Chapter 104 – Epilog 2

Kerajaan Aurelia, istana ibu kota kekaisaran.

Dia negara ini dia mengunjunginya sebagai Saint of the Lunaria Theocracy.

(Flapy : Saint dari kerajaan keagamaan Lunaria)

Di dalam ruanganku setelah kembali dari pertemuan dengan Putri Alesia dan rekan-rekannya, aku mengamuk dan meluapkan emosiku yang tak berdaya, dan sebelum aku menyadarinya, aku tertidur lelap.

「Hm ……, terima kasih banyak, Lunaris-sama. Seperti yang kupikirkan, memang seharusnya begitu. bukan ? 」

Aku, yang diberitahu tentang keputusannya, merasa seolah-olah kesadaranku perlahan-lahan akan segera meluap-luap.

Ketika aku perlahan membuka mataku, tempat tidurku telah menjadi kusut karena amukanku.

Sebuah futon empuk yang bagus yang mungkin diletakkan pelayan padaku telah menutupi tubuhku.

「Selamat pagi, Meteria-sama」

「Eh, selamat pagi ……? 」

Tanda tanya melayang di atas kepala pelayan itu.

Tapi, pertanyaan itu langsung sirna.

Di dunia yang dulu, aku beberapa kali menunjukkan penampilan yang sama, tapi saat ini, ini seharusnya menjadi pertama kalinya dia melihatku  seperti ini.

(Yah, itu masalah sepele ……)

Aku merasa baik-baik saja selama orang itu ada di sini.

Dan orang itu juga merasa tak masalah denganku.

Tidak perlu khawatir tentang mata orang lain. Itu seharusnya merupakan keadaan yang benar, dan bagaimana hal itu diputuskan.

Oleh karena itu, kondisi yang ada yang tidak dapat diubah semacam itu terasa sangat tidak menyenangkan.

「…………」

Dengan lembut aku membelai rambutku yang acak-acakan dengan tanganku.

「Oh, Meteria-sama, mau ke mana?」

「Mandi. Bantuan tidak diperlukan jadi kau dapat meninggalkanku sendirian 」

「To-Tolong tunggu sebentar, persiapan mandi masih belum siap ……」

「Aku tidak butuh」

「Eh? ah, Umm ……? 」

Aku meninggalkan pelayan terdekat di kamar dan berjalan ke bagian dalam istana kerajaan yang tenang, di mana matahari baru saja mulai terbit.

Kamar mandi eksklusif untuk keluarga kerajaan dan tamu negara, tentu saja mereka sudah kehabisan air panas.

「Oh air yang memberikan kehangatan, penuhi kehangatan,『Water Wave hot water wave』」

(Flapy : Gelombang air hangat)

Banyak air hangat yang mengalir keluar dari tanganku dan terus menumpuk di dalam kamar mandi.

Aku masih sedikit tidak terbiasa dengan kenyataan bahwa aku harus melantunkan dan memperhatikan mana milikku hanya untuk menggunakan sihir tingkat ini, tapi ketika aku berpikir bahwa aku dapat menggunakan sihir pada tingkat ini karena kenangan atas hari-hari yang dihabiskan bersama Kaito-sama, aku langsung merasakan emosi yang membara di hatiku.

Uap putih memenuhi kamar mandi yang dingin, dan setelah memastikan bahwa suhu air panas tepat dengan tanganku, aku merendam tubuhku di dalam bak air panas.

「…………」

Ketika aku merasakan kehangatan di seluruh tubuhku, pikiranku perlahan mulai membaik.

Tentu saja, itu mengingatkanku pada Kaito-sama.

Ketika aku sendiri, santo adalah satu-satunya sosok di dunia ini yang dapat berpasangan dengan sang pahlawan.

Raja Iblis itu telah membuatnya melalui jalan yang salah dan mengikatnya, dan karena itu, Kaito-sama harus menerima penderitaan yang sia-sia.

Pikiran lemahku di dunia yang dulu telah memojokkan Kaito-sama ke titik di mana tidak ada sarana pembebasan baginya kecuali melalui kematian.

Hanya dengan mati, dan berharap untuk menjalani dunia yang berikutnya, aku tidak bisa menyelamatkannya dari belenggu kejahatan.

Tapi sekarang berbeda.

Sekarang waktu telah kembali, kami dapat kembali ke apa yang seharusnya.

「Nah, apa yang harus kita mulai …………?」

Seperti yang kubilang, tidak ada waktu untuk tetap diam.

Yaitu, kali ini, untuk membentuk kembali ini dunia seperti seharusnya.

Untuk memperbaiki perubahan yang tertinggal.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Untuk hari ketika aku menikah dengan Kaito-sama dengan bahagia.

Karena saat ini, itu akan menjadi kenyataan.

Daripada meratapi perubahan itu, aku harus bergerak ke tempat berikutnya.

『Menangis, menangis, menangis, dan memuntahkan semua emosi yang ada. Lalu aku bisa berjalan lagi 』

Betul, aku telah diajari oleh Kaito-sama.

「Silakan lihat, Lunaris-sama. , kesimpulan dari kisah yang harus diceritakan melalui dunia ini saat ini …… 」

Kepada Tuhan yang memberi kami kesempatan untuk mengulang semuanya, kami menawarkan rasa terima kasih kami dengan doa syukur.

Segera setelah aku memperbarui tekadku, aku pun berusaha mengumpulkan informasi.

Di dunia yang sebelumnya, gereja yang merupakan sebuah kandang yang membatasiku sampai aku diselamatkan oleh Kaito-sama, sekarang berada di bawah kendali penuhku dan orang-orang bodoh yang akan menjadi penghalang telah dihilangkan.

Gereja Lunaria tersebar di seluruh negeri. Berkat itu, mereka akan menjadi kaki tangan yang sangat baik bagiku.

Dan, insiden di kota Ermia, seperti yang aku duga, yang menjadi sasaran pertama adalah Yumis.

Mengingat jarak dari ibukota kekaisaran, kuikir mungkin dia yang akan dipilih oleh Kaito-sama.

Itulah sebabnya, setelah tinggal sebentar di ibukota kekaisaran, aku sekarang menaiki kereta kuda menuju ke kota Ermia.

Untuk memeriksa informasi mengenai Kaito-sama secara langsung di tempat kejadian perkara.

「…………」

Tidak diragukan lagi tidak seperti yang lainnya, kemungkinan besar Kaito-sama telah mempertahankan ingatannya yang sebelumnya.

Jika tidak, tidak ada penjelasan untuk kata-kata atau tindakan tersebut.

Pahlawan diberikan kuasa dari Tuhan dan akan datang ke dunia ini. Karena aku mengingatnya, wajar jika Kaito-sama juga mengingatnya.

Yah, putri palsu …. itu, sepertinya dia telah kehilangan ingatannya.

(Aku hampir tidak bisa menangkap jejaknya di ibukota kekaisaran ……, tapi sepertinya Kaito-sama tidak menyadari bahwa aku mengingat semuanya)

Kalau tidak, ia tidak akan berani bergerak dalam situasi ini di mana status dan level skillnya masih rendah.

Bahkan jika dia bergerak sesuai dengan kata itu 『Balas Dendam』, dia pasti menggunakan metode yang tidak akan menghasilkan masalah apa pun secara eksternal.

「Sungguh ……, Aku sangat senang. Jika tidak diketahui oleh Kaito-sama, maka akan lebih mudah untuk melakukan beberapa hal dengan cepat 」

「Meteria-sama? Apa semuanya baik-baik saja? 」

「Tidak, sudah waktunya kita tiba di kota Ermia, jadi kau dapat beristirahat dengan tenang hari ini」

「Begitukah? Oh, tidak, terima kasih atas perhatianmu 」

Pelayanku itu jelas merasa lega, dan menunjukkan kelegaan di wajahnya.

Ini masih terlalu pagi, tapi sudah beberapa jam sejak  waktu makan siang.

Pelayan ini juga pasti menyadari bahwa kami dijadwalkan akan tiba di kota malam ini, tapi aku hanya bisa berpikir bahwa kemungkinan rasa lelah telah terakumulasi sebagai akibat dari mempercepat jadwal.

Sekilas mengintip keluar untuk melihat keadaan para pengawalan yang berjalan, raut kulit yang terlihat lelah juga bisa terlihat di wajah mereka.

(kondisi mereka terlihat cukup lelah, sesuai jadwal)

Kehadiran para pengawalan dan pelayan hanyalah penghalang dalam menyelidiki keberadaan Kaito-sama.

「Maafkan aku karena telah meminta sesuatu yang tidak masuk akal darimu. Tapi bagi penduduk kota Ermia yang telah diserang oleh para undead, kita harus pergi ke kota itu sesegera mungkin 」

Walaupun begitu, wajahnya mengungkapkan ekspresi kesedihan.

Pemurnian sihir negatif yang seharusnya berada di kota Ermia telah diserang oleh para undead.

Secara alami, tujuan sebenarnya ada di tempat lain, tapi aku memilih untuk menggunakan alasan ini karena itu dapat meyakinkan semua orang di sekitarnya.

「Ah, Meteria-sama, oh tidak, tolong angkat kepalamu. Kami baik-baik saja bahkan tanpa kau harus merasa khawatir tentang kami! 」

「Terima kasih banyak. Namun, itu juga merupakan sebuah fakta bahwa aku telah meminta yang tidak masuk akal. Bagiku, kalian juga merupakan bagian dari kasih sayang dan cinta 」

Tentu saja, itu berlaku jika di dunia setelah aku menikah dengan pahlawan, kami diberkati dan menjalani hidup kami dengan sungguh-sungguh.

「Bagaimanapun juga, lebih efektif untuk memurnikan sihir negatif di siang hari daripada di malam hari. Jadi, begitu kita tiba di kota Ermia, mari kita makan makanan yang sedikit mewah untuk hari ini. Kemiskinan memang harus dihargai, tapi itu juga penting untuk memulihkan energi seseorang 」

Setelah mengatakan itu, aku memberikan senyuman penuh belas kasih.

Di tengah malam ketika bahkan tanaman tertidur.

Aku menyelinap ke kota Ermia sendirian.

「Fufu, aah, di sini」

Aku mengikuti aroma kekuatan sihirnya yang tersisa, dan melanjutkan melalui hutan.

Hampir seolah-olah aku dipanggil oleh orang itu, dan secara alami, senyuman muncul di wajahku.

Sisa dari kekuatan sihir yang telah menjadi tipis setelah beberapa waktu berlalu.

Meski begitu, tidak mungkin aku akan salah mengartikannya.

Dan kemudian, aku tiba di tempat itu.

「………… Ah, itu aneh. Ini sangat dipenuhi dengan kebencian …… 」

Ini adalah sebuah lahan yang tersebar luas di hutan.

Kekuatan sihir terkonsentrasi milik Kaito-sama terasa paling kuat yang tertinggal  di sana. Selain itu adalah partikel kekuatan sihir yang dipenuhi dengan penderitaan.

Jika kekuatan sihir yang penuh dengan emosi ini tertinggal, teknik ini juga pasti telah diaktifkan dengan baik.

「Aroma jiwa yang tersisa yang mengungkapkan alasannya, melacaknya di tempat ini tanpa gagal. 『Story Mirror History mirror』 」

(Flapy : Cermin cerita, cermin sejarah)

Sihir sepenuhnya dirampas dari tubuhku, dan sebuah cermin yang disusun dengan kekuatan sihir muncul di hadapanku seperti sebuah riak yang menyebar di air.

Pada awalnya, permukaan yang tampak keruh seperti kaca buram mulai memfokuskan gambar dan tak lama gambar yang indah pun terbentuk.

Merupakan sebuah keajaiban untuk melihat peristiwa masa lalu dari kekuatan sihir yang tersisa.

Dan disana……

「Ah …… Kaito-sama, Kaito-sama」

Kaito-sama yang terlihat sedikit lebih muda daripada yang ada di ingatanku.

Bahkan berkedip akan terasa sia-sia, dengan konsentrasi tinggi, aku membakarnya ke dalam ingatanku.

「Kaito, Sama ……」

Di Cermin sihir, Kaito-sama menusukkan pedang ke arah Yumis, sambil menyerahkan dirinya pada kegilaan yang seolah-olah menangis.

Sangat frustasi karena aku tidak bisa menyentuhmu. Meskipun aku ingin memelukmu tepat pada saat ini, kau bahkan tidak bisa mendengar suaraku.

Dan kemudian, akhirnya semuanya berakhir, dan sihir itu  terputus.

「Ah …… Kenapa, ……」

Apa yang ditampilkan pada saat terakhir, adalah gambaran yang aku lihat baru-baru ini, senyuman lembut Kaito-sama diarahkan pada wanita Beastkin dan gadis yang terlihat seperti elf.

Sosok orang lain selain diriku berdiri di sebelah orang itu.

「Meski begitu, tempat itu milikku……」

Juga, ada serangga yang tak sedap dipandang mata yang terbang di samping orang itu.

「Sekali lagi, dia memiliki serangga yang terlihat seperti semacam pendamping. Mengapa mengapa mengapa」

Kenapa bukan aku yang berdiri di sana.

「Aku harus bergegas ……」

Sebelum mereka menodai Kaito-sama lebih dari ini.

「Hyaguu !?」

Dan, itulah saatnya.

Kenikmatan ・ ・ yang menyembur keluar dari bagian bawah tubuhku.

Informasi di tempat tersebut dapat dirasakan seolah-olah hanya kesadaran saja yang lolos dari tubuhku dan terbang keluar.

「Aaahhh, Nnn, ahh, Kaito-sama, menggunakan 【Sword of Mortal Sin】 ……」

Wajah yang memerah seolah terbakar, langsung berubah menjadi senyuman alami.

Bahkan jika dunia kembali, ikatan antara Kaito-sama dan aku masih tetap terhubung.

「Arah ini ……, begitukah. Selanjutnya, kau ingin melawan Grond huh? 」

Ah, ah, ah.

Tolong tunggu aku, Kaito-sama.

Segera, segera terwujud. Aku akan melakukan persiapan dengan cepat.

Agar kau tidak perlu menginjakkan kakimu di jalan pembantaian lagi, aku akan benar-benar ……… membuatmu memulai dari awal.

「Fufu, fufufufufu」

Aku berdiri dan meninggalkan tempat itu.

Sekarang, aku harus cepat-cepat memulai rencananya, dengan cepat, untuk menarik keluar Kaito-sama dari para serangga itu, sehingga kami berdua dapat hidup dalam kebahagiaan kami selamanya.

Karena semula memang begitulah seharusnya.

Meteria , Saint kerajaan Lunaria

2 komentar untuk “Chapter 104 – Epilog 2”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *