Chapter 110.2

Salah satu pengalaman yang Harold peroleh dari permainannya yang sangat menyeluruh tentang ‘Brave Hearts’ adalah bermain dengan memaksakan dirinya berada dalam posisi yang dirugikan. Kerugian ini terdiri dari menyusun satu-satunya party yang hanya terdiri dari Liner, Colette, Francis dan Hugo, yang semuanya hampir tidak dapat menggunakan sihir atau serangan jarak jauh.

Karena sebagian besar teknik mereka merupakan teknik berjarak dekat atau jarak menengah, dan mengingat mantra pemulihan mereka tidak cukup untuk bisa menyembuhkan diri mereka sendiri, jadi para pemain perlu untuk lebih teliti dalam pertahanan mereka dan koordinasi mereka ketika menggunakannya secara bersamaan.

Saat itu, Harold merasa sangat sulit untuk menggunakan kombinasi karakter untuk bertarung melawan musuh-musuhk seperti combo demon, Harold Stokes, master pertarungan jarak dekat, Vincent, dan bos terakhir, Justus, yang bertarung dengan menembakkan badai yang sangat kuat dan merupakan serangan jarak jauh.

Walaupun begitu, itu semua berkat permainan yang melelahkan yang dia lakukan itu. Dia tahu bahwa mereka tidak bisa mencapai ‘Harold’ yang sekarang.

Dan lebih penting lagi, di masa lalu, Harold sudah menyiapkan langkah-langkah balasan seandainya suatu hari party tersebut hendak memusuhi dia. Memang, dalam persiapan untuk saat-saat seperti itu, Harold terus berjuang sendirian melawan Sid dan yang lainnya, serta Ishak dan pasukannya, selama hampir dua bulan secara berturut-turut.

Tentu saja, Liner dan anggota party lainnya adalah lawan yang lebih tangguh. Tetap saja, tidak dapat dipungkiri bahwa hari-hari pelatihan itu telah membantunya mempelajari bagaimana mengetahui secara langsung tentang kapan dia harus menghindar atau memblokir serangan saat diserang dari segala arah.

Tombak panjang turun dari atas dan dihindari dengan mudah oleh Harold. Serangan itu tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk  bisa menghancurkan tanah saat tombak itu mendarat, jadi mustahil itu akan menjadi ancaman.

Secara alami, Hugo mencoba mengangkat tombak itu kembali dan memperbaiki posisi tempurnya, tapi Harold menggunakan kekuatan dari daya angkatnya dan menendang gagang tombak yang panjang dan melompat di atasnya, dia menghindari serangan tusukan dari senjata Francis, yang berada tepat di belakangnya.

Lompatan Harold membuatnya terdorong tiga meter di atas langit, namun itu ada gunanya terhadap hujan anak panah yang datang ke arahnya segera setelahnya. Hanya beberapa dari mereka yang terlihat sepertinya bisa mengenainya, dan mereka semua dihalau oleh pedangnya.

Namun, Harold segera mengetahui bahwa ini hanyalah tipu mushilaht.

【”『 Bolt Lance 』!”】

Serangan frontal dari upaya gabungan keempat orang itu telah datang dari segala arah, menghalangi semua rute kabur Harold. Semua ini telah meninggalkannya dengan hanya satu jalan keluar; melompat ke langit. Tapi satu-satunya hal yang menunggunya di sana adalah anak panah Erica. Ini nyaris tapi itu akhirnya bisa mengalihkan perhatiannya, membuatnya mustahil baginya untuk sepenuhnya menghindari mantra  sihir yang ditembakkan oleh Lifa melalui sihir buatannya sendiri, sihir yang didukung oleh kekuatan ilmu pengetahuan dan bimbingan Justus.

Serangan terkoordinasi antara kelompok beranggotakan enam orang ini telah melampaui apa yang bisa dicapai di dalam game. Itu merupakan tampilan kerjasama yang benar-benar indah. Atau lebih tepatnya, bisa saja, jika Harold belum pernah melihatnya.

Faktanya adalah bahwa, sementara Harold tengah berurusan dengan serangan Liner dan yang lainnya, yang paling dia waspadai adalah Lifa dan Erica, karena mereka berdua bisa menggunakan mantra yang sangat kuat.

