Chapter 105 – Epilog 3

Maaf, aku berbohong di epilog sebelumnya.

「Begitukah, kau masih belum menemukannya」

「…… Aku benar-benar, tidak punya alasan」

Sudah sekitar sebulan sejak Saint Meteria-sama kembali ke rumah.

Laporan yang aku terima secara pribadi di ruang pribadiku, seperti sebelumnya, sama sekali terasa tidak menyenangkan.

「Seperti yang kukira, informasi yang dapat dikatakan masuk akal, adalah lubang dinding istana tersebut yang dibuka oleh monster『 Wall Eater 』itu, dan orang yang dimaksudkan itu muncul ketika monster menyerang memanglah benar」

「Ah, maksudmu cerita tentang seseorang yang menyelamatkan seorang gadis miskin. Jika mempertimbangkan perbuatannya, itu sangat tidak mungkin 」

Miskin atau tidak, selama mereka adalah manusia, mereka adalah subyek perlindungan bagiku.

Ini semua bagus karena ayah dan ibu yang terhormat itu tidak berpikir secara mendalam dan mudah ditangani, tapi mereka tidak mengerti. Mereka berpikir bahwa semuanya baik-baik saja selama mereka baik-baik saja.

Yah, itu juga merupakan sebuah fakta bahwa kebodohan mereka sebenarnya cukup membantu.

Berkat itu, penguatan persenjataan menuju ・ ・ perang setelah penaklukan Raja Iblis juga berjalan dengan mudah.

Bahkan makhluk seperti iblis juga, dan setelah itu, Beast-kin itu juga harus dihancurkan.

Itulah kehendak Roh Agung.

Orang tuaku yang tenggelam dalam kemalasan tidak dapat memahaminya, dan pada akhirnya aku akan membiarkan mereka pensiun.

「…… Ada juga laporan mengenai aktifitas monster di berbagai tempat, dan frekuensi spesies peringkat tinggi dan spesies abnormal telah meningkat. kau harus segera kembali ke tugas semula. Tentu saja, tolong terus mencari si bodoh itu secara bersamaan. Aku akan mencoba mencari cara lain sendiri 」

「Ah, permisi, Alesia-sama」

Dengan tingkah laku yang indah yang tidak sesuai dengan penampilannya, Gidott memberi hormat dan meninggalkan ruangan.

Aku tersesat dalam pemikiran yang mendalam begitu saja untuk sementara waktu, tapi tanpa mendapatkan ide cerdik, aku menggelengkan kepalaku.

「Fu, ini tidak baik. Aku perlu sedikit mengubah suasana hatiku」

Ketika aku bergumam dan berdiri, aku menuju ke tempat yang biasa kukunjungi.

Tempat itu adalah 『Great Spirit’s Space』』. Tempat untuk berdoa kepada Roh Besar, dengan masuk hanya diizinkan untuk putri berturut-turut selama beberapa generasi.

(Flapy : Great Spirit’s Space = ruang roh agung)

Di kerajaan ini di mana 『Spirit Religion』 berakar, itu adalah satu-satunya tempat di mana seseorang dapat mendengarkan kata-kata Roh agung secara langsung.

Tempat itu, di mana ia menuju ke dalam istana kerajaan dengan tenang, memiliki pintu yang memberikan kehadiran yang luar biasa meskipun itu terlihat tidak spektakuler.

Pintu yang memiliki desain detail yang terlukis padanya, bukan pintu geser atau pintu dorong, dan hanya terlihat seperti hiasan belaka. Tapi itu pastilah sebuah pintu.

Mungkin semacam penghalang. Hanya menerima mereka yang diizinkan, dan hanya tembok bagi mereka yang tidak diizinkan.

「……」

Aku berjalan ke pintu itu seolah-olah tidak ada apa-apa di sana, dan ・ ・ ・ ・ ・ ・ menyelinap ke sisi lain pintu itu.

Di sana, ada taman yang ditata hijau subur.

Buah-buahan manis dan asam melekat pada semak, dan warna-warna cerah serta aroma yang menyertai bunga.

Gazebo di tengah terbuat dari kelereng putih yang tidak murni, dan air mancur yang penuh dengan air segar, seperti mata air, menghasilkan suara yang keren.

Itu adalah musim ketika bagian luar mulai menjadi lebih dingin, tapi dipenuhi dengan udara hangat seolah-olah itu adalah dunia yang berbeda.

Ketika aku menumpuk beberapa  buah, dua sampai tiga buah merah dari semak yang ditanam itu ke telapak tanganku, tanpa ragu-ragu aku menuju ke gazebo.

Aku meletakkan buah di atas piring dari cangkir teh porselen putih yang tidak memiliki satu pun noda yang berada di atas meja putih murni yang terlihat sama dengan Gazebo.

Ketika dia menuangkan teh perlahan-lahan dari pot yang berisi teh hitam pada suhu yang selalu tepat, dia duduk di kursi pohon berwarna putih di sebelahnya.

「Ah, teh hitam di sini sangatlah lezat」

Sambil menikmati teh yang harum, dia menggigit buah yang tertumpuk itu.

Saat-saat elegan ketika ia menikmati kehangatan sinar matahari selalu menenangkan hatinya.

(Meski begitu, sebenarnya apa artinya itu? Sudah dipastikan bahwa dia tidak berada di ibukota kekaisaran. Tapi …)

Tiba-tiba, dia tersadar akan punggungnya saat dia membelai bahunya dari tengkuknya.

Bekas luka itu tidak ada lagi.

(Itu terukir pada bagian ini ketika semuanya terjadi. Aku tidak tahu apa sebenarnya yang salah dengannya, tapi kupikir aku akan menunjukkan beberapa tindakan dalam waktu dekat karena dia memutuskan untuk tidak membunuhku……)

「…… Seperti yang kuduga, tidak mungkin untuk menyelidikinya secara diam-diam. Itu sudah terekspos ke  kota teokrasi Lunaria. Aku akan membuat pengaturan di Guild …….. Tidak, Jika aku melakukan hal semacam itu, meninggalkan Negara Hukum Teokrasi yang sudah menyadarinya, jika itu diketahui oleh Kekaisaran juga …… 」

Kasus terburuk, sebagai gantinya kekuatan pahlawan yang kerajaan itu coba gunakan mungkin digunakan oleh Kekaisaran.

Tempat itu adalah negara buas yang mengabaikan meritokrasi dan ketertiban.

Bahkan dengan monster seperti itu, jika kepentingan mereka sesuai, maka Kekaisaran akan bergabung.

Dan tak lama kemudian itu akan menyebabkan kerusakan pada kerajaan.

「Ah, ini buruk. Aku datang ke sini untuk istirahat …… 」

Ketika aku menghela nafas, dan cangkir itu menjadi kosong, seperti biasanya, aku berjalan ke altar yang dibangun di gazebo.

Ini adalah tempat bagi generasi para putri untuk berdoa kepada Roh agung, dan di mana kata-kata agung akan diwahyukan.

Awalnya, itu adalah tempat kakak peremuanku berdoa di setiap harinya.

「…… Apa aku juga tidak akan mendengar apapun hari ini. Begitu, jadi aku gagal, bukan? 」

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Dengan kekuatanku, aku hanya bisa mendengar suara roh agung sebulan sekali, hanya pada malam hari saat bulan purnama bersinar.

Ah, apakah kakak itu masih hidup.

Jika itu kakak itu dan bukan aku yang di sini, dia pasti akan dapat dengan mudah bertukar kata-kata dengan Roh agung seolah-olah dia sedang berbicara dengan seorang teman.

Penuh dengan bakat sehingga dia bahkan bisa melihat penampilannya, awalnya, kakak perempuankulah yang seharusnya berada di tempat di mana aku berada sekarang.

Begitu lembut, dan cerdas, panutan sempurnaku…….

「…… Aku tidak akan pernah menyerah. Aku pasti akan menangkap musuhkakak peremuanku 」

Dia dengan erat memegang kalung yang merupakan kenang-kenangan dari kakak perempuannya dari atas pakaiannya.

「Semua yang mencoba memakai kulit jelek manusia, aku akan ……」

「『 Aku akan menghancurkannya 』atau hal semacam itu?」

「Mm !? Siapa itu!! 」

Pada saat yang sama ketika dia berbalik untuk melihat ke arah suara yang dia dengar, dan tanpa konfirmasi, dia menembakkan bola api yang sangat besar tanpa melantunkan mantra sebagai balasan untuk ancaman itu.

「Oopsi, bahkan sebagai gantinya, kurasa dia si putri huh. Untuk dapat menggunakan sihir tanpa lantunan mantra, tidak buruk ♪ 」

Tepat setelah debu pasir yang tercipta menghilang, aku melihat sesosok tubuh dari seseorang yang benar-benar tertutup oleh penutup kepalanya.

Jika menilai dari tubuh dan suaranya, dia adalah seorang pria.

「…… Tempat ini, seharusnya menjadi tempat perlindungan di mana hanya putri saja terpilih yang bisa masuk. Siapa kau? 」

「Yah kurasa, itu bukan 『Light Ball』 yang barusan kau lepaskan tapi 『Fireball』, kurasa itu tidak bisa menjangkau lilin pada benda yang asli. Aku berbicara tentang bagaimana generasi ini diberkati dengan banyak sekali talenta」

「Seperti kata-kata yang barusan kau katakan sebelumnya 、 …… Kau, seberapa banyak…」

「Jangan memelototiku begitu. Kau tidak perlu khawatir, aku adalah sekutumu」

Pria yang tertawa dengan suara berderak itu melepas penutup kepalanya sambil mengatakan 『tapi baiklah』.

「Aku datang ke sini untuk menggantikan si pengganti yang bahkan tidak bisa kuhubungi. Secara pribadi itu tidak cukup, bagiku, kali ini sudah terlalu banyak penerus, itu menjengkelkan. Jika itu hanya satu, selama hasilnya akan sama, aku sudah memikirkannya, itu tak masalah」

「Seorang Elf !?」

Yang muncul adalah telinga berujung lancip dan rambut yang terlihat seperti benang emas.

Penampilan yang terlihat seperti boneka.

「Kau manusia-tiruan yang hidup di hutan, ada urusan apa kau denganku?」

「Seperti yang kubilang, jangan terlalu kasar. Aku datang jauh-jauh untuk memberi tahumu tentang kesalahan-kesalahan di luar ruang lingkup wilayah hukum manusia ini. 」

「……」

「Bagaimana aku bisa membuatmu mengerti. Ah, benar juga, bagaimana kalau aku mengatakan ini? 」

Pria Elf yang tertawa sembrono itu menyeringai sambil menekuk ujung mulutnya.

「Putri sebelumnya yang merupakan putri yang asli, tahu bahwa『 Para Elf adalah pembawa pesan Roh Agung 』? Dengan kekuatan kami, kami dapat memberi tahumu apa yang harus dilakukan sang putri di dunia ini 」

「Tutup mulutmu, itu membuatku merasa muak. Kakak perempuanku terbunuh oleh kalian para tiruan manusia, Beast-kin dan Demi-human serta para iblis yang membahayakan dunia ini, dunia ini adalah dunia manusia !! 」

「Jadi, jadi para Elf tidak termasuk. Dunia ini merupakan surga bagi manusia dan elf 」

「Jangan bicara omong kosong, hal semacam itu ……」

「Bahkan jika, kau dapat mendengarnya langsung dari Roh agung?」

「…… Apa katamu? 」

「Jika kami para elf membantumu, Kau akan dapat melakukan sebanyak yang asli『asli 』 bisa bahkan sebagai seorang pengganti? Kau sedang berada di jalan buntu bukan, seperti masalah soal pahlawan 」

「Mm」

Aku tidak punya inisiatif lagi saat kata-kataku tersedak. di dunia ini.

Pria Elf itu terus mengatakan semua yang kurasakan di pikiranku dan juga memiringkan ujung mulutnya dan tertawa.

「Nah, mari kita bekerja sama bersama, Putri palsuku. Aku akan menjadikanmu yang『benar-benar asli』di dunia ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *