Chapter 127.2 – Hitung Mundur Menuju Wabah

「Leone, ada apa? Kenapa kau terus melamun? 」

「Hah? 」

Setelah kelas selesai, Minaris memanggilku, dan aku kembali tersadar.

Sudah dua minggu sejak aku tidak bisa membujuk Ukei.

Kupikir aku telah menemukan di mana dia berada, namun keesokan harinya dia menghilang dari perpustakaan.

Pada hari dimana aku mendengar bahwa dia tidak akan muncul karena dia ingin menelusuri dungeon, aku pun melepaskan sedikit kebencianku dan tenggelam dalam minuman untuk mengalihkan perhatianku. Setelah mendengar dia tidak akan keluar dari dalam dungeon untuk sementara waktu, aku kembali ke pengajaran di sekolah yang sempat aku tinggalkan.

「… hei, Minaris, akhir-akhir ini kau sering pergi keluar, kenapa?」

Tapi, setelah Minaris mendekat, sepertinya dia dan Shuria memiliki sesuatu yang aneh tentang mereka.

Mereka telah menghilang di suatu tempat selama istirahat makan siang dan kadang-kadang hanya satu dari mereka yang tetap terlihat setelah sekolah selesai dan mengatakan bahwa ada sesuatu yang harus dilakukan.

Tak satu pun dari mereka bertanya tentang di mana Ukei berada, dan mereka tampak sedikit kesal dan membicarakan hal-hal lain untuk menghindari topik pembicaraan.

Namun, seiring berlalunya hari, keduanya seolah tampak kesal tentang sesuatu, jadi akhirnya aku bertanya kepada mereka:

「Yah, sejujurnya kami mencoba untuk merahasiakannya. Master kita akan meninggalkan dungeon, jadi aku akan mencari buku-buku di perpustakaan yang berisi hal-hal tentang memasak. Dia bilang bahwa dia ingin sesuatu yang enak untuk dimakan ketika dia kembali. 」

「Heh heh, aku berharap dapat memakan sesuatu yang telah kau buat dengan sepenuh hati, Minaris.」

「Ya, negara ini memiliki banyak bahan unik, jadi kuharap kau akan menikmatinya.」

Kata-kata itu keluar dari mulutnya yang terlihat cerah dan tersenyum tanpa ada perasaan aneh sama sekali.

Seolah dia telah menduga bahwa aku akan bertanya tentang itu.

「Kupikir kalian benar-benar dicintai.」

「Kami berdua sama sepertinya, ke tingkat yang harus membuat kami merasa iri.」

「Aku telah mengatakan ini berkali-kali sebelumnya, tapi begitu kau tumbuh, kau akan berubah. Bahkan Minaris itu juga. 」

「Tidak ada gunanya, Kau tidak tahu apa-apa tentang wanita, Dan. Benarkan, Leone? 」

「Ya kamu benar. 」

seperti yang aku pikirkan, ketiga orang lainnya berbicara satu sama lain.

(… pergi ke perpustakaan mungkin adalah sebuah kebohongan. Tapi kenapa dia berbohong?)

Aku tidak tahu, mungkin dia tahu bahwa aku bertengkar dengan Ukei dan mencoba untuk menghindariku?

Tidak, jika dia mencoba menghindariku, maka dia akan melakukannya dengan lebih jelas.

「Dan karena itu, aku akan pergi ke perpustakaan lagi, jadi tolong jaga Shuria untukku.」

「Hmph! Sudah kubilang untuk berhenti memperlakukanku seperti anak kecil! 」

「Hee hee, sangat lucu melihatmu marah, Shuria!」

「Eeep! Berhentilah meremasku dengan bola daging besar milikmu itu, Spinne! 」

「Hee hee, tolong jaga dia, Spinne.」

Dia terbungkus dalam tubuh Spinne, dan Minaris menertawakan Shuria yang sedang berjuang dengan tangan yang mengayun ke mana-mana, sementara dia akhirnya terbebas dari pelukannya, dia tertawa, dan melambaikan ucapan selamat tinggal.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

「Ah, Minaris…」

「? Apa? 」

「Ah, tidak … tidak ada. Lakukan yang terbaik, oke? 」

「Tentu. 」

Meskipun aku memanggilnya, aku tidak punya sesuatu untuk dikatakan, dan Minaris pergi begitu saja.

(Apa? Kalian semua, apa yang kalian lakukan?)

Hatiku diliputi oleh rasa kekhawatiran.

Setelah aku menjauh dari grup Leone ke perpustakaan, aku pun bertemu dengan seorang pria.

Dia berhutang uang kepada seorang teman, dan bekerja setiap hari untuk melunasinya.

「Ya, kemalanganmu , semuanya adalah kesalahannya.」

「… ah, ya. Itu semua salahnya. Dan karena itulah, aku… 」

「Aku akan membantumu membalas dendam. Tidak perlu menahan diri. Dialah yang jahat di sini. 」

「Semua karena dia, aku terjebak dengan hutang ini.」

Kehancuran.

Dia menatapku dengan hampa sambil bergumam dan tersenyum.

「Ya, itu karena Keril sehingga kau menjadi terbebani seperti ini. Ada orang lain yang terluka sepertimu. Dua hari dari sekarang, aku akan memanggilmu untuk bertemu denganku lagi. 」

「… Ah… begitu…」

Aku melihat dia pergi dalam keadaan seolah kerasukan.

Mata itu memiliki kedengkian hitam pahit terhadap Keril, seseorang yang tidak ada hubungannya.

Aku melihat dia pergi dengan perasaan puas, dan menertawakannya di gang belakang.

(Dengan ini, posisi semua orang telah ditetapkan. Leone jelas mulai mencurigai sesuatu, tapi dia terlambat. Master akan kembali malam ini. Semua persiapan akan siap besok. Bahkan jika dia memperhatikan sesuatu, itu akan terlambat.)

Roda gigi sudah berputar di udara dan segera, sekali lagi mereka akan bertemu.

Aku mengambil kristal berwarna biru dari tas penyimpanan.

Kristal penglihatan ini berisi penglihatan sebagai alat untuk balas dendam kecil.

Dengan sedikit sihir, itu akan menunjukkan statusmu di layar setengah transparan.

『… jangan main-main denganku. Aku tahu kau menggunakan tatapan sihir itu kepada Keril. 』

『Eeek! Apa, apa yang kau katakan? Menatap Keril ?? 』

『Ya, dan jika demikian, jangan pernah dekat-dekat lagi dengannya. Jika kau ingin membalas dendam, seperti biasanya… Hei, teman dekatku Katrea menggunakan tatapan sihir itu kepada para petinggi negara ini. Maksudku, kau bahkan tidak perlu berpura-pura tidak bersalah, kan? 』

『Apa? Apa yang …』

『Akan kuberitahu sekali lagi, jangan pernah lagi, mendekati Keril, oke?』

『Aku mengerti…』

Di sana, gambaran itu menghilang saat aku menghela nafas dan melihat ke atas.

Aku bisa melihat bintang yang berkelip-kelip di langit keperakan.

Meskipun aku sudah terbiasa dengan pemandangan itu, aku pun tertawa tanpa suara.

「Sebentar lagi, sebentar lagi, aku akan bertemu dengan kalian lagi.」

Keril, Lucia, dan teman-teman desaku…

Putih, putih, putih.

Dunia perak itu, semuanya akan diwarnaiputih.

Menenggelamkannya di bawah es bercampur lumpur.

「Hei, jika kalian melihatku, aku penasaran ekspresi wajah seperti apa yang akan kalian buat?」

Tidak ada yang bergerak, tidak ada yang datang, tidak ada yang bisa menyentuhku.

Itu terasa  sangat sunyi sampai-sampai menyakiti telingaku.

Namun, itu adalah dunia yang hanya tertutup salju ringan.

「… semuanya terselimuti, bebas untuk membenci dan menyakiti. Aku akan mewarnai semuanya dengan warna putih. Hee hee hee, Hee hee hee hah hah hah hah. 」

Secara tidak sadar suaraku menghilang, saat napasku mewarnai udara dingin dan kemudian menghilang.

Tinggalkan Pesan