Mengingat situasinya, dia sudah mengantisipasi bahwa Lifa akan menjadi orang yang menyelesaikan serangan terakhir.

Lagipula, anggota kelompok yang lainnya berada di tengah pertarungan yang kacau melawannya, dan mereka semua tengah berdiri 3 meter di bawahnya pada saat serangan itu terjadi. Selama mereka berkumpul, menggunakan mantra skala besar yang bisa mencapai daerah sekitar akan terlalu sulit. Karenanya, itulah mengapa Harold berani menghadapi mereka satu per satu.

Selain itu, Harold tahu bahwa kekuatan dan kecepatan anak panah Erica membuat mereka menjadi serangan yang ideal untuk menahannya dari kejauhan. Setelah bertarung bersama Erica sebelumnya, anggota kelompok yang lain pasti juga menyadari akan hal itu. Karena itulah, pilihan optimal jelas adalah membiarkan Erica menahan Harold, dan membiarkan Lifa menyerang.

Tapi keahlian khusus Harold adalah kecepatan, jadi jika Lifa akan menyerangnya dengan menggunakan sihirnya, maka kemungkinan besar ia harus memilih mantra tercepatnya, ‘Bolt Lance’.

Memang benar, menggunakan mantra itu akan menjadi kesempatan terbaiknya untuk mendaratkan serangan. Meskipun serangan itu tidak cukup kuat untuk mengalahkan Harold dalam satu pukulan, tapi itu masih bisa menyebabkan kelumpuhan total.

Namun bagi Harold, mantra itu memiliki atribut yang paling mahir dia gunakan, atribut petir. Pada saat dia memblokir kumpulan anak panah yang datang ke arahnya, dia sudah siap untuk menembakkan mantra yang sama.

【”『 Bolt Lance 』”】

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Harold menembakkan mantranya pada waktu yang hampir bersamaan dengan Lifa, dan Bolt Lance-nya dapat dengan mudah ditelan olehnya. Ketika dua serangan yang identik membatalkan satu sama lain, mereka berubah menjadi cahaya yang menyilaukan, lebih kuat dari cahaya matahari di langit yang cerah.

Semua orang di party itu secara refleks memalingkan wajah dan memejamkan mata mereka. Ketika mereka membukanya kembali setelah hening sejenak, mereka menemukan Harold tengah berdiri di sana dengan tenang, tanpa sedikit pun luka padanya.

【”… Apa hanya itu yang kalian punya?”】

Tidak seperti yang disiratkan oleh kata-kata kekecewaannya, Harold sebenarnya nyaris tidak berhasil.

Satu-satunya alasan dia bisa menghindari kerusakan itu adalah karena dia tidak punya niatan untuk menyerang dan sepenuhnya fokus untuk menghindar. Ini akan menjadi cerita yang sama sekali berbeda jika dia berniat untuk mengalahkan seluruh party itu. Dan lagi, pertempuran penentuan yang terakhir tidak pernah sengit, sehingga melukai party itu adalah hal terakhir yang diinginkan Harold. Dia harus menghindari itu dengan cara apa pun.

Tapi mengingat kejadian yang akan datang, itu bukanlah ide yang baik bagi Harold untuk membiarkan dirinya juga terluka. Jika itu terjadi, maka lebih baik baginya untuk melarikan diri secara langsung dan mengabaikan kesan buruk antara dia dan party itu. Namun…

【”Kami belum selesai!”】

Merasa terganggu oleh kata-kata Harold, Liner bergegas mendekatinya sambil berteriak dengan penuh amarah.

Meskipun Liner tidak benar-benar terluka, pertempuran ini adalah tentang membalaskan dendam orang tuanya. Sayangnya, itu benar-benar masuk akal baginya untuk marah ketika diberitahu ” Apa hanya itu yang kalian punya?”.

Sebelum dimulainya pertempuran, tidak semua orang di party itu menyetujui untuk membiarkan pertarungan itu terjadi, jadi Harold berpikir bahwa dia bisa menggunakan kesempatan itu untuk mengatakan, “Kawan, bagaimana kalau kita hentikan ini dan akhiri pertempuran kita?”.

Tapi itu tidak mengubah pikiran mereka.

Yah, itu merupakan hasil alami mengingat apa yang sebenarnya keluar dari mulut Harold adalah “Jika kalian tidak ingin bertarung, maka aku akan mengakhiri ini di sini.”, Yang lebih merupakan deklarasi perang daripada tawaran untuk gencatan senjata.

Meski begitu, berkat kemalangan itu, Liner, yang kelemahan terbesarnya adalah dia yang terlalu emosional, itu membiarkan perasaannya mengambil alih dirinya dan melakukan sesuatu yang sangat ceroboh.

【”Aaaaaaah!”】

Kekuatan pedangnya tumbuh semakin kuat. Saat itu turun dan menghantam tanah, ia mengeluarkan nyala api yang mengamuk.

Apa yang Liner gagal sadari adalah bahwa serangannya telah membuat punggungnya tak terlindungi.

Harold dapat dengan mudah menghindari serangan itu, dan dalam satu gerakan halus, dia pergi menuju ke belakang Liner dan memukulnya dengan gagang pedangnya tepat di belakang kepalanya.

【”Ugh …!”】

Liner mengerang tapi dia menahan kakinya dan tidak terjatuh. Harold bermaksud untuk membuatnya pingsan dalam satu pukulan, tapi seperti yang diharapkan dari Liner, dia sangat ulet. Mungkin ini adalah perwujudan murni dari tekadnya untuk tidak ingin dikalahkan.

Harold meneruskan untuk menusukkan  pedang hitamnya ke tanah, dan kemudian menekan punggung Liner, yang masih terlihat goyah dengan menggunakan tangan kirinya.

Saat berikutnya, ada suara keras diikuti oleh kilatan cahaya. Tanpa mengucapkan satu suara pun, Liner jatuh ke tanah.

【”Liner!”】

Colette berlari menghampirinya tepat setelah itu, dan segera diikuti oleh Hugo dan Francis.

Colette dan yang lainnya berada tepat di tempat yang dibidik oleh Lifa dan Erica.

Erica sudah siap untuk menembakkan panahnya yang berikutnya, tapi ini benar-benar telah memaksanya untuk tetap menahan serangannya. Lagipula, meskipun dia merupakan seorang ahli pengguna panah, baginya mendaratkan anak panah pada Harold bukanlah tugas yang mudah bahkan dalam keadaan normal, karena dia cukup cepat untuk bisa dengan mudah menghindari serangan semacam itu. Selain itu, Lifa, yang berdiri tepat di sebelahnya, masih belum siap untuk menembakkan mantra berikutnya.

Setelah memastikan bahwa ia akan aman di bagian itu, Harold dengan ringan menurunkan tubuhnya. Ketika posturnya menunjukkan bahwa dia akan melompat ke arah Colette, Francis dan Hugo mencoba melangkah maju untuk melindunginya.

Namun, Harold jauh lebih cepat. Pada saat mereka menghentakkan kaki mereka ke tanah, Harold sudah menempuh jarak yang memisahkannya dari mereka.

【”Hah?”】

Orang yang berteriak kaget adalah Hugo. Itu mungkin karena dia menyadari bahwa Harold tiba-tiba mengubah target menjadi ke arah dirinya sendiri daripada menargetkan Colette. Tidak hanya Harold yang terlalu cepat untuk diikuti oleh penglihatan, tapi kemungkinan Hugo juga tidak berpikir sedetik pun bahwa dia, dari semua orang yang hadir di sini, akan dipilih sebagai target.

Baginya, pada dasarnya ini adalah serangan tiba-tiba.

Harold sekali lagi menggunakan gagang pedangnya, tapi pada saat ini, ia memilih menyerang dagu. Bahkan Hugo, dengan armor ototnya yang kuat, tidak berdaya melawan serangan ini yang benar-benar  telah mengguncang otaknya. Tubuh berototnya jatuh tertelungkup, dan dia berhenti bergerak.

Pada momen berikutnya, sebelum Francis akhirnya bisa memperbaiki postur bertarungnya, Harold menendang perutnya, dan kemudian membebani listrik di telapak tangannya. Ini adalah ‘Lightning palm’.

Dan satu pukulan darinya telah terbukti cukup untuk menghilangkan kesadaran Francis, seperti halnya dalam kasus Liner.

Meskipun ini adalah tujuan Harold, dia merasa bahwa ini terlalu cepat. Mengalahkan satu demi satu anggota mereka, dia sudah melumpuhkan setengah dari anggota party itu.

【”…Serius? Itu saja?”】

Harold tanpa sengaja mengeluarkan kata-kata itu.

Dia tidak bisa menahan diri untuk bertanya-tanya apakah mereka benar-benar dapat mengalahkan Justus atau tidak, tapi tidak ada jawaban yang datang untuk menghilangkan keraguannya.

Bahu Colette melonjak ketika dia menyadari bahwa sekutunya telah dikalahkan saat dia fokus berlari ke arah Liner.

Dia tampak tercengang.

Meski begitu, dia masih pergi ke depan Liner untuk melindunginya, tapi dia tidak bisa bertarung. Senjatanya telah dihancurkan.

【”Jadi, hanya kalian yang tersisa?”】

Saat dia berkata begitu, Harold menoleh ke arah Erica dan Lifa, seolah dia mengatakan bahwa Colette tidak layak  untuk diperhatikan. Lifa memiliki ekspresi tegang di wajahnya, tapi Erica menunjukkan ekspresi yang tajam dan tegas.

【”Sekarang apa? Apa kalian benar-benar masih ingin terus bertarung? “】

【”Tentu saja.”】

Erica langsung menjawab.

Ini membuat suara Lifa meledak-ledak layaknya petir.

【”Sudah cukup! Erica! Dan kau juga, Harold! Kalian tidak masuk akal! Kenapa kami harus bertarung denganmu ?! “】

【”Berhentilah berteriak. Jika kau tidak ingin bertarung, cukup menyingkir. “】

Memang, ini adalah cara Harold untuk mengatakan ‘Jika kau tidak ingin bertarung, maka kau bisa mundur, itu tidak apa-apa ”. Tapi tentu saja, itu hanya menuangkan minyak ke dalam api.

【”Eh! … Oke, aku mengerti sekarang … Sekarang setelah kau mengatakan itu, kau bisa yakin bahwa aku akan mengalahkanmu …! Kau lebih baik tidak mengeluh setelah itu! “】

Lifa mengangkat tongkatnya ke atas kepalanya dan kemudian memukulnya di tanah. Formasi sihir berwarna emas langsung terbentuk di sekitar Harold.

【”Itu …!”】

Satu pandangan saja sudah cukup bagi Harold untuk mengetahui mantra apa itu sebenarnya, tapi dia sudah tertangkap.

【”『Dual bind』!”】

Ini merupakan mantra terkuat ketika itu menyangkut untuk menahan lawan. Dalam permainan, itu tidak hanya bisa men-stun musuh selama 8 detik, tapi itu memiliki efek tambahan seperti mengurangi kecepatan target dan statistik serangan untuk waktu tertentu setelahnya.

Jika mempertimbangkan pengaruhnya saja, mantra ini benar-benar gila. Jika seseorang terus menerus menggunakan dual bind, maka tidak akan ada musuh yang bisa menandinginya.

Tapi tentu saja, mustahil mantra yang hebat semacam itu ada di dalam permainan. Secara alami, ada beberapa kelemahan untuk menyeimbangkan semuanya. Misalnya, itu hanya bisa digunakan satu kali per pertempuran. Selain itu, ia tidak mengkonsumsi jumlah mana yang konstan, sebagai gantinya, dibutuhkan sepertiga dari seluruh pasokan mana si pengguna.

Di antara kelemahan itu, seharusnya ada satu yang mengatakan “Tidak bisa dilepaskan tanpa mantra”.

(Kapan? Kapan dia menggunakan mantra itu ?!)

Sementara tubuh Harold tidak bisa bergerak, pikirannya bergerak dengan kecepatan tinggi, mencoba untuk mencari jawaban. Namun, dia hanya bisa mencapai satu kesimpulan. Dia sama sekali tidak menggunakan mantra.

Tidak ada cukup waktu antara saat dia menembakkan Bolt Lance dan sekarang untuk mengucapkan mantra untuk mantra khusus ini. Dan dia tidak mendengarnya mengatakan apa-apa sejak awal. Jika dia benar-benar menggunakan mantra, maka itu pasti beberapa saat sebelum itu.

Tapi Harold tidak bisa memikirkan saat di mana dia bisa melakukannya.

(Tidak, tentu saja dia … Tunggu, apa memang itu yang terjadi ?!)

Ketika pikirannya terus mencari petunjuk, dia menyadari bahwa sesuatu yang aneh telah terjadi sebelumnya. Dari sana, dia segera mencapai jawabannya.

Lifa memang menggunakan mantra. Sementara Harold tengah bertarung melawan Liner dan yang lainnya, dia melihat Lifa tengah melafalkan mantra di samping, melepaskan semacam cahaya sihir berwarna emas. Itu sebelum dia menembakkan mantra Bolt Lance-nya.

Tapi sekarang setelah Harold memikirkannya, lafalan mantra itu terlalu panjang jika hanya untuk mantra Blot Lance belaka. Selain itu, mantra Bolt Lance dan Dual Bind keduanya memiliki cahaya sihir berwarna emas yang sama.

(Apa kau bercanda … Jadi dia menggunakan Bolt Lance tanpa melantunkannya sementara secara bersamaan, dia melantunkan Dual Bind ?!)

Pelafalan mantra ganda. Tidak ada skill semacam itu dalam game dan Harold juga tidak pernah melihatnya di dunia ini.

Di satu sisi, jawaban ini adalah sesuatu yang jauh di luar jangkauan apa yang bisa Harold bayangkan, jauh lebih gila daripada tidak menggunakan lafalan mantra untuk mantra ‘Double Bind’.

Dan Harold mengenal orang gila yang bisa membuat ide gila semacam itu.

(Apa yang kau ajarkan padanya, Justus ?!)

Lifa sama sekali tidak berbakat dalam hal sihir. Namun itu normal, karena bakat untuk mengubah kekuatan sihir seseorang menjadi mantra sihir sangat jarang terjadi di dunia ini. Dengan kata lain, ini bukan karena kurangnya pemahaman tapi karena sifat genetik yang membuat ‘oracle organ’ miliknya sedikit cacat.

Dan Justus adalah satu-satunya spesialis organ oracle di dunia ini. Terlebih lagi, dalam masyarakat yang sangat makmur melalui sihir ini, tidak ada ilmuwan lain yang pengetahuannya bisa dibandingkan dengannya.

Selain itu, sejak awal kecerdasan dan kemampuan Lifa membuatnya lebih dari layak untuk disebut sebagai orang jenius. Belum lagi setelah Oracle Organ-nya diperbaiki, memungkinkannya untuk meningkatkan kemampuannya baik pada spektrum sihir maupun ilmu pengetahuan.

Ini berarti dia bisa dengan bebas menampilkan mantra cerdik yang belum pernah terlihat sebelumnya.

【”Jangan menahan diri, Erica!”】

【”Aku mengerti.”】

Untuk membuat segalanya menjadi lebih buruk, ada si jenius lain yang bisa menembakkan banyak mantra tingkat tinggi secara berurutan tanpa lafalan mantra.

Harold akhirnya akan tergigit oleh taring Erica Sumeragi.

【”『Raven Storm 』”】

Dua formasi sihir muncul di kaki Erica dan saling tumpang tindih. Satu berwarna hijau dan yang lainnya berwarna hitam legam. Ini adalah mantra yang tidak diketahui Harold.

Namun, dia bisa menebak sifatnya hanya dengan melihat formasi itu.

Ini adalah kombinasi dari dua mantra dengan atribut yang berbeda, yang keduanya dilepaskan tanpa lafalan mantra. Dan menilai dari mana yang Harold rasakan, kedua  mantra  itu merupakan mantra tingkat tinggi.

Serangan langsung dari kedua mantra ini mungkin tidak akan membuat Harold lolos tanpa cedera. Tapi sementara dia menyadari itu, tubuhnya masih tidak dapat bergerak.

Segera, dia terlahap dalam badai  berwarna hitam pekat itu.

2 komentar untuk “Chapter 110.2”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *