Chapter 71.1

Lantai yang sebenarnya merupakan sebuah jebakan pegas, secara paksa melemparkanku ke lorong yang kemungkinan besar dipenuhi dengan lebih banyak jebakan lainnya.

Karena sudah begini, tidak ada pilihan lain. Bahkan jika aku dilemparkan ke sini oleh jebakan, kembali adalah hal yang tidak masuk akal.

「Sebenarnya siapa「 Koumei 」ini !!!」

「Seseorang yang memegang kipas berwarna dengan banyak hiasan, dia adalah dalang di balik skema yang tak terhitung jumlahnya yang membuat banyak orang menari-nari di telapak tangannya. Jika kau ingin menyalahkannya dalam banyak kasus, maka kau tidak akan salah! 」

「Apa itu? Apa dia iblis ?! 」

「Ya dia itu iblis !!!」

Saat kami mendarat di tanah, kami langsung menerobos kedepan. Ini sudah seperti semacam refleks yang telah diisyaratkan. Jika kau berhenti, maka akan langsung tamat.

Ada saat ketika aku berada di bawah ilusi bahwa karena itu merupakan sebuah jebakan, maka tidak apa-apa untuk berhenti.

Saat itu aku masih sangat lugu.

Tempat di mana kami menginjak tanah seolah-olah itu bertujuan agar kami segera dihantam oleh semacam serangan proyektil yang menyerupai anak panah mainan yang ukurannya telah diperbesar dibandingkan dengan anak panah dengan ujung yang tajam.

Jika kau terkena jebakan itu ini, maka kau akan ditarik oleh tali tebal ke dalam lubang yang telah diolesi dengan minyak.

Ya, saat itu sangatlah sulit. Bahkan setelah jatuh ke dalam lubang, lem yang ada disana tidak mudah untuk dihilangkan. Tidak seperti minyak, itu benar-benar menghabiskan waktuku hanya untuk membersihkannya, jadi aku akhirnya melompat ke mata air dan mencuci seluruh tubuhku di sana.

Dan aku dipukul sangat keras karena 「Sekarang aku tidak akan bisa menggunakannya untuk sementara waktu !!!」. Itu hampir merupakan satu-satunya saat ketika aku benar-benar melakukan kesalahan, jadi aku menerima pukulan itu dengan patuh. Setelah dia memukulku lebih dari 10 kali, aku membalas dengan berteriak 「Berapa lama kau akan terus memukulku, Kau papan cucian sialan !!!」 dan pada akhirnya, itu berjalan dengan skenario seperti yang biasanya terjadi.

Ngomong-ngomong, air yang ada di dalam mata air itu bersirkulasi, jadi sebagian besar air didalamnya akan diganti setelah 2 atau 3 jam.

Sambil diingatkan akan kenangan buruk semacam itu, kami maju ke depan.

「Kuh, Ha, Aah !!!」

「Buh, Haa !!!」

Tiba-tiba ada banyak tangga dengan berbagai ketinggian yang muncul di lantai datar yang ada di depan kami dan menghalangi rute kami untuk bergerak ke depan.

Namun, aku sudah sangat terbiasa dengan tingkat hambatan semacam ini sehingga ini tidak bisa lagi disebut sebagai hambatan.

Lari, lari, lari.

Aku berlari dengan kecepatan penuh sambil menghindari jebakan dengan menggunakan kecakapan fisikku yang luar biasa.

「Hu!」

Dengan menurunkan postur tubuhku, aku menghindari pasak kayu yang datang dari segala arah.

Tersisa 700 meter.

「Minggir dari jalanku !!!」

Dengan menggunakan semburan air yang kuat, si rambut merah membelokkan bola lem yang ditembakkan dari meriam yang tiba-tiba muncul di hadapannya.

600 meter tersisa.

Hembusan angin kencang bertiup ke arah kami dengan waktu yang tak terduga.

「Horrah !!!」

Jika kau mencoba untuk melawan angin itu secara paksa, kecepatan yang hilang itu akan membuatmu menjadi target yang sangat empuk bagi setiap perangkap, jadi aku melakukan terobosan dengan menggunakan dive roll yang kupelajari selama kelas PE, untuk mengurangi hambatan udaraku.

500 meter tersisa.

Dari atas kepala, kami sekali lagi diserang oleh panah lengket yang sebelumnya dan juga langit-langit gantung yang diolesi dengan perekat yang sama.

Pada saat yang sama, tombak yang ujungnya merupakan lem dan bukannya  besi lancip datang dari sisi kiri dan kanan.

「Kau berutang budi padaku !!!」

Sambil mengatakan itu, si rambut merah menciptakan dinding es tebal dalam bentuk terowongan.

Semua jebakan di dungeon ini memiliki perekat yang cukup kuat.

Karena itu, mantra yang sarat dengan kekuatan sihir tingkat tinggi akan hancur hanya setelah beberapa detik berlalu.

Namun, beberapa detik itu sudah cukup untuk keluar dari jangkauan jebakan itu.

400 meter tersisa.

「Ugh, itu benda yang menjengkelkan !!!」

「Balok tak terlihat !!!」

Di bidang penglihatanku, area yang terlihat sedikit kabur dapat diidentifikasi.

Ini adalah salah satu dari beberapa perangkap jahat yang ada di dalam dungeon ini.

Balok transparan yang dibuat dengan cara memasang dan memantapkan kekuatan sihir yang bercampur di antara beberapa balok normal lainnya yang meskipun dibuat dengan sihir, itu tidak akan memunculkan kehadiran sihir apa pun.

Bagi si rambut merah, kali ini indera sihir superiornya bekerja terhadapnya. Dia kesulitan untuk menemukan jenis balok khusus ini.

Untuk menghindari balok tanpa kehadiran sihir itu, kau hanya bisa menemukannya dengan membedakan bagian yang sedikit kabur, yang dihasilkan dari cara mereka membiaskan cahaya.

「Kubayar kembali hutangku!」

Dengan menuangkan kekuatan sihir ke dalam 「Heavy Feather Slapstick Sword」, aku mengubah warna bilah pedangku menjadi berwarna perak yang bersinar dengan sempurna.

Sesuai dengan keinginanku, bilah pedang menyebar luas.

「Segera sapu semua kelainan sihir disini,「 Magic Squall 」」

Dengan mengayunkan pedang yang berubah menjadi kipas berukuran besar, aku menciptakan hembusan angin yang diisi dengan kekuatan sihir yang akan mencerai-beraikan dan menyebarkan kekuatan sihir yang ada di balok transparan.

「Bahkan tanpa bantuanmu, aku bisa menanganinya sendiri dengan mudah !!」

「Aku juga ingin mengatakan hal yang sama !!!」

300 meter tersisa.

「Nnooh !!! Uh. 」

Dengan kesan seolah-olah organ-organ internalku digenggam dan diguncang dengan erat, gravitasi pun berbalik. Seolah menunggu momen itu, pemukul lalat raksasa muncul dan berniat untuk menghempaskan kami.

Di atas … Dan di tempat yang menjadi arah tujuan pukulan itu, terdapat jebakan lem yang berukuran sangat besar seolah-olah mereka ingin menangkap seekor kecoak raksasa. Kami akan berakhir seperti sejenis serangga yang berada di atas kertas jika kami mendarat di sana.

Tentu saja, untuk menghindarinya, aku menggunakan pemukul lalat sebagai pijakan dan mendorong diriku ke depan.

200 meter tersisa.

Untuk mencuri ketenangan kami saat berada di depan pintu kemenangan, sejumlah jebakan konyol muncul di depan kami.

Pilar air muncul di sana-sini. Dari kiri, kanan, atas dan dari bawah ada semburan angin yang menghampiri kami. Tanah itu sendiri telah berubah menjadi pasir apung dan banyak balok sihir yang terpasang disana untuk menghalangi jalan kami.

「… !! … !! … !! 」

Dipercikkan dengan air, pendengaran terganggu oleh angin, kecepatan dikurangi oleh pasir apung dan konsentrasi terkikis oleh sudut-sudut balok transparan yang mengenai bahu kami.

Dan tersisa 10 meter terakhir.

Saat kami melangkah ke zona perangkap ini, lantai dan langit-langit semakin menghimpit dalam upaya untuk menghalangi jalan kami.

「Tada.」 「Keeeeeeeee !!!」

Sambil menghindari semua jebakan, pada langkah terakhir, si rambut merah dan aku dengan anehnya mulai berbaris di sebelah satu sama lain.

Dengan menempatkan banyak kekuatan ke dalam kaki yang hendak melangkah maju, aku melompat untuk menghapus semua jarak yang tersisa.

Kami melompat dengan memasukkan semua kekuatan kami ke dalamnya.

Sedikit lagi, hanya sedikit lagi dan kami akan keluar dari zona perangkap ini.

(Lebih cepat, lebih cepat, lebih cepat lagi !!!)

Namun, pikiran yang tergesa-gesa menghasilkan pemikiran yang rasional.

Dengan hal-hal semacam ini, bahkan jika aku menekuk kakiku, lututku akan tersangkut.

Ketika aku tertangkap oleh perangkap yang sama sebelumnya, kakiku menyentuh lantai yang bergerak naik dan aku terlempar kembali ke titik awal dengan begitu saja.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *