Chapter 34

Hari ini, 『Itu』juga terbang di langit dengan santai.

Langit biru yang membentang ke cakrawala adalah seluruh taman『-nya』.

Saat melihat ke bawah terdapat padang rumput yang membentang hijau. Dan hal-hal yang bergerak di tanah tanpa sayap. Cara hidup yang menggelikan dan sengsara, meskipun langit begitu luas.

Tidak ada seorangpun yang bisa menahannya. Tidak ada yang mengganggu dirinya. Selama ia memikirkan urusannya sendiri sambil mengepakkan sayap yang telah dimilikinya sejak dia dilahirkannya, dia tidak perlu takut pada makhluk-makhluk kecil saat ia terbang di bawah bayang-bayang pepohonan untuk beristirahat.

Ketika sesekali melengking pada hal-hal yang muncul sesekali, mereka akan segera lari berserakan, dan jika ada beberapa yang cukup bodoh untuk mengganggu dirinya bahkan setelah itu, maka dia hanya harus memanggil angin.

Langit yang luas, hanya dirinya sendiri yang merupakan sang raja.

Tapi raja langit semacam itu juga tidak dibebaskan dari rasa kelaparan. Tempatnya tidur, di sebuah gunung tertentu sayangnya tidak memiliki mangsa yang cukup untuk dirinya sendiri.

Tidak, itu bisa dibilang salah. Gunung-gunung diberkati dengan keanggunan alam.

Pohon-pohon yang menerima berkah itu akan menghasilkan buah-buahan, hewan-hewan kecil akan memakan buah-buahan dan bertambahnya populasi, hewan-hewan yang lebih besar akan mengkonsumsi hewan-hewan kecil dan mengubahnya menjadi makanannya, kemudian pada akhirnya, bahkan hewan-hewan yang lebih besar akan diubah menjadi makanan untuk makhluk yang kuat.

Dan makhluk kuat itu adalah dirinya sendiri. Tidak peduli binatang kecil atau besar, mereka semua harus mengabdikan diri sebagai makanannya.

Tapi, ada juga makhluk kuat di gunung selain dirinya. Karena mangsanya berlimpah,maka  ada banyak makhluk kuat. Itulah tepatnya dunia pegunungan tersebut.

Sama sekali tidak ada kekurangan mangsa, tapi meskipun demikian, makhluk kuat akan saling menjarah. Meskipun tidak ada makhluk yang dapat berdiri di tempatnya di langit, tetap tidak mudah baginya untuk menang melawan makhluk kuat lainnya di pegunungan.

Cakar dan paruhnya yang berharga bahkan tidak akan menggores 『Hard One』,menerima serangan nafas dari 『Metal Spitting One』mungkin akan merobek sayapnya yang berharga. 『Swift One』 memiliki gerakan yang lebih cepat dan lebih tajam daripada angin, dan 『Unknown One』 memiliki tatapan panas yang mengerikan.

Untuk bersaing dengan makhluk kuat lainnya di gunung semacam itu dan memenangkan mangsa, bahkan bagi raja langit, itu tidak mudah untuk dicapai.

Tapi, sekarang berbeda. Saat terbang ke langit timur secara kebetulan saat mengejar mangsanya, ia menyadari pemandangan di bawah ini berbeda dari apa yang dilihatnya sebelumnya.

Ada juga mangsa di padang rumput. Tapi dengan jumlah dan ukuran mangsa di masa lalu, padang rumput itu tidak memiliki daya pikat yang cukup untuk khususnya menariknya keluar sampai sejauh ini.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Tapi bagaimana sekarang, pikirnya. Bukankah jumlah mangsa meningkat cukup banyak sejak terakhir kali dia melihatnya?

Meskipun masih belum puas dengan ukurannya, itu bisa dikompensasi dengan kuantitasnya. Selain itu, tidak ada makhluk kuat lain di padang rumput. Tidak perlu bertarung demi mangsa saat berburu.

Ada banyak makhluk lain yang memiliki sayap di gunung itu. Tapi banyak dari mereka hanya bisa terbang rendah. Hanya kerabatnya sendiri yang bisa terbang keluar dari gunung untuk sampai sejauh ini ke padang rumput. Namun kerabat lainnya belum menyadari bahwa para mangsa sedang mengisi padang rumput ini.

Momen 『Itu』 menyadari bahwa setiap mangsa di bawahnya adalah miliknya sendiri, ia pun gemetar dalam sukacita. Itu sedikit melelahkan untuk terbang jauh-jauh dari gunung tapi, saat memikirkan jumlah mangsanya, itu sepadan dengan usahanya.

Apa yang akan dinikmati hari ini. 『Itu』 menantikan untuk memilih mangsanya. Sambil menyambar angin ke timur, ia melihat sekeliling padang rumput di bawahnya.

Mata   『-nya』, menangkap sosok mangsa yang tak terhitung jumlahnya tengah bergerak di sekitar. Untuk beberapa alasan, hari ini ada banyak mangsa yang berkelompok. Dan sebagian besar kelompok itu merupakan binatang berkaki dua yang kadang-kadang tersesat di gunung. Saat melihat sekeliling, sepertinya ada sekitar sepuluh kelompok.

Ada sedikit gangguan dalam memakan binatang berkaki dua tapi, itu ada baiknya bahwa mereka berkelompok. Selain itu, ada banyak binatang berkaki dua yang masih akan datang bahkan ketika kawanan mereka sudah mati.

Berbeda dari binatang buas lain yang akan berlari ketika satu atau dua dari mereka diambil, 『itu 』dapat berburu banyak dari mereka secara sekaligus. Kadang-kadang akan ada beberapa yang memiliki cangkang keras, tapi itu bukanlah masalah besar bagi cakar dan paruhnya yang dia banggakan. Masalahnya adalah sulit untuk memakannya.

Binatang berkaki dua itu aneh, ada beberapa dari mereka yang sangat kuat, jadi dia harus berhati-hati. Tapi, jika kejadian yang terburuk terjadi, itu bisa terbang ke langit.

Itu karena binatang berkaki dua tidak bisa terbang. Kadang-kadang, binatang berkaki dua akan melemparkan jarum ke langit, tapi itu tak akan menjadi masalah jika dia terbang cukup tinggi sehingga jarum-jarum itu tidak dapat mencapainya.

Sementara 『Itu』 berputar-putar di sekitarnya, ia memutuskan untuk berburu sebanyak-banyaknya. Secara individual, binatang berkaki dua itu kecil tapi, dengan banyak dari mereka, ia bisa makan kenyang.

Selain itu, ia juga melihat beberapa binatang berkaki empat di sekitarnya. Saat melihat mangsa yang tak terhitung jumlahnya yang akan memuaskan rasa laparnya, Naluri 『-nya』 dipenuhi dengan rasa sukacita.

Bahkan tanpa menyadari bahwa itu dihujani dengan tatapan dari para binatang berkaki dua, itu mengabaikan kawanan kecil itu, dan langsung menukik tajam ke kawanan terbesar.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *