Chapter 106.2 – Obrolan Ringan – Kenangan Masa Lalu yang Jauh

「Mengingat laporan tentang 『Menulis laporan besar tentang bagaimana orang tuamu  atau orang lain yang bekerja di sekitarmu menaruh hati mereka dalam pekerjaan mereka dan alasan mengapa mereka melakukannya』 dan seterusnya membuatku merasa muak. 」

「Baiklah, saat itu di sekolah dasar benar-benar seperti『 Tanyakan ibu dan ayahmu tentang pekerjaan yang mereka lakukan 』dan seterusnya, kan?」

「Suehiko, aku tidak tahu siapa yang kau bicarakan, tapi apa kau tidak berpikir bahwa itu menjijikkan?」

Suehiko membenarkan kacamatanya dengan jara terlunjuk dan jari tengahnya lalu menjawab dengan senyuman tanpa tawa dan suara yang dalam.

「Pokoknya, kita selesai hari ini. Kita tidak dapat menyelesaikan laporan akhir bersama-sama. 」

「Ya, aku juga harus menyelesaikan anime ini yang kulewatkan selama dua hari ini.」

Setelah mendengar kata-kataku, kami semua mengambil tas kami dan berkemas.

「Yah, kupikir aku akan membiarkan laporanku begitu saja. Aku benci belajar, tapi laporan itu hanya membuat darahku merasa mendidih. 」

「Tidak, belajar tidak membuatmu mendidih. Dan jangan salahkan aku jika kau ketahuan. 」

Setelah olok-olok semacam itu dan menyelesaikan semua pengepakan, kami mengumpulkan semua pembungkus permen dan semua wadah minuman energi yang telah kosong.

Ruangan itu kembali bersih, dan kami semua meninggalkan rumah Yuuto.

「Sampai jumpa! Aku mau tidur. 」

「Sampai jumpa, aku akan meneleponmu selama istirahat supaya kita bisa bertemu cewek-cewek lagi dengan Yuuto.」

「Tidak mungkin karena dia mencintai pacarnya. Undang Suehiko. 」

「Setelah dia menghancurkan kesempatanku saat mengundangnya untuk yang pertama kali, aku memutuskan untuk tidak pernah lagi mengundangnya.」

「Aku juga tidak ingin pergi. Aku sama sekali tidak tahu apa yang menyenangkan tentang itu. 」

「Ah, izinkan aku mengatakan bahwa aku juga tidak akan pergi. Mai akan mengomeliku dengan air mata jatuh dari matanya. 」

「Aku sudah terlalu sering mendengar itu darimu. 」

Kami mengucapkan selamat tinggal, dan melambaikan tangan ketika kami meninggalkan rumah.

Setelah meninggalkan rumah, aku pergi ke arah yang berlawanan dari dua lainnya.

「Ah, hari ini adalah hari … Minggu!」

Setelah begadangan selama dua malam, aku kembali merasakan hari-hariku dengan memeriksa dan menyadari bahwa hari ini adalah hari Minggu. Di ponselku, ada foto adik perempuanku.

Mai hebat dalam bermain-main dengan komputer sehingga dia mengacaukan teleponku dan mengatur fotonya sebagai wallpaper ponselku. Tidak peduli seberapa sering aku mengubah kata sandinya, gambar itu akan muncul segera setelah itu, jadi aku menyerah dan mengabaikannya.

Memang benar, aku dapat disalahkan karena memiliki sifat siscon.

Kapan-kapan aku ingin melakukan sesuatu untuk mengubahnya.

「Aku harus berbicara tentang laporanku dengan ayahku. Aku tidak bisa membiarkannya pergi tanpa bertanya tentang hal itu. 」

Ayahku cukup terkenal di kalangan bisnis di sekitarnya, karena ia memesan barang-barang furnitur dan desain interior dari luar negeri untuk mereka.

Pekerjaan rutinnya adalah pergi ke luar negeri untuk melakukan perjalanan bisnis, dan jika aku bertanya kepadanya, dia mungkin akan memiliki satu atau dua cerita yang bagus.

Sambil mendengarkan suara jangkrik, aku berjalan di atas jalan beraspal sambil memikirkan hal-hal tak penting sambil merasakan betapa panasnya hari ini.

Ketika aku melihat ke atas, ada awan hujan musim panas yang biasa mengalir melalui langit pada hari yang cerah ini.

Di tengah perjalananku, kami menemukan sungai yang indah untuk beristirahat ketika siang hari tiba.

Lalu, aku sekarang berada di tempat yang jauh dari sungai untuk menyiapkan makan siang. Minaris dan Shuria tidak ada. Mereka pasti bermain-main dengan air di balik pepohonan.

Mungkin karena aku sendirian, aku hanya melihat ke langit, dan mengingat hari terakhir liburan musim panas.

「… saat itu, apa yang ayah katakan padaku?」

Itu adalah hari yang tidak bisa kuingat.

Aku telah menyia-nyiakan hari itu, dan aku benar-benar tidak bisa mengingatnya, tapi itu adalah hari yang membuatmu tertawa dan mengingat 『itu terjadi juga, huh?』

Namun, langit biru yang tak berubah itu, entah bagaimana mengingatkanku pada itu semua.

Langit itu hampir tampak berlapis-lapis.

「Ah, ya,『 Percayalah pada nilai dari sesuatu. 』」

「Apa katamu? 」

Minaris bertanya padaku.

Tampaknya mereka sudah selesai bermain di air, karena mereka berdua terlihat memiliki rambut yang berkilau dan masih basah dengan air.

「Tidak, kalian akan membuat makan siang?」

Mereka mengangkat bahu, dan menyiapkan panci dan makanan saat mereka duduk dan siap membantu.

「Ah, Kaito-sama, aku tidak ingin banyak sayuran.」

「Tidak, Shuria, Kau tidak bisa membuat semuanya sesuai dengan keinginanmu.」

Minaris menegur Shuria.

「Ya, Minaris benar. Aku akan menambahkan sedikit daging untukmu, jadi tahan saja. 」

「Baik! Terima kasih, Kaito-sama, bisakah aku memberimu ciuman? 」

「Jangan bertindak terlalu, JAUH!」

「Aduh! Itu sakit! 」

Dia bermain-main dengan mencoba untuk menciumku jadi aku menjentikkan jariku di dahinya dengan sedikit kekuatan.

Kami sudah terbiasa pergi bersama, jadi Shuria mulai bertingkah seperti anak kecil seperti yang biasa ia lakukan ketika kami berada di jalan setapak yang kami lalui.

Itu kejam, tapi cara genitnya saat mendekatiku, entah bagaimana itu mengingatkanku pada anjing di keluargaku.

Entah bagaimana, rasanya seperti menghukum seekor anjing dengan cara aku bereaksi padanya.

「Berhentilah bercanda, setelah sampai sejauh ini, Dartlas tidak terlalu jauh. Jika kita sampai di sana dengan cepat, maka kita bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih baik. 」

「Aku mengerti, master.」

「Roger!」

Dengan kecepatan ini, kami akan segera tiba di Dartlas.

Dan, di situlah Grond tinggal.

Ah, saat terakhirnya, aku penasaran bagaimana perasaannya.

Berpikir tentang penyesalan, kesedihan, iri hati.

Apa pun itu, hal terakhir yang dilihatnya adalah …

… kesedihan total, dan kedalaman keputusasaan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *