Chapter 105.2

(POV Cody)

【”Apa kita telah membuatnya marah …?”】

Tanya Sarah pada Cody sambil terlihat bingung ketika dia melihat punggung Harold saat dia pergi keluar. Meskipun dia menjadi kebingungan sambil bergumam pada dirinya sendiri bahwa mungkin ini karena Mihai yang telah bersikap kasar, mungkin yang sebenarnya terjadi adalah bahwa Harold bahkan sama sekali tidak marah terhadapnya.

Yah, bahkan Cody harus mengakui bahwa di mata orang-orang yang tidak mengenalnya, Harold selalu tampak seperti sedang berada dalam suasana hati yang buruk.

【”Tidak apa-apa, tidak apa-apa, dia mungkin tidak terlihat seperti itu tapi Harold adalah seorang pria yang baik.”】

【”Be-benarkah?”】

Wajah Sarah tampak seperti baru saja mendengar sesuatu yang luar biasa. Sebaliknya, Cody merasa jika Harold marah pada anak ini merupakan skenario yang tak terbayangkan. Pertama-tama, sementara Harold memang memiliki lidah yang tajam, itu tidak berarti dia memiliki sifat yang buruk … Faktanya, sejauh yang bisa diketahui Cody, cukup sulit untuk membuatnya marah.

【”Ya, Kau benar-benar tidak perlu merasa terlalu khawatir.”】

Cody membuat kata-katanya terdengar sejelas mungkin. Itu karena dia memiliki gagasan yang kasar tentang alasan mengapa Harold meninggalkan kursinya. Untuk melakukan sesuatu yang secara alami juga akan Cody lakukan tanpa harus diingatkan, dan bahwa ia biasanya akan melakukannya sendirian.

Dalam hatinya, Cody merasa menyesal untuk tidak melakukannya, tapi dia merasa ini adalah kesempatan yang baik untuk mengubah kesan Sarah tentang Harold. Jadi dia sampai pada kesimpulan bahwa perannya di sini adalah untuk mendukung tindakan Harold melalui kata-kata daripada untuk turut ikut campur tangan secara pribadi.

Tentu saja, dia sadar bahwa pada dasarnya dia telah angkat tangan dari masalah itu dan menyerahkannya kepada orang lain, tapi jawabannya untuk tuntutan semacam itu adalah: “Jadi kenapa?”. Tipe pria semacam itulah Cody Luzial.

Satu jam setelah itu, ketika Cody bersikap familiar dengan sepasang kakak beradik itu, Harold kembali.

Dia memegang kantung kertas besar dengan kedua tangan.

Seperti yang telah diduga Cody, di dalam kantung kertas itu ada banyak makanan. Namun, apa yang tidak dia duga adalah bahwa Harold membawa bahan mentah daripada makanan yang telah dimasak.

【”Tunggu, kau akan memasak?”】

【”Itu sudah jelas.”】

【”Kupikir kau akan membeli sesuatu yang sudah siap dimakan sehingga mereka bisa langsung memakannya.”】

【”Kau ingin aku memberi jenis makanan semacam itu secara tiba-tiba kepada orang-orang yang kekurangan gizi? Kau benar-benar orang yang bodoh. “】

【”… Aku tidak memikirkannya, ini salahku ..”】

Meskipun Cody mendukung kata-katanya sambil membungkuk dalam-dalam yang mana itu terlihat berlebihan, Harold benar-benar mengabaikannya. Dia mungkin merasa itu akan terlalu merepotkan untuk ditanggapi.

Namun, sekarang setelah Cody memikirkannya, makanan yang sudah dimasak yang dijual di dalam toko pasti telah memiliki banyak bumbu. Orang yang sehat tidak akan mempermasalahkan hal semacam itu, tapi bagi perut anak-anak kecil ini yang biasanya kekurangan makanan, memakan jenis makanan yang dijual di luar secara tiba-tiba dapat memberi rangsangan yang terlalu besar.

Terutama karena Mihai masih berusia empat tahun. Mereka harus berhati-hati tentang apa yang mereka beri padanya.

(Seperti yang diharapkan, pria jomblo sepertiku memang buruk dalam hal ini … Tunggu, Harold juga jomblo, bukan?)

Pada akhirnya, satu-satunya perbedaan yang berperan diantara mereka adalah salah satu dari mereka memahami tindakannya dan yang lainnya tidak. Yah, secara teknis Harold memang memiliki tunangan, jadi Cody menganggap itu bisa dihitung.

Sementara Cody masih berkubang dalam rasa prihatin pada diri sendiri, Harold melepas mantelnya dan menggulung lengan baju putihnya hingga ke sikunya. Kemudian, dia menggunakan sihirnya untuk menyalakan kayu bakar di dalam kompor yang ada di dapur. Pertunjukan itu disambut dengan sorakan penuh kejutan dari Sarah dan Mihai.

Sambil dengan santainya meletakkan panci di atas kompor agar airnya mendidih, Harold juga menaruh beberapa sayuran di dalam ember kayu dan mulai mencuci mereka. Dia tampak cukup terampil.

Selain dari sikap sinisnya, Harold telah menjadi seorang pria yang sempurna, dan sekarang dia juga tahu cara memasak.

【”Ada yang bisa kulakukan untuk membantumu?”】

【”Apa kau bisa memasak?”】

【”… Bisakah kau tidak membuatku mengkodenya dan hanya perlu menebak artinya sekali ini saja?”】

【”Kau tidak berguna.”】

Kata-kata Harold sangat blak-blakan. Tapi Cody tidak memiliki apapun yang dapat dikatakan sebagai tanggapan terhadapnya.

Sementara mereka melakukan percakapan semacam ini, Harold telah mengupas sayuran, dan sekarang dia memotongnya hingga ukuran yang cukup sesuai.

【”Pe-permisi ……”】

Pada saat itu, Sarah mendapatkan tekad untuk memanggilnya.

【”Apa?”】

【”To-tolong izinkan aku untuk membantu … Aku tahu cara memotong sayuran jadi …”】

【”Aku tidak membutuhkan bantuanmu.”】

【”Ta-tapi, aku ….”】

【” Sebagai gantinya, bersihkan adikmu. Dan pastikan untuk menggunakan ini. “】

Saat dia berkata begitu, Harold mengambil sebatang sabun dari kantung kertasnya. Karena itu merupakan barang mahal yang disukai para bangsawan, sabun itu dikemas dalam kotak kayunya tersendiri.

Sarah masih kecil tapi dia tetaplah seorang gadis; dia mungkin ingin melakukan perawatan terhadap dirinya sendiri. Cody tidak tahu apakah Harold telah berpikir sampai sejauh itu, tapi itu akan menjelaskan alasan mengapa dia harus repot-repot untuk membeli sabun ini.

【”I-ini barang yang sangat berharga ….!”】

【”Itu hanyalah barang murahan. Saat kau memandikan adikmu, bersihkan dirimu juga. Aku tidak ingin tangan kotormu menyentuh makanan yang telah kubuat. “】

Meskipun itu merupakan sesuatu yang biasa untuk Harold katakan, kata-katanya menunjukkan bahwa dia benar-benar mengkhawatirkan Sarah sebagai seorang gadis. Lagipula, apa memang ada seorang gadis yang ingin terlihat kotor?

Mungkin karena dia juga telah memahami kata-kata Harold, Sarah membungkuk dalam-dalam sambil berkata “Terima kasih banyak!” Dan kemudian membawa Mihai ke kamar mandi.

Setelah menyaksikan semua ini, Cody berbicara dengan Harold yang masih berdiri di dapur.

【”Kalian para laki-laki populer pasti memiliki cara kalian sendiri.”】

【”Dengar, mustahil aku akan memberi makan seorang pria yang melakukan pekerjaan lebih sedikit daripada hewan ternak. Kau lebih baik memotong kayu jika kau tidak ingin menemukan racun di dalam piringmu. “】

【”Siap pak ~!”】

Meskipun Harold sekali lagi menanggapinya dengan jawaban yang sangat kasar, Cody bergegas keluar tanpa mengeluh atau merasa ragu dan langsung mengambil kapak.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *