Chapter 128.1 – Awal Keruntuhan

Ini adalah hari sebelum kami mulai bergerak.

「Fiuh, oke, berhasil tepat waktu. Hei, aku berhasil! 」

Aku melihat ke arah Syuria yang mengantuk setelah mengatakan itu.

「Yawwwn. Oh! Jadi ini yang sudah selesai? 」

Aku kembali ke penginapan tempat Shuria dan Minaris menunggu dengan jubah yang memiliki kekuatan untuk meniadakan cahaya yang membuat si pengguna menjadi satu dengan bayang-bayang.

Setelah selesai dengan beberapa pelatihan sederhana dengan 『Clothes of the Shadow Soul』 yang aku sering gunakan di kehidupan pertamaku, aku pun juga menggunakannya untuk operasi ini.

Lalu di kedalaman malam, aku merangkak dengan menggunakan jubah itu dan dengan membawa sebuah pisau Kukri melengkung.

Bilahnya berwarna merah tua hampir kehitaman, dan meskipun dibuat untuk mencungkil, tampaknya itu cukup sesuai untuk tujuan utamanya yaitu mengiris.

「Hee hee, kau menggunakan sihir kegelapan.」

「Red Sight」 Shuria bersinar seperti lilin kecil yang berkilauan di ruangan yang gelap.

「『 Cursed-Blood Knife 』? Itu merupakan bagian dari 『Large Sword of Violence』 yang asli, tapi umpan dari bagian 『Sloth』saja sudah cukup. 」

Kondisi pengaktifan 『Sloth』 yang rencananya akan aku gunakan adalah kutukan 『Sloth』 di senjatanya sendiri.

Jarang sekali hal terkutuk memiliki efek yang pasti. Namun, bukan mustahil mendapatkan hasil yang hampir mampu menyamai itu.

Di antara banyak peralatan, furnitur, dan topeng yang memiliki banyak masa lalu yang kelam, ada terlalu banyak jumlahnya untuk bisa dihitung.

Ada berbagai hal yang telah ditetapkan untuk dikumpulkan Shuria di kota, dan dari sepotong 『Large Sword of Violence』 yang dibawa oleh sesosok goblin di dungeon dekat ibukota Kekaisaran Aurolia, aku telah menggunakan kemampuan【Sword Binding】.

Hasilnya adalah 『Cursed-Blood Knife』 yang aku pegang di tanganku.

「Kerja bagus, master.」

「Ya terima kasih. 」

Minaris membuatkan susu panas untukku dan meletakkan cangkirnya di atas meja.

「Persiapan sudah selesai. Sekarang kita tunggu saja sampai besok. 」

Aku meletakkan pisau yang kupegang, bangkit dari kursi dan menepuk kepala Minaris.

「Itu akan baik-baik saja. Kita akan melakukan ini dengan mudah. ​​」

Shuria mencengkeram tangan Minaris.

「Ya, akhirnya, akhirnya. Mereka tidak akan menerima belas kasih dari kita semua. 」

Minaris memiliki senyuman yang dingin dan ringan yang terlihat seolah akan cepat luntur saat kami semua diam-diam meringkuk bersama.

「Keril, aku akan kembali ke desa, oke?」

「Ya, jangan menangis di malam hari saat kau sendirian, oke?」

「Menurutmu berapa umurku? Ya ampun. 」

Lucia sedang menaiki kereta kuda menuju ke desa terdekat dari Kikitto.

Lucia mengeluh dengan cemberut, dan meskipun mereka sudah terbiasa dengan hal itu, dia sangatlah imut sehingga itu bisa membuat jantungmu berdebar kencang.

Karena dia diundang menjadi siswa setelah meninggalkan desa, dia bertemu banyak orang termasuk para laki-laki yang akan membuatnya cemas ketika mereka mendekatinya, namun karena itulah dia menyadarinya.

Setelah itu, kami mengalami beberapa liku-liku bersama dan ketika kami lulus, tibalah waktunya untuk menikah.

「Aku akan berada di sana lusa. Beri salamku pada semua orang di desa. 」

「Ya, mari adakan upacara pernikahan terbesar yang pernah ada!」

Setelah mengatakan itu, senyum terbentuk di wajah Lucia.

Itu memakan waktu tiga hari untuk pergi ke desa dengan menggunakan kereta kuda, dan setelah meminjam sebuah kuda, waktunya menjadi dua hari.

Itu adalah 10 hari sebelum pernikahan kami, dan persiapan terus berlanjut di desa, karena ada banyak hal yang dibutuhkan untuk mendekorasi pengantin, belum lagi pengantin pria.

Itulah alasan mengapa Lucia dalam perjalanan pulang lebih dulu darinya, dan aku, ada yang harus aku lakukan di Carbonheim dan kemudian menyusulnya.

Dengan mengingat hal itu, aku melihat Lucia yang ada di kereta kuda itu mulai memudar sampai aku tidak bisa melihatnya lagi.

「… ah … pernikahan, pernikahan.」

Semangat mulai muncul di dadaku saat aku memikirkannya.

Baik Lucia dan aku berasal dari desa kecil itu.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Kami diberitahu bahwa kami memiliki bakat di kota terdekat oleh Kelompok Penyihir dan kami dijadikan siswa Carbonheim.

『Ada monster yang hidup sebagai manusia di kota, jadi kalian tidak bisa pergi ke sana sampai kalian lebih tua.』

Sebuah desa kecil yang tidak ada apa-apa yang terjadi di sana… bukannya aku membencinya. Meski begitu, sekarang itu terlihat begitu samar. Aku seolah telah bermimpi.

Suatu hari, aku akan meninggalkan desa ini, dan terbang ke dunia.

Dan hari dimana aku akhirnya terbang ke tempat itu pun datang dengan cepat.

Kisah heroik yang aku lihat di buku pemberian orang tuaku.

Aku telah membacanya berulang kali sampai-sampai bukuku yang berharga itu menjadi terlihat compang-camping.

Menggunakan pedang sihir, tidak membiarkan ketidakadilan kecil berlalu, bertarung melawan musuh demi kehormatan, dan akhirnya mengalahkan kejahatan besar – kisah heroik sejati seorang pria.

Aku menyukai para pahlawan itu, mereka akan terlibat dengan banyak hal dan hal buruk akan terjadi.

Aku memperdalam ikatanku dengan orang lain saat aku mengatasi banyak rintangan.

Sebuah jalan praktis terbentuk di hadapanku seperti mimpi mengenai semua desa yang aku kunjungi, seperti 『Desa Timur』 dan 『Desa Barat』.

Sekarang, seperti inilah keadaan kami.

Di sana, yang berjalan ke arahku adalah seorang ibu dan anak beast-person.

Telinga mereka berbentuk seperti rubah.

「Mama … aku lapar …」

「Tolong, tunggu saja sampai makan malam.」

Saat melihat gadis kecil yang memohon pada ibunya itu, itu membuatku teringat akan teman masa kecilku.

Hanya setahun sebelum aku pergi, seorang teman masa kecil telah di usir.

Mengingat hari itu sekarang telah membuat hatiku terasa sedikit berat.

Sejak dia lahir, kami telah dibesarkan bersama, dan kemudian dia dikhianati.

Seperti yang dikatakan orang-orang dewasa, dia adalah monster yang hidup di antara manusia… binatang buas.

Pertama kali dia datang ke desa, aku sangat terkejut.

Karena di mata orang-orang, beast-person tidak berbeda dengan monster dan karena itulah, beast-person selalu dianggap jahat.

Tapi Minaris merahasiakan semua itu dari kami.

Fakta bahwa Minaris membully Lucia juga tidak bisa dimaafkan.

Tapi teman masa kecil hanya sebatas itu. Kami dibesarkan bersama.

Sepertinya dia dan ibunya telah pergi ke suatu kota yang jauh di luar cakrawala, jadi mungkin dia telah bertobat dan memutuskan untuk hidup dengan benar.

Jika kau memperbaiki kesalahanmu, siapa pun dapat memiliki kesempatan kedua.

「Ya, kodratnya sebagai seorang beast-person itu terasa terlalu berlebihan. Dan dia masih anak-anak. 」

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Sekarang lebih dari lima tahun telah berlalu, dan seperti bagaimana kami tumbuh, Minaris juga pasti telah tumbuh.

Aku tahu bahwa Minaris tidak jahat.

Karena Lucia telah diganggu oleh Minaris secara langsung, mustahil dia akan memaafkannya dengan mudah.

Meski begitu, Lucia yang cerdas dan baik hati berpikir bahwa setelah beberapa waktu dia bisa berteman dengannya.

Lucia, Minaris, dan aku, tertawa bersama dalam adegan masa kecil itu.

Itu pastilah yang terasa membahagiakan.

「Nah, saatnya untuk keluar dari asrama ini.」

Berbeda dari para murid tamtama, mereka yang bergabung dengan tentara sebagai siswa internal tidak dipaksa untuk tinggal di asrama.

Tentu saja kami berdua memutuskan untuk meninggalkan asrama kami dan tinggal bersama.

Sebelum kami sungguh-sungguh mulai menjalani hidup kami di ketentaraan, kami harus selesai bergerak.

Kami baru saja mulai terbiasa dengan kehidupan ini, dan sekarang kami kembali ke kehidupan mandiri dari kehidupan asrama kami.

(…? Apakah seseorang ada di kamarku?)

Ketika aku meraih gagang pintu, aku bisa merasakan adanya seseorang di dalam ruangan.

Woojess, teman sekamarku, dia telah kembali ke rumahnya tadi malam dan baru akan kembali besok, jadi aku telah mengunci pintu.

Sulit untuk berpikir bahwa teman sekamar lain akan menerobos masuk.

(Tidak mungkin… tapi mungkin itu pencuri? Maksudku, Woojess adalah anak kaya yang memiliki banyak uang, tapi tidak mungkin dia meninggalkan barang mahal tergeletak begitu saja, bukan?)

Aku memiliki keraguan saat aku mengambil pedang dari pinggangku dan membuka pintu.

「Siapa di sana?! Apa yang kau lakukan di kamarku ?! 」

Di dalam kamarku, ada seseorang yang mengenakan jubah dengan punggung menghadap ke pintu, dia menghadap ke arah jendela yang terbuka.

「…」

Keheningan kembali setelah aku bertanya siapa orang itu.

「Kenapa kau diam, kau pencuri? Maaf, tapi tidak ada yang berharga di sini… 」

「Sudah lama sejak aku melihat ini …『 Tales of the Hero of the Dawn 』. Anda masih memilikinya. 」

(Flapy : Kisah pahlawan fajar)

Kemudian, suara yang mencapai telingaku itu membuatku terdiam.

Suara gadis muda yang terdengar dingin dan bergema.

Suara yang pernah aku dengar sebelumnya.

Aku sangat terkejut akan hal itu sampai-sampai aku bahkan tidak melihat buku yang aku tinggalkan di mejaku.

「Lama tidak bertemu, Keril. Kau belum berubah sedikit pun. 」

Fwup, dia membuka penutup kepalanya, dan aku melihat telinga kelincinya muncul dari sana.

Dia kembali menatapku, sosok teman masa kecil yang telah tumbuh menjadi seorang gadis cantik yang akan memikat pria mana pun dengan takjub.

「Min … naris? Itu kau? 」

「Ya … sudah lima ya, tidak, enam tahun? Waktu yang sangat lama telah berlalu, bukan? 」

Dia menunjukkan senyuman sedih di depan wajah terkejutku saat dia mengatakannya.

「Ohh! Oh! Sudah lama tidak bertemu! Minaris! 」

「…ya kau benar. Untuk saat ini, apa kau ingin pergi ke suatu tempat dimana kita bisa berbicara? Mungkin makan siang, aku memiliki banyak hal untuk dibicarakan denganmu. 」

Tinggalkan Pesan