Chapter 22

Saat melihat penampilan Clente dan yang lainnya, Michelle akhirnya memiliki kesempatan untuk merasa lega.

Dengan pandangan sekilas, dia mengkonfirmasi bahwa Clente dan yang lainnya, semuanya tidak terluka. Setelah lolos dari kematian, wajar saja jika senyum terbentuk di wajahnya.

Keempat tentara bayaran yang baru baginya, mereka adalah bala bantuan dibawa Clente. Alasan mereka kembali satu hari lebih awal dari yang diperkirakan, mungkin karena Clente dan yang lainnya memotong hutan secara paksa.

Tapi berkat itu, Michelle dan yang lainnya dapat diselamatkan. Jika mereka tiba satu hari lebih lambat dari yang diharapkan, maka sudah dipastikan tidak ada seorang pun di antara Michelle dan yang lainnya yang akan selamat sampai saat itu itiba.

Ketika Cleric di antara pengawalnya mulai merawat Helena, para tentara bayaran yang dibawa Clente merawat para siswa.

「Nn? 」

Michelle melihat seorang pria termuda di antara tentara bayaran yang merupakan satu-satunya orang yang berjalan menuju mayat Whips. Dia adalah seorang pria muda dengan jubah pendek merah muda- keunguan, dia melanjutkan untuk mencabut dua pedang pendek yang tersangkut di tubuh Whips, dan mengelap pedangnya yang basah oleh darah dengan kain sebelum meletakkannya di sarungnya di pinggangnya.

Dengan kata lain, itu berarti bahwa pemilik pedang pendek itu adalah pemuda yang dimaksud itu.

Michelle menyipitkan matanya dan menilai pemuda itu.

Umurnya mungkin sekitar empat, lima belas tahun. Dia terlihat berada di sekitar usia di mana orang-orang akan mengagumi dan mencoba menjadi seorang tentara bayaran. Mata hitam dan rambut hitam, dan penampilan biasa-biasa saja. Satu-satunya ciri yang menonjol dari dirinya adalah selembar kain yang diikatkan di dahinya yang bisa dilihat di antara poninya.

Tapi dari sikapnya, itu memberikan perasaan kuat yang sama sekali tidak kalah dengan tentara bayaran terlatih seperti Helena dan yang lainnya. Dari apa yang dapat dilihat Michelle, paling tidak, ia memiliki kemampuan yang jauh lebih baik daripada Hansrick dan para siswa lainnya.

Dia adalah seorang pria muda dengan aura misterius. Meskipun terlihat dan memiliki usia yang mungkin sama dengan para siswa, dia tampak lebih seperti seorang veteran yang berdiri di medan perang untuk waktu yang lama.

Akhirnya, ketika perawatan diberikan pada Helena dan para siswa telah tersadar kembali, Michelle dan Clente bertukar informasi, dan mendiskusikan tentang rencana mereka. Dan dari itu, diketahui bahwa kejadian keberuntungan kali ini dibawa oleh suatu kebetulan dan mukjizat yang saling bersilangan.

「Aku mengerti, itu sebabnya kalian semua datang lebih awal dari yang diharapkan. 」

「Ya. 」

Clente sebagai perwakilan menjelaskan kepada Michelle.

「Ketika kami akhirnya keluar dari hutan, kami melihat kereta yang datang dari arah Thoria. Jaraknya setengah hari dengan berjalan kaki tapi, menggunakan kereta kuda pasti akan memakan waktu lebih sedikit. Saat itulah kami mencoba untuk berhenti dan mencoba untuk menumpang ke Thoria dengan sadar itu bukanlah ide yang bagus dan— 」

Atas penjelasan Clente, Ted pun menyela.

「Dan itu kereta kuda yang kami tumpangi. Sangat mengejutkan saat itu. Karena kereta kami tiba-tiba berhenti. 」

「Aku sudah bilang kalau ini salahku oke? Kami menjadi tidak sabaran dan tidak punya pilihan. Aku benar-benar berpikir itu tidak sopan untuk rekan-rekan di kereta. Uh ……, yah, dan begitu saja, kami menghentikan kereta kuda itu dan mencoba menjelaskan situasinya, dan betapa beruntungnya orang-orang yang naik kereta itu adalah empat tentara bayaran ini. 」

Dan saat itulah Clente mencoba meminta bantuan mereka tapi, pihak lain juga berurusan dengan pencarian yang mendesak, sehingga negosiasi tidak berjalan dengan baik.

「Tapi kemudian. Saat mendengarkan dengan cermat, bukankan pencarian mendesak yang mereka miliki adalah mencari anak-anak itu. Kemudian kami tidak punya alasan untuk berpisah. Itu sebabnya kami dapat kembali dengan bantuan lebih cepat. Karena kami dapat membimbing mereka ke tempat target pencarian mereka. Kami berkumpul dan kembali ke sini. 」

「Aku mengerti mengapa kalian mengatakan ini sebagai sebuah kebetulan dan mukjizat. Dengan kata lain, kami hanya beruntung. Ya, kami diselamatkan karena itu, jadi aku tidak akan mengeluh. 」

Michelle yang akhirnya memahami seluruh gambaran cerita pun mengatakan itu pada Clente dan yang lainnya.

「Kalau begitu, mari kita bicara tentang apa yang akan kita lakukan selanjutnya. …… Uhh, kau. Kau Ted, kan? Apa kau pemimpin party ini? 」

「Yah, semacam itulah. 」

「Kau mungkin pernah mendengarnya dari Clente tapi, apakah kau akan mengambil tugas pengawalan? Yang akan dikawal partymu adalah anak-anak ini. Periode waktunya sampai kita kembali ke Thoria. Dan kompensasinya adalah total dua puluh emas. 」

「Tidak tunggu, apa yang kau katakan. Kami awalnya datang ke sini untuk menyelamatkan para anak ayam itu, kau tahu? Kompensasi sudah dibayar oleh pihak kami, kami tidak dapat mengambil biaya pengawalan dari seorang wanita tua. 」

「Siapa wanita tua itu! Aku hanya berusia empat puluhan tahun! Panggil aku Michelle! 」

Ted memandang Clente dengan mata yang tampak seperti dia tidak akan terganggu. Dan seorang pemanah dengan perawakan kecil dan mata berwarna abu-abu baja tertawa ketika mencoba untuk menutupi mulutnya.

「Kupikir akan lebih baik jika kau sedikit belajar tentang bagaimana berbicara dengan seorang wanita. 」

Anggota party Ted yang merupakan gadis berambut merah mengatakannya dengan nada muak.

「Baiklah, kalian berdua juga. Bukankah meninggalkan obrolan itu setelah mengantar anak-anak itu kembali ke Thoria akan lebih baik? Bukankah sekarang kita harus memprioritaskan diri untuk keluar dari hutan? 」

Menjadi perantara antara Michelle dan Ted, Helena bergabung dalam percakapan.

Itu sudah pasti seperti yang dikatakan Helena. Karena Ted tampaknya tidak peduli dengan kompensasinya, fokus untuk meninggalkan hutan dan kembali ke kota yang aman adalah pilihan yang terbaik.

Bagaimanapun juga, Ted dan partynya seharusnya melindungi para siswa, dan dengan Michelle dan yang lainnya, tingkat keselamatan mereka akan menjadi lebih baik.

「Itu benar. Pertama kita harus melewati hutan dengan aman. Sisanya akan kita lakukan setelah kita kembali ke Thoria. Apa kau baik-baik saja dengan itu, Ted? 」

「Tidak masalah. Kalau begitu mari kita pergi sekarang? 」

「Jika partymu tidak memiliki keluhan. Para siswa berada sudah di batas mereka. Alih-alih stamina, justru kekuatan mental mereka yang menjadi masalah. 」

Itu tidak bisa disalahkan. Hanya beberapa hari yang lalu, para siswa tinggal di ibukota yang menjamin keamanan. Bahkan jika mereka mempelajari keterampilan bertempur, itu adalah perbedaan yang jelas antara akademi yang tidak memiliki satupun bahaya dan hutan yang memiliki para monster yang mengintai.

Tekanan dan ketakutan yang tidak pernah mereka rasakan di akademi, tidak dapat disalahkan jika mereka dihancurkan olehnya. Hancur oleh ketakutan akan makhluk jahat yang tidak pernah mereka alami sebelumnya, para siswa kecuali Solte benar-benar terlihat kelelahan.

Setelah perawatan Helena selesai, mereka pun meninggalkan gua dengan langkah cepat. Party Michelle, total enam orang, bersama dengan party Ted, empat orang, dan para siswa, lima orang. Sekelompok total lima belas anggota membentuk formasi dan menuju ke utara di hutan.

「Ahaha. Ini pasukan yang cukup baik, dengan banyak orang. 」

Si pemanah dengan perawakan kecil, Norris tertawa cerah ketika dia mengatakannya. Ekspresi itu bukanlah suatu kebohongan atau sesuatu yang dibuat-buat. Mungkin karena mereka memiliki kemampuan untuk terlihat begitu bebas bahkan di hutan ini.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Demikian pula, penyihir perempuan berambut merah dari party Ted, dia terus berjalan dengan suasana santai. Dia adalah Orphellia, bahkan sebagai seorang penyihir, gerakannya tidak memiliki celah, itu karena wawasan pengalamannya sebagai tentara bayaran.

Bagi Michelle yang telah melihat banyak tentara bayaran dalam hidupnya, dia dapat berspekulasi bahwa termasuk Ted, mereka bertiga adalah para tentara bayaran veteran.

Tapi, satu-satunya yang tidak bisa dia ukur adalah si pendekar pedang berambut hitam, Ardis. Meskipun memiliki usia yang tidak jauh berbeda dari para siswa, auranya yang dipancarkan tidak kalah dengan Ted, Helena dan para tentara bayaran veteran lainnya.

Dari apa yang dia dengar, orang yang menghabisi Whips dengan dua pedang pendek itu adalah dia. Jika itu yang terjadi, maka kemampuannya bahkan tidak bisa dibandingkan dengan para tentara bayaran veteran.

Bahkan jika monster itu sudah terluka, untuk menembak secara akurat dengan pedang pendek dari suatu tempat yang bahkan penglihatan Whips tidak dapat mencapainya, dan membunuhnya hanya dengan dua serangan, jika Michelle membicarakan hal ini kepada sesama pedagang keliling, maka dia hanya akan dianggap sebagai mengatakan hal yang berlebihan.

Mereka melanjutkan formasi  mereka untuk melindungi para siswa. Dengan party Ted yang mengambil tugas bagian depan, party Clente di belakang, dan target pengawalan di tengah.

Berjalan setengah hari akan cukup untuk mencapai rute di mana binatang buas dan makhluk iblis tidak akan muncul. Jika mereka bertemu musuh, pada dasarnya itu akan menjadi party Ted-lah yang berurusan dengan mereka tapi, jika situasinya membutuhkannya, Clente dan yang lainnya akan mendukung mereka juga, itu adalah formasi yang dihasilkan Michelle.

Tepi formasi yang memiliki banyak pemikiran yang dimasukkan ke dalamnya itu pun menjadi sia-sia, itu adalah apa yang mereka pahami setelah satu jam.

「Ted. 」

「Aku tahu, aku akan menyerahkan yang sebelah kanan kepadamu. 」

Atas panggilan Norris, Ted menarik pedang di pinggangnya dan mengambil postur rendah, sebelum memberikan perintah kepada rekannya. Daun di atas kepalanya bergetar. Dengan massa yang berat di belakangnya, seekor ular berwarna ungu muda menyerang Ted dan yang lainnya. Itu adalah Ractor.

「Uoorya――! 」

Bersamaan dengan teriakan kerasnya, Ted mengayunkan pedang besarnya  dengan keras. Menghindari serangan yang datang dari Ractor yang melompat dari pohon dengan hanya sedikit gerakan, dia membidik daerah mulutnya dan menebas tubuhnya.

Dalam satu tarikan napas, tubuh Ractor terbelah menjadi dua dari mulutnya. Berputar dengan momentumnya, Ted menjatuhkan serangan kedua. Sementara Ted membantai Ractor dengan mudahnya, Norris dengan cepat melepaskan tiga anak panah ke arah dedaunan di sebelah kanan.

Pada saat yang sama ketika panah ketiga meninggalkan tangan Norris, dari dedaunan tebal, Ractor lain melompat keluar. Disaat Ractor yang memiliki anak panah yang sudah tertancap di badannya dengan sangat cepat itu muncul, ia menerima anak panah ketiga langsung ke kepala.

Dengan itu, Ractor mengalami gegar otak sesaat. Tapi seperti yang diharapkan, itu saja tidak cukup untuk menghentikan serangan ular besar itu.

「KshaaAa―― !! 」

Sambil mendesis mengancam, Ractor mengangkat kepalanya.

Terhadap ular besar yang dipenuhi dengan niat membunuh, itu adalah sebuah pedang pendek yang mendekati punggungnya tanpa suara.

Di tempat di mana tidak ada orang di sana, pedang itu melayang dengan aneh. Bahkan Michelle tidak bisa mengerti apa yang dia lihat. Dalam penglihatan Michelle yang menatap pemandangan abnormal ini, pedang pendek yang melayang di udara itu tiba-tiba bergerak.

Pedang pendek yang berhasil menyelinap melewati penjagaannya pun memotong leher Ractor yang tak berdaya dari belakang dengan satu serangan. Setelah memenuhi perannya, pedang pendek itu terbang perlahan kembali ke pemiliknya, ke tangan Ardis.

Dari panggilan Norris hingga penghancuran total dua Ractors, itu hanya terjadi sekitar tiga puluh detik.

 (Kupikir mereka itu memang terampil tetapi, untuk berpikir sejauh ini ……)

Kemampuan party Ted lebih dari yang diperkirakan Michelle.

Tentu saja, dengan Helena, Clente dan yang lainnya, berurusan dengan dua Ractor tidak akan menjadi masalah. Tapi, meminta mereka untuk melakukannya sendiri dalam waktu singkat seperti ini, mereka akan ragu-ragu untuk mengatakan itu mungkin dapat segera dilakukan.

Selain itu, penyihir, Orphellia tidak ikut serta dalam pertarungan. Jadi, dalam kenyataannya, hanya tiga dari mereka yang mengalahkan dua Ractor.

Di atas segalanya yang membuat Michelle bingung, adalah teknik Ardis yang hanya terlihat seperti pemuda biasa. Mengirim pedang pendek itu terbang, seolah mengendalikannya dengan tangan tak terlihat dan memotong leher Ractor.

Keajaiban semacam itu, bahkan Michelle yang bepergian ke seluruh benua tidak pernah mendengarnya.

「Itu ……, Michelle-san. 」

「…… Apa itu, Solte? 」

「Pedang itu tadi, …… apa itu? Bagiku itu terlihat seperti melayang di udara dan memotong ular dengan sendirinya tapi …… 」

Itu adalah sesuatu yang bahkan pertama kalinya dilihat oleh Michelle yang telah melihat para tentara bayaran bertarung dengan para monster. Bahkan jika dia adalah siswa di akademi yang telah diajarkan semua jenis keterampilan bertarung, mustahil Solte akan mengetahuinya.

「Siapa tahu……? Ini juga pertama kalinya aku melihatnya. Helena, kau tahu sesuatu tentang itu? 」

「Tidak, ini juga pertama kalinya aku melihat teknik semacam itu. Aku bahkan belum pernah mendengar tentang pedang yang terbang dan memotong musuh. 」

Dari penampilannya. Clente dan para tentara bayaran lainnya memiliki ekspresi terkejut yang sama. Mata mereka terlihat sedikit tertarik, tapi, seperti yang kukira, mereka juga tidak pernah melihat teknik itu.

「Ini sia-sia tapi, karena kami memprioritaskan untuk keluar dari hutan, kita tidak akan bisa mengumpulkan bahan material, kan? 」

Ted datang untuk mengkonfirmasi, dan Michelle yang tidak punya alasan untuk menentang pun memberikan persetujuannya.

Setelah itu, ada beberapa kesempatan di mana binatang-binatang itu menyerang di jalan mereka tapi, masing-masing dari mereka dihabisi oleh party Ted, tanpa korban, mereka terus berjalan melalui hutan dengan lancar.

Twin Swords yang muncul akan dihantam oleh salah satu dari serangan pedang Ted atau Norris yang menembus mereka dengan panahnya. Salah satu dari mereka mencoba menyerang dari sisi formasi tapi, dengan pedang pendek Ardis, monster itu dapat dibasmi dengan mudah.

Akhirnya, Michelle dan yang lainnya tiba di rute yang aman, dan dengan kecepatan itu, mereka meninggalkan Hutan Corsas dalam waktu setengah hari.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *