Chapter 114 – Mengenai Para Gadis

Orang macam apa Bernadette bagi Yashiro Yuu?

Menanggapi pertanyaan itu, Bernadette menjawab tanpa jeda.

「Temannya.」

Sejak dia tahu tentang masa lalunya di Be Io, Bernadette bersumpah bahwa dia akan menjadi rekan Yuu. (Meskipun begitu dia tidak akan membiarkan perlakuan mesum terhadapnya)

Ketika Bernadette menjawabnya dengan itu, Fiona dengan ringan melambaikan jarinya seperti tongkat sihir dan memanggil Sihir Silent. Suara di sekitarnya menghilang, dan hanya suara nafas Fiona dan Bernadette yang bergema di dunia ini.

「…… Kau tahu identitas Yuu yang sebenarnya, bukan?」

「Pahlawan yang menyelamatkan dunia bersama dengan Saint-sama dan yang lainnya saat tiga tahun lalu …… benar?」

「Ya itu betul. …… Kau, kau seharusnya merupakan orang yang mempercayai organisasi agama, bukan? 」

Itu adalah pertanyaan yang wajar. Itu karena Organisasi Agama Ulquiorra Suci yang dipercaya Bernadette mengatakan bahwa Yuu yang merupakan sang Pahlawan terdahulu telah membiarkan Sang Saint mati tanpa berusaha untuk membantunya dan memperlakukannya sebagai musuh Tuhan.

「Ya. Aku adalah seorang biarawati yang melayani Tuhan Ulquiorra yang merupakan Bapa kami. 」

Saat dia mengatakan hal itu, Bernadette merasakan kemarahan yang mirip dengan rasa haus darah yang membengkak dari diri Fiona.

「…… Lalu kenapa kau menjadi rekan Yuu. Setidaknya, saat ini, bukankah musuh dari organisasi agama tersebut adalah Yuu? Bahkan aku, seseorang yang tidak tertarik pada dunia, tahu akan hal itu. Suatu perbuatan yang mengembalikan kejahatan kepada kebaikan … Itulah cara manusia melakukan sesuatu, bukan? ……Itu membuatku sakit.」

Dari kata-kata Fiona yang menjawab dalam diam dan dengan nada tidak tertarik, kata-kata jelas sangat menusuk. Kata-kata itu bahkan tidak berusaha untuk menyembunyikan kekesalannya.

「…… Aku juga, awalnya aku berniat membunuh Yashiro-san. Kejahatan yang membiarkan Saint-sama mati tanpa berusaha untuk membantunya …… Karena itu adalah citra dari sang Pahlawan yang saat ini telah ditetapkan oleh organisasi keagamaan. 」

「……Lalu mengapa. 」

「Aku mendengar tentang apa yang terjadi pada Saint-sama …… Tidak, pada Olivia-san.」

「!!」

Fiona dengan megah membuka matanya lebar-lebar. Mulutnya terbuka, dan itu adalah ekspresi wajah yang menunjukkan bahwa dia telah terkejut dari dalam lubuk hatinya. Tidak, tentu saja itu akan mengejutkannya. Yuu sudah banyak membicarakan hal itu.

「Aku belajar bahwa Yashiro-san bukanlah musuh Tuhan. Itu sebabnya, aku menjadi rekan Yashiro-san. 」

Fiona menggigit bibirnya dari tatapan langsung yang menunjuk ke arahnya.

「Apa ini sebuah …… adegan pembantaian?」

「Mungkin, kupikir itu ……」

「Karena sihir, kita sama sekali tidak bisa mendengarkannya.」

Mungkin karena dia tidak ingin kita dengar, Fiona tiba-tiba memasang sihir Silent. Aku dapat mengatakan bahwa itu adalah atmosfer yang berbahaya, tapi aku tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan.

「Yashiro-aniki, bisakah kau membaca bahasa bibir?」

「Aku dapat melakukannya jika aku mencobanya, tapi itu tidak mungkin.」

「Kau bisa melakukannya, tapi itu tidak mungkin? Apa itu semacam teka-teki? 」

「Saat aku melihat bibir seorang gadis, aku menjadi bersemangat.」

「Kau benar-benar  …… Ngomong-ngomong, bagaimana kalau pria?」

「Kenapa sih aku harus begitu tertekan untuk menatap bibir seorang pria. Menolak, aku menolaknya. 」

「Kau benar-benar sudah diluar batas, seperti yang diharapkan darimu, Yashiro-aniki.」

Saat kami sedang berbasa-basi, kami merasakan sensasi seperti aura tersebut mulai terasa cerah. Tampaknya Sihir Sunyi telah dibatalkan.

「…… Aku tidak bisa menahannya.」

Itu adalah kata-kata pertama yang diucapkan Fiona, yang telah membatalkan Sihir Silent, dan kata-kata itu tampaknya membuat suasana suram tersebut bahkan menjadi lebih berat.

「Apa yang kau maksud dengan tidak bisa menahannya ……」

「Baiklah kau …… dan Yuu.」

Bersama dengan kata-kata itu Fiona menatapku dan Bernadette. …… Entah bagaimana, dia terlihat aneh.

「Oi oi, Fiona, Sebenarnya apa ――」

「Diam!! 」

Terkejut oleh mata yang terlihat seperti memiliki kebencian di dalamnya dan, di atas segalanya, oleh fakta bahwa Fiona yang tidak akan pernah melakukan sesuatu seperti meninggikann suaranya akan berteriak, aku menghentikan tangan yang ingin kuangkat kearahnya.

「Menghilang dengan sesuka hatimu! Lalu datang kembali sesuka hatimu !! Menutup matamu dari misi! Hidup dalam damai untuk dirimu sendiri! …… Mendapatkan wanita baru dan tertawa dengan seenaknya, meskipun Olivia telah mati !! ……… Kau bukanlah Yuu yang pernah kukenal !! 」

Aku dipelototinya seolah-olah dia sedang melihat musuh yang dibenci orangtuanya, itu ditujukan oleh teman yang pernah menjadi rekan perjalananku.

Fiona.

Merupakan Elf yang disebut sebagai orang yang berasal dari hutan dan terkenal karena kebenciannya terhadap orang lain, dia adalah sosok heroik yang telah menjadi Penyihir Istana Kekaisaran di negara Manusia 『Leezelion』.

Meskipun Fiona sendiri membenci Manusia, dia hanya lembut pada Putri Kekaisaran bersaudara, Olivia, Sylvia, dan Alicia. Dan bahkan dalam perjalanan untuk menaklukan Raja iblis, dia akan terus merasa khawatir tentang Olivia dan Sylvia.

Dia dan ketiga bersaudara itu, mereka sudah saling kenal sejak Olivia dan saudari-saudarinya dilahirkan, dan Sylvia menyatakan bahwa dia 「Seperti ibu, seperti kakak perempuan, dan seperti teman dekat」 bagi mereka.

Fiona adalah satu-satunya orang yang memanggil mereka dengan nama ketiga saudari. (Fiona tidak mengizinkan orang lain untuk melakukannya)

Karena Fiona seperti itu, dia mungkin tidak bisa memaafkanku yang kelihatannya sudah melupakan Olivia dan pergi untuk melanjutkan perjalanan.

Namun–,

Meskipun dia mungkin merupakan mantan rekan pendampingku, ada tempat yang tidak boleh dia sentuh.

「Olivia tidak mati. Jangan membuat kesalahan semacam itu, Fiona. 」

 

1 komentar untuk “Chapter 114 – Mengenai Para Gadis”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *