Chapter 107.2

Begitu Harold tampak seperti telah mengumpulkan cukup banyak sihir, ia memegang pedang dengan kedua tangannya dan menusukkan gagang pedang tersebut ke arah perut Finegan. Dari sana, ada perubahan segera.

【”… Ah ah!”】

Finnegan membuka matanya; mata hampa yang sama dengan yang dimilikinya sejak dia terbaring di tempat tidur; dan dia mengeluarkan suara kecil.

Saat ini Finnegan dan Harold diselimuti oleh cahaya berwarna hijau pucat yang mempesona. Adegan itu tampak seperti lukisan dewa yang membawa keajaiban. Tidak, bagi Cynthia, ini benar-benar sebuah keajaiban.

Suatu berkat yang datang untuk membangunkan suaminya dari tidurnya lelapnya yang panjang setelah dia menghabiskan lima tahun terakhir untuk mencoba menyembuhkannya tanpa hasil.

Itulah yang dia saksikan.

【”Cepatlah kembali.”】

Ketika Harold tiba-tiba menggumamkan hal itu, cahaya kristal langsung tumbuh menjadi lebih kuat sebelum akhirnya meletus dan lenyak seketika.

Setelah itu, ada keheningan di ruangan tersebut. Lilin yang ada di dalam kamar sudah tak lagi menyala. Cahaya bulan yang lemah, yang masuk melalui jendela adalah satu-satunya cahaya yang memungkinkan Cynthia untuk dapat melihat Finnegan dalam kegelapan.

Sambil menunggu apakah dia akan terbangun atau tidak, Cynthia tidak bisa menahan diri untuk tidak merasa cemas. Jantungnya berdetak begitu kencang hingga seolah-olah itu bergema di seluruh ruangan yang sunyi itu.

Keheningan berlangsung selama beberapa detik.

Dan kemudian hal itu terjadi.

【”Uh … A … pa? Dimana aku…”】

Finnegan-lah yang berbicara. Suaranya serak dan terdengar lemah, tapi dia benar-benar telah berbicara.

Semuanya tampak buram karena air mata yang berkumpul di mata Cynthia. Tenggorokannya terasa terganjal dan ia hampir menangis, tapi dia melakukan segala yang dia bisa untuk menahan diri dan mendapatkan kekuatan untuk menyambut suaminya melalui luapan emosi yang timbul dalam hatinya.

【”Sayang..”】

【”… Cyn … thia? Kenapa kau menangis……”】

【”Sayang…!”】

Cynthia tak lagi bisa mengatakan sepatah kata pun.

Meskipun Finnegan sudah tersadar, sepertinya dia masih belum bisa mengangkat tubuhnya, tapi Cynthia masih melekat di dadanya dan menangis keras ketika dia merasakan detak jantung dan kehangatan tubuhnya.

Finegan benar-benar merasa bingung, bagaimanapun juga, mustahil bagi Cynthia untuk menjelaskan apa pun kepadanya mengingat keadaannya saat ini. Yang bisa ia lakukan hanyalah memanggil namanya dan terisak-isak dengan wajah yang terkubur di dadanya. Dengan semua waktu yang dia habiskan di atas tempat tidur, dia terlihat sangat lemah sehingga hanya mengangkat tangannya saja  akan terasa menyakitkan. Meski begitu, Finnegan diam-diam menggerakkan tangan kanannya yang sekarang terlihat kurus untuk membelai kepala dan pipi Cynthia dengan penuh kasih.

Mereka berdua membenamkan diri dalam momen yang mereka bagikan ini, ke titik di mana mereka tidak merasakan berlalunya waktu. Tapi entah setelah beberapa waktu berlalu, suara ketukan datang untuk mengganggu mereka.

(Ah!) Cynthia mengangkat wajahnya untuk melihat ke arah pintu, ketika dia mendengar suara yang datang dari sisi lain.

【”Hai teman-teman. Maaf telah mengganggu reuni yang penuh emosi ini, tapi untuk sekarang, aku harus menjelaskan situasinya kepada Finnegan, itu kalau kalian tak keberatan. “】

【”M-maafkan aku!”】

Cynthia buru-buru membukakan pintu.

Ketika melihat jendela kamar, beberapa jejak cahaya mulai datang dari luar. Itu sudah hampir fajar.

Setelah memasuki ruangan, Cody langsung berjalan ke tempat tidur Finnegan.

【”Hei, Finnegan. Apa kabar?”】

【”Co … dy …? Kau terlihat … lebih tua dari … terakhir kali aku melihatmu, tapi … “】

【”Itu karena kau sudah tidur selama lima tahun terakhir. Kukira aku terlihat sedikit lebih baik sekarang. “】

【”…Apa?”】

【”Aku juga ingin menjelaskan bagian itu kepadamu sekarang, tapi pertama-tama, ceritakan tentang tubuhmu. Apa kau merasakan sesuatu yang terasa tidak normal? “】

【”Baiklah… aku tidak bisa… hampir tidak berbicara…. dan … seluruh tubuhku terasa …. seperti itu terbuat dari timah … tapi … jika aku sudah tidur … selama bertahun-tahun, maka … aku bisa mengerti itu … “】

【”Jika kau merasa sakit, kita bisa membicarakannya di lain hari jika kau mau.”】

【”Tidak, tidak apa-apa … katakan padaku. Apa yang terjadi … padaku…? “】

【”Baiklah, kalau begitu aku akan menceritakannya sesuai urutan kejadiannya.”】

Setelah mengatakan itu, Cody mulai menjelaskan.

Dia berbicara tentang pertempuran yang terjadi lima tahun yang lalu, di hutan Bertis, yang melibatkan orde ksatria dan suku Stellar.

Dia menjelaskan bahwa Finnegan terpilih sebagai salah satu juri dalam persidangan rekrutan baru yang diduga telah bertindak sebagai mata-mata dalam pertempuran itu.

Kemudian, Cody bertanya tentang persidangan itu, ketika dia bertanya kepada Finnegan mengenai persidangan itu, dia tiba-tiba menggila dan mulai melukai dirinya sendiri. Dia tidak terlalu melukai dirinya sendiri, tapi setelah ditundukkan, dia kehilangan kesadaran dan terus tidur selama lima tahun ke depan.

【”―― lalu, beberapa saat yang lalu, kau akhirnya terbangun. Dan di sinilah kita berada. “】

【”Aku mengerti … Cynthia … Aku minta maaf untuk … semua yang telah kau lalui …”】

【”Tidak apa-apa, kau sekarang sudah sadar, sayang, jadi semuanya baik-baik saja …”】

【”Dan Cody … Kaulah … yang menyelamatkanku?”】

【”Kuharap begitu, itu akan sangat keren bagiku. Tapi orang yang menyelamatkanmu adalah Harold Stokes. Ingat dia?”】

【”… Aah, ya. Orang yang akan di hukuman mati … Aku ingat … Jadi dia … orang yang … menyelamatkanku. “】

【”A-apa maksudmu?”】

【”Ceritanya panjang, tapi pada dasarnya Harold terperangkap dalam pertempuran yang telah kusebutkan sebelumnya.”】

Menurut Cody, Harold dijebak dan dicurigai sebagai mata-mata, dan seseorang telah menekan pengadilan untuk membuat agar dia menerima hukuman mati untuk semua itu.

Namun pada kenyataannya, Harold telah mengekspos rencana kerajaan Sarian dan telah mempertaruhkan nyawanya untuk mencegah dimulainya konflik antara orde ksatria dan suku Stellar.

Meski begitu, dia masih dijatuhi hukuman mati, tapi ternyata itu hanyalah alasan untuk bisa menggunakan dan mengeksploitasi dirinya. Sebagai akibatnya, setelah sekian lama,  saat ini nyawa Harold masih berada dalam bahaya.

【”Finnegan, koreksi aku jika aku salah, tapi apa seseorang telah mengancam hidup keluargamu demi membuatmu setuju untuk memberikan hukuman mati kepada Harold?”】

【”Itu … benar … Jika aku tidak melakukannya … keluargaku … akan berada … dalam bahaya …”】

【”Tapi itu…! Apa Harold-sama mengetahui hal itu … “】

【Ya, dia tahu. Tapi dia tidak menyimpan dendam terhadap Finnegan. “】

【”… Harold … apa dia ada di sini …? Jika demikian … Aku ingin meminta maaf … dan berterima kasih padanya … “】

【”Yah … Sebenarnya, dia mempunyai urusan darurat yang harus dia selesaikan, jadi dia pergi ke luar kota segera setelah menyembuhkanmu. Aku tetap tinggal disini untuk menjelaskan semuanya kepadamu dan memeriksa kondisimu. “】

Cynthia merasa terkejut, dia sama sekali tidak bisa mengucapkan terima kasih kepada Harold.

Dia telah memberinya kebaikan, keberanian, kebahagiaan dengan pria yang dicintainya, dan pikiran yang sekarang bertujuan untuk menjadi lebih kuat.

Namun, dia langsung pergi sesudahnya. Dan berdasarkan apa yang dikatakan Cody, tak ada jaminan bahwa dia akan bertemu dengannya lagi dalam kehidupan ini. Dengan kata lain, dia telah melakukan semua ini saat mengetahui bahwa dia mungkin akan pergi untuk selamanya sesudahnya dan bahkan tidak akan pernah mendapatkan ucapan terima kasih darinya.

【”Tapi dia punya pesan untuk kalian berdua. “Mulai sekarang, kalian bebas hidup seperti yang kalian inginkan.” Hanya itu yang dia katakan. Aku tahu, dia bisa mengatakan sesuatu yang sedikit lebih bijaksana. “】

【”… Tidak, tak ada yang salah dari kata-kata ini, mereka lebih dari cukup.”】

【”Begitukah? Nah, baguslah kalau begitu. “】

Matahari terbit dan jendela kamar sepenuhnya membiarkan cahaya masuk ke dalam. Itu sangat menyilaukan, tapi bagi Cynthia, itu tampak mirip dengan cahaya yang dipancarkan oleh Harold. Saat melihat matahari pagi ini, dia secara spontan melihat ke bawah, ke tanah. Meskipun dia pikir dia sudah berhenti menangis, dia menyadari ada tetes-tetes air mata baru yang mengalir di pipinya.

Dia tahu kata-katanya tidak akan sampai kepadanya, tapi dia tidak bisa menahan diri untuk mengatakannya. “Terimakasih untuk semuanya.”

【”Bu, kenapa ibu menangis? Apa ibu terluka?”】

【”Mihai …”】

Saat melihat Cynthia menangis dan menggosok matanya, Mihai mencoba menghiburnya dengan pelukan. Dia rupanya telah bangun lebih awal.

【”Jangan khawatir Mihai, ibu baik-baik saja. Sapa ayahmu, oke? ”】

【”Ya, ibu … Selamat pagi, papa.”】

【”… Mihai? Oh, kau… sudah besar … “】

【”Ah! Ayah! Ayah sudah bangun! “】

Mihai melompat ke pelukan Finnegan, yang telah mengangkat tubuhnya dengan bantuan Cody.

Ketika Cynthia memikirkannya, Mihai lahir tepat setelah Finnegan jatuh sakit. Jadi ini adalah pertama kalinya ayah dan anak itu berinteraksi satu sama lain.

Mihai sedang berbicara dengan ayahnya dengan senyuman polosnya, dan Finegan mendengarkannya dengan penuh perhatian sambil tersenyum dan meneteskan air mata pada saat yang sama. Ini dia. Inilah pemandangan kebahagiaan yang selama ini telah ditunggu-tunggu Cynthia.

Ketika dia memikirkan hal itu, Cynthia memperhatikan bahwa sepertinya Cody sedang memikirkan sesuatu.

【”Cody, ada apa?”】

【”Jangan khawatir, itu bukan masalah besar. Aku hanya ingin tahu, berapa anak yang kalian miliki? “】

Cynthia tidak mengerti mengapa Cody menanyakan hal itu. Sudah agak lama sejak terakhir kali dia datang ke sini, tapi dalam lima tahun terakhir, dia telah berkali-kali datang berkunjung. Mengapa dia bertanya tentang jumlah anggota keluarga mereka setelah sekian lama?

Sambil merasa penasaran tentang pertanyaan yang aneh itu, Cynthia menjawab seolah jawabannya sudah jelas.

【”Apa yang tiba-tiba kau bicarakan? Mihai adalah satu-satunya anak kami, Cody. “】

(Flapy : Another Death Flags kah !!??)

10 komentar untuk “Chapter 107.2”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *