Chapter 117.2 – Sang Pahlawan, Menandatangani Kontrak II

「…reinkarnasi? Nah, kemungkinan itu, aku belum pernah memikirkannya. 」

Setelah kami selesai makan, Leone dan aku pun pindah tempat duduk saat dia mendengarkan ceritaku.

Aku telah memikirkan banyak hal tapi tidak pernah mengira bahwa aku akan berakhir dengan pola ini.

Setelah dilahirkan kembali dari Jepang, aku memiliki kenangan tentang segalanya sebelum waktu diputar kembali.

Tidak diragukan lagi bahwa dia telah mengalami kesalahan waktu, dia pasti sudah terjerat dalam mode tutorialku.

Jika aku hidup di dunia kedua tempatku berada, maka itu berarti bahwa Leone hidup di dunia ketiga.

(Kupikir hanya aku saja yang ingat dunia lamaku, karena aku dibangkitkan?)

Tampaknya hal yang menghubungkanku dengannya hanya itu saja.

「Benar. Jadi, bagaimana kau tahu bahwa dulunya aku orang Jepang? 」

「Rahasia bisnis. Mustahil aku akan mengungkapkannya sebagai seorang petualang. 」

「Aku rasa tidak. Jadi, mode tutorial dewi ini adalah … 」

「Biarkan aku periksa sekali lagi sebelum kita melanjutkan, Kau bukanlah mata-mata seseorang, kan?」

「Terserah. Aku akan mengatakannya lagi, tidak ada yang akan menjadi pedagang keliling DAN mata-mata. 」

「Aku harus memastikan.」

Aku hanya mengangkat bahuku.

「Bagaimanapun juga, dunia pertama telah dikuasai oleh raja iblis, dan bahkan sekarang sedang mencariku melalui putri Aurelia. Tidak ada gunanya merasa khawatir tentang keselamatan, kan? 」

「Ya, mungkin, tapi … Lalu, apa tujuan dari perjalananmu itu adalah untuk menemukan jalan kembali?」

「Yah, ya, kurasa begitu.」

Tentu saja, itu bukan tujuanku, tapi tidak ada alasan untuk memberitahunya beberapa hal lain yang akan membuatnya gelisah.

Minaris entah bagaimana terlihat senang saat melihat Leone kembali, jadi tidak ada alasan untuk membuatnya waspada.

Dan, saat melihat dari ekspresinya, dia bertanya-tanya tentang apa yang akan terjadi selanjutnya.

「Apa kau ingin kembali? Ke dunia lama. 」

「Tidak. Di dunia ini aku adalah Leone. Aku yang di Jepang sudah mati, jadi tidak ada jalan kembali. Tempatku adalah di sini. 」

Itu sudah pasti bahwa dia banyak berpikir mengenai dunia lama dan telah membuat keputusan itu.

Dia mengatakan itu tanpa sedikitpun rasa kebingungan.

「…Begitu. 」

Yah, kukira pembicaraan kami sudah selesai.

Sudah waktunya bagi kami untuk mengunjungi tempat itu didesa Minaris, pikirku.

「Hei, jika kita tidak terburu-buru, tempat penginapan akan penuh!」

Kata Dan dengan suara lelah setelah beberapa kali melihat kami.

Ketika aku melihat keluar setelah mendengar itu, aku melihat bahwa malam sudah semakin dekat.

Memang benar bahwa jika kami tidak mulai mencari tempat tinggal, maka kami mungkin harus menyiapkan kemah di luar atau sesuatu yang menyedihkan semacam itu.

「Minaris, Shuria, pesankan sebuah penginapan di sekitar sini. Itu tak mengenakkan untuk datang ke kota dan kemudian malah harus berkemah di luar kota. 」

Aku akan bertanya tentang desa Minaris besok.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Dan setelah itu, akan perlu untuk mendapatkan informasi tentang ke mana pergerakan putri Aurelia.

Setelah aku mati, tempat yang sangat ingin aku jauhi dimasa depanku adalah kerajaan itu.

Pengetahuanku perlahan-lahan kehilangan kesadaran akan fakta itu.

Meskipun ada beberapa laporan di sana-sini, setidaknya itu akan memperkuat kebencianku padanya.

Putri sampah itu tidak akan mengabaikanku.

「Ya Master. 」

「Baik….」

Mereka berdua berdiri dan aku juga ikut berdiri.

「Kami akan pergi sekarang, tapi apa kalian sudah memutuskan di mana akan tinggal? Aku ingin berbicara dengan kalian lagi besok. 」

「Kami tinggal di『Cat’s Forest Lodge』. Kita tidak bisa bertemu besok. Karena kami harus membereskan sebagian dari muatan ini, kami tidak punya waktu untuk berbicara. 」

「Aku mengerti, kalian semua benar-benar seorang pedagang keliling dan bukan petualang.」

「Mari kita bertemu di sini empat hari dari sekarang. Kami akan memberi kalian biaya untuk informasi kami. 」

「Untuk uang?! 」

「Tentu saja. Kami tidak akan memberikan informasi secara gratis sebagai seorang pedagang! Bahkan jika kontrak mengatakan “Tidak berbohong” kami masih harus mendapatkan uang untuk informasi kami. 」

… ya, mereka benar.

「Nah, selama kalian mendapatkan kami informasi yang bagus.」

Aku mengatakan itu dan pergi sambil membayar tagihan mereka seperti yang aku katakan.

「Jadi Minaris bukan budakmu kan? Jadi dia tidak harus memanggilmu master, kan? 」

「Tidak, bahkan tanpa tanda budak, aku masih tuannya. 」

「Yah, tapi …」

「Aku tuannya. 」

「…」

Begitu ya, dia tidak senang dengan itu.

「Nah, kami akan berada di tempat ini untuk sementara waktu, jadi jika kau memiliki urusan dengan kami, hubungi kepala pelayan di『Cat’s Forest Lodge』.」

Mereka mengatakan hali itu tepat sebelum meninggalkan tempat itu.

「Nah, sampai jumpa.」

Tidak, meski begitu, itu adalah pertukaran yang baik.

Bahkan sekarang aku masih bertanya-tanya bagaimana percakapan kami akan berjalan.

Aku merasa senang bahwa aku telah mengurus satu masalah, jadi aku meninggalkan restoran setelah Minaris dan Shuria.

Kaito Ukei

『Pengkhianat terburuk dari semuanya – mantan petualang Kaito Ukei』

Pria sesungguhnya yang berada di balik semua pembicaraan tentang dirinya sebagai penjahat gila ini telah menunjukkan bahwa dia tidak perlu mengatakan apa-apa.

Kupikir dia adlaah orang rendahan setelah melihat Minaris dan Shuria yang lain berada di bawah kendalinya, tapi semuanya hanya akting.

Itu bodoh, yah, maksudku pria itu terlalu mudah terbawa suasana.

Ketika aku adalah seorang siswa di dunia sebelumnya, ada seorang pria yang dituduh melakukan hal-hal bodoh di kelas.

Setidaknya aku berpikir bahwa aku bisa berbicara dengannya dan tidak melihatnya sebagai seseorang yang benar-benar harus aku musuhi.

「Apa kau ingin kembali? Ke dunia lama. 」

「Tidak. Di dunia ini aku adalah Leone. Aku yang di Jepang sudah mati, jadi tidak ada jalan kembali. Tempatku adalah di sini. 」

Dunia lama, kembali ke Jepang.

Bukannya aku tidak pernah memikirkannya. Tapi bahkan dengan kesempatan itu, aku tidak akan memilih untuk melakukannya.

Seperti yang aku katakan, Jepang-ku sudah mati, dan sekarang aku adalah Leone.

Begitu ya, dia menjawab singkat, dan dia meninggalkan uang untuk Dan lalu pergi.

Sepertinya dia juga memiliki hubungan yang baik dengan Minaris jadi kami berbicara dan kemudian dia pun pergi.

Dia dijual sebagai seorang budak, ibunya yang baik hati telah meninggal, jadi tidak aneh jika keadaan memburuk sehingga dia akhirnya mati.

Aku sangat senang.

「Nah, kami akan berada di tempat ini untuk sementara waktu, jadi jika kau memiliki urusan dengan kami, hubungi kepala pelayan di『Cat’s Forest Lodge』.」

Setelah mengatakan itu, dia melambaikan tangan dengan tangannya, si Ukei itu.

(Senang…sekali…)

Kupikir itu bagus bahwa Minaris telah menemukan seseorang untuk diajak ngobrol.

Aku tahu dia pasti memiliki beberapa kenangan buruk. Dia bahkan tidak bertanya tentang ibunya.

Meski begitu, Minaris tersenyum.

Sejujurnya, itu masih membebani pikiranku bahwa dia pergi dengan seorang pria yang dikejar oleh sang putri.

Tapi, karena dia ada di sampingnya, dia terlihat seperti sedang menikmati hidupnya.

(…skill operation – piercing eyes)

Itu sebabnya ketika dia meninggalkan toko, aku menggunakannya untuk melihatnya dan memeriksanya.

Orang yang bertanggung jawab atas Minaris.

Dia bertemu dengan pria yang baik, dan sekarang dia merasa bahagia.

Ya, aku harus memastikan.

Namun, di samping mereka semua, di tengah ketiganya.

「… ?! Apa, apa ini? 」

Gelap, gelap, gelap, dengan hanya cahaya dari sekitar, nyala api gelap yang melahap segalanya.

Meskipun itu hanya skill yang dapat melihat warna, ada cahaya jahat, cahaya mengerikan yang tampaknya merupakan ilusi, tapi itu bisa melahap segalanya.

Tampaknya itu menutupi seluruh tubuhnya seperti semacam aura, rantai yang terlihat seperti kegelapan yang tampaknya memakan dua  yang lainnya tengah membentang dari Ukei.

Aku belum pernah melihat warna ini.

Aku tidak tahu warna ini.

「Itu, itu …」

Jika ini adalah warna baru yang jahat, maka itu terlalu baru untukku.

Jenis perasaan, yang membuat seseorang lebih kecil dan lebih ringan seiring waktu.

Manusia tidak diciptakan memiliki perasaan yang kuat semacam itu.

Bukan hanya rantai keras yang menyelimuti gadis-gadis itu, tapi sesuatu yang lebih lembut seperti tar tengah menempel pada mereka dan memperkuat perasaan tersebut.

「Ini lebih buruk daripada menjadi budak …」

Sesuatu yang melekat pada hati.

Lebih seperti cuci otak.

Pria itu telah melakukan hal itu pada mereka … dan pada dirinya sendiri …

「Leone? Ada apa? 」

「Aku harus membantu mereka.」

Aku tidak tahu bagaimana harus menanggapi rekanku yang bertanya, jadi aku hanya membisikkan kata-kata itu dengan tenang, dan meminum sisa cangkir di depanku.

2 komentar untuk “Chapter 117.2 – Sang Pahlawan, Menandatangani Kontrak II”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *