Chapter 100.1 – Kuburan Empat Warna yang Tak Berharga 3

「Ugh, apa yang terjadi padaku?」

Whoosh, hembusan angin mengguncang tubuhku dan aku pun bangun. Aku meletakkan tanganku di atas wajahku, dan mencoba menggerakkan tubuhku.

Aku melihat-lihat bagian dalam kereta gerbongku.

「Ini … oh yeah! Obat! 」

Saat memikirkan kembali apa yang telah terjadi, aku mencoba untuk keluar dari kereta, tapi hal-hal yang aku inginkan sudah tidak ada lagi.

「Ah ah! Ahhhhhhhhhhhhhhhh! Para bajingannn ituuu! 」

Pergi pergi pergi!

Gerbong yang berisi dengan barang-barangku, hilang!

Aku melihat sekeliling, dan satu-satunya yang tersisa adalah kereta yang aku tiduri, dan kuda-kuda yang terhubung ke kereta.

「Sialan, sial, sialan, sialan, sialan, sialan, !!! Aghghhh !! Sialan semua omong kosong ini terjadi padaku!! 」

Tidak tahu apa yang terjadi, atau bagaimana, atau apa yang terjadi sekarang, tidak ada kemampuan untuk mengetahui apa yang sedang terjadi, tapi satu hal yang aku tahu, bahwa semua uangku telah dirampas.

Tidak satu sen pun yang tersisa.

Ungkapan mengerikan itu melekat di benakku.

「Agahh! Ah! Tidak, tidaaaak !! 」

Dan kegelapan di luar meresapi segalanya.

Jam berapa? Rasanya seperti aku telah mengambil jalan yang lebih dalam dan lebih dalam ke dalam kegelapan pekat karena sebuah kesalahan.

「Uhhh … apa ini? Mengapa? Mengapa ini terjadi padaku? 」

Bahkan setelah mencoba menghilangkannya berulang kali, kegelapan itu masih tetap ada, hampir menertawakanku, dan kemudian …

「Tidak, aku baik-baik saja. Aku … masih bisa memulainya dari sini! 」

Grip, aku meremas tas yang ada di leherku.

Ini mungkinlah alasanku hidup.

Bau bunga manis itu. Seseorang menggunakan racun sihir, dan mencoba merenggut hidupku.

Dan juga, uang di dalam tas ini cukup untuk bisa dengan mudah memulai sebuah perusahaan baru yang mana aku bisa menghasilkan uang dari sana.

Santai saja, pikirkan saja untuk sampai ke kota kekaisaran hidup-hidup.

「Fiuh, huff, bagiku untuk harus menunggangi kereta gerobakku sendiri …」

Aku tersadar kembali setelah bernapas dalam-dalam, dan bergegas ke kursi pengemudi.

Aku tidak memiliki pengalaman sebagai pengemudi, tapi sepertinya tidak butuh banyak pengetahuan untuk melakukannya. Mungkin seharusnya aku naik kuda daripada naik kereta, tapi itu sepertinya lebih berbahaya daripada naik kereta ini.

「Cepat jalan!」

「『 『Winnnnyyy !?』 』」

Aku membiarkan naluriku mengambil alih ketika aku menghentak kuda lebih keras dari yang seharusnya dan kuda itu kembali berkari.

Aku menapaki jalan dengan suara gerobak dan perasaan seolah aku tengah melarikan diri.

Aku melihat sekelilingku ketika aku mengendarai kudaku, dan aku bisa melihat bulan bersinar di sana-sini.

「Cih, aku berpikir untuk pergi lebih jauh dari kota sebelum aku akhirnya beristirahat, tapi sekarang aku harus terus beranjak sampai tiba di kota berikutnya.」

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Karena aku sudah tidur, dan karena amarah yang melandaku, aku jadi sama sekali tidak merasakan kantuk.

Aku merasakan sensasi hangat setelah meminum obat itu, dan aku pun kembali mencambuk kuda.

Saat itu juga.

「『 『Kweeeeehhhh!』 』」

「Apa? Sekelompok monster sihir? 」

Kuda-kuda itu berteriak tepat sebelum sekelompok monster menghadang jalan kami.

Mereka memiliki tubuh berwarna transparan seperti air.

「『 『Heeeheeeeeen!』 』」

「S … Slime! Kenapa itu ada di sini? 」

Kuda-kuda berhenti bergerak, dan kereta juga berhenti.

Namun, aku tidak punya waktu untuk menjawab pertanyaan yang aku ajukan.

「『 Buhheeeeen? Heen! 』」 「『 Heheeeen ?! 』」

「Berhenti, tunggu, sialan!」

Tanpa bisa melakukan apa-apa, kelompok slime menyerang kuda-kuda itu.

Dengan kuda-kuda yang masih terhubung ke kereta, mereka tidak bisa bergerak dan tubuh mereka pun dikepung oleh tubuh slime dengan cepat.

Fwussshhhhh, suara daging yang meleleh dan berasap.

Aku pun melompat dari kursi pengemudi dan berlari ke hutan.

Slime berbeda dari binatang sihir seperti garm, goblin, dan orc.

Mereka tidak pernah merasa kenyang.

Setelah mereka memakan semua kuda dari kereta, mereka akan mengejarku.

Bagaimanapun juga, untuk saat ini aku harus pergi sejauh yang aku bisa.

Namun, nasib buruk sepertinya terus menghampiriku.

「『 Gyupiraaah! 』」

「Slime lain ?!」

Kupikir ini adalah akhirnya, dan sekarang aku langsung bergegas lari dari slime itu.

「Eek, eek, sial, sialan! Sialan kalian semua! 」

Rasa frustrasi, kemarahan, kebingungan, was-was, kesulitan, iritasi.

Semua emosi ini muncul dalam diriku ketika aku berteriak sambil berlari melewati pepohonan dan semak-semak yang terus berdesir di dalam hutan.

「Ah, ang … ah, aku, aku, Grond … kepala perusahaan perdagangan, kenapa, kenapa…」

Berapa lama aku telah berlari?

Aku bersembunyi di balik pohon sampai monster-monster itu kembali mendekat dan kemudian pergi begitu aku mendengar suara kedatangan mereka.

Melakukan itu secara berulang-ulang, aku sekarang dikejar jauh ke dalam hutan.

Karena kurang olahraga, aku tidak bisa mengatur napas, dan kakiku terasa sakit.

「Sialan! Kenapa…」

Dan lagi, aku menyenderkan punggungku ke pohon, dan menyembunyikan diriku.

Slime jauh lebih lambat dari yang aku dengar dalam cerita. Jika kau melarikan diri dari mereka, tidak mungkin mereka dapat mengejarmu.

Karena hutannya tidak terlalu dalam, dan karena bulan menyinari sebagian besar hutan, aku dapat melarikan diri dengan mudah.

Namun, ada banyak binatang sihir di hutan, dan aku tidak tahu bagaimana yang lain tahu bagaimana cara mengejarku, karena setiap kali aku berbalik, ternyata mereka masih di belakangku.

「『 Bigggiiiiiihh! 』」

「Apa? Kenapa ada slime lain !? 」

Namun, tidak ada waktu untuk beristirahat sebelum akhirnya slime lain menemukanku.

「Eek, eek, eek, eek!」

Begitu slime terasa jauh, aku menemukan pohon lain untukku bersembunyi demi untuk mengatur napas.

Huff, wheeze, huff, wheeze.」

(flapy : Suara narik nafas dan menghela nafas)

(Apa sekarang? Aku tidak bisa terus melakukan ini …)

Segera setelah aku cukup beristirahat untuk bisa bernafas lagi, rasa tergesa-gesa dan ketakutan mulai dating lagi.

Aku benar-benar menyesal telah masuk ke hutan seperti ini tanpa pikir panjang.

Hutan adalah wilayah binatang sihir. Bahkan jika aku berlari, akan lebih mudah untuk berlari di jalan lama daripada ke hutan.

「Asap itu … seorang petualang?」

Ketika aku melihat ke atas di langit, aku bisa melihat asap membubung dari dalam hutan.

Hadiah dari Tuhan!

Aku berdiri dengan cepat dan mulai berlari.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *