Chapter 2

「Hei Ardis! apa kau baik baik saja!? Apa !? 」(Ted)

Pria yang telah menghabisi orang-orang itu berbalik menanggapi suara yang memanggilnya.

Sebuah kelompok yang beranggotakan tiga orang datang ke bidang penglihatan pria itu. Ketika dia melambaikan tangannya bolak-balik, desahan lega bisa terdengar.

「Itu terbakar …」 (Ted)

Saat melihat sekeliling pada bagian hutan yang telah menjadi hangus, seorang pria kekar yang berdiri paling depan diantara kelompok itu mulai mendekatinya.

Rambutnya berwarna rosewood dengan mata berwarba cokelat gelap. Otot-ototnya yang hampir meledak-ledak memberinya kesan bengis.

Dengan mengenakan armor kulit, penampilannya dengan pedang besar dan perisai bundar telah menunjukkan  bahwa dia adalah seorang pendekar pedang.

「Itu bukan ulahku 」(Ardis)

「Itu benar Ted, Ardis tidak seburuk ini」 (Ophelia)

Orang yang membela pria itu adalah seorang wanita muda yang mengenakan jubah berwarna hijau dengan penutup kepala.

Dia memiliki tongkat kayu pendek di tangannya, alat yang sangat umum untuk seorang penyihir.

Rambut merahnya yang terang mengintip dari tepi penutup kepalanya, matanya yang diarahkan pada pendekar pedang Ted berwarna merah gelap.

「Kenapa kau mengatakannya seolah aku ini orang jahat?」 (Ardis)

「Ayolah Ardis, kurasa Orphelia tidak mengatakan sesuatu yang salah」 (Norris)

Pemanah di sebelahnya segera merespon.

Karena terlibat akan terasa terlalu merepotkan, seorang pemanah yang memiliki rambut berwarna baja menutup pembicaraan itu dengan cepat.

「Berapa banyak orang yang kalian lawan di sana?」 (Ardis)

Pria itu bertanya kepada si gadis penyihir

「Ada tiga orang, tapi mereka tampaknya tidak termotivasi. Mereka pergi dengan cepat ketika Norris mulai menembaki mereka … 」(Ophelia)

「Segera setelah aku mengambil langkah menuju Ardis, mereka terus datang dan menghalangi jalanku」 (Ted)

Ted menyelesaikan pernyataan Ophelia dengan nada sedikit jengkel.

「Baiklah? Di sana … seburuk yang terlihat, huh 」(Ted)

Dia memandang seorang pria berjubah biru yang tergeletak di tanah.

「Tidak ada alasan untuk membunuh mereka berdua sekarang bukan?」 (Ted)

「Ini bukan hanya dua. Ada satu lagi yang mati di sana, jadi jumlahnya ada tiga 」(Norris)

Melihat ke arah pria berbaju kulit yang tidak bisa melarikan diri, Norris si pemanah berbicara seolah  dia tiba-tiba menyadarinya.

「Kau menemukannya」 (Ardis)

「Yah ya, maksudku mata adalah nyawa seorang pemanah」 (Norris)

Norris menjawab dengan wajah yang dipenuhi rasa bangga.

「Apa pun itu, membunuh mereka tidak benar-benar mengubah apa pun」 (Ardis)

Ted heran.

「Akan mudah bagimu untuk menangkap mereka dengan kemampuanmu 」 (Ted)

「Mereka mengincar nyawaku, jadi aku tidak akan berbelas kasih 」(Ardis)

Pria itu memiliki suasana hati yang buruk ketika berbicara menyangkut melindungi dirinya sendiri.

「Ya, kurasa itu benar」 (Ted)

Saat melihat Ted bersikap seperti itu, Ophelia menawarkan bantuan.

「Aku bisa mengerti maksud Ted, tapi bukankah akan lebih baik untuk menangkap mereka?」 (Ophelia)

「Ini merepotkan. Jika mereka dikirim dengan instruksi lain dari seseorang dan mereka mungkin akan dibunuh jika mereka mengatakan sesuatu, apakah kau pikir mereka akan melakukannya? 」(Ardis)

「Ahaha. Ardis kau terdengar seperti orang dewasa ketika kau mengatakan itu 」(Norris)

Ophelia menghela nafas dan setuju dengan Norris sambil tertawa kering.

Tidak ada seorang pun yang akan menyerang mereka atau mengambil nyawa para penyerang itu.

Hukum memang ada di dalam kota, desa dan di mata pejabat pemerintah yang merupakan penjaga hukum.

Dalam batas-batas hutan yang dipenuhi dengan iblis dan binatang buas ini, hukum tidaklah berlaku.

Di wilayah tanpa hukum ini kau diharuskan untuk melindungi dirimu sendiri.

Jika kau tidak bisa melakukan itu, maka tanpa sadar kau akan kehilangan nyawamu.

Tentu saja tidak ada gangguan bagi para penjahat, dan mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk melindungi diri mereka tidaklah berbeda dari mangsa di mata para pemangsa.

Tidak ada pihak penyerang maupun yang diserang, hanya ada satu yang lebih kuat.

Jika kau menyerang seseorang yang lebih kuat dari dirimu, maka kau akan terbunuh.

「Yah, di mana pun kita berada, kita『White Star』pasti akan melalui pertempuran」(Ted)

Pendekar pedang itu terdiam setelah mengatakan itu, dan pemanah itu melanjutkan pembicaraan.

「Lalu, Ardis siapa lawannya kali ini?」 (Norris)

「Aku tidak tahu, tapi mereka tahu tentang sihir pedang」 (Ardis)

「Hmm. Sihir pedang, yah baru-baru ini Ardis telah dikenal. Kau tidak benar-benar menyembunyikannya, bukan? 」(Norris)

Pria yang bernama Ardis itu menjawab dengan 「kurasa begitu」 ke Norris.

Nah jika dia memikirkannya dengan seksama, dia bisa membayangkan siapa yang mungkin menjadi dalangnya jika melihat dari lawan-lawannya di masa lalu.

「Guild pencuri menyerang di malam hari atas perintah seorang bangsawan. Para penyihir mendesakku untuk memberi tahu mereka rahasia dari sihir pedang. Para pendeta gereja. Tentara bayaran yang merasa iri … 」(Ardis)

「Militer juga menjengkelkan」 (Ophelia)

Ketika Olferia menambahkan ini, Ted juga angkat bicara.

「Eh? Apa hubungan militer dengan Ardis? 」(Ted)

「Jenderal ingin merekrutku untuk mengajarkan sihir pedang ke divisinya, aku menolaknya」 (Ardis)

「Selain itu sihir pedang tidak bisa dipelajari oleh para penyihir. Kami hanya akan membuang-buang waktu kami. Jika kau memiliki waktu luang seperti itu, kau mungkin harus menghabiskannya dengan tidur di tempat tidur 」(Ardis)

Ardis mengatakan hal itu.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

「Meski begitu, itu soal caramu menolaknya! Jika kau menolak dengan cara yang tidak ramah seperti itu tentu saja mereka akan marah! 」(Ted)

Ted memandangi orang itu seolah bertanya apa yang sedang dilakukannya.

「Karena dipermalukan di depan umum, tidak aneh dia membuat mereka memusuhinya」 (Ophelia)

「Ha ha. Seperti biasanya Ardis memiliki banyak musuh 」(Norris)

「Ini bukanlah masalah yang bisa ditertawakan, Norris. Sebagai aturan praktis, guild bangsawan, gereja, penyihir, pencuri dan militer adalah lawan yang buruk. Kita harus berhenti meningkatkan jumlah musuh untuk Ardis. Aku tahu kekuatanmu, tapi mereka sama berbahayanya, jika itu tidak lebih baik 」(Ted)

「Aku tahu itu Ted. Para bangsawan dan gereja tidak bisa dianggap enteng 」(Ardis)

Atas kata-kata Ardis, Ted menjawab.

「Tiga koin tembaga, bahwa itu tidak akan bertahan lama」 (Ted)

「Yah, aku bertaruh lima koin」 (Ophelia)

「Ahaha, satu koin perak」 (Norris)

Taruhan itu masih belum selesai.

「…」 (Ardis)

Tampaknya kebijaksanaan Aldis sama sekali tidak dapat dipercaya.

「Kalau begitu, apa kau akan kembali ke kota hari ini? Apa kau sudah mengumpulkannya Ardis? Aku ingin pergi sebelum malam hari 」(Ted)

「Ah, aku sudah selesai」 (Ardis)

Di sini 『mengumpulkannya』 digunakan untuk mengumpulkan emas dari mayat-mayat yang terjatuh.

Mungkin terlihat seperti pencurian, tapi ini berada jauh di dalam hutan tanpa hukum.

Memang lawannya adalah musuh yang mencoba untuk merenggut nyawa Ardis. Untuk memeriksa identitas mereka, kau juga perlu memeriksa barang-barang mereka. Tidak ada yang akan menyalahkan siapa pun karena mengambil uang sebagai “biaya gangguan”.

「Dia tidak membunyai banyak barang」 (Ardis)

「Kalau begitu, apa kau ingin aku membakar yang ini?」 (Ted)

「Tolong lakukan, aku akan membakar yang lainnya」 (Ardis)

Ketika Ardis selesai membakar tubuh musuh, dia keluar dari hutan menuju ke jalan raya dan berlari menuju kota dengan tergesa-gesa.

Terletak di sebelah tenggara Pegunungan Canovis di pusat benua Robles, adalah sebuah kota pelabuhan Toria, tempat dimana Ardis tinggal.

Ini adalah kota kedua dari Kerajaan Nagras yang kaya akan biji-bijian, kota yang makmur karena kedekatannya dengan hutan.

Bagian selatan hutan Thoria berisi bahan bakar, makanan, dan tanaman obat yang dapat diperdagangkan di kota. Hutan itu sudah mendukung pengembangan kota sejak lama.

Tentu saja itu biasanya merupakan tempat di mana orang-orang tidak akan mau memasukinya. Binatang buas dan bahkan iblis berkeliaran di sekitar sana.

Namun harta karun yang terletak di bagian terdalam hutan sangatlah menarik bagi manusia. Banyak yang memasuki hutan dengan pengetahuan bahwa mereka bisa mati.

Kadang-kadang, pedagang kaya mengorganisir sebuah quest besar-besaran terhadap hutan dalam upaya untuk mengungkap harta ini. Tapi biasanya mereka akan bergabung dengan sebuah party dengan jumlah orang yang lebih sedikit dan masuk ke hutan bersama-sama.

Kelompok-kelompok kecil ini akan menerima quest dari para pedagang untuk mendapatkan tanaman obat dan tanaman langka di hutan. Itu adalah sumber pendapatan yang berharga bagi para tentara bayaran di masa damai.

Bahkan jika mereka disebut sebagai tentara bayaran, mereka tidak bertarung sepanjang tahun.

Bagaimanapun juga, tidak selalu ada perang.

Jika kau tidak mengambil pedangmu, maka entah bagaimana kau harus mendapatkan penghasilanmu sendiri.

Misi pengawalan, pengiriman surat, survei wilayah yang belum dijelajahi, penaklukan, pemanenan di tempat-tempat berbahaya, mereka yang tidak dapat menerima pekerjaan tersebut akhirnya menjadi para bandit.

Pekerjaan yang saat ini diterima Ardis adalah survei awak terhadap area penebangan yang potensial.

Quest itu dikeluarkan oleh beberapa pedagang kayu yang memintanya secara bersama-sama.

Rupanya area penebangan tradisional sudah hampir kosong dan perlu untuk mengembangkan area baru pada tahun depan.

「Jadi, bagaimana tempat yang kalian survei saat ini?」 (Ardis)

Ardis bertanya pada yang lainnya.

「Itu tidak buruk. Jarak ke jalan raya cukup pendek, jadi sepertinya tidak akan masalah asalkan jalanannya diperbaiki. Kualitas pohon juga terlihat bagus, mereka dapat mencoba untuk mengamankannya 」(Ted)

「Masih ada beberapa sarang『Gladiator Beast』yang perlu dibersihkan terlebih dahulu 」(Norris)

Tambah Norris.

「Nn」 (Ophelia)

「Baiklah, biarkan kami mentraktirmu makan dulu. Lagi pula sebuah party harus memiliki satu kesepakatan 」(Ted)

Ted mengeluh kepada Ardis.

「Tidak, aku hanya terlibat sementara. Karena itu permintaan yang aku terima dari 『White Star』. Bukankah kita tidak berhubungan? 」(Ardis)

Wajah Ted berubah bentuk pada jawaban itu.

「Hei Ardis. Aku memang pernah bertanya sebelumnya, tapi mengapa kau tidak bergabung saja dengan party kami? 」(Ted)

「Aku?」 (Ardis)

「Benar. Selama ini kau adalah anggota sementara di party kami, itu terasa hampir seperti kau adalah anggota 『White Star』 」(Ted)

「Party … ah … yah …」 (Ardis)

「Apa kau akan selalu menunda jawabannya setiap waktu?」 (Ted)

Tanpa menunggu jawaban Ardis, Ophelia menyela.

「Apa kau mendengar itu?」 (Ophelia)

Mata Norris menyilang kea rah Ardis

「Ya, seseorang sedang diserang」 (Ardis)

Di telinga Ardis yang tengah memejamkan mata dan memusatkan kesadarannya, suara manusia yang meminta bantuan bisa didengar.

Pada saat yang sama, suara kuda dan jeritan kematian terdengar ke arah yang dituju Ardis.

Konsultasi adalah hal yang diperlukan.

「Ted, apa yang harus kita lakukan?」 (Ardis)

Ardis meminta penilaiannya.

Itu karena dia adalah pemimpin 『White Star』

「Secara alami, kita akan membantu mereka」 (Ted)

「Sisi mana yang kita bantu?」 (Ardis)

「Kita akan memutuskan setelah melihatnya!」 (Ted)

Sambil mengatakan hal itu, Ted berlari dengan sekuat tenaga.

「Ha ha ha. Dia adalah orang yang gegabah 」(Norris)

「Memang benar dia memiliki kepribadian yang suka mendorong lehernya ke arah hal-hal yang menyusahkan」 (Ophelia)

Terlepas dari penampilannya, dia selalu merasa harus membantu mereka yang membutuhkan.

Meskipun mengeluh tentang pemimpin party yang seharusnya lebih diselamatkan ketika mereka tengah mabuk.

Dari sudut pandang Ardis, dia tidak berpikir bahwa cara hidup Ted itu terbilang pintar.

Dunia ini dipenuhi dengan bahaya, mereka yang dengan sengaja terjun ke dalam kesulitan tidak akan pernah bisa hidup lama.

Namun Ardis tidak menganggap Ted bodoh.

Ardis bisa hidup di dunia ini karena Ted adalah orang yang seperti ini, orang yang telah membantunya.

「Mau bagaimana lagi?」 (Ardis)

Ardis mengeluarkan dua pedang pendek dari pinggangnya yang kemudian melayang di sekitarnya saat ia mengejar Ted.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *