Chapter 10

「Yah, selama aku tidak melakukan sesuatu yang terlalu aneh itu seharusnya akan baik-baik saja」 (Ardis)

Dengan menyeringai sambil tertawa, Ardis menarik dua pedang pendek dari pinggang bawahnya dan melemparkannya ke udara.

Pedang pendek yang dia lempar ke udara sedang melayah tanpa dukungan.

「Na !? I, Itu ….! 」(Jio)

Seru Jio saat mengingat sesuatu.

Sementara itu, Despair dengan cepat menutup jarak ke Ardis.

「Semuanya, bersiap-siap untuk pertempuran!」 (Gresch)

Dengan tergesa-gesa, Gresch menyampaikan instruksinya kepada anggota partynya, tapi Ardis menyelanya.

「Aku akan melakukannya sendiri」 (Ardis)

「Ya, tapi ….!」 (Gresch)

「Karena itu akan segera berakhir, tolong jangan terlalu banyak bergerak」 (Ardis)

Despair sudah berada pada jarak yang bisa dijangkau oleh busur dan anak panah.

「Maju!」 (Ardis)

Dipicu oleh suara Ardis, kedua pedang pendek itu terbang lurus ke arah para Despair.

Ketika mereka tumpang tindih terhadap masing-masing target, mereka tersedot ke wajah kedua musuh itu.

Pada saat berikutnya, Despair jatuh ke tanah. Namun, karena pada saat itu mereka berlari, momentum mereka telah membuat mereka bergulir ke depan beberapa meter sebelum akhirnya berhenti.

「Haa !? Apa yang terjadi!? 」(Ralph)

Mata Ralph terbuka lebar saat melihat Despair yang telah jatuh dan terhuyung ke depan.

「Selanjutnya」 (Ardis)

Karena pedang pendek telah mengirim dua Despair, Ardis punya satu  musuh yang tersisa di depannya.

Despair terakhir berhenti sepuluh meter jauhnya dan menurunkan tubuhnya.

Karena Despair lainnya dikalahkan, monster itu mungkin memutuskan untuk menargetkan titik lemah Ardis dengan hati-hati daripada melakukan serangan frontal.

「Hmm, hati-hati sekali」 (Ardis)

「SHYAAA!」 (Despair)

Despair berusaha untuk mengintimidasi Ardis.

「Tapi, kau salah mengira akan metode menyerangku」 (Ardis)

Dengan ekspresi tenang, Ardis mengangkat telapak tangannya ke atas dan melipat jari-jarinya.

Sejumlah batu runcing tajam melesat ke arah Despair dari tanah yang selaras dengan gerakan jari-jarinya.

「GEEEE!」 (Despair)

Despair itu dikejutkan oleh serangan tak terduga dan mencoba menghindar, tapi batu yang menyerangnya bukan hanya satu atau dua saja.

Perlawanan tidak ada gunanya di hadapan batu yang menghantamnya satu demi satu.

Sebuah batu menghantam Despair, menyebabkannya kehilangan keseimbangan. Kemudian batu lain mengambil keuntungan dari itu dan memukulnya lagi.

Beberapa saat kemudian Despair itu telah kehilangan nyawanya, menjadi seperti tusuk sate.

「Lu-luar biasa …. untuk mengalahkan Despair itu dengan begitu cepat …」 (Ralph)

Ralph hanya bisa berteriak setelah melihat pertempuran Ardis.

Pertempuran sepihak telah mengejutkan bukan hanya Jio, tapi juga Gresch dan Konia.

Itu tidak bisa dipungkiri.

Gresch melihat ke arah Despair yang telah menyerangnya sebelumnya dan terpenggal kepalanya. Pergerakan pedang pendek pada waktu itu terlalu cepat untuk dilihat, tapi kali ini dia melihatnya dengan jelas.

Setelah sekali lagi melihat gerakan Ardis dari jauh, ia menyadari akan kekuatannya yang luar biasa.

「Nah, dengan ini kita aman」 (Ardis)

Ralph berdiri di depan Ardis yang mengatakan hal semacam itu.

Dia benar-benar menundukkan kepalanya ke arah Ardis yang sebelumnya dia pandang rendah.

「Aku sangat menyesal」 (Ralph)

Dia telah mengubah pendapatnya dan meminta maaf dengan sikap tulus.

「Aku melihat apa yang kau lakukan. Aku menghinamu sebelumnya, tapi pertarungan itu membuatku melihatmu secara berbeda. Pada saat itu aku benar-benar tidak tahu dan malah bersikap kasar. Maafkan aku 」(Ralph)

Melihatnya menundukkan kepalanya dan berubah ke sikap rendah hati, Ardis terlihat tidak terpengaruh.

Terutama karena Ardis benar-benar tidak peduli dengan hal semacam itu.

「Jangan khawatir, aku sudah terbiasa」 (Ardis)

「Aku ingin mengucapkan terima kasih karena telah menyelamatkan nyawa anggota partyku, termasuk nyawaku」 (Ralph)

Karena kesan pertamanya tidak bagus, nada Ralph yang serius itu tampak canggung.

Meskipun karena dia berani mengakui kesalahannya, dia tidak terlihat seperti orang jahat.

Ardis berpikir bahwa dia agak mirip dengan Ted.

「Aku mengerti. Aku akan menerima permintaan maafmu, jadi angkat kepalamu 」(Ardis)

「Terima kasih」 (Ralph)

Ralph mengangkat kepalanya.

Ardis kembali menatap Ralph.

Tingginya satu kepala lebih tinggi dari kepala Ardis .

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Dia memiliki rambut berwarna  hitam pendek dan mata berwarna  cokelat. Fisiknya yang berotot meneriakkan kekuatan dan ketangguhan kepada siapa pun yang melihatnya.

「Maaf, apakah boleh aku bertanya sesuatu?」 (Jio)

Seorang pria berambut panjang muncul dari samping.

Berbeda dengan Ralph, dia adalah seorang pendekar pedang yang sedikit lebih kecil dan ramping.

「Yah tentu saja, umm …」 (Ardis)

「Jio」 (Jio)

Jio, dengan rambut cokelat yang diikat di punggungnya merespon Ardis.

「Teknik untuk memanipulasi pedang yang kau tunjukkan kepada kami sekarang, apa mungkin kaulah yang dikabarkan sebagai『Sword Magic User』?」 (Jio)

(Flapy : Sword Magic User = Pengguna Sihir Pedang)

「Jio, apa itu pengguna sihir pedang?」 (Konia)

Karena belum pernah mendengarnya, Konia bertanya pada Jio.

「Pernahkah kau mendengar desas-desusnya? Dia tidak hanya dapat memanipulasi keempat atribut, tapi dia juga memiliki sihir uniknya sendiri yang dikenal sebagai sihir pedang, yang tidak dapat digunakan oleh orang lain 」(Jio)

「Aku tidak tahu tentang itu lain (Konia)

Konia menggelengkan kepalanya menyebabkan rambutnya memantul.

「Ini merupakan sihir pedang yang tidak bisa ditiru orang lain. Pedang dimanipulasi sedemikian rupa sehingga itu dapat terbang di langit, memenggal kepala monster seolah-olah itu adalah sebuah tarian. Seorang Penyihir terselubung misteri — yah, sepertinya ceritanya benar 」(Jio)

Apa itu kau? Mata Jio sepertinya mendesak Ardis untuk menjawab.

Jawab Ardis sambil menggaruk pipinya.

「Ada banyak yang memanggilku seperti itu … meskipun aku tidak punya niat untuk dipanggil seperti itu」 (Ardis)

Wajah Jio segera menjadi cerah saat mendengar jawaban itu.

「Seperti yang kupikirkan …. siapa yang akan berpikir bahwa penyihir pedang yang dikabarkan itu akan menyelamatkan hidup kita …. ini akan menjadi cerita minum yang bagus」 (Jio)

「Hmm, jadi kau seorang selebriti. Tolong tanda tanganmu untukku nanti! 」(Konia)

Gadis berambut merah itu tersenyum manis ketika dia bertanya.

Dia memiliki wajah yang mungil, hidung kecil dan mulut kecil. Rambut merahnya setengah panjang. Mata oranye nya terlihat seperti warna biji, tampak terlalu besar.

Dia juga memiliki tubuh yang kecil dan terlihat jauh lebih muda dari Ardis. Sambil mengusir pikirannya sendiri, Ardis berbicara.

「Jadi, apakah kalian kembali ke Toria, Gresch?」 (Ardis)

Gresch mengangguk ke pertanyaan Ardis.

「Ah, kuikir kami sudah cukup berburu untuk hari ini」 (Gresch)

「Hari ini benar-benar perburuan paling sulit dalam hidupku. Untuk menghadapi 4 Despair dalam satu hari 」(Ralph)

Ralph hanya bisa menumpahkan keluhannya.

「Tapi untungnya kami dibantu oleh『Sword Magic User』yang mengalahkan semua musuh, itu tidak semuanya buruk」 (Jio)

「Senang bisa hidup, kan? 」  (Konia)

Jio terlihat cukup tenang setelah melalui pengalaman menjelang kematiannya. Konia tampaknya adalah seseorang yang menerima kehidupan sebagaimana adanya. Mengangkat bahunya, Ardis merasa ingin menyerah.

Seperti yang dikatakan Gresch, mereka menangkap mangsa di pagi hari sehingga tidak perlu lagi bagi mereka berburu untuk hari ini.

Mereka memutuskan untuk pergi hari ini karena kelelahan mental mereka yang cukup tinggi, terutama karena hidup mereka berada dalam bahaya sebanyak dua kali dalam satu hari.

Kemudian, Ardis mengajukan sebuah permintaan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *