Chapter 117.1 – Sang Pahlawan, Menandatangani Kontrak II

Itu berlangsung saat satu atau dua jam setelah tengah hari.

Kami berada di tempat makan besar yang penuh dengan orang-orang yang sedang makan setelah menjual dagangan mereka di pagi hari.

「Jadi, aku penasaran apakah kita bisa membuat mereka berbicara dengan kita atau semacamnya?」

Kami duduk di ujung meja panjang restoran.

Kami terjebak dengan sebuah kelompok di meja lain yang diatur di sekitar kami.

Minaris dan Shuria berdiri di belakangku untuk memastikan bahwa mereka adalah budakku.

Kami sudah membahasnya sehingga mereka menunjukkan ekspresi di wajah mereka seperti, “Kami telah ditahan di luar kehendak kami!”

Rasanya aneh melihat mereka seperti ini. Minaris mengenakan pakaian pelayan seksi, dan Shuria mengenakan kimono rok mini.

「Ah … Aku lapar, mari kita mulai pertunjukan ini.」

Aku mengeluarkan sebuah buku tua yang telah aku beli, dan membuka ikatan sampulnya.

「Apa?」 「Apa-apaan ini?」 「Apa yang dia lakukan?」

Di bawah pengikat kulit ada sebuah perkamen dengan kehangatan seperti sutra.

Lembar putih itu merupakan kontrak Richmond.

Namun, di tengah-tengah semua suara terkejut tersebut, satu-satunya yang menekankan bahwa ada sesuatu yang salah melalui wajahnya adalah Leone.

「Aku hanya memintamu untuk melakukan tiga hal: Dapatkan informasi untukku, jangan lakukan apa pun untuk mengacaukan operasi kami, dan jangan melakukan apa pun yang akan membatalkan kontrak ini.」

「…mendapatkan informasi? 」

「Ya, tidak berbohong pada pertanyaan apa pun, dan menjawab semuanya. Sebagai gantinya, kami akan menghapus tanda budak Minaris, dan membiarkanmu melakukan apa pun yang kau inginkan. 」

「Tidak hanya itu, tapi karena kau bilang kami tidak boleh melakukan apa-apa untuk mengacaukan operasi ini, itu artinya kau juga perlu menambahkan kondisi untuk tidak mencoba macam-macam ke para gadis.」

「Hmph, yah, tentu saja.」

Dia benar-benar seperti seorang wanita pengusaha dalam hal itu … tidak ada yang terlewatkan.

Mengabaikan semua pembicaraan tentang bermain-main, bahkan jika aku memutuskan untuk main-main dengannya, mustahil dia bisa menolakku.

「Aku mengerti, maka aku tidak akan melakukan apa pun untuk menyebabkan masalah denganmu, oke? Apa itu diterima? 」

Dia bertanya untuk memastikan bahwa aku berkata jujur.

「Apa kau benar-benar merasa tak masalah dengan kondisi itu?」

Leone menatapku dengan tatapan waspada yang kuat.

Jujur saja, selama kami semua menerima kondisi untuk tidak mengacaukan operasi itu akan baik-baik saja. Dan selama aku mengikuti kondisinya, itu tidak masalah bahkan jika mereka mencoba untuk menambahkannya.

Meski begitu, tindakan apa pun yang akan mengacaukan operasi kami dapat disembunyikan oleh kami.

Yah, itu masih merupakan hal yang memungkinkan bahwa mungkin ada kondisi tambahan yang tercipta jika aku menerima kondisi ini.

「Ya. 」

Jadi aku pun menjawab dengan kata-kata itu, dan menulis kondisi tersebut pada kontrak.

「Sekarang, kalian semua perlu menuliskan nama kalian di sini.」

「… tolong izinkan aku untuk mengonfirmasi isi kontrak.」

Tanpa mundur satu incipun dari rasa kewaspadaannya, Leone mulai melihat-lihat kontrak.

Setelah itu anggota lain juga melihatnya secara berurutan, mereka menulis nama mereka.

Dan aku menulis namaku untuk memformalkan lima nama yang tertulis di dalam kontrak.

「Oke, kontraknya selesai.」

AKu kemudian merobek kontrak tersebut secara vertikal dan kontrak itu terbakar dengan api putih dari bawah ke atas.

Kemudian percikan api putih menyebar dan kemudian tersedot ke orang-orang yang telah menandatangani kontrak.

「「 「「 「!!」 」」 」」

Pada detik itu, aku mendengar suara yang menggema di kepalaku.

「Lepaskan kalung budak Minaris, sekarang! Cepat! 」

「Ya ampun, Kau tidak perlu memerintahku. Aku akan melakukannya. 」

Ketika aku mencoba memikirkan hal-hal lain, suara perintah itu terus bergema di kepalaku.

「Minaris, kemarikan lehermu.」

「Oh? Oh, tentu, master. 」

Dia mengangkat rambutnya dan Minaris memperlihatkan lehernya.

Menempatkan sihir ke segel utama di punggung tanganku, cahaya biru gelap meletus darinya dan melaju ke leher Minaris.

Hampir seperti tarik tambang, segel masterku dan segel budak Minaris pun rusak dan terlihat seperti air yang mengenai piring panas, dan asap pun mengepul.

Segel budak di leher Minaris kemudian menghilang tanpa jejak.

Perintah yang berulang-ulang kali terdengar di kepalaku pun menghilang.

「Baiklah kalau begitu, sekarang semua percakapan membosankan ini telah selesai. Mari makan. Kemari, kalian berdua duduklah. 」

「Baik. Aku benar-benar ingin makan daging! 」Kata Shuria.

「Ah, entah bagaimana, itu membuatku merasa agak kesepian, master. Aku tidak benar-benar merasakan pentingnya hal itu sampai sekarang … 」

「「「「Apa yang kau bicarakan?! 」」」」

Minaris dan Shuria merosot ke kursi dengan ekspresi lelah.

Leone tidak bisa menyembunyikan rasa keterkejutannya atas perubahan tiba-tiba dalam ketenangan kami.

Ya, ya, aku suka yang ekspresi itu.

「Eh, master, apa kau mau makanan spesial harian kita, makan siang daging kita? Maksudku, bukankah kau menyukai itu, master? 」

「Huh? Ya, kukira begitu. 」

Aku merasa lebih ingin memakan ikan daripada daging, tapi itu bukan sesuatu yang akan aku tuntut.

Namun, dengan jawaban itu telinga kelinci Minaris pun berdiri.

「Huh, Master, Kenapa kau berbohong seperti itu? Tahan salah satu hidangan daging itu dan belikan dia sepiring ikan. 」

「Itu mudah untuk mengetahui saat kau berbohong, Kaito-sama.」

「Hei, kenapa kalian tiba-tiba bersikap tidak sopan seperti itu?」

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Sekarang percakapan kembali normal, Leone pun menanggapi segalanya, hampir seolah-olah dia telah sadar kembali.

「Ah, um … Minaris?」

「Ya, maaf soal itu. Aku belum memperkenalkan semua orang di sini. Senang bertemu denganmu lagi, Leone. Dan, Zank, Shupene. Senang melihat kalian tampak sehat. 」

Minaris tersenyum melihat perilakunya.

「Eh, apa? Tunggu. Minaris, kupikir kau dibawa ke sini di luar kehendakmu sebagai seorang budak … 」

「Maaf telah membodohimu dengan itu, tapi, itu perlu untuk aku lakukan.」

Minaris membungkuk meminta maaf.

「… n? Jadi, Kau adalah seorang budak cinta dari PRIA ini, Minaris? 」

「Heh! Hee hee … 」

「Apa? Budak cinta? Jangan mengejekku seperti itu. 」

「Heh, heh heh, budak cinta … itu nama panggilan yang sangat menarik.」

Dan, makanan yang kami pesan pun baru saja tiba.

Seluruh situasi menjadi sedikit mencekam, jadi aku segera melahap makan siangku.

「Ah, begitu. Saat memikirkan bahwa suatu hari Minaris akan membodohiku seperti ini … 」

「Ya … aku juga tidak pernah tahu bahwa aku akan melakukan Ménage à trois.」

(Flapy : Ménage à trois adalah Pengaturan rumah tangga dimana tiga orang memiliki hubungan romantis atau secara seksual antara satu sama lain)

Hei, kalian semua harus menghentikannya, aku sudah berusaha menunjukkan dengan berpura-pura tidak tahu apa yang kalian katakan.

Di saat seperti ini, sangat sulit untuk menjadi protagonis yang harus berpura-pura bahwa dia tuli dan bebal.

「T … tidak, apa aku, semacam badut ?!」

「Ya, maaf sudah membodohimu. Aku akan membayar makanan kalian jadi jangan takut. 」

「Ah, sialan, yah, TUAN PELAYAN! BAWAKAN AKU MAKANAN YANG PALING MAHAL, BAWAKAN EMPAT PORSI! 」

Leone berteriak putus asa.

「Aaaahhhh! Ini terlalu berlebihan! Harus bersama dua gadis cantik, dan, dengan seragam pelayan dan kimono mini itu, kupikir kau hanyalah seorang NEET cabul yang memiliki mereka! 」

「Wow, itu kata-kata yang berlebihan …」

「Diam! Apa kau memiliki sesuatu untuk dikatakan pada dirimu sendiri? Jika ada yang melihatmu, mereka akan berpikir seperti itu! 」

「Ugh …」

Aku merasa kesal dengan apa yang dikatakannya, tapi semua orang di sekitar menatapku seperti itu.

Sialan, percakapan ini menjadi melenceng.

Itulah alasan mengapa sejak awal aku tidak ingin membicarakan hal ini.

「Dan informasi apa yang kau inginkan? Kau pastinya menginginkan sesuatu! 」

「Ya, pertama … tolong tunjukkan aku ke tempat menginap terbaik di kota.」

「Apa?」

「Ah … baiklah.」

「Toh … aku ini … laki-laki.」

「Tidak tidak tidak … mengatakan sesuatu seperti itu akan membuat AKU malu, master               .」

Sesuatu keluar dari mulut Leone ketika dia mencoba untuk berbicara, tapi dia terlihat bingung.

Tapi, saat dia berdiri, wajahnya memerah dan dia berteriak.

「A-APA YANG KAU KATAKAN ?! KA-KAU MESUM!! MENGERIKAN! KAU BENAR-BENAR HANYA INGIN SEKS, BENAR ?! 」

「Apa yang kau rengekkan, dasar kau si mesum muram? Kaulah orang yang cabul. Dan berhentilah meludah ke mana-mana … itu menjijikkan. 」

Kepala Leone menjorok setelah ledakan wajahnya yang merah.

Dengan memanfaatkan posisinya yang lebih dekat denganku, aku berbicara sehingga hanya Leone yang bisa mendengarku.

「Aku akan memberitahu perintah untukmu setelah kita makan … Aku belum pernah memberitahumu tentang Jepang, kan? 」

「!!」

Leone tidak menjawab apa pun, dan aku kembali makan siang.

1 komentar untuk “Chapter 117.1 – Sang Pahlawan, Menandatangani Kontrak II”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *