Chapter 49

Sementara sisa rasa sandwich ayam yang serba pahit bertahan, Ardis meninggalkan penginapan. Tujuan berikutnya adalah bengkel pandai besi.

Untuk mencari pengganti pedang pendeknya yang patah saat bertarung dengan 『Crimson Eater』, Ardis berencana mengunjungi bengkel pandai besi di ibu kota sebelum tengah hari dan meminta seseorang untuk menempa pedang baru untuknya.

Chezare muncul secara kebetulan sebelum rencananya itu. Ini dapat dianggap sebagai pertemuan yang menguntungkan, Ardis membayar sejumlah kecil uang ke Chezare dengan imbalan informasi mengenai bengkel pandai besi yang baik, sebelum menuju ke sana.

Alamat pengrajin yang memiliki bengkel besi di kedua sisinya berada agak jauh dari jalan utama. Terdengar suara palu logam dari seluruh penjuru jalan disertai dengan bau logam cair. Awan asap putih atau hitam naik dari cerobong asap, kadang-kadang bahkan akan ada asap biru atau merah muda yang misterius.

「Itu disini. 」

Itu merupakan sebuah rumah satu lantai yang sama sekali tidak menonjol di depan Ardis. Menurut informasi yang dia dapatkan dari Chezare, itu adalah toko『Pandai Besi yang akan melakukan pekerjaan yang benar 』.

Tidak ada tanda atau spanduk di pintu, jadi dia hanya bisa mengetuk pintu dan menunggu, namun, tidak ada satupun tanggapan. Karena tidak punya pilihan, Ardis pun membuka pintu dan masuk ke dalam.

Ardis memasuki ruangan tanpa orang lain di dalamnya. Ini mungkin ruangan yang digunakan untuk istirahat dan penerimaan tamu. Ada meja di tengah ruangan, dan senjata yang tak terhitung jumlahnya digantung di dinding sebagai tampilan dari keterampilan sang pandai besi. Itu tidaklah terlihat cantik atau bersih, tapi itu terorganisir dengan baik.

Meskipun tidak ada seorangpun yang berada di ruangan yang sama dengan Ardis, ada sebuah pintu yang berada jauh di dalam, dan suara palu logam datang dari dalam sana.

「Apa ada seseorang! 」

Agar tidak kalah oleh suara logam, Ardis berteriak dengan suara keras.

Lalu akhirnya, seorang pemuda muncul dari balik pintu. Itu adalah seorang pemuda kurus yang lebih tinggi dari Ardis namun bertentangan dengan suasananya yang santai, terdapat otot yang kuat di lengannya yang tidak tertutup oleh lengan bajunya yang telah dia gulung.

「Kau memanggil? 」

「Aku punya permintaan. 」

Meski pemuda itu tidaklah ramah, namun Ardis tidak menghiraukannya dan menyampaikan urusannya.

「Penggantian untuk pedang ini, aku ingin membuatnya sebanyak tiga buah. 」

Sambil mengatakan itu, Ardis meletakkan pedang panjang yang biasanya dia gunakan dan pedang pendek yang dia gunakan untuk sihir pedang di atas meja.

「Mereka semua berada dalam kondisi yang menyedihkan. 」

Sambil bergumam pada dirinya sendiri, pemuda itu memandangi pedang yang berbaris di atas meja. Bahkan saat dia melanjutkan, suara palu logam tidak pernah berhenti datang dari dalam. Mungkin sang pemilik di sini masih menempa di dalam bengkel kerjanya.

Pria muda itu tampak berada di usia pertengahan dua puluhan tahun. Dia mungkin adalah murid pemilik tempat ini atau semacamnya. Setelah melihat-lihat pedang itu untuk sesaat, pemuda itu menghela nafas dan berkata pada Ardis.

「Pulanglah ke rumah. 」

「Aku datang ke sini untuk bisnis? 」                           

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Alis Ardis berkerut.

「Itu sebabnya aku menyuruhmu pulang. Aku tidak punya niatan untuk menerima permintaanmu. 」

「Mengapa? 」

「Karena aku bilang begitu, untuk seseorang yang memperlakukan pedangnya dengan seburuk ini, tidak mungkin aku bisa menerima permintaanmu. Lihat ini, kesampingkan soal pedang panjang itu, bukankah pedang pendek ini benar-benar hancur? Untuk berpikir bilah yang terbuat dari Heavy Metal ini berada dalam kondisi seperti ini, itu hanya mungkin terjadi jika kau tidak pernah merawatnya atau menggunakannya secara sembarangan. Dan bahkan ada satu yang benar-benar rusak. 」

Pemuda itu menunjuk pedang yang lusuh itu saat dia menegur Ardis.

Tentu saja, Ardis punya alasannya sendiri. Dia sama sekali tidak ingat mengabaikan perawatan pedangnya setiap hari atau memperlakukannya dengan kasar. Meskipun itu adalah pedang yang terbuat dari Heavy Metal, mau bagaimana lagi jika pedang itu patah setelah bertarung melawan Tiga Iblis Besar secara berurutan.

「Berbicara denganmu itu tidak berguna. Bawa aku kepada pemilik tempat ini 」

「Seorang amatir sepertimu, tidak perlu membuat masalah untuk guruku. Kau merepotkan jadi keluarlah. 」

Pemuda itu menganggap Ardis seorang amatir karena dia terlihat muda, sedangkan Ardis bersikeras untuk berbicara dengan sang pemilik. Karena perbedaan pendapat mereka, keributan mereka pun terus berlanjut cukup lama, sebelum akhirnya pintu di dalam terbuka sekali lagi dan seorang pria tangguh dengan usia yang cukup tua muncul dari sana.

「Horst! Berapa lama lagi kau ingin bermalas-malasan! Kembalilah segera! 」

「Ah, master! 」

Itu adalah seorang pria dengan rambut pendek berwarna abu-abu dan putih. Mata cokelatnya memiliki tatapan yang tajam dan suaranya yang tidak sesuai dengan usianya, itu persis seperti gambaran seorang pandai besi yang berpengalaman dan terampil.

Badannya yang kokoh dan bekas luka bakar yang tersebar di sekitar tubuhnya seolah menceritakan pengalamannya dalam mengayunkan palu. Dari bagaimana pemuda itu memanggilnya, dia mungkin adalah sang pemilik di sini.

「Tidak, ada anak nakal di sini yang tidak mau mundur apa pun yang terjadi. 」

「Seorang tamu? 」

「Tidak, sepertinya dia tidak pernah peduli dengan pedangnya, dan mereka patah tapi ……」

Sambil mendengarkan kata-kata pemuda itu, pria tangguh yang juga merupakan pemilik toko itu memandangi pedang yang diletakkan Ardis di atas meja.

「Fumu ……」

「Bukankah mereka benar-benar hancur? Bisa-bisanya pedang yang terbuat dari Heavy Metal berada dalam kondisi ini. 」

Pemilik tempat itu mengambil pedang itu ke tangannya dalam diam. Setelah menilai itu untuk sesaat, dia melontarkan pertanyaan ke Ardis.

「Apa ini semua digunakan olehmu? 」

「Ya. 」

「Fumu, begitukah ……」

Setelah memindai perawakan Ardis untuk sementara waktu, dia mengambil pedang dari salah satu rak dan menyerahkannya kepada Ardis.

「Coba ayunkan ini. 」

Ardis yang menerima pedang itu pun melakukan seperti yang diminta olehnya dan mengayunkannya.

「Fumu ……, lalu coba potong ini. 」

Pemilik tempat itu mengambil kain pembersih yang tertinggal di atas meja dan melemparkannya ke Ardis saat dia mengatakan itu.

Ardis dengan santai mengedarkan mana ke dalam pedang, dan mengiris kain di udara dengan bersih. Kain yang terbelah menjadi dua tepat di bagian tengahnya itu jatuh ke lantai dengan suara gemerisik.

「Hou ……」

Setelah mengkonfirmasi tebasan pada dua potong kain itu, pemilik tempat itu pun menyuarakan seruannya.

「Eh? Apa!? 」

Di sisi lain, mata pemuda itu pun benar-benar terbuka lebar karena terkejut. Untuk mengiris selembar kain yang terlempar ke udara dengan bersih, hanya pendekar pedang dengan kecakapan tertinggilah yang bisa melakukannya.

「Kau masih muda namun memiliki kemampuan seperti itu. Dengan skill sehebat itu, pedang-pedang itu tidak akan berakhir seperti itu, kan? 」

Pemilik tempat itu mengarahkan pandangannya pada pedang pendek yang tersisa di atas meja.

「Itu mungkin karena lawannya terlalu keras. 」                        

「Lawan macam apa? 」

「Itu adalah『 Bell Ringer 』,『 Four Winged 』dan『 Crimson Eater 』. Terutama Crimson Eater yang terlalu keras. Salah satu pedang pendekku patah karenanya. 」

「『 Crimson Eater 』!? 」

「Eeeh !? 」

Sang pemilik tempat itu dan pemuda itu mengeluarkan suara terkejut pada saat bersamaan.

「Mu ― Mungkinkah ……. Bahwa orang yang mengalahkan Tiga Iblis Besar itu adalah kau!? 」

Pemuda yang tampak tidak percaya itu menunjuk ke arah Ardis.

「Aku mengerti. Dengan Tiga Iblis Besar sebagai lawanmu, tentu saja pedang yang terbuat dari Heavy Metal tidak akan bertahan …… 」

Di sisi lain, sang pemilik bengkel itu tampaknya yakin.

「Baiklah. Akan bermanfaat bagiku jika kau memiliki banyak keterampilan dalam mengayunkan pedang. Begitu? Kau ingin aku menempa dua pedang pendek ini untukmu? 」

「Ya, dua pedang pendek tapi, karena aku sudah di sini, aku juga menginginkan pedang besar. Jadi, totalnya ada tiga. 」

「Bahannya? Mungkin Heavy Metal? 」

Bahkan jika itu terbuat dari Heavy Metal, itu akan menjadi sama seperti pedang pendek di atas meja jika lawannya salah. Dengan pemikiran tersebut, Ardis tidak berpikir untuk mendapatkan senjata logam atau baja generik lainnya.

「Bahan dasarnya adalah Heavy Metal tapi, aku punya sesuatu yang menarik. Aku ingin kau menggunakan itu. 」

Ardis melanjutkan sambil mengeluarkan kantong kulit kecil dari tasnya. Saat membukanya, ada zat bubuk yang sepertinya mengeluarkan cahaya berkilauan.

「Mu-Mungkinkah ini ……」

Kali ini, sang pemilik tempat itulah yang tidak bisa berkata-kata.

「Biarkan aku melihatnya lebih dekat! 」

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Seolah-olah merampas kantong kulit itu, dia mengangkatnya tinggi-tinggi untuk memeriksa cahaya yang dikeluarkan oleh zat bubuk itu dengan cermat.

「Ya-yang asli? Bubuk Lesha yang asli !? 」

Suaranya bergetar.

Ada permata tertentu di antara jenis permata yang tak terhitung jumlahnya yang bernama 『Lesha』. Itu adalah yang paling keras, tercantik, dan paling sesuai dengan mana, sejak dulu kala, itu dikenal sebagai batu berharga di antara batu-batu berharga.

Tapi metode pembuatannya sudah lama hilang, satu-satunya Lesha yang ditemukan di era ini adalah kristal mentah dan tidak ada yang memiliki kemurnian tinggi. Itulah sebabnya, permata dan ornamen atau perlengkapan halus Lesha yang dibuat dengan bahan Lesha memiliki harga yang tak terbayangkan. Bahkan Lesha mentah yang belum diproses, harganya hampir sepuluh kali lipat dari harga emas.

Dan bubuk Lesha mengacu pada permata Lesha halus yang telah dihancurkan menjadi bubuk. Karena teknologi saat ini bahkan tidak dapat memecahkan permata atau bahkan menghancurkannya, itu adalah bahan langka yang mustahil untuk dibuat di era ini.

「Aku mendapatkannya secara kebetulan. Itu mungkin untuk menggunakannya dalam menempa pedang. 」

Ardis mengatakannya tanpa peduli dengan kelangkaannya.

Peralatan yang dibuat dengan bubuk Lesha memiliki kinerja yang ditingkatkan dengan margin yang sangat besar. Melapisi peralatan di permukaannya  itu sudah cukup, mencampurnya di alas yang merupakan Heavy Metal juga tak masalah. Menggunakannya dalam pedang akan meningkatkan ketajamannya, dan dalam sebuah armor, itu akan meningkatkan ketangguhan dan pertahanannya beberapa kali lipat.

Di era ini ketika tidak lagi memungkinkan untuk memproses Lesha, untuk menempa sesuatu dengan bubuk Lesha dapat dikatakan sebagai suatu kehormatan besar bagi seseorang yang pandai besi, pada saat yang sama, dapat juga dikatakan di sinilah letak jiwa seorang pengrajin itu berada .

「Apa tidak apa-apa menggunakannya? Bukankah kau akan mendapatkan harga yang mahal jika kau menjualnya? 」

Pemilik tempat itu bertanya dengan nada ragu.

Faktanya, Ardis pun tidak tahu berapa harga bubuk Lesha itu. Tapi itu pastilah lebih berharga karena itu dapat membuat hadiah penakhlukan Tiga Iblis Besar terlihat seperti hadiah ekstra.

Tapi bagi Ardis, daripada uang yang diperolehnya dengan metode lain, pedang yang lebih tajam dan tidak akan patah menjadi sesuatu yang lebih penting.

Sebenarnya, itu adalah sesuatu yang dia temukan setelah menaklukkan 『Crimson Eater』. Jadi, dia berpikir bahwa menggunakannya untuk menempa pedang pendek yang akan menggantikan pedangnya yang rusak dalam pertarungan itu akan terasa layak, pemikiran tidak logis yang akan membuat Ted dan yang lainnya terdiam membisu itu pun terselip di benak Ardis.

「Aku tidak keberatan. Silakan gunakan semuanya. 」

「Itu kabar bagus. Tapi ……, sulit untuk mengatakannya tapi ……. Bagiku untuk menempa pedang dengan menggunakan bubuk Lesha, biayanya lumayan besar lho? 」

「Berapa banyak? 」

「Hmm ……. Pa ……. Paling tidak, satu pedang akan menelan biaya seratus koin emas. Tiga akan berharga tiga ratus koin emas. Dan jika menempanya juga membutuhkan mana yang perlu disediakan, kita juga perlu membawa seorang penyihir untuk waktu yang lama. 」

「Aku mengerti, aku akan membayar enam ratus koin emas. Adapun soal mana, akulah yang akan melakukan itu. Seharusnya aku lebih baik dari beberapa penyihir tak dikenal di luar sana. 」

「Begitukah, kau telah mendapatkan hadiah penakhlukan Tiga Iblis Besar huh. Nah, jika kau mengatakan bahwa kau akan membayar enam ratus koin emas, maka aku tidak punya keluhan. 」

「Lalu itu sepakat. Itu akan makan waktu berapa lama? 」

「Tiga bulan……. Tidak, beri aku empat bulan. 」

「Tidak masalah. Beri tahu aku jika kau perlu menempanya dengan mana. Jika aku berada di sekitar ibu kota, aku akan tinggal di 『Seseragi Inn』 di distrik hiburan. 」

「Umu, serahkan padaku. …… Untuk berpikir bahwa hari dimana aku menempa pedang dengan bubuk Lesha itu akan datang. 」

 Tampaknya dia itu tidak bisa lagi menahannya karena wajahnya terlihat tak dapat menahan senyumnya.

「Fu ― fu ― fu, itu benar-benar membangkitkan semangat seorang pengrajin! Atas nama Schmelz, aku pasti akan menciptakan pedang yang akan meninggalkan namanya dalam sejarah! 」

Selain sang pemilik yang kelihatannya memiliki semangat yang tidak sesuai dengan usianya, muridnya terlihat benar-benar tercengang dari skala pembicaraan barusan.

「E-Enam ratus ……. Enam ratus koin emas …… 」

Itu adalah jumlah yang lebih besar dari imajinasinya, ketika dia terus bergumam 『Enam ratus koin emas』 selama berkali-kali.

Tinggalkan Pesan