi bocah itu dengan mana detection miliknya, dia juga memeriksa sekelilingnya. Ada reaksi besar yang bergerak ke arah Ardis dan bocah itu. Ini akan memakan waktu kurang dari lima menit sebelum mencapai lokasi mereka kecuali mereka bergerak lebih dulu.

「Ayo bergerak sekarang. 」

Setelah meninggalkan kata-kata singkat itu, Ardis menarik bocah itu ke bahunya, dan meninggalkan mayat para Ractor di sana.

Setelah lima menit, Ardis menurunkan bocah itu kembali ke tanah yang kokoh.

「Seharusnya tidak apa-apa jika kita sudah sampai sejauh ini. Jadi, mari lanjutkan soal pembicaraan sebelumnya. 」

Setelah menilai bahwa bocah itu telah tenang setelah mengamati sekelilingnya, Ardis memulai percakapan.

「Ini bukanlah tempat yang aman bagi orang-orang yang tidak tahu bagaimana melindungi diri. Jika kau ingin kembali ke ibu kota, aku bersedia membawamu kembali. 」

Karena awalnya Ardis hanya berencana untuk menguji pedang barunya, dia berencana untuk mencobanya untuk memburu Whips atau semacamnya. Karena keuangannya masih cukup hangat, tidak akan ada masalah walaupun dia menjalani hari tanpa penghasilan.

「Kau telah memilih pengawal yang salah. Nah, biarlah itu menjadi pelajaran untukmu. Lain kali, pekerjakan beberapa pengawal yang tepat. 」

Tapi meskipun Ardis mengatakannya dengan nada lembut, respon bocah itu lambat. Setelah hening selama beberapa saat, bocah itu mengalihkan pandangannya, dan perlahan membuka mulutnya.

「Aku tidak punya uang ……」

Tinggalkan Pesan