Chapter 73.2

Setelah pertempuran berlanjut sesaat …

Jumlah serangga yang sangat banyak telah berkurang menjadi jumlah yang cukup sedikit.

Setelah beberapa saat, para serangga ini seharusnya dapat dihabisi. Ketika pandangan kami menjadi semakin jelas ketika kami menyapu para serangga, pintu yang berada di seberang pintu yang kami masuki memiliki desain yang sama tapi memiliki warna hijau yang berbeda. Mungkin itulah pintu keluar yang sebenarnya.

Namun, di sisi lain, Si rambut merah dan aku mempunyai firasat buruk tentang apa yang akan terjadi.

「… Jangan katakan itu, aku sudah tahu.」

Ketika serangga-serangga itu terjatuh di tanah, kami saling melirik dan melihat benda yang terlihat seperti telur berwarna merah muda yang mengkilap, Tampaknya ada pembuluh darah yang mengalir di permukaannya, dan kami dapat melihat dari jauh bahwa telur itu berkedut dengan cara yang aneh.

Kupikir kami dapat menyelesaikannya karena jumlah serangga telah banyak berkurang, jadi aku hanya bertarung dengan cara melemparkan pisau lemparku dengan benar.

「Sialan, masih mustahil.」

Namun, sebelum pisau tersebut mencapai sasarannya, kawanan serangga terbang di depannya, menciptakan sebuah dinding pertahanan. Bukan hanya itu, tapi telur besar itu berada tepat di depan pintu keluar yang berwarna hijau itu.

Kami tahu itu merupakan sesuatu yang penting, karena telur itu menjadi lebih gelap dan lebih besar lagi.

「Hei, aku … aku punya firasat buruk tentang ini.」

「Ya, itu membuatku lega bahwa aku bukanlah satu-satunya yang memikirkannya.」

「Itu perasaan lega yang  terasa buruk, seperti lelucon yang terlalu berlebihan.」

Si rambut merah mulai memperlambat tembakan bola apinya seolah-olah dia sudah terbiasa dengan ini.

Tidak peduli siapa lawanmu, segera setelah kau mengetahui jika api efektif terhadap mereka, maka kau dapat menembak dan membunuh para serangga itu.

Ada banyak asap di semua tempat karena bola-bola api ini. Asap tidak menutupi segalanya karena itu akan menjadi buruk jika kau tidak dapat area melihat di sekitarmu, tapi itu adalah sebuah pemandangan yang tidak wajar.

(Jika kita menghancurkan mereka semua, apa mereka akan membiarkan kita membunuh mereka? Atau mereka akan lari.)

Karena medan angin yang dibuat oleh si rambut merah, udara di sekitar kami cukup normal, tapi jika kau berjalan di luar medan angin tersebut, aku yakin bau busuk itu akan segera menyerangmu. Ya, karena kami sudah mengalahkan banyak serangga, dan menggunakan sihir api yang sangat banyak sehingga ruangan itu sendiri menjadi terasa sangat buruk , itu saja sudah terasa sangat tidak menyenangkan.

Si rambut merah dengan hati-hati memperhatikan jumlah MP-nya sambil memeriksa sekelilingnya, dan jumlah sihir yang dia masukkan ke dalam tembakannya tidaklah terlalu banyak.

Itu hanya karena tidak ada kekuatan yang cukup untuk dapat menembus dinding daging itu … atau … serangga.

「Ya ampun, itu bukan karena para serangga itu kuat melawan sihir.」

Saat kami mengertakkan gigi kami, penampilan telur tersebut terus berubah.

Berbeda dengan menurunnya jumlah dinding serangga, warna telur terus menjadi semakin gelap sambil terlihat tumbuh lebih besar dan lebih besar lagi.

Sekarang dengan hanya beberapa serangga di ruangan itu, kami bisa melihat bahwa mereka semua akan segera dikalahkan. Namun, Kami melihat serangga yang mengelilingi telur itu secara efektif menolak serangan kami.

Akhirnya, firasat buruk yang kami rasakan mulai berkembang.

Setelah langkah terakhir, perubahan dari telur itu tiba-tiba meningkat. Tampaknya telur itu akan segera pecah dengan cepat, dan warna kulit yang pada awalnya berwarna merah muda, kini telah berubah dari merah, menjadi merah tua yang hampir mendekati warna hitam.

Denyut nadi pembuluh darahnya semakin cepat, dan berakhir dengan denyutan tercepatnya.

「Sial!」

Kalau saja kami bisa menyingkirkan semuanya, tapi itu tidaklah mudah.

Dalam keputus-asaan, aku mengambil kelima pisau di tanganku dan melemparkan semuanya ke telur tersebut.

Hwooooosh, pisau menembus angin dan mengenai serangga yang masih tersisa di depan telur tersebut. Bagaimanapun juga, salah satu pisau telah menghancurkan serangga tapi hanya berakhir sampai di bawah telur itu.

(Tunggu, apa itu mengenainya? Tidak … apa musuh ini telah menghadangnya?)

Tapi, tepat sebelum pisau mengenai telur itu, benda itu tampak membengkak dengan kuat dan kemudian terbuka.

Telur itu terbuka layaknya sebuah bunga saat telur itu mengungkapkan lubang berwarna kuning tua dan menembak semacam gumpalan yang tebal dan berlendir ke udara di sekitarnya.

Gumpalan itu mengenai pisau dan dengan cepat jatuh ke tanah.

