Chapter 134.1 – Epilog 2

The 『Cursed Poison of the Holy Chalice』, salah satu teknik rahasia yang digunakan Teokrasi, hanya dapat diciptakan oleh saintess Meteria sendiri. Sebenarnya Teknik itu tidak memiliki cacat dengan pengecualian bahwa itu tidak dapat disimpan untuk digunakan nanti.

(Flapy : Teokrasi = Sebuah sistem pemerintahan dimana seorang priest yang memerintah atas nama desa atau tuhan)

(Kenapa, kenapa dia ada disini !!! Bukankah dia akan memilih 『The Coffin of the Undying One』? Tidak, yang lebih penting lagi, selama ada Pope yang menyebalkan itu, dia seharusnya tidak bisa bertindak dengan begitu bebas…. !!)

Aku tahu bahwa dengan menggunakan Pedang Dosa mematikan, aku akan mengirimkan lokasiku ke Meteria. Meskipun aku mencoba untuk menekan kekuatan kutukan seminimal mungkin, aku telah menggunakan pedang ini secara terus menerus selama tiga hari berturut-turut.

Aku tahu bahwa cepat atau lambat seseorang akan datang ke sini untuk menyelidiki, tapi ini terlalu cepat.

(Dan kekuatan ini, jangan bilang mereka telah menaklukkan dungeon? Sial, ini yang terburuk, aku tidak dalam kondisi siap untuk bertarung ……)

Dengan kerugian dari penggunaan 『Sloth』 dan 『Lust』, kutukan dari Holy Maiden, dan luka serta keracunan yang diterima dari serangan Gordes yang menumpuk bersama dengan situasi dimana kekuatan sihir yang aku kumpulkan untuk mempertahankan kekuatan Sloth tampaknya akan habis, tidak heran kalau aku jelas tidak dalam kondisi dimana aku bisa melawan. Dan di atas semua itu, Minaris dan Shuria terjerat dalam serangan kejutan.

Minaris dan Shuria, yang terjebak di dalam Penjara Air, sedang berjuang untuk melepaskan diri, tapi ini bukanlah teknik yang dapat kau hancurkan dengan mudah.

Air  yang terkompresi berubah menjadi dinding kokoh yang bahkan tidak memungkinkan suara dapat menembusnya.

Meskipun demikian, seolah mengejek kepanikanku, Meteria terus berbicara.

「Aah, Kaito-sama, kau terluka parah … Maafkan aku, itu semua karena ketidakmampuanku. Jika aku dapat mendukung Kaito-sama dengan baik sebelum waktu diatur ulang kembali oleh tangan Tuhan, maka kau tidak harus melalui pengalaman semacam itu. 」

「Apa!? Itu… Mustahil… Kau… Ingatanmu? 」

「Ya tentu saja. Setiap jam yang aku habiskan  Bersama dengan Kaito-sama terus terukir jauh di dalam hatiku. Itu semua berkat bimbingan Dewa Lunaris. Sebagai Penerima Kehendak Tuhan, kita benar-benar istimewa di dunia ini. 」

「? Apa katamu? 」

Mengabaikan kebingunganku, Meteria mengusap air matanya dan meletakkan tangan di dadanya seolah merangkul sesuatu yang berharga baginya.

「Lebih penting lagi, aku benar-benar minta maaf. Kaito-sama akan disakiti sekali lagi… Semua karena ketidakmampuanku, kau hanya mengalami penderitaan, aah, betapa menyedihkannya itu. Tak memiliki cukup kekuatan untuk dapat berdiri di sisimu… Betapa menyedihkannya perasaanku. 」

「Meteria…」

Sambil mengatakan itu, Meteria menangis.

Aku tidak merasakan adanya tipu daya darinya, tapi saat melihat dia mengkhawatirkanku dengan tulus, itu membuatku merinding.

Meskipun aku berada dalam keadaan ini, pertanyaan yang menggangguku untuk waktu yang lama telah muncul di benakku.

「Kenapa kau mengkhianatiku…? Apa yang kau coba capai dengan membunuhku? 」

Aku selalu bertanya-tanya tentang hal itu.

Sejak menyegel Pedang Dosa mematikanku segera setelah pengkhianatannya, Meteria adalah satu-satunya orang yang tidak mengejarku dan hampir sama sekali tidak menunjukkan dirinya.

Ketika kehidupan pertamaku hampir berakhir, dia juga tidak menatapku dan hanya berdiri di sana dengan mata tertutup dan tangan terkatup.

Tidak peduli seberapa banyak aku memikirkannya, aku tidak bisa merasakan kebencian atau permusuhan darinya seperti yang dimiliki orang lain.

Itu bertentangan dengan dirinya sendiri. Itu terasa tidak masuk akal.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

「… Aku tidak pernah berpikir untuk mengkhianati Kaito-sama.」

「Jangan main-main denganku! Apa yang kau katakan setelah kau menyegel Pedang Dosa mematikan milikku dan memberiku label sebagai musuh Tuhan !! 」

「Itu semua untuk menyelamatkan Kaito-sama. Itu adalah satu-satunya cara untuk membebaskan jiwa yang telah jatuh ke dalam godaan Raja Iblis. 」

Meteria menggelengkan kepalanya.

「Membebaskan … Jiwa …?」

「Itu benar. Itulah mengapa aku berpegang pada bimbingan Tuhan. Sudah sepantasnya seorang Pahlawan bersama dengan seorang Saintess, semua sudah diputuskan begitu! 」

「Kau, apa yang kau bicarakan … Bicaralah dengan cara yang dapat aku mengerti !!!」

「Begitulah keinginan Dewa Lunaris, oleh karena itu tidak ada yang perlu dikhawatirkan, ini adalah hal yang benar untuk dilakukan. Ufufu. 」

Melihat aktingnya seolah-olah dia dirasuki oleh sesuatu, itu memberikan kesan menyeramkan yang luar biasa.

『———— Hanya di antara kita berdua saja. Aku sebenarnya tidak terlalu menyukai wahyu yang datang dari Dewa Lunaris. 』

Gema hari-hari yang sudah lama berlalu.

Kata-kata yang kudengar di dermaga danau yang tenang, dikelilingi oleh ketenangan hutan yang diterangi oleh cahaya bintang.

『Di dalam mimpiku dewa Lunaris tampak sedikit dingin, dan dengan mengikuti jalan yang ditentukan olehnya, aku merasa seperti sedang dimanipulasi. Karena itu, aku tidak mau berhenti berpikir, aku tidak mau berhenti khawatir. Mungkin itu tidak pantas menjadi seorang Saintess …… 』

Seperti yang dia katakan, dia tidak pernah mencoba menggunakan wahyu ilahi sebagai alasan untuk sesuatu.

Bahkan dalam kasus di mana tidak masalah bagi seorang wali untuk mengatakan bahwa itu adalah sebuah sabda, dia malah memikirkan dirinya sendiri dan sambil bersedih, ia mencoba untuk memberikan penjelasannya sendiri.

Dan untuk itu, aku melihat dia memikul kesulitan yang tidak harus dia tangani dan menerima luka yang tidak perlu dalam prosesnya.

「…… Apa kau benar-benar Meteria?」

「? Memangnya siapa lagi? 」

「Lalu bagaimana kau bisa mengatakan bahwa tidak perlu lagi merasa khawatir tentang apa pun?」

「…. Eh?」

Terhadap kata-kataku, Meteria berhenti bergerak.

「Apa kau berbohong kepadaku ketika kau mengatakan bahwa kau tidak ingin berhenti berpikir dan bersedih tentang hal itu?」

「Berbohong? Artinya, tidak, aku, aku… Itu tidak benar, itu tidak mungkin … 」

Meteria tampak kaget sekaligus ketakutan. Jantungku seolah meledak keluar dari dadaku dan pandanganku mulai kabur.

(Sial … Racunnya telah menyebar.

「Master !!」 「Ini, UUUUUUGH !!」

「?! 『Water Prison・Whirling Tides』!!」

(Flapy : Penjara Air ・Putaran gelombang)

Minaris dan Shuria hampir terlepas dari penjara air karena kehilangan kendali sihir Meteria, tapi penjara air memiliki tahapan lain untuk itu.

Air yang sampai saat ini berbentuk bulatan, melingkari keduanya seperti ular dan membatasi pergerakan mereka.

「…… Jangan menghalangi pertemuan kami.」

「Uh, Guh…」 「Higuh, uuh…」

Tali air dikencangkan di sekitar leher Minaris dan Shuria.

「Hentikan, Jangan !!」

「Tolong, jangan khawatir, Kaito-sama. Aku tidak akan membunuh mereka sekarang. Aku mengerti bahwa kedua serangga itu berparasit padamu, aku tidak akan melakukan sesuatu yang signifikan kepada mereka. …… Untuk saat ini. 」

Di tangan Meteria yang segera mendapatkan kembali ketenangannya, Minaris dan Shuria kehilangan kesadaran.

Ketika Meteria menoleh kembali padaku, wajahnya tidak memiliki tanda-tanda keraguan sama seperti sebelumnya.

「Ya, tidak perlu ragu, aku hanya perlu memurnikannya dan dengan demikian menyelamatkan jiwa Kaito-sama yang masih terjerat oleh Raja Iblis. 」

「Kuh… !!」

Kata-kata Meteria menghidupkan kembali adegan kematianku di kehidupan pertamaku yang berada di dalam pikiranku.

「Jangan khawatir, kali ini tidak perlu menggunakan cara semacam itu. Tragedi semacam itu seharusnya tidak pernah terjadi. Itu sebabnya kita akan melakukan makeover! Kau akan sekali lagi menjadi pahlawan dan akan menyelamatkan dunia ini. 」

「… Jangan katakan omong kosong itu padaku, mustahil aku akan melakukannya setelah semua itu !!」

「Aah, Kaito-sama yang malang. Tapi itu tidak masalah. Aku akan membuat semua persiapan yang diperlukan untuk makeover ini. Kali ini aku akan mendukung Kaito-sama dengan pasti. Kita pasti akan bahagia bersama. 」

Meteria tertawa seolah dia benar-benar sedang melihat mimpi.

Percakapan anehnya tidak sesuai dengan keadaannya dan keadaannya yang aneh itu membuatku merinding.

「Apa yang kau pikirkan ?!」

「Ini adalah makeover. Kau akan menyelamatkan dunia dari iblis, mengusir Raja Iblis dan akan hidup bahagia bersamaku. Oleh karena itu Kaito-sama. Tolong tunggu sebentar di dunia aslimu. 」

「Apa, Dunia, Asli…?」

「Ya tepat sekali. Sementara itu, aku akan membereskan dunia ini. Aku akan membersihkannya dari semua yang ingin memangsa Kaito-sama. Sang putri akan dijadikan boneka, Raja Iblis akan diganti, dilemahkan dan dibunuh. Setelah itu, aku akan memanggil Kaito-sama kembali ke dunia ini. Dengan demikian, kau tidak perlu lagi rekan-rekan (hama) yang telah dikumpulkan oleh putri di kehidupan pertamamu itu. Kali ini, bersama dengan kesendirian, Kaito-sama akan menjadi seorang penyelamat yang menyelamatkan dunia.

「… Apa, kau, apa kau bercanda? Mengirimku kembali dan memanggilku kembali ?! Berapa banyak nyawa yang ingin kau korbankan? Dan pertama-tama, apa menurutmu aku akan menurut saja setelah mengalami semua itu ?! 」

「Jangan khawatir, tidak ada yang perlu dikhawatirkan Kaito-sama. Jika Kaito-sama masih belum membunuh Raja Iblis, maka itu adalah hal yang memungkinkan untuk mengirimmu kembali menggunakan jalan yang telah kau lalui. Permata ini bisa menggantikan pengorbanan yang dibutuhkan untuk membuka pintu gerbang. Tidak ada tubuh daging tapi di dalamnya memang ada sejumlah besar jiwa manusia yang dikumpulkan oleh lich yang merupakan bos dari 『The Coffin of the Undying One』 」

Tinggalkan Pesan