Chapter 134.2 – Epilog 2

「Apa…?」

Dengan kata-kata itu, dia mengeluarkan permata berwarna ungu tua kehitaman yang bersinar dengan cahaya yang menyeramkan.

「Begitulah keadaan dunia ini. Sebagai buktinya, kau menggunakan kemampuan 『Indolence』 dan 『Lust』 atas kehendakmu sendiri, yang memungkinkan hal ini dapat terjadi. Efek setelah menggunakan 『Lust』 adalah 『Penghapusan total semua resistensi terhadap efek status abnormal』 dan bayaran untuk 『Indolence』 adalah 『Kehilangan Pengaruh atas lingkungan』. Ini menyedihkan tapi sekarang, ritual itu dapat diselesaikan tanpa perlawanan apa pun. 」

Saat Meteria menuangkan kekuatan sihir ke dalam permata itu, lingkaran sihir yang bersinar dengan tujuh warna muncul dengan aku berada di tengahnya.

「Kau telah mengalami banyak penderitaan. Aku sangat menyesal, itu semua karena ketidakmampuanku. Tapi, sepertinya dengan kembali ke dunia sebelumnya, seorang pahlawan akan kehilangan semua ingatannya tentang dunia ini. Sangat menyedihkan bahwa Kaito-sama juga akan melupakan aku, tapi bersama-sama kita bisa menciptakan kenangan indah yang baru. 」

Lingkaran sihir ini memiliki pola yang mirip dengan yang ada di ruang pemanggilan di dalam istana kerajaan.

Cahaya yang menyelimuti sekitar kami merupakan cahaya yang sama yang aku lihat ketika aku dipanggil ke dunia ini.

「Tu-Tunggu, hei, tunggu sebentar !!」

Semuanya terlalu tiba-tiba dan pikiranku tidak bisa mengejar itu. Namun kata-kata itu masuk ke dalam kepalaku layaknya gema.

『Kembali ke dunia asal』

『Kehilangan ingatan tentang dunia ini』

「Saat ini, aku benar-benar tidak ingin berpisah denganmu, tapi mari kita bicarakan cinta kita lain kali. Untuk mengembalikan Kaito-sama ke jalan yang benar dan untuk memulai semuanya dari nol, masih banyak hal yang tersisa untuk kulakukan. 」

「Ber-Berhenti …, Apa ini, jangan main-main denganku. 」

Kemarahan dan ketakutan muncul di hatiku.

「Kau bercanda, kau pasti bercanda, kau pasti bercanda !!!」

Kembali ke dunia asalku? Kehilangan ingatan tentang dunia ini?

Dan apa yang artinya itu? Dunia asalku, tempat aku telah kehilangan begitu banyak hal.

Tanpa keluarga atau teman, bahkan tanpa mengetahui mengapa semuanya berubah seperti ini, aku harus tinggal di sana sendirian?

Jangan main-main denganku, jangan katakan omong kosong itu padaku!

「Hentikan!!! Sialan, ada yang harus kulakukan di dunia ini! Mana mungkin aku bisa kembali ke duniaku seperti ini !! Aku masih belum selesai !! 」

Kepalaku terasa mendidih di dalam tapi anggota tubuhku yang terkena racun pelumpuh bahkan tidak mengizinkanku untuk berdiri.

「Tidak apa-apa, Kaito-sama. Kita akan menata ulang semuanya. Lupakan semua hal yang tidak perlu dan sekali lagi, turunlah ke dunia ini sebagai pahlawan. Kali ini, aku akan selalu berada di sisimu. Aku akan mengambil semua kesepian dan rasa sakitmu, dan bersama-sama kita akan berbagi kegembiraan dan kebahagiaan. 」

「Apa yang coba kau lakukan, kenapa, kenapa kau melakukan ini !!」

「Kenapa? Itu jelas. 」

Dia dengan lembut mengulurkan tangannya kepadaku, menyentuh pipiku dan sedikit membuka bibir merah mudanya.

「Aku sangat mencintaimu, Kaito-sama. Apa pun yang terjadi, perasaan itu mutlak bagiku. Bahkan jika ini adalah jalan yang diukir oleh Tuhan, ini adalah 『Kebenaran』-ku 」

「Mmguh ?!」

Bahkan tanpa kesempatan untuk menolak, sensasi hangat, lembut dan sedikit basah turun di bibirku.

Saat berikutnya, aku diserang dengan perasaan yang mirip dengan saat ketika aku datang ke dunia ini dan merasa bahwa hubungan yang menghubungkanku, Minaris dan Shuria telah terputus.

Bidang penglihatanku berubah dan mencair, lingkunganku dipenuhi dengan semburan warna yang tak terlukiskan.

Di ruang di mana tidak mungkin untuk mengetahui di mana naik dan di mana turun, aku terus jatuh sambil merasakan tekanan seperti berada di dalam rawa.

Di sana, tangan hitam seperti bayangan berputar-putar layaknya ular menjulur ke arahku.

「Gaaah, guuh, hentikan, hentikan hentikan hentikan HENTIKAAAAANN!!!」

Mereka menembus kulitku dan dengan tidak hati-hati meraih dan menarik sesuatu dari dalam diriku.

Ujung jari menyelidiki dan mencari-cari dan kemudian lapis demi lapis mengambil sesuatu yang penting bagiku.

「GAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH, JANGAN MAIN-MAIN DENGANKUUU !!!」

Terhapus, terhapus, terhapus, terhapus.

Aku merasakan bahwa setiap kali ada sesuatu dariku yang terobek, aku pun kehilangan sebagian ingatan dan emosiku.

「Ini milikkuuuuuuu !! Jangan sentuh sesuka hatimu !! 」

Tidak peduli ingatan buruk macam apa itu, itu bukanlah sesuatu yang boleh disentuh orang lain!

Namun, seolah menjawab emosiku, itu menjadi lebih intens.

「AAGAAAAAH, GUAAAAAAAAH !!」

Perasaan menjijikkan seperti seseorang sedang mengaduk-aduk otakku datang menyerangku saat aku menggenggam sepotong ingatanku sekuat yang aku bisa.

Kau pikir aku akan melupakannya… mana mungkin aku akan melupakannya !!

「…, gah, ha ?!」

Momen singkat itu terasa seperti keabadian, lalu aku merasa seperti menembus lantai kaca dan setelah didorong oleh sesuatu dari belakang, aku pun jatuh ke tanah.

Suara tabrakan datang dari jauh.

「Kyyaaa!?」 「Apa!?」 「Si-Siapa itu? Cosplayer? 」

Zat lengket yang mengelilingi tubuhku menghilang dan aku merasakan sensasi nostalgia menyentuh kulitku.

Tapi aku tidak punya waktu luang untuk memperhatikan sekitarku.

「Jangan, main-main, denganku, ini, ini, milikku !!」

Tangan bayangan masih mengamuk di dalam diriku.

Jika aku kehilangan fokusku, aku juga akan melupakan ×% dan ×%, dan akan benar-benar melupakan segalanya.

Yang tersisa hanyalah ingatan bahwa di dunia itu masih ada orang-orang yang harus kubunuh dan kobaran keinginanku untuk membalas dendam.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

「Guuh, AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !!」

Jangan lupa, apa yang telah dilakukan ×% kepadaku.

Keluargaku, teman-teman, dan kehidupan yang tenang, semuanya dihancurkan oleh mereka.

Jangan lepaskan, jangan lepaskan, jangan, jangan !!! Jangan biarkan mereka menguasai ingatan ini juga !!

「Hei hei, kau sepertinya kesakitan, dan juga seluruh tubuhmu berlumuran darah. Butuh ambulan? 」「 Tidak, ini pekerjaan untuk polisi, dia jelas orang yang mencurigakan. 」「 Tenang, panggil guru dulu. 」

Pegang pecahan itu dengan seluruh kekuatanku, jadi tidak ada lagi yang akan dicuri dariku …

「Ka,kak …?」

Itu adalah suara yang sangat ingin kudengar.

Suara pelan menyambar otakku yang mendung layaknya petir.

Dengan pikiran yang benar-benar kosong, aku mengangkat kepalaku dan melihat semua seragam dan ruang kelas yang terasa terlalu familiar.

Tapi ada pemandangan yang menarik perhatianku lebih dari sekadar pemandangan yang begitu aku rindukan.

「…… Bohong, ini bohong.」

Rambut hitam panjang berkilau mencapai sekitar lutut dan pita biru yang mengikatnya.

Dibandingkan dengan ingatanku, dia menjadi sedikit lebih tinggi dan fitur wajahnya menjadi sedikit lebih dewasa.

Aku ingin bertemu dengannya. Aku pikir aku tidak akan pernah bisa lagi bertemu dengannya.

Aku berkali-kali memimpikan momen ini dan setiap kali, aku pun merasa putus asa dan dengan panik berusaha melepaskan pikiran naif itu.

Dan lagi.

「Ini, tidak peduli bagaimana kau melihat ini. Ini hanya……」

Kenangan berhargaku, luka yang tak terlupakan, semuanya, semuanya…

Seperti pasir yang jatuh melalui jari, semuanya memudar.

「Ini hanya … Tidak adil.」

Semua yang tersisa dalam kesadaranku yang memudar adalah pemandangan adik perempuanku yang sedang tercengang, Mai.

Tinggalkan Pesan