Chapter 18 – Serangan Greed

Hanya Crown Kobold ini yang berbeda dengan Kobold lainnya. Bahkan setelah merasa bahwa aku sudah lebih kuat darinya, dia tidak kehilangan semangat juangnya. Dari matanya yang tajam, aku merasa rasa kebenciannya padaku semakin kuat jika kita terus saling menyerang. Crown Kobold adalah karakter yang berhati-hati, namun begitu didorong mundur, kepribadiannya akan berubah.

Chapter 16

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, inilah saat panen anggur untuk orang-orang di wilayah Heart. Roxy cepat-cepat menyelesaikan sarapannya dan kembali ke kamarnya. Karena aku tidak perlu untuk menyiapkan pakaian atau mengganti baju, aku menunggunya di pintu depan. Setelah beberapa saat, Roxy, yang telah mengikat rambut keemasannya datang. Berbeda dengan pakaiannya yang biasa dia pakai di mansion, …

Chapter 16 Selengkapnya »

Chapter 15 – Memakan Hidangan Sampingan

Di rumah Keluarga Heart, begitu aku dan Roxy kembali, makan malam sibuk disiapkan. Ketika aku mencoba menawarkan bantuanku kepada pelayan rumah tangga, mereka dengan sopan menolak dengan [Tidak, terima kasih]. Dan, karena pakaianku penuh lumpur, aku disuruh mandi. Tentu, karena aku telah memanen buah anggur sampai petang hari, pakaianku dan diriku sangat kotor. Seorang pelayan …

Chapter 15 – Memakan Hidangan Sampingan Selengkapnya »

Chapter 14 – Gadis dengan senjata jahat

Saat kereta tiba di depan rumah, ada seorang wanita yang dipandu oleh pelayan dari kedua sisinya. Wajahnya pucat dan tampak sakit. Wajahnya mirip Roxy dan sangat cantik. Kemungkinan besar, dia … [Ibu, aku sudah mengatakan bahwa tidak perlu untuk menyambut kami!] Ah, seperti yang kuduga, dia adalah ibu Roxy.

Chapter 13 – Tubuh Yang Mengintai di Malam Penuh Cahaya Bulan

Beberapa hari berlalu setelah itu. Aku bertingkah seperti biasa, di siang hari aku adalah pelayan Keluarga Heart. Pada malam hari aku menjalani kehidupan ganda dengan berburu goblin untuk mengambil jiwanya saat menggunakan Skill Gluttonku. Juga, aku sangat cemas dengan kelompok Rafal. Aku sering mengintai di toko-toko mewah tempatku menyaksikan mereka. Namun, mereka belum menunjukkan penampilan …

Chapter 13 – Tubuh Yang Mengintai di Malam Penuh Cahaya Bulan Selengkapnya »

Chapter 12 – Rumor di Dalam Bar

Aku mengganti pakaianku dan meninggalkan kamarku. Karena kondisi fisikku telah membaik, aku mengatakan kepada rekan kerjaku bahwa aku ingin pergi keluar. Dan untuk menyembunyikannya dari Roxy, aku mengatakan kepada mereka bahwa aku hanya ingin mendapatkan udara segar. Orang-orang di Keluarga Heart adalah orang-orang yang baik. Aku berjalan dari distrik Holy Knight ke kawasan komersial. Namun, …

Chapter 12 – Rumor di Dalam Bar Selengkapnya »

Chapter 11 – Sesaat Untuk Bersantai

Itu adalah busur hitam dengan lengkungan yang indah. Tapi, dibandingkan dengan penampilannya, aku sama sekali tidak merasakan beratnya sama sekali. Greed mengatakan itu adalah bentuk Busur-nya. [Hei, karena aku tidak punya anak panah, haruskah aku membelinya secara terpisah nanti?]

Chapter 10 – Tingkat Pertama

Itu adalah wajah tidur yang baik. Sekarang, selamat tinggal. Aku mengalahkan Hobgoblin lain dengan Pedang Hitam Greed. (Glutton skill activated) (Endurance +440, Physical Strength +220, Magic +110, Spirit +110, Agility +110 have been added to status)  

Chapter 9 – Melahap Dengan Rakus

Saya seorang diri berlari melewati padang rumput goblin di malam hari. Dan kemudian, setiap kali aku melewati semak-semak dan menemukan goblin yang sedang tertidur, aku mengayunkan pedang hitam keserakahanku untuk memenggal leher mereka.

Chapter 7 – Tenggelam Dalam Kelaparan

Sejak saat itu aku tinggal di rumah Heart sebagai pelayan; satu minggu akan segera terlewati. Ketika aku datang ke mansion, aku sedang berbicara dengan Greed si pedang hitam, jadi orang-orang di sekitarnya melihatku sebagai orang yang berbahaya. Aku akan mengakui bahwa itu adalah kesalahan. Namun, para pelayan keluarga Heart semuanya adalah orang baik, mereka menerimaku …

Chapter 7 – Tenggelam Dalam Kelaparan Selengkapnya »