「Wah, aaagh, sial, sekarang aku harus bekerja keras untuk mengambilnya kembali … maksudku, itu menjijikkan!」

「Eeeeeek, ah, ah, itu … menjijikan!」

Saat kami mengucapkan kata-kata itu kepada diri kami sendiri, yang muncul dihadapan kami adalah serangga seperti 「Giant Isopod」 yang akan dilihat orang-orang di film dokumenter.

Itu adalah serangga raksasa berkaki 20 yang membuat orang bertanya-tanya bagaimana makhluk itu muat didalam telur kecil tadi. Jika kau melihat seberapa besar binatang itu sekarang, makhluk itu mungkin seukuran rumah normal.

Tubuhnya bersinar dalam kilau cairan berlendir, dan merayap dalam lapisan pelindung seperti halnya kepiting atau udang. Makhluk itu membuat suara seperti sedang mencari mangsa dari wajahnya yang memiliki bentuk yang sama dengan kelabang.

Ya, bentuknya tampak seperti yang ada di film A_IEN. Ya, seperti AL_EN.

(Flapy : Alien XD )

Benar-benar mengerikan. Serangga yang kami temui sebelum ini memang menjijikan, tapi yang ini tidak dapat dibandingkan dengan mereka.

Tubuh makluk itu hampir seperti tembus pandang dan itu membuatnya semakin menjijikan.

『GIJAAAAAAAAAA!』

Teriakan makluk itu terbagi menjadi jeritan yang dapat memecahkan jiwa dan sebuah gelombang. Disonansi antara keduanya tampak lebih meresahkan di telinga kami.

Makhluk buas yang tampak persis seperti bos sungguhan ini sekarang mulai berkeliling sambil memakan para serangga yang terbang di sekitarnya.

Makhluk itu menggigit dan menembus cangkang para serangga di sekitarnya, sepertinya makhluk itu bermaksud untuk menggerogoti beberapa serangga terbang juga, yang  bersayap dan yang lainnya. Makhluk itu juga memakan tubuh siput yang telah kempes, setelah ia menggigit para siput dan menyedot semua cairan di dalam tubuh mereka.

Semua serangga yang tersisa dengan cepat dimakan oleh serangga yang terlihat seperti bos terakhir ini.

Dengan kata lain, mungkin makhluk ini adalah bos terakhir. Ini sepertinya sebuah kartu truf yang terlihat menonjol dari yang lainnya.

「Sialan, siapa yang membuat dungeon ini? Mustahil ini dungeon alami. 」

「Ah … ahhh … ahhhhh!」

Lalu, sebelum aku bisa berteriak, sesuatu di sampingku mulai berdenting.

「Ini menyebalkkaaannn! Kubunuh kaaaauuuuu !! 」

「Apa?」

Tiba-tiba si rambut merah mulai berteriak sambil menyiapkan sihir sesegera mungkin.

Dalam hitungan detik, puluhan bola api mulai menari-nari di udara, dan hampir seperti mengelilingiku dari kejauhan.

「Ka… kau idiot! Apa kau mau menggunakan sihir peledak pada benda sebesar itu ?! Wah! 」

Mungkin dia hanya berusaha menyelesaikan pertempuran ini secepat mungkin, tapi penciptaan bola api yang cepat ini menyebabkan udara di sekitar Redhead memancarkan panas.

Karena hal ini, mungkin karena si rambut merah telah kehilangan semua akal sehatnya dan juga semua kontrolnya, panas tersebut membakar semua penghalang angin, dan tiba-tiba kami diserang oleh bau yang kuat dari para serangga yang telah menguap dan bau-bau menjijikkan saat itu membakar protein dan lemak mereka.

Untuk alasan itu, aku bereaksi dengan menutup mulut dan menahan napasku sambil tidak berusaha untuk berbicara.

Bahkan jika aku terus berbicara dan si rambut merah mendengar semua yang ingin kukatakan, aku sudah terlambat untuk mencoba mengendalikannya ketika dia menembakkan tirai apinya ke depan.

「Ayo kita ROCK AND ROLL !!!!!」

「Tunggu sebentar?! 」

Hampir seolah-olah itu telah menghapus teriakan pertanyaanku, dia melemparkan hampir seratus bola api ke arah makhluk raksasa itu.

『GYUSYAAAAAAA ?! ?! 』

Semua bola memiliki kekuatan yang sama, dan mungkin karena binatang itu sangat besar, mereka semua mengenainya dalam sejumlah besar kekuatan sambil dikontrol dengan cara yang rumit.

Kemudian, makhluk mirip giant isopod itu tiba-tiba terkena dan sebagai reaksinya, ia menjerit dengan penuh penderitaan di dalam ledakan api besar di sekelilingnya.

Namun, ledakan dan kehancuran tubuhnya mengakibatkan hujan cairan yang berasal dari tubuhnya dan cangkang berlendir pun jatuh di sekitar kami.

「「 Gyaaaaaaaahaaaaaa !! 」」

Gyaaaa, dengan jatuhnya gumpalan-gumpalan yang berbau seperti asam lambung yang menjijikan di sekitar kami, kami juga terkena daging serangga seukuran kepalan tangan yang diselimuti dengan tekstur berlendir seperti gelatin.

Jumlahnya sangat banyak, dan karena keefektifan ledakannya sangatlah besar, sebagai akibatnya, tubuh kami dipenuhi dengan semua hal menjijikkan ini secara instan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *