Chapter 9 – Melahap Dengan Rakus

Saya seorang diri berlari melewati padang rumput goblin di malam hari.

Dan kemudian, setiap kali aku melewati semak-semak dan menemukan goblin yang sedang tertidur, aku mengayunkan pedang hitam keserakahanku untuk memenggal leher mereka.

Baca SelengkapnyaChapter 9 – Melahap Dengan Rakus

Chapter 8 – Dorongan Rasa Lapar

Aku melewati jalan utama di distrik Ksatria Suci, berhenti di depan gerbang besar di pintu masuk distrik.

Saat aku dalam keadaan kelaparan, nampaknya kelima inderaku menjadi sangat tajam. Misalnya, mataku mampu melihat di malam hari, yang terlihat seperti siang hari bagiku.

Indra Perasa akan bau milikku juga … Bagaimana aku mengatakannya, aku bisa mencium aroma manusia yang nikmat? Sedikit jauhnya ada dua penjaga berdiri di posisinya.

Baca SelengkapnyaChapter 8 – Dorongan Rasa Lapar

Chapter 7 – Tenggelam Dalam Kelaparan

Sejak saat itu aku tinggal di rumah Heart sebagai pelayan; satu minggu akan segera terlewati.

Ketika aku datang ke mansion, aku sedang berbicara dengan Greed si pedang hitam, jadi orang-orang di sekitarnya melihatku sebagai orang yang berbahaya. Aku akan mengakui bahwa itu adalah kesalahan.

Namun, para pelayan keluarga Heart semuanya adalah orang baik, mereka menerimaku untuk siapapun diriku.

Baca SelengkapnyaChapter 7 – Tenggelam Dalam Kelaparan

Chapter 6 – Sisi Gelap Keluarga Heart

Aku kembali dengan berjalan kaki ke Ibukota  Seyfat. Untuk menukar monster yang kukalahkan dengan hadiahnya, aku mengunjungi Fasilitas Pertukaran.

Ini adalah tempat yang penuh sesak dengan banyak petualang kasar. Terkadang, kau juga bisa mendengar bahasa kasar. Juga sering terjadi pertengkaran di depan petugas  tentang tawar-menawar hadiah.

Ini akan merepotkan jika aku terlibat dengan orang-orang itu. Aku mengangkat bahu dan berbaris di barisan.

Baca SelengkapnyaChapter 6 – Sisi Gelap Keluarga Heart

Chapter 5 – Makan

Saat ini aku bersembunyi di rerumputan. Tempat ini berada di dekat pintu masuk goblin praire.

Sedikit jauh di depanku, aku melihat satu goblin duduk bersila dan menguap.

Tinggi monster kecil ini ada di sekitar lingkar pinggangku. Kulitnya berwarna hijau dan mengenakan pakaian compang-camping yang sepertinya dicuri dari manusia.

Baca SelengkapnyaChapter 5 – Makan

Chapter 4 – Pedang Hitam Greed

[Uwaa, pedangnya sedang berbicara!]

Pedang hitam itu tiba-tiba berbicara denganku, aku terkejut dan menjatuhkannya ke tanah.

Pemilik toko yang sedang bernegosiasi dengan pelanggan lainnya menyipitkan matanya dan menatapku.

Seperti yang dia katakan, apa yang telah kulakukan, jika kau tidak tertarik untuk membeli apapun, kau harus segera pergi.

Aku  mungkin tidak salah.

Baca SelengkapnyaChapter 4 – Pedang Hitam Greed

Chapter 3 – Memeriksa Skill

Aku kembali ke rumah, di mana aku membasahi kain dengan air yang ku ambil dari sumur dan kemudian memberishkan tubuhku.

Aku akan pergi ke tempat tinggal Roxy besok. Entah apakah penampilanku akan sedikit lebih baik dengan ini? Aku menyalakan lilin dan melihat ke cermin yang rusak.

Baca SelengkapnyaChapter 3 – Memeriksa Skill

Chapter 2 – Skill Pelahap Yang Muncul

Setelah meminum anggurku, aku memutuskan untuk melihat situasi Roxi sebelum kembali ke rumah kumuh. Karena masalah dengan kelompok Rafal, aku khawatir tentang dia.

Tak peduli betapa liciknya Rafal, kurasa dia tidak akan segera mengganggunya. Namun, senyumnya yang tak kenal takut itu yang ditunjukkannya saat dia pergi, aku tidak bisa mengeluarkannya dari pikiranku.

Baca SelengkapnyaChapter 2 – Skill Pelahap Yang Muncul

Chapter 1 – Seseorang Yang Tidak Memiliki Apa-apa

Konsep Level  ada di dunia ini.

Semua makhluk hidup berawal dari level 1; mungkin bagi mereka untuk meningkatkan level mereka dengan memperoleh nilai pengalaman.

Nilai pengalaman bisa didapat dengan mengalahkan monster yang mendominasi dunia ini. Namun, tidak semua orang mampu mengalahkan mereka karena mereka sangat berbahaya.

Baca SelengkapnyaChapter 1 – Seseorang Yang Tidak Memiliki Apa-apa