Chapter 24

Pengawalan Michelle ―― Karena mereka tersingkir oleh sesuatu selain alkohol, perjamuan itu pun berakhir lebih awal sebelum malam tiba.

Setelah Ardis menerima bagian dari kompensasi untuk mengisi sakunya untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, ia pun pulang ke rumah. Pekerjaan yang dia persiapkan untuk dia lakukan selama lebih dari sepuluh hari tergantung pada situasinya, berkat bantuan Michelle dan yang lainnya, itu pun menjadi dipersingkat.

Bahkan bagi Ardis yang meninggalkan si kembar di rumah, dia bisa mengatakan itu beruntung bahwa dia tidak harus pergi untuk waktu yang lama. Yang terpenting, Ardis senang bisa tidur di tempat tidur dengan nyaman.

Bahkan sambil memikirkan pengeluaran yang dia perlukan, dengan kompensasi kali ini, dia merasa bahwa dia tidak perlu khawatir untuk saat ini.

Ardis yang akhirnya tiba kembali ke rumah pun membuka kunci di gerbang depan dan masuk. Rumah yang dia tinggali sekitar sebulan atau lebih, seperti yang diharapkan, itu memiliki rasa keamanan yang lebih baik daripada penginapan.

Memiliki keluarga yang menunggumu untuk kembali ―― Dalam hal ini, kedua gadis itu bahkan tidak akan berkomunikasi dengan Ardis dengan benar, meskipun begitu, sudah lama sejak Ardis memiliki tempat untuk kembali yang mana terdapat orang lain di sana.

Kehidupan ketiga orang yang memulai hidup secara tidak sengaja itu tidak semuanya buruk, ketika Ardis memikirkan hal tersebut ketika masuk ke rumah, ia menyadari bahwa suasana rumah itu berbeda dari biasanya.

Sama seperti sebelumnya, Ardis yang mengintip ke kamar si kembar seperti biasanya untuk memberi tahu mereka, 「Aku kembali 」. Dia menemukan pemandangan dimana salah satu dari si kembar terjatuh di lantai sambil bernapas dengan berat. Dan yang lainnya memegangi tangannya dengan erat.

「Oi, apa yang terjadi !? 」

Dengan panik Ardis bergegas menuju si kembar. Gadis yang pingsan memiliki pipi kemerahan dan demam tinggi saat dia terengah-engah. Matanya terpejam, dan Ardis tidak tahu apakah dia sedang tidur atau pingsan.

「Flu……? 」

Ardis bukan dokter atau apoteker. Dan tentu saja, dia tidak memiliki kemampuan untuk mendiagnosis hanya dengan melihat gejalanya saja.

Jika dia adalah orang normal, maka membawanya ke gereja untuk menerima perawatan akan menjadi langkah normal. Tapi karena mereka kembar, itu bukan pilihan yang bisa diambil dengan mudah. Karena para pengikut dewa jahat yang menentang dewi di dunia ini adalah makhluk kembar, maka si kembar sendiri dianggap sebagai anak-anak yang tabu.

Tidak terbayangkan bagi mereka yang mengikuti ajaran dewi akan memperlakukan si kembar dengan baik. Lebih buruk lagi, kebanyakan tabib adalah orang-orang yang percaya pada sang dewi.

Jika demikian, bagaimana dengan dokter? Sayangnya, bahkan dokter pun tidak bisa diandalkan. Mereka mungkin akan menolak dengan alasan yang sama. Jalan-jalan dipenuhi dengan para dewi dewi.

Bahkan apoteker juga sama. Bahkan jika ada yang mau merawat si kembar, akan diketahui bahwa si kembar tinggal di rumah ini, dan di masa depan Ardis tidak akan bisa meninggalkan rumah tanpa merasa khawatir.

「Riana akan mati ……, jangan mati ……」

Sambil memegangi saudara kembar lainnya yang menderita demam tinggi, gadis lainnya ―― Filia ―― dia memohon sementara air mata mengalir dari matanya yang kuning pucat.

Bagi si kembar yang ditolak oleh sang dewi, kepada siapa mereka akan berdoa dan mereka andalkan? Ardis merasa tidak nyaman dengan situasi itu.

「Bagaimanapun juga, biarkan dia beristirahat di tempat tidur terlebih dahulu. 」

Membawa kembaran kembar ―― Riana, Ardis membaringkannya di tempat tidur yang belum pernah digunakan sekalipun.

Selama periode ini, Filia belum pernah sekali pun meninggalkan sisi Riana. Biasanya, seseorang akan menjauhkan diri dari orang yang sakit tapi, itu adalah pemandangan yang tak terbayangkan untuk si kembar. Karena memisahkan si kembar secara paksa akan memiliki efek sebaliknya, Ardis membiarkan Filia melakukan apa yang disukainya.

Dia menggunakan sihir untuk mendinginkan handuk basah, sebelum akhirnya meletakkannya di dahinya. Sesekali menyeka keringat tubuhnya, itu sudah beberapa jam sejak Ardis mulai menjaganya. Ketika fajar telah tiba, demam Riana sudah mulai turun, tapi di tempatnya, tubuh Filia mulai memanas.

Karena dia telah menemani Riana di sepanjang waktu, dan sejak awal tubuh si kembar itu lemah. Di atas kenyataan bahwa dia tidak makan sejak Riana pingsan karena demam sampai Ardis kembali. Mustahil Filia bisa tetap sehat jika seperti itu.

Tapi, ketika demam Riana mulai turun, Ardis merasa sedikit lega. Saat melihat dari Riana ―― Mungkin itu adalah demam yang sama dengan yang menginfeksi Filia, karena gejalanya tampak sama dengan Riana.

Karena membiarkan Riana yang sadar kembali untuk beristirahat di tempat tidur dengan nyaman, dan beristirahat bersama dengan handuk dingin di dahi mereka, gejala-gejala mereka pun telah mereda sepenuhnya pada keesokan paginya.

Selama waktu itu, Ardis merawat mereka saat dia memberi mereka makanan yang lebih mudah untuk dimakan dan juga minuman dingin. Kadang-kadang, dia akan memegang tangan si kembar, membasahi dan mendinginkan handuk basah itu lagi dan menepuk-nepuk kepala mereka sesering mungkin.

Ardis tidak memiliki pengalaman dalam merawat orang sakit seperti ini. Tapi, sementara dia tidak mengerti mengapa, dia berpikir bahwa dia harus melakukannya seperti ini. Itu bukan bagian dari ingatan atau pengalamannya, tapi sesuatu yang tidak bisa diingatnya telah memaksanya untuk melakukan itu.

Pada akhirnya, itu hanya flu biasa tapi, untuk anak-anak untuk bisa selamat tanpa makan setelah jatuh di lantai, itu semua karena Ardis yang telah pulang sebelum semuanya terlambat.

Bagaimana jika permintaan untuk menyelamatkan para siswa itu ditunda? Atau bagaimana jika dia kembali terlambat sehari? dalam kasus terburuk si kembar mungkin akan menjadi tubuh dingin orang mati.

Ardis merasakan hawa dingin di punggungnya ketika dia memikirkan kemungkinan itu. Sekarang dia baru menyadari bahaya karena meninggalkan anak-anak di rumah.

Meski begitu, Ardis tidak bisa tinggal di rumah merawat mereka di sepanjang waktu. Orang lain akan memiliki pilihan untuk menyewa seorang pembantu. Satu koin perak mungkin cukup untuk mempekerjakan seseorang untuk merawat mereka. Tapi karena fakta bahwa mereka anak kembar, itu pun menjadi sulit. Jika itu bukan seseorang yang sangat bisa dipercaya, maka dia tidak akan bisa menyerahkan si kembar kepada mereka.

Saat memikirkan hal itu, Ardis menyadari bahwa koneksi yang dimilikinya cukup kecil. Tapi itu sama sekali tidak buruk.

Dari hari ketika Ardis merawat si kembar, jarak di antara mereka pun telah menyusut dengan selisih yang cukup besar yang terlihat oleh mata.

Respon 『Unn』 atau 『Nnn』 mulai bercampur dengan kata lain. Sebelum mereka bersembunyi di sudut ruangan sambil melihat ekspresinya, sekarang mereka sesekali mengikuti di belakang Ardis ketika dia berjalan.

Yang terpenting, fakta bahwa mereka bisa tidur di tempat tidur telah membuat Ardis merasa lega. Karena tidur di lantai seperti sebelumnya dan masuk angin tidak diinginkan dengan cara apa pun itu.

Pada saat yang sama, emosi untuk mengejek diri mulai muncul di dalam diri Ardis. Sejak awal Ardis tidak bermaksud untuk dekat dengan si kembar. Menjaga mereka untuk sementara waktu dan menemukan orang tua asuh untuk mereka atau membiarkan mereka magang di perusahaan dagang adalah apa yang dipikirkan Ardis.

Tapi mereka hidup dan makan bersama selama lebih dari sebulan sekarang, tidak bisa dipungkiri kalau dia menjadi lebih peduli pada mereka. Tapi sekarang, dia benar-benar bersimpati dengan si kembar.

Tak dapat meninggalkan si kembar yang sesekali menunjukkan senyum langka saat memanggil nama Ardis saat mengajarkan pekerjaan rumah kepada mereka dan sesekali tidur siang bersama si kembar, ia terus menikmati kehidupan yang santai dan memuaskan itu.

「Terus? Apa kau akan bekerja? 」

Kata Ted sambil melotot dengan wajah masam. Karena Ted yang memang memiliki wajah jahat alami membuat ekspresi semacam itu, maka si kembar yang duduk di samping Ardis menyusut ke belakang dan menempel ke lengannya.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Sementara memprioritaskan menjaga si kembar, Ardis belum menerima permintaan apa pun selama hampir sebulan setelah itu. Jadi, Ted dan yang lainnya tidak punya pilihan selain datang ke rumah Ardis.

「Ted, jangan membuat ekspresi menakutkan semacam itu. Anak-anak menjadi takut. 」

「Apa, bukankah kau yang mengatakan bahwa Ardis harus mengambil pekerjaan sekarang setelah sekian lama? 」

Ted yang memiliki ekspresi tak enak mulai membalas pernyataan di Orphellia.

「Tentunya itu juga penting. Tapi, aku merasa juga khawatir dengan anak-anak. 」

『Anak-anak 』yang dia maksudkan adalah, si kembar yang memiliki ekspresi hati-hati sambil memeluk lengan Ardis.

「Dari itu, tampaknya mereka menjadi lebih dekat. 」

Saat melihat bagaimana si kembar bertindak, Orphellia pun tersenyum lega. Tentu saja, dia tidak bisa mengatakan bahwa mereka menjadi lebih seperti 『Orang normal 』tapi, paling tidak, saat melihat bagaimana mereka berinteraksi dengan Ardis, dia dapat membayangkan bahwa mereka memiliki hubungan yang baik.

「Sepertinya begitu. Awalnya itu merepotkan, tapi sekarang tidak apa-apa. 」

Ardis juga menunjukkan ekspresi rumit.

「Lalu, bisakah kamu mengambil pekerjaan sekarang? Mustahil tabunganmu bisa bertahan selama itu, kan? 」

Norris menyela dari samping.

「Benar, Ardis. Kau telah menolak penawaran kami hari ini, dan kau bahkan tidak memiliki tanda-tanda akan mendapatkan uang. 」

Kata-kata Ted membuat Ardis tersenyum pahit. Itu karena dia tidak bisa menyangkal kata-kata Ted.

Pekerjaan yang dia ambil sebelum si kembar mengalami demam ―― Menyelamatkan siswa akademi ―― hadiah yang dia dapatkan di sana adalah sekitar lebih dari empat puluh koin emas. Itu adalah jumlah yang mampu memberi makan rumah tangga normal jika mereka tidak boros selama dua tahun penuh. Tentu saja, jika itu hanya Ardis dan dua gadis kembar, maka itu akan lebih dari cukup.

Tapi, Ardis sendiri adalah seorang tentara bayaran. Ini bukan hanya tentang mengamankan kebutuhan seperti makanan, tempat tinggal dan pakaian. Pemeliharaan senjata, dan pengadaan pasokan obat-obatan, harga-harga itu berada di liga yang berbeda dari produk yang digunakan oleh rata-rata warga. Bahkan jumlah emas sebanyak itu akan hilang dalam waktu singkat. Tentu saja, sudah saatnya sakunya menjadi tipis.

Tapi, masalahnya adalah tentang si kembar. Si kembar akhirnya bisa mengusir kewaspadaan mereka terhadap Ardis dan mulai menunjukkan tanda-tanda bergantung padanya.

Mereka akan mengikuti di belakang Ardis dengan erat ketika dia berjalan. Ketika Ardis bersantai di sofa, mereka akan datang dan duduk di sampingnya. Ketika Ardis akan tidur siang di dekat jendela sambil menikmati sinar matahari yang hangat, ketika dia menyadari mereka akan berada di sana tidur siang bersamanya.

Dan pada malam hari, meskipun ada tempat tidur untuk digunakan si kembar di kamar mereka, mereka akan merangkak ke tempat tidur Ardis. Seperti yang diharapkan, pergi ke luar masih terasa menakutkan bagi mereka, mereka tidak mengikuti Ardis yang akan pergi keluar untuk membeli barang-barang tapi ketika dia di rumah, mereka akan melekat padanya.

Dan Ardis menjadi Ardis, dia mulai merawat si kembar, dan dia tak bisa untuk tak merasa ragu untuk meninggalkan mereka di rumah dan pergi mencari pekerjaan atau berburu.

「Meski begitu, kau tidak bisa seperti ini selamanya kan? 」

Ted tentu saja benar. Bahkan, Ardis berpikir bahwa dia harus segera mencari pekerjaan.

「Dan disana. Kami membawa topik yang menarik. 」

Norris yang mengintip ekspresi Ardis mulai berbicara.

「Kau mendengar pembicaraan tentang wanita cantik yang datang di jalan raya? 」

「Apa itu? 」

「Ahaha, kau sudah lama mengurung diri di rumah. Meskipun bukan hanya Thoria, bahkan ibu kota mengetahui rumor ini sekarang. 」

Norris yang sepertinya menertawakan sesuatu yang lucu tapi, itu hanyalah dia yang biasanya. Lalu tatapan Ardis menyuruhnya untuk bergegas dan menjelaskan—.

「Di jalan raya, sekitar setengah hari berjalan kaki dari sini ke ibukota, konon ada seorang wanita muda muncul di sana. Dan, dia juga seharusnya sangat kuat. 」

「…… Bandit? 」

「Tidak, tidak, itu sama sekali salah. Hanya saja, dia akan meminta sebuah pertarungan dengan tentara bayaran atau pengawalan pedagang yang datang. Lalu dia akan menang dengan mudah. Bahkan dengan tentara bayaran veteran sebagai lawannya. Dia belum pernah kalah. 」

「Aku tidak bisa memahami alasannya. 」

「Baik. Aku juga tidak mengerti. Maksudku, wanita itu, dia tidak meminta apa pun bahkan ketika dia menang. Dan dia bahkan tidak akan menjawab ketika ditanya alasannya, dan karenanya, banyak spekulasi telah terjadi. 」

Dari sekadar ceritanya, itu bahkan bisa kelihatan seperti tentara bayaran yang hanya mencari gara-gara untuk mengukur kemampuannya. Bahkan bisa juga berspekulasi bahwa dia melakukannya untuk ketenaran. Tapi masalahnya adalah orang tersebut tidak pernah mengatakan namanya sendiri, sehingga teori itu mungkin semuanya salah.

「Hanya itu, tidak ada berita tentang lawan-lawannya yang terluka atau bahkan kematian, jika dia ditolak, maka dia akan membiarkan orang-orang pergi tanpa melakukan apa-apa. Jadi, tidak ada orang yang benar-benar berpikir bahwa dia itu masalah. Dari apa yang aku dengar, bahkan ada suatu kali dia menyelamatkan seorang pedagang dari para bandit. 」

「Jika dia tidak melakukan kesalahan apa pun maka tidak ada masalah. Lalu mengapa ada orang yang berpikir bahwa dia itu menyebabkan masalah? 」

Ada banyak orang lain yang berpikiran sama dengan Ardis. Bahkan dapat dikatakan bahwa dia berkontribusi pada keamanan jalan raya tanpa membahayakan orang lain, dan dia tidak akan menyentuh siapa pun yang tidak ingin melawannya, jadi itu seharusnya hanya tentang penampilan seseorang dengan kepribadian aneh .

Baru-baru ini, tampaknya ada bahkan orang-orang yang pergi ke sana untuk bertemu dengannya secara khusus, tapi jika dia melakukannya karena dia memang menginginkannya, maka tidak ada yang bisa menghakiminya.

「Tidak ada salahnya bahkan jika kau mengabaikannya. Jika ada, maka itu adalah masalah soal reputasi. 」

「Reputasi huh ……. Jadi itu berarti, penguasa kota dan pasukannya telah mengatakan sesuatu? 」

「Bingo. Ini permintaan dari Marquis Thoria. 」

Wanita itu tidak melakukan kejahatan apa pun atau mengganggu keamanan. Tapi karena dia adalah orang yang tidak dikenal, dan fakta bahwa dia hanya melakukan sesuka hatinya di jalan-jalan di wilayah penguasa kota, maka itu akan merusak kredibilitas si penguasa kota itu sendiri. Jika itu ditangani dengan buruk, maka para bangsawan yang berselisih dengannya bahkan akan menggunakannya sebagai alat untuk perang politik.

「Hmm. Dan isinya? 」

「Perundingan. Dan sepertinya untuk mengundangnya ke rumah junjungan. 」

Ardis yang mendengarkannya pun mengerutkan alisnya.

「Aku tidak mengerti. Jika demikian, bukankah tidak masalah jika bawahan penguasa kota itu sendiri yang pergi sebagai gantinya? 」

「Siapa tahu? Mungkin dia tidak suka gagasan mengirim anak buahnya sendiri untuk tentara bayaran di jalanan, atau mungkin sebelumnya dia telah ditolak. Dengan informasi yang kami miliki sekarang, kami tidak dapat membuat kesimpulan tentang hal itu. Hanya saja, karena itu bukan permintaan penaklukan, dan mungkin tidak akan ada luka bahkan jika kau bertarung dengannya, bukankah itu sangat cocok untuk Ardis setelah lama tidak aktif? 」

「Yah, itu mungkin benar. Dan, kompensasinya? 」

「Dua koin emas jika berhasil. Satu perak jika gagal. 」

「Bukankah ini terlalu sedikit? 」

Kekhawatiran Ardis dapat dibenarkan. Bahkan jika mereka berhasil, hanya dua koin emas untuk empat orang di sepanjang hari, itu bukanlah jumlah yang layak untuk dipertimbangkan. Lebih buruk lagi, hanya satu perak jika mereka gagal. Itu sama saja dengan bekerja secara gratis.

「Ah, kami akan menerima permintaan lain. Berbincang dengan wanita cantik itu akan menjadi tugas Ardis. 」

「Kami akan keluar ke arah gurun untuk sementara waktu. 」

「Apa, seperti itu huh? 」

Tampaknya permintaan ini benar-benar hanya dibawa ke sini untuk kepentingan Ardis. Sementara Ardis tidak berpikir itu adalah perlakuan yang sia-sia, karena mereka telah membawa permintaan ini sejauh ini untuk Ardis, Ardis memutuskan untuk menerima niat baik mereka.

Setelah memberi tahu bar tempat Ardis akan memberikan informasi, Ted dan yang lainnya kembali.

「Ardis, pergi keluar―? 」

「Ardis, pergi―? 」

Tiba-tiba, si kembar menarik kedua tangannya dan bertanya.

「Ya, besok aku akan keluar sebentar. Bisakah kalian berdua tetap tinggal di rumah? 」

Si kembar mengangguk pada pertanyaan Ardis, dan mengajukan pertanyaan lain dengan bola mata kuning pucat mereka yang menatap Ardis.

「Ardis, tidak akan meninggalkan kami? 」

「Ardis, …… akan kembali? 」

「…… Jangan khawatir, aku akan segera kembali. 」

Meskipun masih kecil, saat menatap ekspresi putus asa mereka, Ardis menjawab dengan senyum ramah sambil menepuk-nepuk kepala mereka dengan lembut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *